
Di sebuah meja yang cukup kecil itu, Eric dan Sierra duduk saling berhadapan.
Sierra pada satu sisi nampak cukup merasa ngeri sekaligus meletakkan harapan yang besar kepada Eric. Tentu saja hanya untuk membebaskan Dunia Iblis ini.
Sedangkan Eric di sisi lain masih merasa ketakutan akan pemilik buku ini yang sebenarnya.
'Tak apa. Tenang saja. Aku memiliki puluhan Dungeon berukuran Kota Besar untuk melawannya. Aku pasti bisa menang.' Pikir Eric dalam hatinya sambil berusaha sekuat tenaga untuk menenangkan pikirannya.
"Jadi, Apa yang ingin kau bicarakan, Eric?" Tanya Sierra sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya.
Eric pun segera mengutarakan keinginannya setelah berhasil melalui rasa takutnya itu.
"Aku ingin menaklukkan seluruh Dunia Iblis ini. Oleh karena itu, apakah kau menjadi sekutuku?"
"Sekutu kau bilang? Kenapa? Lagipula apa untungnya bagimu?" Tanya Sierra sekali lagi untuk memastikan.
"Tentu saja keuntungannya cukup banyak. Yang pertama, kami takkan kehilangan kekuatan dalam jumlah yang besar untuk melawanmu dan seluruh aliansimu.
Kemudian yang kedua, kau memiliki pengaruh yang besar pada dunia ini. Kemungkinan pada Iblis yang sebelumnya telah hidup dan tinggal disini akan lebih menghormatimu daripada diriku yang hanyalah seorang penjajah.
Kemudian yang ketiga, aku masih belum menemukan bagaimana caranya kembali ke dunia manusia. Aku yakin kau mengetahui bagaimana caranya melakukan hal itu bukan?" Tanya Eric sambil mengakhiri seluruh tuntutan yang diberikannya.
Mendengarkan penjelasan Eric yang cukup panjang, Sierra terlihat menarik nafasnya dalam-dalam sambil memikirkan semuanya dengan matang.
Ia terdiam selama beberapa menit tanpa memberi jawaban satu kata pun. Meski begitu, Eric tetap sabar dalam menanti jawabannya.
Lagipula, ini adalah rintangan terakhir yang harus dilalui oleh Eric sebelum berhadapan secara langsung dengan Belphegor. Jika hal itu berhasil dilakukan, maka takkan ada lagi yang bisa menentangnya di dunia Iblis ini.
'Waktuku masih tersisa cukup banyak. Aku masih bisa mengembangkan dunia Iblis ini untuk mempersiapkan diri melawan dunia manusia. Tapi.... Permasalahannya adalah apakah aku bisa menang melawan Belphegor?'
Dalam hatinya, Eric terus memikirkan tentang itu.
Tapi di saat Ia sedang sibuk berpikir....
"Hanya satu syarat, Eric." Ucap Sierra setelah selesai memikirkan semua yang diperlukan olehnya.
"Apa itu?"
"Bunuh Belphegor dan bebaskan dunia ini dalam genggamannya. Maka aku akan dengan senang hati memandu seluruh sisa Iblis yang ada untuk bersekutu denganmu."
__ADS_1
Jawaban Sierra itu adalah jawaban yang paling tak disangka oleh Eric.
Tentu saja, Eric memang tidak mengharapkan perundingan ini akan berakhir dengan mudah. Tapi Ia sama sekali tak menyangka bahwa harga sebuah aliansi ini sesuai dengan tujuannya.
Dengan kata lain, pembentukan aliansi ini gratis.
Untuk memastikannya....
"Kau sadar bahwa tujuanku itu sama dengan mengalahkan Belphegor kan?" Tanya Eric sekali lagi.
"Tidak. Kau bilang ingin menguasai seluruh Dunia Iblis ini kan? Aku yakin jika Belphegor merasa cukup terpojok, Ia akan menawarkan mu kekuatan agar menjadi bonekanya."
Kali ini, jawaban yang diperoleh Eric cukup mengejutkan.
'Tunggu dulu! Jadi aku bisa saja beraliansi dengan Belphegor?! Terlebih lagi, aku akan memperoleh kekuatan?!'
Hati Eric sedikit tergoda untuk memikirkan hal itu. Tapi Ia dengan segera mampu menghilangkannya. Semua itu karena Eric teringat oleh permintaan dari Obelisk. Yaitu untuk membunuh Belphegor dan membangkitkannya kembali.
Oleh karena itu....
"Tenang saja. Sejak awal aku memang berniat untuk membunuh orang itu. Jadi, apakah dengan begini kita mencapai sebuah kesepakatan?" Tanya Eric sekali lagi kepada Sierra dengan wajah yang cukup serius.
Dengan segera, Sierra menjabat tangan kanan Eric. Menandakan bahwa dirinya telah puas dengan hasil ini dan menerima tuntutan dari Eric.
"Tentu saja. Harapanku kau akan bersikap baik kepada kami semua, meskipun telah menjadi penguasa mutlak di dunia ini." Ucap Sierra sambil tersenyum.
"Tenang saja. Aku bukanlah orang yang kejam. Kedepannya, aku akan membebaskan wilayah Barat di benua ini untuk memiliki kedaulatan tersendiri. Meskipun masih dalam wilayah ku, kau sebagai pemimpin akan memiliki kekuasaan penuh di tempat ini."
Raut wajah Sierra dengan segera berubah ketika mendengar pernyataan dari Eric itu.
Membebaskan suatu wilayah, meski Eric sendiri adalah penguasa dari Wilayah itu?
Tentu saja hal seindah itu tak pernah didengar di dunia Iblis yang cukup kejam ini. Oleh karena itu....
"Eric.... Aku akan selalu mendukungmu, apapun yang terjadi. Terimakasih atas kebaikanmu."
Dengan kalimat terakhir itu, Eric akhirnya berhasil menaklukkan seluruh wilayah Barat hanya dengan diplomasi sederhana.
Sebuah perundingan yang bahkan hanya menguntungkan Eric sepihak. Meski begitu, Ia tetap harus membuat perundingan ini karena Eric sama sekali tak tahu apa yang dipikirkan oleh Raja Iblis yang lain.
__ADS_1
Bersamaan dengan kemenangannya secara diplomatik di wilayah Barat, Eric kembali ke pasukan utamanya dengan bantuan sekitar 50.000 prajurit. Termasuk 100 penunggang naga veteran milik Sierra.
Dengan begitu, kekuatan tempur dari pasukan Eric bertambah kuat. Meningkatkan peluangnya untuk memenangkan pertempuran ini dan menguasai seluruh benua ini.
Tapi memang....
Cukup disayangkan karena Sierra sendiri tak bisa ikut berperang karena harus menjaga wilayahnya dari ancaman yang mungkin datang.
Karena mereka tak tahu, langkah seperti apa yang akan diambil oleh Belphegor.
...***...
...Wilayah Timur...
...Barisan Pasukan Belphegor...
"Yang Mulia! Kami telah berhasil melihat pasukan dari Raja Iblis Eric!" Ucap seorang Ksatria yang mengenakan zirah hitam itu.
Sama seperti Belphegor, hampir seluruh prajuritnya merupakan tipe iblis dengan tanduk di kepala mereka dan kekuatan fisik yang tinggi.
"Laporkan." Balas Belphegor singkat sambil terus membaca buku di dalam tenda itu.
"Pasukan sejumlah 250.000 sedang bergerak tepat ke arah lokasi perkemahan kita berada. Jika dilihat dari kecepatan mereka, maka pasukan Eric akan tiba dalam beberapa hari." Lapor Ksatria itu.
Secara tiba-tiba, Belphegor berdiri dari duduknya dan segera berjalan ke arah sebuah meja.
Pada meja itu, terlihat sebuah peta wilayah di sekitar tempat ini serta beberapa bidak dengan wujud yang berbeda.
Bidak itu memiliki beberapa wujud seperti prajurit pejalan kaki, penunggang kuda, penunggang naga, pemanah, dan penyihir.
Serta dua buah bidak khusus yang memiliki mahkota. Yaitu melambangkan Raja dari masing-masing pihak.
Secara perlahan, Belphegor mulai menata bidak untuk pasukan yang dipimpin oleh Eric. Semua didasarkan atas laporan Ksatria itu yang masih terus berlanjut hingga saat ini dengan detail yang sempurna.
Setelah selesai menata bidak dari pasukan Eric, Belphegor kemudian melihat peta itu secara keseluruhan. Termasuk bidak di pihaknya.
"250 melawan 100.... Kurasa kita cukup dirugikan dalam jumlah. Tapi, apakah kualitas pasukan kita setara, Eric?"
Dengan kalimat itu, Belphegor memberikan tatapan yang cukup mengerikan ke arah Barat.
__ADS_1
Pertempuran antara kedua belah pihak ini pun tak lagi terelakkan. Apa yang menanti di balik peperangan itu, hanyalah satu orang pemenang.