
...Dunia Iblis...
...Wilayah Selatan...
Beberapa Minggu telah berlalu semenjak Avacor dibunuh oleh seluruh pasukan Sierra.
Pergerakan yang dilakukan Sierra setelah pembantaian itu terjadi adalah dengan membangun ulang Kotanya. Segera setelah itu, Ia mengirimkan pasukannya ke berbagai penjuru benua ini.
Tujuannya hanyalah untuk memastikan bahwa mereka semua dalam kondisi yang baik sekaligus memberikan bantuan pembangunan ulang.
Tapi ada satu hal yang sangat aneh dalam keseluruhan peristiwa ini.
Yaitu wilayah di Timur, atau tepatnya daerah kekuasaan Belphegor sama sekali tak tergores oleh Avacor. Kemungkinan penjelasan dari hal ini ada dua.
Yaitu Avacor yang sengaja menghindari Belphegor, atau Belphegor yang secara aktif terus menekan mundur pergerakan Avacor di wilayahnya.
"Sekian yang bisa kami sampaikan, Tuanku." Ucap salah seorang Harpy dari kelompok pengintai itu.
Eric yang sedang duduk dengan tenang di dalam ruang kerja kastil itu nampak cukup bahagia. Bagaimanapun, itu semua adalah informasi yang sangat berharga.
"Kerja yang bagus. Lanjutkan pekerjaan kalian. Tapi kali ini, fokus untuk mengamati musuh yang mungkin mendekati wilayah Selatan ini." Perintah Eric sambil tersenyum tipis.
"Siap, Tuanku."
Segera setelah membalas perintah Eric, mereka segera meninggalkan ruangan itu dan kembali bekerja.
"Hah.... Belphegor ya? Cepat atau lambat aku memang harus menghadapinya." Ucap Eric pada dirinya sendiri sambil kembali membuka menu [Dungeon] yang menampilkan peta 3 dimensi kota ini.
Tak hanya peta 3 dimensi itu, jendela informasi mengenai jumlah material yang dimiliki oleh Eric juga muncul di bagian kanannya.
Material seperti kayu, batu, besi bahkan hingga lampu jalan dan juga papan kayu terdapat di sana.
Sedangkan di sisi kirinya adalah jendela menu dengan informasi mengenai seluruh perangkap yang Ia miliki. Termasuk dengan harga yang harus dikeluarkan untuk memasang perangkap itu.
Eric terlihat melakukan zoom in pada bagian terluar dari Kota ini dan menggeser peta itu selama beberapa saat.
__ADS_1
Segera setelah itu, Ia mulai menekan material batu dan menggambar sebuah saluran irigasi dari salah satu bukit batu yang ada.
Saluran irigasi itu memiliki tiga sumber utama dan mulai bercabang membentuk petak-petak yang nampak disiapkan untuk lahan pertanian. Sedangkan ujung dari saluran irigasi itu adalah tanah cekung yang baru saja dibuatnya dengan menggunakan fitur penggalian Dungeon.
Eric membuat sebuah danau dan sungai buatan dengan memanfaatkan seluruh fitur yang ada di menu Dungeon itu. Meskipun saat ini sungai dan danau itu hanyalah tanah tandus yang tak memiliki air sedikitpun, nantinya tempat itu diharapkan akan menjadi sumber air di seluruh wilayah Selatan ini.
Lalu bagaimana cara Eric mendapatkan air?
Jawabannya sangat sederhana.
Ia memalingkan pandangannya ke arah kiri dan mulai menggeser scroll bar di menu perangkap itu. Jenis perangkap yang kini dimiliki oleh Eric sudah hampir tak terhitung jumlahnya.
Mulai dari perangkap yang sangat mematikan seperti gas beracun atau bom, hingga berbagai perangkap yang tak berguna ada di dalam jendela menu itu.
Tapi apa yang dicari oleh Eric adalah sebuah perangkap yang sangat Ia butuhkan dalam situasi ini.
[Flood]. Sebuah perangkap dengan tipe elemen air yang akan memuntahkan air dalam jumlah yang besar ketika diaktifkan. Meskipun tak memberikan damage secara langsung, tapi jika diterapkan pada ruangan tertutup atau lubang galian....
Perangkap itu bisa membunuh apapun yang tenggelam di dalamnya.
Eric bisa menghasilkan sumber air yang tak terbatas dengan pengaturan aliran yang sempurna.
"Fufufu.... Kadang aku sendiri takut terhadap kejeniusanku ini...." Ucap Eric pada dirinya sendiri sambil berpose menutupi salah satu matanya.
'Dok! Dok! Dok!'
Mendengar ketukan pintu itu sontak membuat Eric terkejut. Ia dengan cepat menghapus pose anehnya itu dan mempersiapkan diri untuk menerima tamu.
"Ehem.... Silakan masuk." Ucap Eric dengan suara yang tegas.
"Permisi, Tuan Eric. Apakah Anda memanggil kami bertiga?" Tanya salah satu petinggi Orc itu.
"Ya! Benar sekali. Silakan duduk, aku ingin membahas sesuatu pada kalian." Jawab Eric sambil mengeluarkan kertas dan pena.
Eric kemudian segera menjelaskan apa maksud dan tujuannya memanggil mereka bertiga. Yaitu untuk mengelola kompleks pertanian yang besar di tempat yang baru saja Eric bangun.
__ADS_1
Ukuran kompleks pertanian itu bahkan 3 kali lipat lebih besar daripada kota ini. Membuat masalah keamanan terhadap serangan hewan buas harus ditangani dengan baik.
Lebih dari itu, Eric juga baru saja memanggil 20.000 Desert Orc baru dengan fitur Dungeonnya. Peluang besar saat ini mereka sedang kebingungan di area pertanian itu. Oleh karena itu Eric meminta salah satu petinggi untuk menjelaskan apa tugas-tugas yang harus mereka selesaikan.
Kemudian Eric mulai membahas masalah material dimana dirinya hampir kehabisan stok batu karena pembangunan aliran irigasi ini.
Ia meminta agar salah satu petinggi meningkatkan efisiensi penambangan. Meskipun, Eric sendiri masih enggan untuk menambah lebih lanjut jumlah populasi di bagian penambangan.
Itu karena jumlah pangan yang ada di kota ini masih kurang mencukupi jika harus menambah lebih dari 20.000 Orc.
Setelah membahas berbagai hal itu, ditambah banyak masalah sepele lainnya, Eric menyudahi rapat kilat itu dan memerintahkan mereka untuk kembali bekerja.
"Terimakasih banyak atas kerja keras dan bantuan Anda, Tuan Eric." Ucap para petinggi Orc itu sambil berlutut di hadapan Eric.
"Aku juga berterimakasih atas kerja keras kalian. Kelak aku akan memberikan hadiah yang besar kepada para petinggi." Balas Eric sambil tersenyum.
Mendengar perkataan Eric itu, mereka semua nampak begitu senang sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali bekerja.
"Hah.... Masalah di Kota 1 sudah selesai. Sekarang, mungkin aku harus mulai mencicil masalah di Kota 2?" Ucap Eric pada dirinya sendiri sambil melangkah ke sudut ruangannya.
Di sudut ruangan itu, terdapat dua buah lingkaran sihir Teleportasi. Satu menghubungkan ruang kerjanya disini dengan ruang kerjanya di Kota 2. Sedangkan satunya lagi adalah jalur darurat untuk kabur ke markas rahasia Origin di bagian paling Selatan Benua ini.
Meskipun belum pernah, dan mungkin saja takkan pernah digunakan. Eric tetap mempertimbangkan kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.
'Jika aku mati, maka semuanya akan berakhir. Pemerintahan korup itu pun akan sangat senang dan bisa menghancurkan ku seluruhnya. Tapi jika aku berhasil menguasai Dunia Iblis ini....' Pikir Eric dalam hatinya.
Tanpa Ia sadari, Eric telah memasang senyum yang paling licik yang pernah dia buat sebelumnya.
Sebuah senyuman yang seakan-akan berkata bahwa dirinya akan menginjak-injak semua orang yang telah menyulitkannya hingga saat ini.
Tapi lebih dari itu semua....
Itu adalah senyuman yang selalu Ia buat ketika memikirkan keuntungan yang sangat besar dengan menukar semua koin emas yang akan dimilikinya.
'Fufufufu.... Aku penasaran berapa yang akan ku peroleh kali ini.'
__ADS_1