TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 411 - Hari H


__ADS_3

Hari yang diramalkan telah tiba.


Saat ini, seluruh pemain dalam kondisi yang sangat tegang. Menantikan apa yang akan datang ke dunia manusia, di dunia virtual ReLife ini.


Ratusan ribu pemain nampak bersiaga di kota mereka masing-masing. Dimana semuanya telah mempersiapkan seluruh bekal mereka dengan baik.


Pedang telah ditajamkan. Zirah telah diperkuat. Dan perbekalan juga telah dikumpulkan.


Karena mereka sama sekali tak tahu apa yang akan datang hari ini, sebagian besar pemain bahkan menghabiskan seluruh kekayaan mereka untuk mempersiapkan diri.


Di Kerajaan Salvation, barisan Ksatria Elite baik itu pemain maupun NPC nampak di alun-alun kota. Semuanya bersiaga menanti perintah dari Raja mereka, Chris.


Di kerajaan lain yang didominasi oleh pemain dari negara Cina, semuanya nampak sedang merapikan barisan mereka. Memanggil sebanyak mungkin pemain baru dari dunia nyata untuk Event terbesar dunia ini.


Baik itu pemain pemula dengan level yang rendah, maupun pemain veteran yang telah lama meninggalkan dunia permainan ini untuk kembali.


Tanpa kecuali, semuanya dijanjikan kekayaan oleh Guild Golden Dragon bagi yang bisa memberikan kontribusi besar di Event kali ini.


Di sisi lain, tepatnya di sebuah pedesaan terpencil.


Seorang Pria dengan rambut seputih salju nampak berjalan keluar dari rumahnya. Ia membawa banyak sekali botol kaca dengan berbagai warna.


Tapi lebih dari itu, sebagian besar tubuhnya telah tertutupi oleh jubah hitam yang gelap. Memperlihatkan hanya sebagian dari wajah dan juga rambutnya itu.


Meski hanya sebagian kecil, semua orang yang berada di dekatnya bisa melihat perubahan di wajahnya.


Yaitu sedikit sisik berwarna emas kemerahan di bagian pipi dan juga keningnya.


Tak ada yang tahu apa sosok sebenarnya dari sisik itu. Apakah sebuah zirah atau perlengkapan? Atau.... Lebih dari itu?


Tapi ada satu hal yang pasti.


Pria dengan nama Evan yang tertuliskan jelas di atas kepalanya itu, sudah mampu membuat banyak orang lari terbirit-birit karena ketakutan. Aura yang dirasakan dari sosok Pria itu begitu kuat dan mengerikan.


Meski begitu....


"Ini buruk. Aku harus mencari tempat persembunyian dari semua ini." Ucap Evan pada dirinya sendiri sambil segera menutupi wajahnya dengan kain jubahnya.


Bersamaan dengan kalimat itu, Ia pun berlari dengan cepat dan hampir tanpa suara ke satu arah. Yaitu ke arah Utara tanpa sedikitpun berhenti.


Apa yang ada di dalam pikiran Evan sangatlah sederhana.


Dalam peperangan besar yang disebut sebagai invasi raja Iblis ke dunia manusia ini, Ia sama sekali tak bisa menebak pihak mana yang akan lebih unggul.


Alasannya tentu saja, karena Evan sama sekali tak mengetahui kekuatan dari pihak Iblis itu sendiri.


Oleh karena itu, Evan memutuskan untuk menjauhi peperangan ini dan melihat pihak mana yang akan masih bertahan.


Pihak itu lah yang akan dilawannya nanti.

__ADS_1


Sementara itu, di Kuil Naga Api, Arroth, Aamori terlihat telah menyelesaikan seluruh persiapannya.


Menyebut tempat ini sebagai kuil tidak lah tepat untuk saat ini. Bagaimana tidak? Ratusan persenjataan, zirah, dan juga perisai. Dari ukuran yang kecil hingga yang setinggi puluhan meter.


Semuanya terpajang dengan jelas di pusat aula kuil ini. Aamori menyebut semua perlengkapan yang ditempanya ini sebagai "Original Works" atau Karya Asli.


Dengan kekuatannya, Ia sama sekali tak perlu untuk membawa karya aslinya ke dalam medan pertempuran. Melainkan hanya dengan menggunakan skill Recollection saja, Aamori bisa memanggil seluruh senjata itu sebanyak yang dia inginkan.


Tentu saja, selama Mana yang dimiliki oleh Aamori masih cukup.


"Kau yakin dengan ini?" Tanya Arroth dengan sikap yang khawatir.


"Tentu saja. Aku takkan memihak manusia atau pun iblis. Tapi aku akan memihak ras naga api ini, mengembalikan kejayaan mereka seperti dulu kala."


Mendengar balasan dari Aamori itu, Arroth nampak tersenyum pahit. Di satu sisi, Ia sangat senang karena orang pilihannya akan mendukung dan membantu rasnya untuk mencapai kejayaan.


Tapi di sisi lain, Arroth merasa ketakutan.


Dengan status Aamori saat ini sebagai seorang Dewa, Ia memiliki keunggulan dan kekuatan yang jauh melampaui seluruh pemain yang ada.


Akan tetapi, terdapat satu kelemahan fatal di dalam statusnya sebagai makhluk mistis atau Dewa itu. Yaitu sebuah Debuff yang sama seperti yang dimiliki oleh makhluk dengan gelar Mythical lainnya.


Termasuk Eric.


Yaitu bahwa mereka hanya memiliki satu nyawa.


Tentu saja, para Developer meletakkan hal ini sebagai alat pengaman dan penjaga keseimbangan dunia permainan.


Tentu saja dunia permainan itu akan menjadi sebuah dunia yang tak lagi seimbang. Dan tak bisa dimenangkan.


Itu lah kenapa Debuff bagi pemain yang mencapai gelar Mythical itu di terapkan.


Termasuk....


Seorang pemain yang saat ini telah berdiri di puncak menara kebijaksanaan.


Ia tak lain adalah Angie, yang telah menghabiskan hampir seluruh waktunya semenjak pertarungan pertamanya dengan Valiant dan juga Guardian lainnya untuk terus berlatih di sana.


Lagipula, tujuan para Guardian itu mengundang Angie adalah untuk memilihnya menjadi [True Guardian] atau seorang Guardian Sejati, yang seharusnya memiliki seluruh kekuatan dan kelebihan dari semua Guardian yang ada.


Syarat untuk menerima Quest tidak masuk akal ini adalah dengan memperoleh setidaknya 3 gelar Legenda di 3 jenis senjata yang berbeda. Dan harus membuat takjub para Guardian pada pertemuan pertama.


Termasuk bertahan dalam pelatihan mereka selama itu. Sambil mengumpulkan seluruh kekuatan dan kelebihan para Guardian yang lain.


Jika gagal, maka tak hanya Angie akan diusir dari Menara Kebijaksanaan. Tapi Ia juga tidak akan mendapatkan keuntungan sama sekali dari seluruh pelatihan itu karena Ia tak memperoleh EXP selama pelatihan.


Bisa di katakan, ini adalah salah satu jalan paling sulit untuk mencapai tingkat Mythical yang bisa ditempuh oleh pemain.


Dan saat ini, Angie tengah berdiri di puncak dari Menara Kebijaksanaan itu. Memandang ke arah cakrawala di kejauhan.

__ADS_1


Menanti kedatangan Raja Iblis yang disebutkan itu. Meskipun.... Ia tahu siapa yang akan datang. Tak seperti pemain lain yang sama sekali tak memiliki sedikitpun petunjuk atas hal itu.


Akhirnya....


Panggung dunia manusia telah siap.


Kini yang menanti mereka, hanyalah kedatangan sang Raja Iblis itu sendiri.


Di saat semua orang sedang menanti....


Sebuah gempa yang sangat besar tiba-tiba terdengar di seluruh penjuru benua itu. Baik di Utara maupun Selatan. Timur atau pun Barat.


Goncangan yang kuat dan besar itu membuat semua orang yang ada mulai merasa ketakutan.


Tapi tak berhenti sampai di sana. Tepatnya di beberapa bagian dari Pegunungan dan Hutan yang gelap, retakan tanah yang terjadi terlihat begitu besar hingga membentuk kawah.


Dan dari retakan tanah yang begitu besar itu....


Goncangan kedua kembali terdengar di dunia ini.


Bukan sebuah goncangan karena gempa. Melainkan sebuah goncangan....


Karena langkah kaki dari jutaan monster yang selama ini bersembunyi di dalamnya. Menanti hari ini tiba, untuk menyambut kedatangan mereka.


Pasukan monster itu bergerak dengan rapi. Perlengkapan mereka pun juga terlihat begitu luarbiasa.


Semuanya menyebar secara perlahan ke berbagai arah. Menyerang Kota atau Desa terdekat mereka.


Di atas semua itu....


Sebuah pilar cahaya dengan warna merah menyala terlihat membelah udara tepat di Tengah Benua ini.


Semakin lama, pilar cahaya itu semakin melebar. Menunjukkan kengeriannya yang sebenarnya ketika semua orang tahu, bahwa barisan pasukan Iblis terlihat melewati celah dunia yang dibuka secara paksa itu.


Pada bagian terdepan, sosok seorang Pria berambut hitam nampak berjalan dengan santai. Sebuah buku terlihat terbuka di tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya nampak membawa sebuah tongkat sihir.


Dari mulutnya itu, Ia pun mulai berbicara.


"Apocalypse Skill.... Armageddon." Ucap Eric dengan tatapan yang tajam.


Di saat yang bersamaan, notifikasi yang sama muncul di seluruh pandangan pemain dengan warna merah darah yang mengerikan.


...[Kaisar Iblis telah tiba di dunia ini!]...


...[Hentikan Kaisar Iblis dengan cara apapun, sebelum semuanya sudah terlambat!]...


...[World Quest!]...


...[Jika Kaisar Iblis berhasil dikalahkan, maka seluruh pemain yang berpartisipasi akan memperoleh hadiah besar tergantung dari kontribusi mereka, resmi dari Perusahaan ReLife itu sendiri! Dengan total hadiah mencapai 99% dari seluruh kekayaan yang dimiliki oleh Perusahaan ReLife!]...

__ADS_1


Akhirnya, perang yang dinantikan pun terjadi.


Pihak mana pun yang akan memenangkannya, akan memperoleh hadiah yang sama sekali tak di duga.


__ADS_2