
...Dunia Manusia...
...Hutan Elf...
Di tengah hutan yang tersembunyi oleh sihir Elf ini, terdapat sekelompok manusia yang berjalan bersama-sama. Tujuan mereka sama yaitu menuju ke sebuah bangunan kayu tiga lantai yang cukup besar.
Pada bagian depan bangunan itu, terlihat sebuah palang kayu yang memiliki tulisan berwarna hitam pekat.
...[Mercenary Guild]...
"Tapi membangun Guild di tempat terpencil seperti ini, bukankah itu suatu hal yang sia-sia?" Tanya seorang pria berjenggot yang memiliki bekas luka di wajahnya, Drake.
Ia adalah seorang mantan kapten pasukan bayaran atau Mercenary yang sebelumnya telah berhadapan secara langsung dengan Elin.
Dan kini, Ia telah memutuskan untuk bekerja di bawah Elin bukan hanya untuk menjaga nyawanya, tapi juga karena kekayaannya.
"Jangan banyak mengeluh kawan, kita harus berbahagia karena memperoleh banyak uang dari pekerjaan ini. Terlebih lagi nyawa kita tidak terlalu terancam." Balas seorang manusia yang juga merupakan tentara bayaran itu.
"Meski begitu.... Bukankah penjagaan mereka begitu ketat?" Tanya Drake sekali lagi sambil memperhatikan sekeliling.
Di tempat yang didominasi oleh ras Elf dan berbagai ras minoritas lainnya, sekelompok manusia yang bekerja dibawah Elin itu nampak diperhatikan dengan seksama oleh banyak orang.
Terlebih lagi, Guild Mercenary itu hanya mampu keluar dan masuk melalui lingkaran teleportasi yang berada di bawah bangunan Guild Mercenary itu.
Membuat semua pemain maupun NPC yang tergabung dalam Guild Mercenary sama sekali tak mengetahui lokasi pasti hutan Elf ini.
"Tapi sama sekali tak ku sangka, Eric masih memiliki kekuatan sebesar ini di dunia manusia. Padahal kupikir Ia telah lama dikalahkan...." Ucap salah seorang anggota tentara bayaran yang merupakan pemain itu.
"Karena itulah, sosok Eric menjadi salah satu pemain yang paling disegani. Daripada banyak berbicara, percepatlah langkah kakimu. Iblis Merah telah memanggil kita semua."
Mereka pun bergegas untuk memasuki bangunan itu. Baru satu langkah, suasana tegang yang dipenuhi dengan hawa membunuh dapat terasa memenuhi ruangan ini.
Di atas sebuah meja kayu yang cukup besar itu, nampak sosok sang Iblis Merah yang mengenakan jubah coklat khasnya.
"Misi untuk kalian semua para pemburu. Bunuhlah semua bangsawan yang ada di dalam daftar yang telah kubuat ini. Jika kesulitan, katakanlah saja.
Aku akan menanggung seluruh pengeluaran yang kalian perlukan untuk menyewa tenaga, senjata, ataupun informasi. Yang paling aku butuhkan adalah keberhasilan dari misi ini."
Elin menjelaskan semuanya dengan detail. Termasuk informasi mengenai bangsawan yang menjadi target, kebiasaan, kekuatan dan kelemahannya.
__ADS_1
Membuat semua orang yang ada di dalam Guild Mercenary ini sangat kebingungan.
'Bagaimana Iblis itu bisa memperoleh informasi sebanyak ini?' Tanya mereka semua di dalam hati.
Jawaban yang paling sederhana adalah jaringan informasi yang pernah dibuat oleh Eric dengan memanfaatkan para Vampir. Kemudian ditambah lagi dengan jaringan informasi oleh para pemain dari Guild Merah Putih.
"Aku tidak mendengar jawaban dari kalian. Apakah kalian mengerti?!" Teriak sang Iblis Merah dengan keras.
Seketika, semua orang berteriak secara bersamaan berdasarkan naluri mereka sendiri untuk bertahan hidup.
"Mengerti!"
Pemburuan para petinggi dan juga bangsawan Salvation serta mereka yang memihaknya pun.... Segera dimulai.
...***...
...Wilayah Kerajaan Salvation...
...Kota Reinard...
Di tengah kota yang begitu besar dan megah ini, nampak banyak sekali pedagang yang sedang menyambung hidupnya.
Tapi di atas itu semua, ada suatu hal yang membuat Kota ini istimewa.
Yaitu sebuah Dungeon yang berada di dalam kastil. Sebuah Dungeon yang akan selalu di reset setiap harinya dan menjadikannya sebagai sumber koin emas dan juga experience point yang begitu besar.
Dan tempat itulah yang kini menjadi sumber kekuatan dan kekayaan bagi Kerajaan Salvation.
Dungeon yang dulunya dibangun oleh Eric untuk membantu Chris, kini digunakan untuk melawan Eric itu sendiri. Meskipun tidak secara langsung.
"Pertarungan yang luarbiasa, Yang Mulia." Ucap salah seorang Ksatria kepada Chris yang baru saja membersihkan seluruh isi Dungeon ini sendirian.
"Biasa saja. Lagipula mereka semua lemah." Balas Chris singkat.
Mereka pun berjalan kembali menaiki tangga. Sebuah tangga yang akan menuntun mereka langsung ke dalam Istana.
Di tempat itu, terdapat sebuah ruangan yang dipenuhi dengan banyak sekali tabung dan botol kaca. Sebuah tempat penelitian yang digunakan oleh alkemis terhebat di dunia ini, Evan.
"Bagaimana perkembangannya?" Tanya Chris kepada Evan yang masih terlihat sibuk bekerja.
__ADS_1
Ia nampak menyampurkan berbagai jenis gerusan bahan-bahan yang aneh, cairan berwarna-warni, serta menambahkan butiran-butiran yang sama anehnya.
"Haruskah kau menanyakannya setiap hari? Aku masih berjuang keras seperti biasanya." Balas Evan dengan nada yang sedikit kesal.
"Maaf jika mengganggu. Tapi aku sangat menantikan hasil ramuan Beastification itu." Jawab Chris.
Ramuan Beastification.
Sebuah ramuan yang ditemukan oleh Evan setelah kembali menggali pengetahuan mengenai alkimia kuno. Ia cukup beruntung, atau lebih tepatnya sesuai rencana karena berada di pihak Salvation.
Itu karena beberapa saat yang lalu, Kerajaan Salvation menemukan sebuah reruntuhan kuno di dalam sebuah hutan yang lebat di wilayahnya.
Di dalam reruntuhan itu, terdapat banyak sekali harta. Tapi harta yang paling besar di dalam reruntuhan itu adalah sebuah buku yang mengandung resep sebuah ramuan tingkat legendaris, Beastification.
Sebuah ramuan yang memungkinkan siapapun yang meminumnya akan memperoleh kekuatan hewan buas di dalam dirinya.
Kekuatan hewan buas yang diperoleh ditentukan oleh bahan yang digunakan oleh sang peracik. Tentu saja, hewan itu sendiri adalah salah satu bahan utamanya.
Meski Evan sendiri adalah seorang Alkemis legendaris, memahami resep yang ada di dalam buku itu masih sangat sulit.
Terlebih lagi pelaksanaan dan produksinya membutuhkan pengujian beberapa kali.
Semua itu disebabkan oleh sebuah masalah yang fatal.
"Buku ini sendiri belumlah sempurna. Alkemis, atau developer game yang meletakkan resep ini membuat beberapa takarannya salah. Mengakibatkan cacatnya efek ramuan ini." Jelas Evan sambil berjalan ke arah sebuah penjara besi.
Di dalamnya, terlihat beberapa monster yang memiliki wujud berbagai jenis hewan.
Satu yang di sebelah kiri memiliki wujud serigala. Tubuhnya sebesar manusia, tapi sayangnya kakinya masih merupakan kaki manusia.
Di sebelah kanan, terlihat monster dengan wujud singa yang hanya kepalanya saja yang berubah. Selain kepala dan ekornya, Ia masih nampak seperti seorang manusia.
"Jika dilihat dari dua monster baru ini, bukankah kau sudah memperoleh perkembangan yang bagus?" Tanya Chris kepada Evan.
"Bagus apanya? Tak hanya cacat, mereka juga tak bisa kembali lagi menjadi manusia. Terlebih lagi kehilangan kesadaran dan kecerdasan adalah hal terburuk dari semua ini." Jawab Evan sambil menuliskan beberapa hal di buku yang selalu dibawanya.
Tanpa diketahui siapapun di dunia ini, Kerajaan Salvation, terutama Chris dan Evan, sedang merencanakan sesuatu yang buruk bagi dunia ini.
Sesuatu hal, yang memungkinkan terjadinya pergeseran keseimbangan kekuatan di dunia ini.
__ADS_1