Tawanan Cinta Pria Dewasa

Tawanan Cinta Pria Dewasa
BAB 125 - Tidak Sadar Diri


__ADS_3

Memasuki trimester kedua, banyak perubahan yang mulai terlihat dengan tubuh Mikhayla. Berat badannya mulai naik, dan itu membuatnya sedikit stres. Beberapa kali menatap tubuhnya di cermin dan selalu merasa dirinya sudah seperti badak. Betapa sakitnya kepala Keyvan jika menghadapi dia yang kumat seperti ini.


"Aku gendutan ya?" tanya Mikhayla membuka pagi hari yang sangat-sangat cerah ini dengan alarm keributan.


"Tidak, Sayang ... aku suka kamu begini," ujar Keyvan memeluknya dari belakang, memang terasa perbedaannya.


Tubuh Mikhayla sedikit lebih tebal, akan tetapi wajar saja apalagi jika dia sedang hamil. Berat badannya juga tidak bertambah sebesar itu, akan tetapi bagi Mikhayla yang sedari dulu memang kecil jelas merasa saat ini besar sekali.


"Tapi ini tu besar banget ya, Tuhan ... persis badak. Dulu Mama sewaktu hamil tidak seperti ini," keluh Mikhayla tidak sadar diri jika sebab dia mengembang tersebut adalah dia sendiri.


Keyvan tidak ingin menyalahkan, hanya saja dia sangat berharap jika Mikhayla ingat berapa banyak dia makan setiap harinya. Akan tetapi, yang aneh dengan istrinya ialah hanya stres ketika di depan cermin, jika di depan makanan dia lupa diri.


"Sepertinya aku harus diet deh, kalau sampai nanti aku kegendutan gimana?" tanya Mikhayla meminta persetujuan sang suami, Keyvan enggan mengiyakan dan enggan juga melarang karena khawatir akan jadi bahan ribut Mikhayla.


"Sayang, kamu ingat restoran yang kemarin kita kunjungi?" tanya Keyvan mengalihkan pembicaraan, sang istri sontak mendongak dan mengerjapkan matanya.


"Ehm ingat, kenapa memangnya? Yang ikan bakarnya satu kilo itu, 'kan?" Lihatlah, dia bahkan lupa jika beberapa saat lalu merenungi berat badannya, Keyvan terkekeh dan dia berhasil membuat Mikhayla terkecoh.


"Iya, di sana ada menu baru, Sayang."


"Oh iya? Apa?" tanya Mikhayla tidak lagi peduli dengan pantulan tubuhnya di kaca, yang dia inginkan saat ini hanya menu baru tersebut.


"Gurame asam manis, belum pernah, 'kan?"


"Iya, kemarin aku maunya itu tapi di sana cuma di bakar ... sekarang beneran ada?" tanya Mikhayla mendesak sang suami untuk segera menjawab iya, pria itu terkekeh dan dia mengangguk pelan.


"Ada, mumpung akhir pekan kita makan di sana, mau?" tanya Keyvan dan pertanyaan itu benar-benar berhasil membuat Mikhayla lupa perkara berat badan.


"Boleh deh, sebentar aku mandi dulu ... tapi nanti sekalian beli donat isi ya?"

__ADS_1


"Iya, Sayang. Apapun yang kamu mau," jawab Keyvan mengacak rambut sang istri, cara ini sudah dia lakukan berbulan-bulan dan selalu berhasil membuat istrinya lebih tenang daripada dipuji tetap cantik walau berisi.


Keyvan menggeleng pelan melihat Mikhayla berlalu ke kamar mandi secepat itu hanya karena dia tawari makan di luar. Bersyukur saja kehendak Mikhayla tidak begitu aneh karena sang istri pemakan segalanya ketika hamil, tepatnya tidak memiliki obsesi khusus terhadap makanan karena apapun yang Keyvan tawarkan dia mau semua.


Sementara Mikhayla mandi, Keyvan lebih dulu turun. Jika menunggu Khayla bisa dipastikan sedikit lama karena banyak sekali yang dia persiapkan. Meski hamil, Mikhayla sangat-sangat peduli dengan penampilan lantaran khawatir mata Keyvan tertarik pada wanita lain, padahal sama sekali dia tidak tertarik pada wanita lain selain sang istri.


Cukup lama dia menunggu, bahkan Keyvan menghabiskan segelas kopi hangat lebih dulu. Langkah kakinya mulai terdengar dan pria itu sontak menoleh ke arah sang istri, cantik dan seperti biasa dia tetap bisa menyembunyikan tubuhnya karena pintar memilih pakaian.


"Cantik sekali, jadi tidak rela membawanya keluar kalau sudah begini," ungkap Keyvan serius, entah perasaan Keyvan saja atau memang iya semenjak hamil kecantikan istrinya berkali lipat.


Kulitnya semakin bersih dan wajah Mikhayla yang sekarang terlampau imut baginya. Dia tidak berbohong ataupun berusaha membuat Khayla bahagia, akan tetapi memang kenyataannya demikian dan Keyvan mengagumi istrinya saat ini.


"Ya masa di kamar terus, sakit akunya nanti."


Keyvan menatapnya lekat-lekat, pria itu tersenyum manis kemudian mengecup bibirnya tanpa aba-aba. Hal semacam itu sudah biasa dan Mikhayla tidak akan marah hanya karena hal semacam itu.


"Ck, astaga ... sejak kapan kau di sana?" tanya Keyvan sebal kala menyadari Bastian tengah berdiri dari jarak yang cukup dekat dengan mereka, sudah tentu dengan jelas dia melihat apa yang Keyvan lakukan pada Mikhayla barusan.


"Belum lama, saya pikir harus diantar."


"Tidak, kami pergi berdua, Om ... Om Babas istirahat aja nanti Khayla bawain guramenya ya," tutur Mikhayla baik sekali, dia tentu tidak mau yang mengembang di sini hanya dia seorang.


"Wuih baiknya, terima kasih Non cantik." Bastian yang melihat Mikhayla sekarang kembali teringat dia ketika masih kecil, ya kira-kira segendut itu memang.


"Sama-sama om Babas."


Hanya kata cantik keluar dari bibir Bastian, dan Keyvan sudah menatapnya tajam hingga Bastian menelan salivanya susah payah. Mikhail sudah termasuk posesif pada pasangan, akan tetapi jika dibandingkan Keyvan jauh lebih parah pria ini, pikir Bastian.


.

__ADS_1


.


.


Sesuai dugaan, dia memang lupa diri ketika di hadapan makanan. Mikhayla bersendawa dan baru sadar jika sudah makan sebanyak itu. "Hem aku gagal diet lagi hari ini, kamu sih."


"Besok-besok dietnya, lagipula berat badanmu dalam batas wajar, Sayang ... dokter Diana saja bilang begitu, turuti kemauanmu jangan ditahan-tahan. Gendut tidak masalah yang penting sehat," ungkap Keyvan dan itu mengundang huru-hara.


"Jadi maksud kamu aku beneran gendut ya?" tanya Mikhayla sedih dan kembali mendramatisir keadaan, persis sekali papanya.


"Berisi, bukan gend_"


"Sama saja, berisi, tebal, gemuk ya intinya tetap gen_"


"Donatnya jadi?" tanya Keyvan menyela celotehan sang istri, jika dia biarkan bisa-bisa Mikhayla menangis karena hal itu.


"Jadi dong."


Suasana hati Mikhayla memang secepat itu berubah, sebagai suaminya Keyvan sangat-sangat terbiasa dan memang Mikhayla bukan tipe wanita yang kerap membuat masalah jadi serumit itu.


- To Be Continue -


Mikhayla : Ngaku kalian, bukan aku doang kan yang pengen diet cuma ketika di depan kaca!!😎


Btw masih suka Khayla kan ya? Semoga kalian belum bosan, Bestie❤


Hai-hai, Mikhayla bawa Rekomendasi Novel buat dibaca hari ini. Mampir ya gengs😚


__ADS_1


__ADS_2