TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 419 - Penentuan


__ADS_3

Hanya dengan sisa waktu Buff Transcendence selama 3 menit, Angie harus segera memanfaatkannya dengan sebaik mungkin.


Tapi kini, Ia berhadapan secara langsung dengan 3 sosok terkuat di dalam Dungeon ini.


Bagi Eric, satu detik terasa bagaikan satu menit. Ia terdiam menunggu langkah berikutnya dari Angie sebelum memutuskan untuk bergerak.


Kedua tangannya fokus untuk memegang tongkat sihir. Sambil bersiap untuk menggunakan sihir yang tepat dalam situasi ini.


Obelisk di sisi lain, terlihat begitu tertarik dengan Angie. Senyuman yang lebar terus terlukis di wajahnya seakan sedang melihat harta yang mewah.


Sementara itu, Asmodeus masih memandangi lengannya yang sebelumnya berhasil mencabut jantung Angie itu.


Tak ada seorang pun yang bergerak.


Hingga akhirnya, salah satu sihir meteor milik Angie menghantam tepat di tengah-tengah mereka berempat.


'BLAAAARRRR!!!'


Ledakan yang terjadi begitu besar hingga meruntuhkan kastil ini seketika. Bersamaan dengan hantaman meteor itu, mereka berempat mulai melompat mundur dan bersiap untuk bertarung.


'Blaaaarrr! Blaaarrr!'


Di kejauhan, Eric dapat melihat hujan meteor itu telah mulai menggempur tanah. Menghancurkan segalanya yang ada di sekitarnya. Termasuk pasukan Eric yang sedang dalam perjalanan kemari.


Puluhan ribu mati seketika dalam hujan api yang mengerikan ini. Dan bagi mereka yang selamat? Hujan puluhan ribu panah di segala arah telah menanti untuk menusuk mereka.


'Jleebb! Jleebb! Syuutt!'


Eric dengan tenang menciptakan sihir Crystal Shield untuk melindungi dirinya sendiri dari segala serangan sihir Angie ini.


Sedangkan Asmodeus sendiri bertahan dengan menghancurkan meteor itu sesaat sebelum mengenainya. Bagaimana dengan anak panah itu? Tak ada satu pun yang bisa melukainya.


Akan tetapi, sosok Obelisk tak dapat ditemukan setelah mereka berpencar barusan.


Dan secara tiba-tiba....


'Kreettaaakkk!!! Pyaaaarrr! Swuuusshhh!!!'


Sebuah lemparan tombak dari Angie mengenai perisai kristal Eric tepat di wajahnya. Jika bukan karena perisainya yang telah menyerap sebagian besar damage dari tombak itu, maka mungkin Eric telah mati saat itu juga.


[Crystal Shield telah menyerap 4.914.663 damage!]


[Crystal Shield telah hancur!]


[Anda telah menerima 824.614 damage!]


'Yang benar saja?!'


Dengan segera, Eric menghabiskan lebih dari 20% Mana Point miliknya untuk membuat Crystal Shield baru yang jauh lebih tebal dan lebih kuat dari yang sebelumnya.


Semua itu dilakukannya sambil berusaha untuk mencari dimana keberadaan Angie.


Di kejauhan, Eric dapat melihat Asmodeus mulai terbang ke suatu arah dengan sayap kelelawarnya.


Tujuannya yaitu tepat dimana Obelisk dan Angie sedang bertarung.


Dengan berbagai harta suci dan juga Dungeon miliknya sendiri, Obelisk terus menerus berusaha untuk melukai wanita gila itu.


Akan tetapi, berapa banyak pun dinding kuil suci yang dipanggil oleh Obelisk, semuanya akan hancur hanya dalam satu tebasan pedangnya.


'Klaaaangg! Sraaatttt!!'


Puluhan panah raksasa dengan rantai emas yang terikat di belakangnya nampak melesat ke arah Angie dengan cepat.


Hanya saja, refleks dari Angie terlalu cepat jika dibandingkan dengan projektil rantai itu.


'Zraasshh! Sraasshhh! Zraaattt!'


Dalam satu detik saja, Angie mengayunkan lebih dari 22 tebasan yang diakhiri dengan sebuah tebasan horizontal.


Sebuah tebasan yang menimbulkan gelombang tebasan secara melingkar hingga sejauh 30 meter.


Dengan skill tingkat tinggi itu, Angie tak hanya berhasil mematahkan seluruh rantai yang mengarah pada dirinya. Tapi juga menebas tubuh Obelisk tepat di dadanya.


"Kugghh! Sialan...." Ucap Obelisk yang masih terus berusaha menjaga senyumannya.


Mulutnya terlihat mulai mengeluarkan darah.


Akan tetapi, Obelisk mengangkat tangan kirinya. Seakan berusaha untuk meremukkan tubuh Angie di kejauhan.


Dan benar saja.


'Blaaaarrrr!!!'


Sebuah lengan baja secara tiba-tiba muncul dari bawah tanah. Meremukkan tubuh Angie dengan genggaman yang kuat.


Tak berhenti di sana, Asmodeus telah memanggil seekor World Eater untuk menelan lengan baja itu. Termasuk Angie yang berada di dalamnya.


'GRROOOAAAARRR!!!'


World Eater dengan ukuran raksasa itu terus bergerak ke atas. Membawa Angie di dalamnya.

__ADS_1


Tapi hanya dalam sekejap, serangan yang serupa seperti yang baru saja dikeluarkan oleh Angie sebelumnya kembali muncul.


Tak cukup satu kali, tapi sebanyak 3 kali skill tebasan beruntun itu dilancarkan.


'Zraasshh! Sraaatt! Srriiingg!!'


Lebih dari 60 tebasan dan juga 3 buah tebasan Horizontal yang kuat terjadi hanya dalam waktu 3 detik saja.


Sebuah serangan yang berhasil mencincang habis lengan baja beserta World Eater raksasa itu dalam sekejap menjadi ratusan potongan kecil.


Di udara, terlihat sosok Angie yang berdiri dengan skill Air Step miliknya. Ia terlihat seakan-akan bisa menggunakan udara sebagai pijakannya. Dan dengan pedang satu tangan berwarna perak itu, Angie menatap sosok Eric di bawah.


Tatapannya sama sekali tak terkesan meremehkan atau merendahkan.


Justru sebaliknya, Angie merasa sangat menghormati kemampuan Eric yang bisa mengumpulkan seluruh orang-orang kuat ini.


Lagipula, Angie bukan lah seseorang yang akan menyalahkan lawan karena bertarung dengan cara mengeroyoknya. Karena untuk mengumpulkan seseorang agar mau bertarung di sisinya juga termasuk sebuah kemampuan.


Terlebih lagi, untuk membuat 2 tokoh NPC terkuat itu mau bertarung di pihak Eric.


"Aku tak tahu bagaimana caranya kau menemukan mereka berdua, tapi satu hal yang pasti. Waktu ku akan segera habis, jadi aku akan mengakhirinya saat ini juga." Ucap Angie yang segera mengangkat pedang peraknya.


Ia mulai memegang pedang satu tangan itu dengan kedua tangannya. Dan secara perlahan, mulai mempersiapkan kuda-kudanya di udara.


Angie pun memejamkan kedua matanya. Fokus untuk menggunakan skill terkuatnya dalam kelas pendekar pedang legendaris.


Yang saat ini, telah diperkuat oleh kemampuannya sebagai Dewi Perang melalui skill Transcendence.


Bahkan dengan Transcendence sekalipun, skill ini masih membutuhkan fokus yang cukup tinggi. Dan waktu aktivasinya masih membutuhkan beberapa detik. Berbeda dengan seluruh skill lainnya yang bisa digunakan dengan instan.


Eric yang menyadari keanehan itu segera mengeluarkan seluruh Mana Point miliknya untuk membuat perisai yang paling tebal yang bisa dibuatnya.


'Entah kenapa, aku merasa ini sangat aneh. Firasat ku mengatakan sesuatu yang sangat buruk akan segera terjadi.' Pikir Eric dalam hatinya yang terus meneguk Full Mana Potion sambil terus mempertebal perisainya.


Kedua matanya terfokus pada sosok Angie di udara.


Sementara itu, Obelisk dan juga Asmodeus terlihat berusaha untuk mengejar sosok Angie yang terdiam di ketinggian itu. Melewati potongan-potongan bagian tubuh World Eater yang masih berjauhan.


Sedikit demi sedikit, Angie mulai mengayunkan pedangnya ke arah atas. Bersiap untuk menebas. Semua itu masih dilakukannya dalam kondisi mata tertutup.


Dan sesaat sebelum Asmodeus ataupun senjata suci dari Obelisk berhasil meraihnya....


...'SRAAAAAASSSSSSHHH!'...


Tak ada sepatah kata pun dari Angie.


Ia hanya mengayunkan pedangnya secara vertikal dengan kecepatan yang luarbiasa tinggi. Apa yang tertebas oleh ayunan pedangnya hanyalah udara.


Eric adalah orang pertama yang menyadarinya berkat keberadaan sistem Genesis yang membantu Player dalam dunia virtual ini.


[Transcendence Skill : Dimensional Slash telah digunakan!]


[Bersiap untuk melakukan kalkulasi....]


'Ya-yang benar saja?! Kalkulasi? Apakah berhentinya dunia ini dikarenakan sistem tak mampu untuk melakukan kalkulasi secara real-time?!' Teriak Eric dalam hatinya dengan kondisi tubuh karakternya yang sama sekali tak bisa digerakkan.


Semuanya terdiam membatu di dunia virtual ini. Termasuk di dunia diluar Manifestasi ini.


Dimana para pemain di seluruh dunia melihat notifikasi yang sama seperti apa yang dilihat oleh Eric.


Di kejauhan, Eric masih bisa melihat sosok Angie yang juga terdiam sesaat setelah Ia mengayunkan tebasan nya. Yang masih dalam keadaan mata tertutup.


Waktu tak kunjung bergerak.


Hingga akhirnya, setelah 48 detik berlalu....


[Kalkulasi selesai.]


Hanya satu baris notifikasi itu yang muncul di hadapan seluruh pemain setelah dunia virtual ini seakan-akan terhenti selama 48 detik.


Bagi pemain yang ada di dunia manusia?


"Hah? Ada apa barusan? Kalkulasi?"


"Dimensional Slash? Apa itu?"


"Bukankah sebaiknya kau fokus pada kata Transcendence Skill? Apa artinya itu?"


Beberapa pemain terlihat kebingungan dengan notifikasi yang sebelumnya mereka lihat. Tapi berapa kali pun mereka mempertanyakannya, mereka takkan mengetahui jawabannya.


Karena bagi mereka yang berada di dunia manusia saat ini, justru terselamatkan oleh dunia manifestasi milik Eric.


Sungguh ironis bukan?


Eric yang berperan sebagai Kaisar Iblis untuk menghancurkan dunia, justru menyelamatkan mereka akibat ulahnya?


Itu karena saat ini....


Tepat di dalam dunia manifestasi milik Eric....


Sesuatu yang jauh diluar nalar telah terjadi. Dan kali ini, hanya Eric seorang sebagai satu-satunya pemain selain Angie yang bisa melihat hasil dari kalkulasi superkomputer yang membutuhkan 48 detik itu.

__ADS_1


...'ZRAAASSSSHHH! SRAAAAASSSHHH! SRAAAAASSSHHH! ZRAAASSSHHH!'...


Ribuan lebih tebasan yang kuat nampak menyayat seluruh dunia manifestasi ini.


Tanah terlihat tercabik-cabik hingga hancur lebur di segala penjuru. Begitu pula dengan kastil yang megah di kejauhan, yang segera runtuh menjadi berkeping-keping.


Dan pada saat itu juga, Eric melihat sebuah notifikasi yang sama sekali tak ingin dilihatnya.


...[Undying Core telah Aktif!]...


...[Anda berhasil bangkit kembali dari kematian dengan 100% HP!]...


Bahkan dalam sekejap saja, Eric telah kehilangan nyawa pertamanya. Sebuah nyawa tambahan yang diperolehnya dari Core milik Slime terkuat di dunia Iblis.


Tanpa menyadari apa yang sebenarnya baru saja terjadi. Termasuk tak menyadari bahwa seluruh perisai tebal yang dipasangnya sebelumnya sama sekali tak mampu untuk menahan semua serangan barusan.


Tapi yang terburuk baru saja akan terjadi.


...'KREEETTTAAAKKKKK!!!'...


Sebuah retakan yang besar muncul di tanah tepat dimana Eric berdiri. Retakan itu terlihat begitu panjang dan dalam. Sepanjang mata memandang, Eric dapat melihat retakan yang sama.


Dimana tepat di bagian terdalam retakan itu, terlihat cahaya merah kekuningan yang begitu terang.


Eric pun mulai terjatuh di dalam jurang yang menuju tepat ke dasar dunia virtual itu. Dimana lava panas terlihat menyembur ke segala arah di seluruh dunia ini.


Dan sekali lagi, Eric melihat notifikasi yang sama sekali tak diinginkannya.


...[Undying Core telah Aktif!]...


...[Anda berhasil bangkit kembali dari kematian dengan 20% HP!]...


...[Dikarenakan Undying Core telah Aktif sebanyak 2 kali dalam satu Minggu, maka Undying Core akan rusak dan tak lagi berfungsi!]...


Eric hanya bisa berharap agar Ia tak lagi kehilangan nyawanya. Barusan, tebasan vertikal milik Angie berhasil membelah seluruh dunia ini menjadi dua. Sedangkan ribuan tebasan lainnya mencabik-cabik seisi dunia ini.


Dan jika Angie menggunakan serangan ini di dunia manusia bukannya di dunia manifestasi, maka Angie sendiri yang akan mengakhiri dunia itu. Bukan Eric.


'Aku mengerti.... Jadi ini maksudnya bahwa bertarung di sini lebih mudah baginya?' Pikir Eric dalam hatinya sambil terus terjatuh dalam jurang ini.


Jika Ia tenggelam di tengah lautan lava panas itu, maka sudah dipastikan Ia akan mati. Dengan cepat, Eric mulai mengaktifkan kembali kemampuan terbangnya dan berusaha untuk kembali ke permukaan.


Tapi semua itu tak ada gunanya.


Semakin Eric terbang ke arah permukaan, tanah yang ada di atas terlihat terpisah semakin menjauh. Seakan-akan tak lagi bisa digapai. Sedangkan dirinya terus menerus terseret ke bawah.


Untungnya, sistem dari Genesis kali ini menyelamatkannya.


...[Dimensional Slash telah menghancurkan keseluruhan dunia manifestasi ini! Menghapuskan aktivasi skill!]...


Dalam sekejap, dunia manifestasi ini pun dihapuskan. Seisi dunia tiruan itu menghilang. Dan mereka berdua akhirnya kembali di sekitar retakan dunia ini.


Kubus hitam yang membungkus keduanya menghilang.


'Bruuukk!'


Eric dan juga Angie terlihat terjatuh di tanah berumput itu. Di satu sisi, Eric tak lagi memiliki jaminan atas nyawanya. Dan HP miliknya hanya tersisa 20% saja.


Tapi di sisi lain, Angie terlihat bahkan sangat kesulitan untuk berdiri. Ia bahkan membutuhkan tumpuan pedangnya untuk bisa bertahan.


"Hahaha.... Bagaimana, Eric? Cukup seru bukan?" Ucap Angie dengan tubuh yang gemetar.


Sedangkan Eric sendiri segera menyembuhkan tubuhnya menggunakan skill Heal.


"Seru apanya? Lagipula, apakah seorang pemain bisa memiliki kekuatan sebesar itu?" Tanya Eric kesal.


"Perlu kah aku mengambilkan dirimu sebuah cermin untuk berkaca? Kau sendiri jauh lebih berbahaya dalam artian yang lebih luas, Eric." Balas Angie dengan senyuman yang sinis.


Keduanya memutuskan untuk gencatan senjata sesaat. Eric melihat bahwa dirinya mampu mengakhiri Angie kapan saja. Sedangkan Angie melihat bahwa pertarungan barusan telah menunjukkan siapa yang lebih kuat.


Meskipun kenyataannya, saat ini Eric masih berdiri tegap sedangkan Angie sendiri terlihat sempoyongan.


"Jadi katakan, apakah kau mengaku kalah?" Tanya Angie yang berjalan perlahan ke arah Eric dengan pedang sebagai tumpuannya.


Mendengar pertanyaan bodoh itu, Eric menghela nafasnya.


Ia tak menyangka, pertarungan barusan hanya untuk membuktikan bahwa dirinya memang jauh lebih kuat.


"Baiklah.... Aku mengerti. Aku mengaku kalah, puas? Jika saja aku tak menyelesaikan misi rahasia, dan dunia manifestasi itu tidak lepas dengan sendirinya, aku telah mati sebanyak 3 kali di sana." Balas Eric sambil memalingkan wajahnya.


Senyuman terlihat menghiasi wajah manis Angie, yang saat ini mulai kehilangan seluruh efek Transcendence miliknya.


"Ya, aku juga melihat notifikasi itu. Jadi aku bisa mendapatkan hadiah darimu bukan?" Balas Angie singkat.


"Tunggu? Hadiah apa? Aku tak pernah menyetujui apapun?"


Setelah menyelesaikan perbedaan pandangan antara keduanya, kedamaian pun kembali bisa dirasakan oleh Eric.


Setidaknya....


Untuk beberapa menit.

__ADS_1


Karena saat ini, Aamori sedang menuju tepat ke arah retakan dunia ini. Tepat dimana Eric dan juga Angie berada.


__ADS_2