
...Dunia Iblis...
...Gunung Vesuvius...
Pertempuran tiga pihak yang terjadi untuk menundukkan Raja Iblis baru, Eric, mulai memanas.
Situasi yang awalnya terlihat begitu indah bagi para penduduk asli dunia Iblis ini, kini menjadi sedikit suram setelah Beelzebub, salah satu Raja Iblis Kuno dengan gelar Gluttony sang Rakus, melakukan pengkhianatan.
"MAKANANKU!!!"
Beelzebub terus menerus berteriak dengan keras. Memekikkan telinga seluruh makhluk yang ada di tempat ini, bahkan pasukannya sendiri.
"Menjijikkan sekali." Ucap Eric sambil mengarahkan tongkat sihirnya ke Beelzebub dari langit.
Sementara itu, Sierra telah terbang dan kembali ke pasukannya. Memberikan instruksi bahwa mereka telah berdamai sementara dengan pasukan dari Origin.
'Jdaaarrr! Jdaaaaarrrr!! Jdaaaaarrrr!!!'
Sambaran demi sambaran petir terus menerus dilontarkan oleh Eric dari langit. Berkat kemampuan dari Oracle Staff miliknya, kekuatan serangan petirnya pun meningkat drastis.
[Anda telah memberikan 3.185.239 damage!]
[Anda telah memberikan .... ]
Meski damage yang dihasilkan sangat besar bagi pemain biasa, tapi Eric sama sekali tak mampu menggores Health Point Beelzebub sedikitpun.
'Bahkan 1% pun tak mampu? Monster apa-apaan ini?!'
Tepat pada saat Eric masih kebingungan, Sierra beserta ribuan Ksatria Naganya yang tersisa menerjang ke arah Beelzebub tanpa ampun.
"Aku serahkan pasukan mereka kepadamu, Eric." Ucap Sierra sambil melewati tubuh Eric dengan cepat.
"Yang benar saja, kau akan bertarung dengan kondisi seperti itu? Hah.... Baiklah. Recovery, Full Heal." Ucap Eric sambil memperhatikan tangan kanan Sierra yang telah lama terpotong.
Secara tiba-tiba, cahaya hijau mulai menyelimuti tangan kanannya. Dan secara perlahan, tangan kanan Sierra yang memiliki sisik hitam itu kembali tumbuh.
Sierra nampak berhenti sejenak dari terbangnya dan menoleh ke arah Eric.
"Jangan berpikir aku akan berterimakasih untuk ini." Ucap Sierra dengan suara yang lirih sebelum kembali melanjutkan aksinya.
Sementara itu di sisi lain....
"Lucien, maaf tapi bisakah kau memimpin seluruh pasukan Origin yang tersisa dan kembali bertarung?" Tanya Eric kepada Lucien yang masih terbang di sampingnya.
"Fufufu.... Perkara yang mudah."
Meski berbicara seperti itu, Eric sendiri tahu betul. Bahwa Lucien tak hanya babak belur secara fisik, tapi juga mental. Itu semua karena standar pasukan dari Raja Iblis di dunia ini sangatlah tinggi jika dibandingkan dengan dunia manusia.
Oleh karena itu....
"Jangan mati, Lucien."
Dengan pesan terakhir itu, Lucien pun pergi dengan senyuman di wajahnya. Bersiap untuk membantai apapun yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Sekarang.... Bagaimana caraku menghabisi makhluk itu?" Ucap Eric pada dirinya sendiri.
Eric pun segera terbang jauh lebih tinggi lagi. Di tangan kanannya, nampak 4 buah lingkaran sihir berwarna merah menyala.
***
Dunia Manusia
Bekas Wilayah Kerajaan Farna
Wilayah Utara
Di tengah hutan yang sangat rimbun dan gelap itu, nampak rombongan karavan pedagang yang sedang beristirahat. Hal yang wajar karena mereka telah menempuh jarak ratusan, bahkan ribuan kilometer untuk berdagang.
Saat para pedagang dan juga penumpang karavan beristirahat, barisan prajurit bayaran atau yang biasa disebut Mercenary nampak berjaga dengan ketat.
"Jangan bermalas-malasan! Awasi terus!"
"Jangan turunkan penjagaan kalian!"
Terdengar teriakan dari kepala penjaga yang bertugas dalam memimpin seluruh pasukan di rombongan ini.
Dari kejauhan, terlihat seorang Pria paruh baya yang mendekat ke arahnya dengan perlahan. Ia memiliki pakaian kain berwarna hijau dan putih serta topi berbulu. Aksesori yang dikenakannya cukup banyak yang menghiasi dari leher hingga tangannya.
"Terimakasih banyak, Tuan Drake. Kami sangat menghargai pengertian Anda." Ucap Pria yang tak lain adalah salah satu pemimpin dari asosiasi pedagang di Kerajaan Salvation itu.
"Tidak perlu berkata seperti itu, Tuan. Kalian adalah pelanggan kami, dan sudah sewajarnya kami menjaga kalian semua dengan seluruh kekuatan yang kami miliki." Balas sang ketua tentara bayaran itu.
Obrolan ringan pun mengiringi mereka berdua. Meski begitu, Kapten Drake tidak menurunkan penjagaannya sedikitpun.
"Itu berarti, kalian bisa menghentikan serangan dari Iblis Merah itu kan?" Tanya sang saudagar.
Seketika, wajah Kapten Drake menjadi kaku. Tatapannya dipenuhi dengan ketakutan.
'Sreeeettt!!!'
Kapten Drake mengangkat sang Saudagar di kerah pakaian mewahnya itu.
"Tu-tunggu! A-aku ini pelangganmu kan?! Kenapa kau menyerangku?!" Teriak sang Saudagar dengan penuh rasa takut.
Tapi hanya tatapan tajam yang dipenuhi dengan kebencian yang terlihat di wajah Kapten Drake.
"Jangan pernah.... Sekalipun menyebut mengenai orang itu.... Jika kau melakukannya...." Ucap Drake dengan penuh kemarahan.
"Maka orang itu akan datang dan mencabut nyawamu, kurasa seperti itu?"
Tanpa diduga, terdapat orang asing yang melanjutkan perkataan dari Drake.
Ia memiliki tubuh yang cukup kecil. Seluruh tubuh kecilnya itu tertutupi oleh jubah kecoklatan yang terlihat telah compang-camping. Meski begitu, dari sedikit celah yang terdapat di jubahnya, terlihat perlengkapan berupa zirah bersisik berwarna merah tua.
'Bruukk!'
Orang misterius itu nampak melemparkan sesuatu ke arah kapten Drake.
__ADS_1
"I-ini?!"
Apa yang dilemparkannya adalah kepala yang segera berubah menjadi cahaya putih, menandakan kematian bagi siapapun orang yang baru saja dilemparkan itu.
"Penawaran untukmu, pemimpin dari pasukan bayaran. Maukah kau bekerjasama denganku?" Ucap orang misterius itu sambil membuka tudung jubahnya.
Dari balik tudung itu, terlihat sosok seorang wanita dengan paras yang sangat menawan. Rambut kemerahannya yang tak terlalu panjang itu bergerak kesana kemari seiring dengan langkah kakinya.
Tak lupa, wajahnya juga selalu dihiasi oleh senyuman tipisnya yang begitu manis.
Setelah berdiri tepat didepan Kapten Drake, wanita yang tak lain adalah Elin itu mengulurkan tangannya seakan meminta berjabat tangan.
Sementara itu, sang saudagar telah lari terbirit-birit dengan dipenuhi rasa takut.
Menghiraukan hal itu, kapten Drake pun bertanya.
"Kenapa kau tak membunuhku? Kirim saja aku ke alam yang sama dengan semua bawahanku."
'Sruuugg!!'
Tanpa menjawab pertanyaannya, Elin mengeluarkan kantong besar yang terisi penuh dengan koin emas.
"Jumlah totalnya sekitar 10.000 koin emas. Aku akan memberikannya di muka kepadamu jika kau mau bekerjasama denganku. Tentu saja, kau bebas memilih untuk mati jika memang itu keinginanmu."
'Glek!'
Kapten Drake menelan ludahnya. Ia tak mampu mempercayai apa yang ada di hadapannya.
'Sepuluh ribu?! Aku bahkan hanya dibayar 50 keping koin emas untuk misi ini! Apa yang harus kulakukan?!'
Kebingungan mulai menyelimuti diri Drake, membuatnya bertanya secara tak sadar.
"A-apa pekerjaannya?" Tanya Drake dengan sedikit gugup.
Mendengar hal itu, Elin pun memperlebar senyumannya. Membuat wajahnya yang sebelumnya cantik bagai bidadari itu menjadi terlihat jauh lebih licik daripada iblis.
"Mudah saja. Kau hanya perlu membangun Mercenary Guild sendiri dibawahku. Perkuat Guild itu dengan bantuanku, kemudian bantu diriku untuk mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku." Jelas Elin.
Nampak kebingungan, Drake kembali bertanya.
"Apa yang kau maksud dengan hal itu? Harta yang hilang?"
Elin pun menggelengkan kepalanya sebelum memberikan ekspresi yang paling mengerikan.
"Kerajaan Farna."
Pada akhirnya, Drake menerima tawaran itu bukan atas dasar ketakutannya untuk menemui kematian sebagai seorang NPC.
Tapi karena Ia tahu, bahwa jika Ia mengikuti Elin, maka kejayaan dan kekayaan akan mengikutinya.
"Ah tapi sebelum itu, habisi semua orang yang masih hidup disini kecuali orang-orangmu. Lalu rampas semua hartanya." Perintah Elin kepada Drake.
Dengan senyuman yang lebar, Drake pun berteriak.
__ADS_1
"Dengan senang hati!"
Rumor mengenai kekejaman iblis merah itu pun semakin menyebar.