TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 331 - Persiapan


__ADS_3

...Kerajaan Origin...


...Wilayah Gunung Vesuvius...


Di dalam kastil raksasa yang sedang diperbaiki itu, terdapat barisan ratusan monster. Mereka semua berbaris dengan rapi menghadap kepada seorang Pria, yaitu Raja Iblis Eric.


"Tuanku.... Pasukan dari Iblis Beelzebub dan juga Sierra mulai bergerak kemari." Jelas seorang Vampir yang merupakan mata-mata itu.


Mendengar hal itu, Eric hanya tersenyum.


"Bagus.... Dengan begini aku tidak perlu repot-repot untuk mencari mereka. Lucien!" Teriak Eric dengan keras sambil segera berdiri dari duduknya.


Kobaran api hitam mulai muncul di hadapan Eric. Dari balik kobaran api yang sebesar tubuh manusia itu, terlihat sosok Lucien yang sedang berlutut di hadapan Eric.


"Ya, Tuanku?" Ucap Lucien dengan suara yang cukup merdu itu.


"Persiapkan seluruh pasukan di posisi. Aku perlu membangun beberapa Dungeon dan juga jebakan." Jelas Eric sambil segera melangkah melewati Lucien, mengarah ke pintu keluar dari kastil raksasa ini.


"Dimengerti."


Segera setelah jawaban singkat itu, Lucien kembali tertelan oleh kobaran api hitam. Membuat tubuhnya seakan menghilang entah kemana.


Sementara itu, Eric segera mempersiapkan pertahanannya.


Ia sadar bahwa pasukan dari Sierra adalah kumpulan Ksatria Naga yang bisa terbang. Atau lebih tepatnya akan menjadi jauh lebih kuat ketika berada di udara.


Sementara itu, jaringan informasi yang telah disebar oleh Eric menemukan fakta bahwa pasukan di bawah pimpinan Beelzebub berupa berbagai jenis monster yang aneh dan menjijikkan.


Kekuatan utama mereka ada di kemampuan fisik. Sedangkan kelemahan mereka sebagian besar memiliki pergerakan yang cukup lambat.


Oleh karena itu....


"Install Dungeon, Keruntuhan nomor 8." Ucap Eric sambil mengarahkan tangannya ke tanah yang luas di hadapannya.


Seketika, tanah yang ada di hadapan Eric mulai bergetar selama beberapa saat sebelum akhirnya berhenti.


"Install Trap, Spike." Ucap Eric kembali ke arah tanah itu.


Tapi sama sekali tak ada yang terjadi.


Tentu saja, itu karena jebakan yang dipasang oleh Eric berada di bawah tanah. Sebuah jebakan sederhana berupa besi runcing yang menghadap ke langit.


Sementara itu, efek khusus dari Dungeon ini adalah mampu meruntuhkan tanah di atas Dungeon ketika diperintahkan. Membawa semua yang ada di atasnya untuk jatuh ke arah besi runcing itu.


Ditambah lagi....


"Install Trap, Poison Gas."

__ADS_1


Eric terus menerus mengulang semua ini selama beberapa kali hingga akhirnya terbuat sejumlah 24 Dungeon dengan karakteristik yang serupa.


Semua Dungeon ini tersebar di sekitar Gunung Vesuvius.


Tak lupa, Eric juga memasang lingkaran sihir Teleportasi untuk mengamankan jalur pergerakan dari satu Kota Iblis ke Kota yang lainnya. Termasuk ke wilayah Gunung Vesuvius.


Tanpa disadari, lebih dari seminggu telah berlalu.


Kini yang menanti Eric, hanyalah peperangan yang akan membuka matanya mengenai Iblis.


...***...


...Dunia Nyata...


...[BERITA TERPANAS!]...


...[AAMORI SANG DEWA PENEMPA AKAN MENGIKUTI ACARA INTERVIEW DI STUDIO INTERNASIONAL!]...


...[JANGAN LEWATKAN SEDETIKPUN!!!]...


Di tengah studio yang sangat mewah itu, tengah duduk seorang Pria yang cukup tampan.


Ia memiliki rambut yang panjang dan dikucir dengan rapi. Kulit gelap kecoklatannya yang tertutupi dengan setelan jas abu itu memberikan kesan garang yang nyata.


Terlebih lagi, setelan jasnya yang memiliki ukuran pas itu membuat tubuh kekarnya lebih terlihat.


"Selamat datang, Tuan Aamori. Sekali lagi, kami ucapkan terimakasih yang sangat besar karena telah menerima undangan kami di acara seperti ini." Ucap sang pembawa acara ke arah Aamori.


"Hahaha.... Hentikan itu. Aku hanya ingin membuat semuanya menjadi jelas. Oleh karena itu, silakan dimulai tanpa basa-basi lebih lanjut."


Acara pun berlanjut dengan format yang nampaknya sangat pasaran. Mulai dari perkenalan diri, motivasi, hobi dan lain sebagainya.


Tapi Aamori menjawab semuanya dengan sangat memuaskan. Ditambah lagi, senyumannya yang seakan tak pernah luntur itu mampu melelehkan hati banyak sekali wanita yang melihatnya. Termasuk beberapa kru di dalam studio itu.


Hingga akhirnya, sesi interview pun memasuki puncaknya.


"Apakah benar, Anda adalah seorang pemain Re:Life yang telah menjadi Dewa Penempa?" Tanya sang pembawa acara.


Kali ini, senyuman tipis Aamori menjadi sedikit lebih lebar dari biasanya.


"Itu benar."


"Lalu, apa rencana Anda setelah ini? Apakah Anda masih tetap menempa seperti biasanya? Atau...."


Setelah mendengar pertanyaan berikutnya dari sang pembawa acara, senyuman Aamori kembali melebar. Memperlihatkan gigi putihnya.


"Rencanaku setelah ini? Hmm.... Sejujurnya aku sendiri masih belum tahu. Tapi setidaknya, aku ingin melengkapi seluruh Equipment milikku hingga semuanya berada di tingkat [Mythical]." Jawab Aamori dengan senyuman yang lebar.

__ADS_1


Seisi studio pun terhening.


Mereka sama sekali tak menyangka apa yang baru saja dikatakan oleh bintang tamu mereka sendiri.


Melengkapi seluruh perlengkapannya menjadi tingkat Mythical? Bahkan Accessory sekalipun?


Sang Pembawa Acara yang tak lagi mampu menahan rasa penasarannya pun segera bertanya.


"Ti-tingkat Mythical? Maaf.... Aku baru pertama kali mendengarnya. Bisakah kau menjelaskannya kepada kita semua?"


Pertanyaan sang pembawa acara itu pun sontak membuat Aamori kebingungan.


Aamori tak tahu bahwa bagi kalangan pemain biasa, Item tingkat Unique sendiri sudah bagaikan berlian yang sangat sulit didapat. Sedangkan Item tingkat Legendary adalah bagaikan bintang yang tak mungkin bisa diraih.


Tapi Item tingkat Mythical? Benda seperti itu bahkan tak lagi bisa tergambarkan di dalam otak mereka.


Setelah berpikir sejenak, Aamori pun mulai menjawab.


"Sederhananya, itu adalah Item tingkat tertinggi yang berada di atas Legendary. Meski begitu, perbedaannya dengan Item tingkat Legendary sama seperti perbedaan Item tingkat Unique dengan Item tingkat Normal."


Kini, tak hanya di dalam Studio, tapi seluruh dunia pun terdiam.


Sebuah pernyataan yang sangat tidak masuk akal itu membekukan pikiran semua orang.


Tapi tidak bagi para Top Player.


Kini, yang ada di dalam pikiran mereka hanya satu.


"Aku harus mendapatkan item itu, tak peduli apapun yang harus kulakukan!"


Kalimat itu segera terlintas di dalam pikiran semua top player, semua kecuali satu....


"Hmm? Item tingkat Mythical? Hahaha.... Jika item itu memang sekuat apa yang dikatakannya, maka permainan ini tak akan lagi seru."


Ia adalah seorang wanita dengan rambut pirang yang diikat namun masih terkesan acak-acakan, Angie.


Sementara itu....


Seluruh Top Player dunia telah sepakat.


Bahwa apapun yang terjadi, mereka harus mendapatkan Item tingkat Mythical dari Aamori. Bahkan jika itu berarti melalui jalur kekerasan sekalipun.


Semua Top Player memandangi Aamori dengan perasaan iri dan juga kebencian. Sebuah emosi sederhana atas dasar 'kenapa bukan aku'.


Meski begitu, Aamori masih tetap tersenyum di tengah Interview yang mulai memanas itu.


Tanpa satu orang pun sadari, alasannya menerima tawaran wawancara ini dan memamerkan semua kemampuan item buatannya, hanyalah untuk menaikkan nilai jual itemnya nanti.

__ADS_1


Semua itu Ia lakukan demi memakmurkan desa dan negaranya yang sejak dahulu selalu hidup di dalam kemiskinan.


Sebuah pertaruhan yang sangat membahayakan dirinya di dunia virtual, demi kemakmuran orang lain di dunia nyata.


__ADS_2