TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 302 - Sisi Lain


__ADS_3

...Dunia Manusia...


...Wilayah Kerajaan Farna...


...Kota Forgia...


"Yang Mulia, dua orang Pria telah datang dengan niat untuk menemui Anda. Mereka terus menerus memaksa meskipun kami terus menolaknya sambil mengatakan 'demi keselamatan dunia' secara terus menerus." Lapor seorang Ksatria yang berlutut di hadapan Arlond itu.


Arlond hanya melirik sedikit ke arah Ksatria itu. Hal itu dikarenakan Ia masih disibukkan mengenai permintaan Lisa untuk mengalokasikan sebagian wilayah kepada Guild Merah Putih.


"Hah...."


Arlond menghela nafasnya sambil meletakkan telapak tangan kanannya di wajahnya.


Setelah beberapa saat terdiam, Ia pun berdiri dari kursi kayu itu. Seluruh Menteri yang ada di hadapannya segera ikut berdiri. Itu karena hal yang tak sopan untuk tetap duduk di hadapan Raja yang sedang berdiri.


"Entah kenapa, aku begitu populer akhir-akhir ini. Tak bisakah aku bekerja dengan tenang?" Keluh Arlond sambil berjalan mengikuti Ksatria itu.


Hingga akhirnya Ia membuka pintu itu, terlihat sosok seorang Pria yang cukup tinggi dan tubuh yang cukup ideal dengan rambut hitam yang cukup panjang dan diikat ekor kuda.


Sedangkan di sebelahnya terlihat sosok Pria yang cukup pendek. Ia memiliki tubuh yang sangat kekar dan rambut serta jenggot yang begitu lebat.


"Raja dari Kerajaan Farna. Perkenalkan namaku adalah Valiant, salah satu Pelindung Dunia Manusia ini." Ucap Valiant sambil sedikit menundukkan tubuhnya.


Bahkan tanpa memiliki kemampuan untuk melihat status maupun level, Arlond menyadarinya secara insting bahwa Pria yang ada di hadapannya sangatlah berbahaya.


'Glek!'


Arlond menelan ludahnya, bersamaan dengan rasa takutnya. Ia pun membenahi posturnya dan turut menundukkan badan untuk menyambut salah satu sosok terkuat di dunia manusia itu.


"Maafkan aku karena tak mengenalimu, Tuan Valiant. Perkenalkan, namaku adalah Arlond. Tak perlu sungkan kepadaku." Ucap Arlond dengan nada seformal mungkin.


Tapi tanpa disangka....


"Blaaarrrghh! Membosankan! Apa-apaan sikap sok formal itu?! Kami para Dwarf tak membutuhkannya! Namaku adalah Thilmir. Senang bertemu dengan salah satu manusia yang kuat!" Teriak Thilmir dengan begitu nyaring sambil menghentakkan kakinya ke lantai ruangan ini.


Tentu saja, seluruh lantai dan juga dinding dalam radius hingga 5 meter mulai membuat retakan yang cukup besar.


'Bruuukk!'


Valiant tanpa segan sama sekali menendang Thilmir ke belakang. Meski begitu, Thilmir bisa menahannya dengan baik.


"Jangan membuat kerusuhan di wilayah manusia, Thilmir." Ucap Valiant dengan tatapan yang mengerikan.


"Fuuuuh.... Kau terlalu mencintai manusia, Valiant. Tirulah kami para Dwarf yang hanya mencintai har...."


Menghiraukan ocehan Thilmir, Valiant pun mendekat ke arah Arlond dan mulai mengatakan niat kedatangannya kemari.


"Raja Farna, Arlond. Maukah kau bekerjasama denganku untuk membasmi para monster yang disisakan oleh Raja Iblis baru, Eric? Tentu saja, kerjasama darimu takkan dibayar secara cuma-cuma. Aku sendiri yang akan membayarnya dengan sesuatu yang cukup bagus untukmu."


Pada saat itulah, notifikasi yang paling diharapkan oleh semua orang muncul.


Meski begitu, Arlond sama sekali tidak mengharapkan notifikasi itu. Tidak....


Notifikasi yang muncul di hadapannya adalah hal yang paling tidak diinginkannya.


...[Hidden Quest!!!]...


...[Demon King's Hideout]...

__ADS_1


...[****Rank : SS****]...


...[Misi Utama]...


...Temukanlah persembunyian Iblis, Eric di dunia ini!...


...Hancurkanlah persembunyian itu!...


...Bantai seluruh monster yang ada dalam persembunyian itu!...


...[Misi Sampingan]...


...Ungkap identitas yang sebenarnya dari para monster yang ada di persembunyian Iblis, Eric!...


...Ketahui sosok yang sebenarnya dari Eric!...


...[Hadiah Menerima Misi]...


...[Ancient Swordmanship of the Guardian]...


...[Skill Tree Baru akan dibuka!]...


...[Rating : Unique - Legendary]...


...[Hadiah Menyelesaikan Misi]...


...[True Swordmanship of the Guardian]...


...Menggantikan [Ancient Swordmanship of the Guardian]...


...[Skill Tree akan ditingkatkan!]...


...[Rating : Legendary - Mythical]...


Sesuai dugaan Arlond, Valiant mengamati dirinya dengan sangat seksama meskipun sedikit disamarkan dengan sikap formalnya itu.


Oleh karena itu, Arlond, sebagai salah satu manusia yang 'seharusnya' tak berpihak kepada iblis, sebagai manusia yang 'seharusnya' membenci iblis, dan sebagai manusia yang 'seharusnya' berada di pihak para manusia....


Ia sama sekali tak boleh menolak misi ini.


Menolak Quest ini sama halnya dengan mengakui dia memiliki suatu hubungan dengan targetnya. Meskipun hal itu belum terbukti, Ia harus bersiap untuk peluang terburuk mengingat lawan bicaranya saat ini adalah salah satu NPC tingkat tertinggi di dunia manusia.


Oleh karena itu....


"Baiklah. Aku akan menerima permintaanmu dengan senang hati." Ucap Arlond sambil tersenyum tipis dan mengulurkan tangan kanannya.


Terlihat sedikit ekspresi terkejut dari Valiant.


'Jadi bukan dia?' Pikir Valiant dalam hatinya. Sebelumnya, Ia menyadari bahwa sebagian manusia kemungkinan telah berada di pihak Iblis itu. Hal itu disadarinya ketika pertarungan sebelumnya dengn Eric dan para Iblisnya. Dimana sebagian manusia menghalangi manusia lainnya untuk mendekat.


'Hmm.... Baiklah sepertinya aku salah sangka. Mungkin aku akan mencoba mencari tahu pemimpin dari Kerajaan lain.' Pikir Valiant dalam hatinya sambil tersenyum dan menjabat tangan kanan Arlond.


"Terimakasih banyak atas kerjasamanya."


Tanpa Arlond sadari, Ia telah memilih pilihan terbaik dan juga terburuk di saat yang sama.


Di satu sisi Ia berhasil menghindari rasa curiga dari para Guardian.


Tapi di sisi lain....

__ADS_1


Dia diharuskan untuk menemukan lalu menghancurkan seluruh Dungeon milik Eric, beserta isinya.


...***...


...Wilayah Kerajaan Suci Celestine...


...Katredal Suci...


Puluhan ribu jemaah dari katredal itu nampak duduk begitu rapi di bangkunya masing-masing. Semuanya nampak begitu bahagia dengan kondisi yang saat ini.


Bukan tanpa alasan, tapi karena Uskup Agung akan datang secara langsung dan mengangkat salah seorang pendeta menjadi seorang Inquisitor.


Ketika Uskup Agung itu memasuki Katredal, seluruh jemaah secara langsung berdiri dan sedikit membungkukkan badannya kepada sang Uskup Agung itu.


Sedangkan di belakang Uskup Agung, terlihat puluhan orang yang berjalan dengan barisan yang rapi.


Hingga akhirnya, mereka semua berada di bagian terdepan dari Gereja.


Terlihat sosok seorang wanita yang mengenakan zirah perak keemasan dengan lambang cahaya emas di dadanya. Zirah itu sedikit tertutupi oleh jubah putihnya yang juga memiliki lambang cahaya emas di bagian punggungnya.


Di pinggang wanita itu, terlihat sebuah pedang perak dengan corak emas menggantung dengan indah. Bahkan sosoknya pun sangat anggun dengan rambut perak yang panjang dan mata berwarna merah.


Ia adalah Inquisitor peringkat tertinggi, Evalina. Meski telah mengalami kegagalan dalam penaklukan Kota Kematian, Ia tetap terus mengasah kemampuannya sebagai seorang Pengendali Roh tingkat Legendaris.


Tapi bintang tamu dari acara ini bukanlah dirinya.


Melainkan sosok wanita lain yang mengenakan gaun serba putih dan penutup kepala yang terbuat dari kain berumbai berwarna putih bersih itu.


Wanita itu nampak berlutut di hadapan sang Uskup Agung dengan sikap yang begitu tenang. Sedangkan Evalina berdiri di samping untuk menjaga keamanan.


Pada saat itulah, sang Uskup Agung memulai upacara ini dengan sebuah pidato singkat.


"Sejak insiden kehancuran salah satu Kota Suci kita karena iblis yang tak diketahui itu, kami terus berkomitmen untuk meningkatkan kekuatan kami agar hal itu tak terulang kembali. Oleh karena itu...."


Pidato pun terus berlangsung selama beberapa saat. Pada intinya, sang Uskup Agung membahas mengenai penyerangan yang dilakukan oleh Eric beberapa saat lalu karena oknum pendeta yang melakukan hal tercela.


Uskup Agung pun mengaku telah terus membersihkan para pendeta yang memiliki sifat buruk dan melakukan eksekusi secara terbuka dimana semua orang bisa ambil bagian dalam eksekusi itu.


Dan demi memperoleh kekuatan baru itu, Ia akhirnya memutuskan untuk mengangkat seorang wanita menjadi Inquisitor baru.


"Bukalah penutup kepalamu dan terimalah berkah dari Dewi Celestine, wahai putri Cahaya." Ucap Uskup Agung itu sambil mengarahkan tangannya ke wajah wanita itu.


Terlihat Ia memiliki wajah yang begitu manis dengan mata biru yang secerah langit dan rambut kecoklatan yang sepanjang bahunya.


Pada saat itulah, upacara yang sebenarnya dimulai.


"Dengan ini, Aku, Uskup Agung Franquis, akan mengangkat dirimu menjadi seorang wakil dari Dewi Celestine. Seorang wakil.... Yang akan membawa hukuman bagi mereka para pendosa di dunia ini. Baik itu iblis, maupun manusia. Apakah kau akan bersumpah untuk menepati seluruh peraturan yang diberikan oleh Dewi Celestine?" Ucap Uskup Agung itu.


Wanita itu pun mulai membuka bibir kecilnya yang sangat manis itu.


"Aku bersumpah atas nama Dewi Celestine dan juga atas diriku sendiri bahwa aku, Alice, akan menaati seluruh peraturan yang ada dan selalu memberikan hukuman yang pantas untuk semuanya."


Sang Uskup Agung pun nampak mengangguk sesaat lalu mengambil sebuah buku berwarna putih bersih dengan sampul yang sebagian dilindungi oleh besi dan emas.


Uskup Agung itu pun memberikan buku itu kepada wanita bernama Alice itu.


"Terimalah, kekuatan dari cahaya. Dewi Celestine telah memberikan pesannya kepadaku untuk menyerahkan salah satu harta suci ini kepadamu. Bekerja lah dengan baik untuk memenuhi harapan-Nya." Jelas Uskup Agung itu.


Dengan begitulah....

__ADS_1


Seluruh dunia kembali dikejutkan atas sebuah notifikasi yang muncul di seluruh hadapan pemain.


...[Seseorang telah membaca buku kuno!]...


__ADS_2