
"Bunuh dia!" Teriak Chris dengan tubuh hewan buasnya yang begitu mengintimidasi.
Aamori hanya berdiri dengan tenang sambil mengamati sekelilingnya. Pedang besar yang sebelumnya Ia bawa, masih dipegang dengan erat oleh Aamori.
Dengan kesiapan yang penuh, Aamori pun menghadapi seluruh kawanan hewan buas itu.
"Groooaaarr!!!"
'Brruussshhhh!!!'
Sekali lagi, auman beberapa hewan buas dikeluarkan dan membuat tekanan udara yang sangat kuat mengarah ke Aamori. Membuatnya sedikit kesulitan untuk bergerak.
Di sisi lain, tiga hewan buas telah melompat ke arah Aamori. Satu diantaranya menggunakan mulutnya yang besar dan penuh taring itu. Tapi dua yang lainnya nampak menggunakan cakarnya yang besar.
'Klaangg!'
Aamori mengayunkan pedangnya ke arah dua hewan buas yang menggunakan cakarnya. Tapi pedang besar itu dapat dengan mudah dihentikan.
Sementara itu...
'Kreettaakk!!'
Gigitan dari salah satu hewan buas itu mampu menembus bahkan zirah tebal tingkat legendaris milik Aamori. Zirah itu kini berlubang dan retak cukup besar.
[Anda telah menerima 98.442 damage!]
[Durabilitas Zirah Anda telah berkurang secara drastis!]
Notifikasi itu muncul di hadapan Aamori.
'Cih... yang benar saja?'
Tak hanya tiga hewan buas itu, tapi puluhan yang lainnya pun segera menyusul untuk mencabik-cabik Aamori secara bersamaan.
Meskipun memiliki kelas tingkat Mythical dan berbagai perlengkapan dengan tingkat yang sangat tinggi, Aamori tetaplah seorang Penempa. Ia menghabiskan hampir seluruh waktunya bermain game ini hanya untuk mengumpulkan bahan, merancang desain, lalu menempa.
Itulah mengapa pengalamannya bertarung sangatlah minim. Membuatnya jauh lebih lemah daripada yang lain.
Meski begitu, gelar Dewa Penempa bukanlah sebuah pajangan.
[Anda telah menerima 52.549 damage!]
[Anda telah menerima 29.118 damage!]
[Anda telah ....]
__ADS_1
Notifikasi itu terus menerus bermunculan. Dengan perlengkapan buatannya yang begitu mengerikan, Aamori memiliki Defense dan juga Health Point yang sangat tinggi. Total Max Health Point miliknya saat ini bahkan mencapai angka 10 juta.
Itulah mengapa Ia dapat terlihat tetap tenang di situasi ini. Terlebih lagi....
"Aku benar-benar tidak ingin menggunakan ini, tapi juga situasinya seperti ini...." Ucap Aamori dengan suara yang lirih sambil melihat sosok Chris yang menyilangkan kedua lengannya dengan begitu sombongnya di kejauhan.
Semua itu terjadi setelah semua prajurit hewan buas mengerumuni Aamori dan menyerangnya secara bersamaan dari segala sisi.
Sebuah Kilauan cahaya putih yang begitu terang terlihat menyelinap keluar melalui tumpukan hewan buas yang mengelilingi Aamori.
Dan dari Kilauan cahaya itu....
Terlihat ratusan garis yang menyebar ke segala arah dengan sangat cepat sebel kembali menghilang. Menembus seluruh tubuh hewan buas itu.
Tak menunggu lama, semua hewan buas itu mulai nampak tak berdaya dan mulai terdiam. Serangan mereka terhenti. Tidak.... Tapi mereka sama sekali tidak tergerak.
Segera setelah itu, tubuh mereka mulai berubah. Bukan menjadi manusia kembali, melainkan berubah menjadi cahaya putih. Memperlihatkan sosok Aamori yang berjalan perlahan melewati semua cahaya itu.
Tubuhnya masih tegap. Tak ada sedikitpun keraguan di tiap langkahnya.
Zirahnya yang telah hancur sebagian itu justru memberikan kesan yang jauh lebih mengerikan. Senada dengan ekspresi wajahnya.
Di tangan kanannya, terlihat sebilah pedang yang wujudnya sama sekali tak dapat diketahui. Hanya sebatas cahaya putih yang berbentuk seperti sebuah pedang.
Melihat sosoknya, Chris terlihat kebingungan.
"Ba-bagaimana.... Ka-kau.... Kau bisa.... Se-semua hewan buas itu...." Ucap Chris dengan suara yang panik dan mulai melangkah mundur secara refleks.
Ketakutannya bukan karena sosok Aamori itu sendiri. Melainkan murni karena Chris sama sekali tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Sebuah ketakutan yang berasal karena ketidaktahuan.
Meski begitu, Aamori terus melangkah maju secara perlahan mendekati Chris.
"Ada apa? Bukankah kau terlihat begitu sombong sebelumnya?" Tanya Aamori sambil terus berjalan mendekat.
Tak ada jawaban dari Chris melainkan gelengan kepala dan gestur tangan yang seakan meminta Aamori untuk tidak mendekat.
Tapi semua itu menjadi sia-sia setelah Chris mengenai sebuah dinding. Sebuah dinding tipis yang menghalanginya untuk melangkah mundur. Sebuah dinding yang bahkan hanya perlu sedikit dorongan dari jari jemari besarnya untuk hancur lebur.
Walau begitu, Chris tak menghancurkannya. Ia terlalu fokus pada apa yang ada di hadapannya.
Setelah berjarak sekitar 5 meter, Aamori berhenti melangkah mengetahui bahwa Chris tak lagi mundur. Ia pun melepaskan pedang cahaya itu yang kini nampak melayang di udara mengitari tubuhnya.
"Akan kuberi tahu sesuatu yang menarik, Chris. Sosok yang sebenarnya dari pedang ini, tak lebih kuat dari pedang yang biasanya digunakan oleh Prajurit di Kerajaanmu." Jelas Aamori sambil melihat pedangnya bergerak mengelilingi dirinya.
Mendengar hal itu sekalipun tak mampu membuat Chris bernafas lega. Instingnya sebagai seorang pemain veteran mengatakan bahwa pedang yang diselimuti oleh cahaya itu adalah berita terburuk bagi semua orang yang menghadapinya.
__ADS_1
"Aku juga cukup membenci karyaku yang satu ini. Itu karena aku tahu dengan betul, menggunakan pedang yang lemah ini, akan membawakan ku pada kemenangan. Dan aku tak menginginkan kemenangan yang telah dipastikan bahkan sejak aku selesai menempa pedang ini." Lanjut Aamori sambil terus memperhatikan pedang cahaya itu.
Kini, Chris mulai menggigil ketakutan setelah mendengar perkataan Aamori.
Sebuah pedang yang menjamin kemenangan, bahkan sejak pedang itu selesai ditempa? Apa-apaan dengan hal itu?
Itulah yang ada di dalam pikiran Chris.
Tapi, Ia tak perlu menunggu terlalu lama untuk mengetahui jawabannya.
"Lalu, bagaimana bisa pedang lemah ini menjamin kemenangan? Jawabannya sederhana. Itu karena sifat dari pedang ini sendiri yang terbuat dari cahaya. Dengan kata lain, selama ada cahaya, seberapa sedikitnya pun, aku akan selalu menang." Jelas Aamori.
Kini, pedang cahaya yang ada di hadapan Aamori, secara tiba-tiba bertambah banyak.
Dua.... Empat.... Delapan....
Pedang cahaya itu seakan muncul entah dari mana dan begitu saja ada di dunia ini.
Tak mencapai satu detik, jumlah pedang cahaya yang ada di sekeliling tubuh Aamori, kini telah mencapai 100 lebih. Hanya dengan arahan jarinya, semua pedang itu segera bergerak dan kini memiliki ujung yang menghadap ke arah Chris.
"Aah.... Jadi begitu ya? Aku mengerti...." Ucap Chris setelah melihat sosok Aamori dengan ratusan pedang yang siap meluncur di sekelilingnya.
Tapi Aamori justru nampak kebingungan.
"Mengerti? Apakah kau sudah yakin dengan itu?" Ucap Aamori sambil mengangkat wajahnya menghadap ke langit.
Chris yang penasaran pun segera melihat ke langit. Mengetahui bahwa dirinya pasti akan mati, tak ada salahnya untuk mengetahui sedikit lebih banyak tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Tapi apa yang terlihat olehnya, hanyalah keputusasaan.
Di langit, terlihat ribuan, bahkan mungkin puluhan ribu pedang cahaya dengan berbagai ukuran yang nampak siap untuk jatuh kapan saja.
"Ha-Hahaha.... Hahahaha!!! Buahahaha...."
Chris nampak mulai kehilangan akalnya setelah menyadari situasi yang sebenarnya.
Tak hanya dirinya, Aamori telah menyandera seluruh kota ini. Tapi sama seperti Chris, Aamori juga tak memberi ampunan.
'Ctak!'
"Matilah." Ucap Aamori sambil menjentikkan jarinya.
Pada akhirnya, hari itu menjadi sebuah hari yang cukup menghebohkan media sosial.
Pasalnya, bukannya air, tapi justru pedang yang menghujani kota itu. Membunuh hampir seluruh penduduk yang tinggal disana.
__ADS_1