
...- Dunia Iblis -...
...- Wilayah Barat -...
Di dalam Istana itu, sedang terjadi sebuah rapat yang besar. Membahas mengenai masa depan dari Eric itu sendiri.
"Oleh karena itu, kami menyarankan untuk menaikkan pajak pada seluruh penduduk yang ada di wilayah kekuasaan kita. Bahkan jika kita menambah pungutan sebesar 2 koin emas saja, kita bisa memperoleh keuntungan sebesar sekitar 100 juta koin emas pertahun.
Bayangkan jika kita menarik lebih banyak dari itu! Kita mungkin bisa menyelesaikan permasalahan keuangan yang sedang dialami oleh Tuan Eric!" Jelas salah seorang petinggi yang ada di ruangan ini.
Di sisi lain, Eric hanya terdiam mendengarkan perkataan mereka semua.
Ia memikirkannya dengan teliti mengenai langkah apa yang harus diambilnya. Haruskah Ia mengikuti saran mereka dan menaikkan pajak? Tapi bagaimana dengan kebahagiaan para penduduk nantinya?
Apakah mungkin terjadi perang saudara karena peningkatan pajak yang ekstrim ini? Lalu bagaimana dengan pembangunan? Apakah untuk 5 tahun kedepan Eric hanya bisa berhemat tanpa mengembangkan apapun?
Berbagai hal melalui pikirannya hingga membuat kepalanya seakan-akan dapat pecah kapan saja.
Di saat situasi sedang dalam kondisi terburuknya....
'Brakk!'
Seorang Vampir nampak memasuki ruang rapat ini dengan membuka paksa pintu yang ada.
Beberapa penjaga terlihat kebingungan mengenai apa yang harus dilakukannya. Mencegahnya masuk atau membiarkannya begitu saja.
Akan tetapi, Vampir itu pun segera mengutarakan maksud kedatangannya kemari.
"Tuan Eric. Kami dari regu mata-mata ingin melaporkan sesuatu." Ucap Vampir itu.
"Ya. Katakan saja." Balas Eric kini dengan wajah yang terlihat cukup ceria.
Setelah mengatur nafasnya, Vampir itu pun kembali berbicara.
"Mengenai penjelajahan dan pencarian harta yang dimiliki oleh para Raja Iblis Kuno yang sebelumnya...."
Mata Eric terlihat begitu berbinar dan bercahaya. Harapan mulai memenuhi dirinya. Termasuk juga dengan senyuman yang begitu lebar.
Pada saat itulah, kalimat yang telah dinantikan oleh Eric selama ini akhirnya berhasil didengarnya.
"Kami telah menemukan harta yang mereka sembunyikan. Dan kekayaan yang ada di dalamnya sangat besar. Termasuk banyak sekali perlengkapan tingkat legendaris di dalamnya." Jelas Vampir itu.
Tanpa ada siapapun yang menyangka....
__ADS_1
"YESSSSS! INILAH YANG TELAH KUNANTI KAN!!!" Teriak Eric dengan sangat keras sambil melakukan selebrasi di atas meja rapat itu.
Sontak semua orang pun mulai kebingungan. Harta apa yang dimaksud? Kenapa baru sekarang? Dan apa yang sebenarnya terjadi?
Di saat banyak pertanyaan terkumpul di dalam kepala mereka, Eric pun segera menjelaskannya secara singkat.
"Aku tahu bahwa mereka pasti memiliki harta yang tersembunyi di suatu tempat! Tapi tak ku sangka akan sesulit ini untuk mencarinya.... Dua tahun ya? Kerja yang bagus! Segera kumpulkan semuanya! Ngomong-ngomong, bisakah kau memperkirakan jumlahnya?" Tanya Eric sekali lagi.
Dengan senyuman yang cukup lebar, Vampir itu pun menjawab dengan postur tubuh berlutut.
"Tentu saja, Tuan Eric. Kami memperkirakan setidaknya terdapat 500 juta lebih koin emas, dan berbagai artifak yang nilainya setidaknya 2 atau 3 kali lipat dari kekayaan itu."
Senyuman yang lebar pun mulai menghiasi wajah Eric.
Meskipun belum mampu untuk menutupi semuanya, tapi secercah harapan mulai terlihat di depan matanya.
Sekarang.... Apa yang akan dilakukannya berikutnya?
......***......
...- Dunia Nyata -...
...[Berita Heboh! Salah satu pemain papan atas, Eric, yang dikenal telah menjadi Raja Iblis mulai menjual hasil jarahannya!]...
...[Darimana Eric memperoleh semua hartanya?!]...
...[Dimanakah saat ini Eric berada?!]...
Beragam berita itu muncul setelah Eric memajang seluruh harta Karun yang ditemukannya ke dalam Auction Market dengan bantuan dari pihak Re:Life secara langsung.
Dengan kata lain, Eric menjualnya bukan melalui Auction Market di dunia virtual. Melainkan masuk ke dalam akunnya di sebuah komputer di dunia nyata, lalu meminta izin kepada pihak Re:Life untuk menjual seluruh item yang ada di dalam Inventorynya yang telah ditandai.
Yaitu semua harta yang diperolehnya dari ruang harta tersembunyi para Raja Iblis kuno.
"Kau serius melakukan itu, Eric? Bukankah orang-orang akan mulai curiga dengan dirimu di dunia Iblis?" Tanya Elin yang sedang mengajari putrinya untuk berjalan itu.
Eric di sisi lain yang sedang sibuk memakan nasi goreng sambil menonton berita di televisi itu hanya mampu menghela nafasnya.
"Aku tak lagi memiliki cara lain. Hanya ini yang bisa kulakukan untuk mengorek sebanyak mungkin uang demi memenuhi permintaan konyol Transcendence Point itu." Jelas Eric dengan cukup panjang lebar.
Elin yang mendengarkannya pun hanya memberikan tatapan sinis.
"Ooh.... Begitu kah? Baiklah jika kau memang sudah mempertimbangkan semuanya. Aku takkan mempermasalahkannya."
__ADS_1
"Ngomong-ngomong bagaimana dengan persiapan di dunia manusia? Apakah ada masalah? Perlu bantuan?" Tanya Eric.
"Tidak ada masalah yang berarti. Mereka semua akan siap untuk menyambutmu ketika kau datang. Aku jamin dunia akan terkejut dengan semua itu." Balas Elin dengan senyuman yang begitu manis, meskipun membicarakan mengenai kehancuran dunia virtual.
"Hahaha.... Begitu ya? Baguslah kalau begitu."
Keheningan mulai menyelimuti mereka berdua selama beberapa menit. Hingga akhirnya, Eric selesai makan dan berniat untuk memberikan satu dua kata terakhir sebelum kembali memasuki dunia virtual itu.
"Elin.... Kau tahu? Aku sangat berterimakasih padamu." Ucap Eric sambil menatap langit-langit rumah ini.
"Kenapa tiba-tiba sekali? Kau sakit?"
"Tidak.... Aku hanya.... Teringat bagaimana aku bisa berada di tempat ini. Kurasa, sebagian besar itu berkat dirimu. Jadi.... Terimakasih banyak." Balas Eric.
Elin yang mendengarnya bukannya tersenyum atau bahagia, tapi justru terlihat merasa ngeri dan merinding.
"Eric.... Apa yang kau inginkan dariku? Tak biasanya kau memujiku seperti itu kau tahu?"
"Hah?! Apa maksudmu dengan itu?! Aku benar-benar tulus mengatakannya! Aku benar-benar berterimakasih padamu!"
Tapi Elin tetap saja menatap Eric dengan perasaan sedikit ngeri dan merinding.
Hingga akhirnya....
"Hah.... Daripada membuat omong kosong seperti itu, bukankah kau bilang akan segera kembali ke dalam dan melakukan leveling?"
"Kau benar juga! Aku tak boleh menyia-nyiakan waktu!"
Eric pun segera berlari ke arah dapur untuk meletakkan piring dan gelasnya. Dengan kecepatan yang tinggi, Ia meneteskan beberapa cairan hijau dan menggunakannya untuk mencuci piring.
Kecepatannya mencuci benar-benar sangat tinggi hingga membuat sebagian besar lantai basah karena gerakannya yang tidak masuk akal.
Segera setelah itu, Eric segera bergerak ke arah kamarnya dan kembali memasuki mesin yang berbentuk kapsul itu.
Kembali ke dalam sebuah dunia virtual, yang tak bisa dipungkiri memang menjadi titik perubahan dari kehidupannya.
Sebuah dunia....
Yang mungkin saat ini jauh lebih penting daripada dunia nyata.
Tapi tentu saja.
Semua itu akan berakhir segera setelah hasil dari perang akhir ditentukan. Entah itu hasil yang baik maupun buruk bagi Eric.
__ADS_1