
...Dunia Iblis...
...Wilayah Kerajaan Origin...
...Gunung Vesuvius...
Pasukan telah berbaris dengan rapi. Setiap monster memiliki peranannya sendiri. Dibalik semua itu, terdapat ribuan jebakan yang telah dipasang oleh Eric.
Mereka semua menanti dengan tenang kedatangan pasukan gabungan dari Sierra dan juga Beelzebub. Semua itu didasarkan atas informasi yang diberikan oleh kelompok mata-mata vampir Eric.
Jumlah pasukan gabungan yang menyerang Origin tidak tanggung-tanggung.
Dari pihak Sierra sendiri, terdapat 10.000 Ksatria Naga atau Dragon Knights. Ditambah lagi dengan kehadiran 1.000 Royal Dragon Knights yang memiliki kekuatan jauh lebih besar daripada Ksatria Naga biasa.
Tapi kengerian yang sebenarnya berasal dari pasukan Beelzebub. Atau lebih tepatnya Avacor yang merupakan penasehat tertinggi Beelzebub.
Ia memimpin lebih dari satu juta monster yang mengerikan. Wujud mereka sangat buruk sehingga mampu membuat definisi baru mengenai kata monster.
Jumlah yang besar, bentuk yang mengerikan, serta kekuatan tempur yang tinggi.
Itulah Legiun Abomination yang berada dibawah Beelzebub secara langsung.
Reputasi mereka sangatlah mengerikan hingga mengukir sejarah tersendiri di dunia Iblis ini.
Setiap kali mereka hadir di medan perang, kematian dan kehancuran sudah dipastikan bagi siapapun yang mereka hadapi. Terlebih lagi, mereka tak hanya membunuh lawannya. Tapi juga memangsa mereka untuk semakin memperkuat Legiun ini.
Beberapa petinggi dari Legiun ini bahkan memiliki kemampuan untuk mengubah lawannya yang sekarat menjadi monster yang setia dan patuh kepada perintah Avacor dan Beelzebub.
Di hadapan semua itu....
"Tuanku...." Ucap Lucien sambil memainkan Harpy Empress's Claw di tangan kanannya.
Eric hanya tersenyum tipis mengetahui kondisi ini.
"Tenang saja, Lucien. Meskipun kita kalah, setidaknya kita akan memanen banyak sekali EXP dari mereka."
Lucien hanya membalas dengan anggukan dan senyuman terhadap perkataan Eric yang telah bergabung dengan Cathy itu.
Di sisi Origin, mereka hanya memiliki sekitar 300.000 pasukan monster dari berbagai ras dengan level yang cukup rendah. Serta ditambah 25.000 pasukan raksasa yang merupakan pengikut Behemoth yang sebelumnya.
Dengan ini, pertempuran hanya menunggu aba-aba saja.
Sebuah pertempuran besar yang akan menentukan takdir di dunia Iblis ini.
...***...
...Dunia Manusia...
__ADS_1
...Di sebuah Goa yang gelap...
"Hmm.... Nampaknya cukup parah juga?" Ucap seorang wanita. Penampilannya secara pasti tak begitu terlihat karena gelapnya tempat ini. Tapi satu hal yang pasti, Ia memiliki perlengkapan dengan bahan utama kulit serta sepasang belati berwarna merah menyala yang begitu indah.
'Tap! Tap! Tap!'
Ia melangkah dengan langkah kaki yang ringan namun cukup cepat.
Sesekali, bebatuan yang menghalangi jalannya memaksa Wanita itu untuk melewatinya dengan satu atau cara yang lain.
Di satu sisi, Ia bisa bergerak melewati halangan batu itu dengan kelincahan dan kelenturan tubuhnya.
Di sisi lain, wanita itu terpaksa harus menghancurkannya dengan belati merah yang mengeluarkan sambaran petir yang sama merahnya, memperlihatkan sosoknya sesaat.
Setelah beberapa saat berlalu, terlihat seberkas cahaya yang menerangi gelapnya goa ini.
Wanita itu pun segera keluar dan memandangi luasnya dunia yang ada di hadapannya.
Rambutnya yang memiliki panjang hingga di bawah bahunya itu bergerak kesana kemari karena terpaan angin yang lembut. Warna rambutnya sangat cocok jika disandingkan dengan dua buah belati yang ada di kedua tangannya.
"Mungkin aku perlu membiasakan diriku terlebih dahulu setelah sejak lama tidak bermain. Hmm?"
Wanita itu segera terdiam setelah melihat di kejauhan. Lebih tepatnya rombongan kereta kuda yang dijaga oleh sekitar 20 Petualang yang entah itu pemain atau NPC.
"Empat... lima... enam kereta ya? Kurasa, mencoba ulang kemampuanku kepada mereka adalah ide yang bagus. Terlebih lagi, bukankah itu lambang Kerajaan Salvation?"
Senyuman lebar yang terlihat sangat licik itu pun tergambar dengan sangat jelas di wajah wanita itu.
Wanita itu pun segera berlari secepat mungkin.
Sambaran petir berwarna merah menyala menyambar dirinya. Segera setelah itu, kilatan petir merah mulai mengelilingi seluruh tubuhnya.
Kecepatan gerakannya sangatlah tidak manusiawi. Ia mampu melewati jarak 100 meter lebih hanya dalam waktu sekitar 2 detik saja.
Rombongan karavan itu pun segera terkejut dengan hal yang baru saja terjadi.
"Apa itu?! Petir?! Kenapa di tengah langit yang cerah seperti ini?" Teriak salah seorang Prajurit Bayaran yang menjaga rombongan karavan itu.
Tapi sebelum mereka menyadarinya, sambaran petir berwarna merah itu telah ada di depan mata mereka.
'JDAAAARR!!!'
'JEDUAARR!!!'
Puluhan Sambaran petir merah terjadi berkali-kali secara berturut-turut.
Bersamaan dengan itu, puluhan kepala melayang ke udara. Menyisakan hanya kepala para pedagang.
__ADS_1
Di saat semua orang panik terhadap kejadian ini, sosok seorang wanita berdiri tepat di hadapan pemimpin karavan itu.
"Yoo.... Siapa yang mengijinkan kalian lewat disini?" Ucap Wanita itu dengan senyumannya yang terkesan begitu licik.
Terbeku dalam ketakutan, sang pemimpin karavan itu pun tak bisa berkata-kata sedikitpun.
"A-aku... aku...."
"Tidak tidak.... Tak perlu menjawab. Itu karena aku hanya perlu memenggal kepala kalian semua." Ucap wanita itu sambil kembali bergerak.
Sambaran kilat merah mulai kembali menyelimuti sekitar tubuhnya.
Kepala beberapa orang pun kembali melayang di udara. Segera setelah itu, semuanya berubah menjadi cahaya putih yang indah. Menyisakan hanya beberapa kereta kuda dan seluruh barang yang ada di dalamnya.
Wanita itu pun terlihat tersenyum puas setelah semua yang dilakukannya.
"Hahaha.... Nampaknya aku tak kehilangan sedikitpun kemampuanku. Aku bisa kembali merasakan semuanya setelah membiasakan diri sesaat."
Kini, di atas kepalanya yang memiliki rambut berwarna merah muda itu, mulai muncul sebuah tulisan.
Tulisan dengan warna merah yang cukup cerah.
[Elin]
...***...
...Bekas Wilayah Kerajaan Farna...
...Kota Forgia...
Tempat yang dulunya merupakan ibukota salah satu Kerajaan dengan industri termaju itu, kini telah berubah menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Salvation.
Berkat kharisma dan taktik milik Chris, Ia berhasil mengklaim hampir seluruh Wilayah Kerajaan Farna agar masuk ke dalam Wilayah Kerajaannya.
Beberapa Wilayah yang tidak berhasil Ia klaim yaitu Wilayah Barat Daya yang telah terlebih dahulu diklaim oleh Kerajaan Rafador, atau Kerajaan dari Pemain Cina.
Kemudian Wilayah Utara yang berhasil direbut oleh Federasi Pedagang karena mereka mampu menyuap banyak sekali petinggi dan penguasa.
Dan Wilayah terakhir yaitu sebuah pelabuhan yang ada di bagian paling Selatan Kerajaan Farna.
Tortuga Port, atau Pelabuhan Tortuga.
Meski hanya sebuah pelabuhan, tapi lokasinya sangatlah strategis karena menghubungkan belahan benua tengah bagian Utara dan bagian selatan yang seluruhnya dikuasai oleh Kekaisaran Avertia.
Dengan Kata lain, Kekaisaran Avertia mampu mengirimkan dan mengumpulkan seluruh pasukannya ke Pelabuhan Tortuga.
Melakukan Invasi besar-besaran untuk menguasai seluruh Benua Tengah tak lagi mustahil bagi mereka.
__ADS_1
Sementara itu....
Seluruh wilayah yang lainnya menjadi milik Kerajaan Salvation.