Tawanan Cinta Pria Dewasa

Tawanan Cinta Pria Dewasa
BAB 60 - Pengkianat


__ADS_3

"Kau baik-baik saja?"


"Siallan, milikku sampai ngilu!! Kau yakin wanita seperti dia butuh dikawal?"


Setelah gagal melancarkan aksi bejjatnya, malam ini Leon mendatangi salah satu club malam untuk menemui pria yang telah berjasa membuat jalannya menjadi mulus tanpa hambatan, Mike.


Pria itu hanya tersenyum tipis kemudian duduk di hadapan Leon. Hembusan asap rokok yang berasal dari pria di hadapannya sama sekali tidak mengganggu, seorang pengkhianat tengah menemui manusia tidak bermalu dan tanpa sedikitpun rasa bersalah.


"Entahlah, sejak awal aku menerima tugas itu juga sudah sedikit tidak yakin ... lagipula anak kecil seperti dia tidak terlalu berharga menurutku," ujar Mike menatap nanar tanpa arah, menjalani tugas karena terpaksa dan sedikitpun tidak suka kala dia mengetahui fakta Liora semudah itu terganti di hati Keyvan adalah hal yang tidak mudah.


"Tapi dia lumayan, secara fisik aku akui memang cantik ... wajar saja Liora terhempas begitu cepat."


Leon kembali menegak minuman di gelas itu hingga tandas, dia benar-benar butuh amunisi kali ini. Hassratnya yang tidak tersampaikan membuat pria itu kesal, belum lagi miliknya yang hampir patah akibat serangan maut Mikhayla membuat Leon khawatir dengan masa depannya.


"Dasar durhaka, kau bisa kaya karena Liora ... jangan sembarangan bicara, Leon!!"


Mike sedikit emosi kala Leon dengan jelasnya mengatakan Mikhayla lebih cantik. Padahal memang faktanya begitu dan tidak bisa dipungkiri istri Keyvan yang baru lebih cantik.


Keyvan terlalu lengah dan mempercayai orang lain. Dia pikir, dengan adanya Mike yang menjaga Mikhayla harusnya bisa membuat istrinya aman dan tidak tergapai pihak manapun. Sayangnya, Keyvan menabur duri di jalannya sendiri. Seseorang yang dia kira setia padanya, ternyata salah besar.

__ADS_1


"Hahah benar juga, tapi memang faktanya dia cantik ... hampir saja aku merasakannya, mangsa yang kau berikan hari ini benar-benar menantang, Mike."


Kembali dia berfantasy membayangkan tubuh indah Mikhayla, walau sudah merasakan sakit yang luar biasa dia seakan tidak jera dan tujuannya masih sama. Ya, kenikmatan semata.


"Dasar sinting!! Yang kau pikirkan hanya selangkkangannya saja ... aku tidak membantumu masuk untuk melakukan hal semacam itu, Leon. Kau lupa tujuan awal datang ke rumahnya untuk apa?"


Mike yang sudah berusaha memuluskan jalannya merasa tidak berguna. Niat awal untuk memastikan yang dia lihat di rumah sakit benar atau tidak sekaligus mengambil perhiasan dan keseluruhan barang berharga yang tersisa di kamar Liora. Nyatanya, niat Leon berubah dan kehilangan kendali kala melihat kecantikan Mikhayla.


"Lain kali saja ... kau masih bisa membantuku kan?"


Mike menggeleng, dia tidak yakin bisa membantu Leon lagi kali ini. Karena tadi siang Keyvan tidak lagi memerintahnya ini dan itu, padahal sekecil apapun dia akan meminta bantuan Mike untuk melakukannya.


"Salah kau sendiri kenapa menyia-nyiakan kesempatan, berhenti meminta bantuanku, lagipula aku sudah tidak punya uang untuk membuat mereka tunduk dan mengikuti perintahku lagi, Leon."


Hanya demi Leon, Mike merelakan uang ratusan juta melayang hanya untuk misi satu hari. Ya, dialah otak dan dalang dari kegaduhan di rumah Keyvan hari ini. Perintahnya tidak begitu sulit, hanya menutup mata dan telinga terhadap apapun yang terjadi.


Dia meyakinkan jika Leon hanya ingin menggertak Mikhayla karena telah menjadi penyebab Liora meninggal dunia. Dengan segala tipu muslihat dan drama yang Mike keluarkan, otak dungu rekan kerjanya dengan mudah dicuci dan membenci Mikhayla layaknya pembunuh sungguhan.


"Ck, menyebalkan sekali. Bukankah gajimu dari Keyvan besar? Lagipula sewaktu kakakku hidup kau juga mendapat tambahan kan?"

__ADS_1


Mike menghela napasnya kasar, pria itu berdecak kesal dengan pria yang kini ada di hadapannya. Kenapa bisa dia memiliki sahabat selicik dan hanya bisa menjadi beban dalam hidupnya.


"500 juta itu besar, Leon!! Kau mungkin bisa saja dengan mudah menengadahkan tangan kepada orang tuamu, sementara aku harus mengawasi istri orang berjam-jam dan itu sangat memuakkan," kesal Mike mengeluarkan sebatang rokoknya, dia sudah lama tidak menyesap zat nikotin itu, tepatnya sejak menjadi pengawal pribadi pilihan Keyvan.


Berkamuflase menjadi orang baik adalah hal sulit bagi Mike. Dia yang mememdam rasa terhadap Liora akhirnya mencari cara untuk bisa dekat dengan sang pujaan. Sayangnya, baru saja beberapa bulan berada di dekatnya, Liora berpulang dengan cara yang tidak biasa.


Mike yang kala itu kehilangan harus tetap berpura-pura biasa saja. Hingga, rasa benci tiba-tiba mengalir dalam tubuhnya kala mendapatkan tugas untuk menculik seorang wanita yang ternyata menjadi pengganti Liora.


Mike yang merupakan teman Leon jelas saja berpihak pada Leon sepenuhnya. Apalagi tidak ada yang mengetahui jika mereka berteman semakin membuat Mike leluasa tanpa harus khawatir Keyvan curiga.


"Lalu maumu bagaimana? Berlian Liora satupun tidak ada yang berhasil kubawa, bisa kau saja yang ambilkan?"


"Untuk saat ini aku tidak bisa berbuat banyak, aku sudah cukup membelamu dihadapan Keyvan tadi siang ... dan kau tau? Aku harus memutarbalikkan fakta bahkan menjadikan ucapannya yang dahulu sebagai boomerang untuk bisa menyerangnya!! Seharusnya kau membayarku mahal untuk ini."


Mike menatap tajam Leon yang makin lama semakin tidak sadar diri. Dia berusaha sangat keras, bahkan dengan berani mengatakan jika Keyvanlah yang membuat posisi Leon sama sepertinya. Padahal, beberapa waktu lalu sudah Keyvan katakan bahwa semua sudah berubah dan perintah yang perlu diikuti hanya dari Keyvan dan Mikhayla.


"Ck perhitungan sekali, bukankah memang seharusnya begitu?"


- To Be Continue -

__ADS_1


__ADS_2