
Eric telah tiba di salah satu Kota terdekat. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Ia dengan segera memasang perisai sihir yang sangat besar di segala penjuru Kota ini.
Pengalamannya yang sebelumnya menunjukkan Belphegor memiliki serangan area yang sangat luas. Tapi pada kenyataannya, serangan itu tak begitu kuat. Hanya bersifat menghancurkan wilayah yang besar saja.
"Tuanku, berikan perintah Anda." Ucap penguasa di Kota ini yang berasal dari ras Draconic itu.
"Hmm.... Singkat saja. Aku ingin kalian semua mempersiapkan semua alat berat dan panah untuk memburu Belphegor. Sementara itu...." Balas Eric yang masih terus berjalan ke suatu arah.
Tujuannya tak lain adalah pusat dari kota ini.
Ia berdiri dengan tegap sambil mengarahkan tongkatnya ke udara.
Dengan memanfaatkan loop Amplification dan juga Overdrive, Eric terus menerus membuat lingkaran sihir amplifikasi di ujung tongkatnya.
Dan semuanya dalam kondisi terisi penuh setelah melakukan charge selama 30 detik lebih.
"Kalian hanya perlu melindungiku sementara aku sibuk dengan ini. Mengerti?" Ucap Eric yang saat ini masih memiliki 3 buah lingkaran sihir amplifikasi di ujung tongkatnya.
"Dimengerti, Tuanku." Balas Draconic itu sambil segera bergerak untuk mengatur dan memimpin pasukan.
Sedangkan diluar dari kota itu....
"Eric! Kau akan membayar semua ini!" Teriak Belphegor dengan suara yang sangat keras. Cukup keras untuk mengguncang sebagian wilayah di dunia ini.
Rasa takut mulai tertanam di diri sebagian besar monster yang mendengarnya. Meskipun kemarahannya hanya ditujukan kepada Eric, tapi Terror yang diberikan mampu dirasakan oleh semua orang.
Setelah mengarahkan kedua tangannya ke depan, Belphegor segera menggunakan kekuatannya.
"Hancurlah!"
Tekanan angin beserta pusaran angin yang bergerak secara horizontal itu segera terhempas ke arah Kota dimana Eric berada.
'BLAAAAARR!!!'
Daya hancur yang begitu kuat mampu menghempaskan sebagian besar tanah yang dilewatinya. Akan tetapi....
Semua itu berhasil terhalang oleh perisai sihir.
Tak hanya milik Eric saja. Tapi juga milik ribuan penyihir di Kota itu yang secara bersamaan membuat perisai sihir berlapis.
"Kuuugghh!! Monster sialan!!" Teriak Belphegor kesal sambil terus meningkatkan kekuatannya.
Tapi hal yang sama juga dilakukan oleh divisi penyihir di dalam kota itu.
"Terus alirkan kekuatan kalian hingga mati! Apapun yang terjadi kita harus melindungi Tuan Eric, mengerti?!"
"Siap komandan!" Teriak mereka semua dengan lantang.
Pertahanan yang terbentuk dari tumpukan perisai sihir itu cukup kuat. Setidaknya.... Untuk memberikan Eric waktu mempersiapkan dirinya.
'Pyaaarr! Krreetaakk! Pyaaarr!'
Satu demi satu, perisai itu secara perlahan runtuh di hadapan pusaran angin yang sangat kuat itu. Hingga akhirnya, hanya menyisakan satu lapis perisai milik Eric itu sendiri.
__ADS_1
'Kreettaakk!'
Retakan mulai terlihat pada perisai besar itu. Eric sendiri juga terus menerima notifikasi bahwa perisainya mulai dalam keadaan yang kritis.
Akan tetapi....
"Ini sudah cukup." Ucap Eric dengan senyuman yang sangat lebar.
Kedua tangannya nampak berusaha sekuat tenaga untuk menahan tongkat sihirnya tetap berdiri. Sedangkan kedua kakinya telah terjatuh ke tanah.
Semua itu bukanlah masalah bagi Eric. Selama Ia bisa mengarahkan tongkat ini tepat ke tubuh Belphegor. Dan pusaran angin itu, adalah penanda keberadaan yang paling tepat.
Di ujung tongkat sihir itu, terdapat 7 buah lingkaran sihir amplifikasi. Sebuah rekor terbaru yang Eric buat.
Seluruh tubuhnya mulai terluka secara perlahan karena beban yang begitu besar di ujung tongkat itu. Bahkan tanah di sekitarnya mulai remuk dan hancur hanya dengan keberadaan Eric saja.
Dari semua sihir yang dimilikinya, Eric memilih satu sihir yang paling fleksibel dan cocok dengan elemen yang ada saat ini.
"Chain Lightning." Ucap Eric singkat.
Seketika, ketujuh lingkaran sihir berwarna merah itu mulai berputar dengan cepat seiring dengan aktivasi sihir Eric. Beberapa memiliki ukuran yang besar, beberapa memiliki ukuran yang kecil. Tapi ada satu hal yang pasti.
Sihir apapun yang melalui seluruh lingkaran berwarna merah itu....
'JDAAAAARRRRRR!!!'
Kilatan petir yang kecil serta cukup tipis itu, berubah menjadi semakin besar dan semakin terang setiap kali melewati lingkaran sihir berwarna merah itu.
Hingga setelah melewati lingkaran sihir yang ke tujuh, menyebutnya sebagai petir saja seakan merendahkan wujudnya yang sebenarnya.
Sebuah kemampuan yang akan membelah dan menjadi semakin kuat setiap kali petir itu mengenai sesuatu.
Dan di hadapan pusaran angin itu....
Maka Eric dapat melepaskan kekuatan yang sebenarnya dari Chain Lightning.
'ZAAAAPPP! JDAAARRRR! BLAAARRR!'
Hanya dengan menyentuh pusaran angin yang dibuat oleh Belphegor itu, Chain Lightning segera membelah menjadi sepuluh. Dan dari semua itu, masing-masing kembali membelah menjadi sepuluh lagi dengan kekuatan 99% dari yang aslinya.
Dengan kata lain, melewati pusaran angin itu saja sudah mampu meningkatkan kekuatan dari skill Unique Chain Lightning setidaknya 1000x lipat.
Pusaran angin yang sebelumnya berwarna cukup gelap itu, kini menjadi sangat cerah dengan warna utama yaitu biru.
Dan di ujung pusaran angin itu, Belphegor tahu bahwa dirinya telah terlambat.
...'JDAAAAARRRRRR!!! ZAAAAAPPP! BLAAARR!!'...
Ribuan, bahkan puluhan ribu petir mulai menyambar tubuh Belphegor secara bersamaan. Membuatnya menerima damage yang tak tanggung-tanggung.
Rentetan semua notifikasi itu muncul di hadapan Eric. Tentu saja, diiringi dengan senyuman yang sangat lebar dari Eric.
[Anda telah memberikan 964.258 damage!]
__ADS_1
[Anda telah memberikan 952.755 damage!]
[Anda telah memberikan .... ]
Tak hanya itu, Health Bar yang dimiliki oleh Belphegor segera menurun dengan sangat drastis. Bahkan kini mulai mendekati 5%.
Hanya dalam sekejap saja. Eric mampu menghabiskan seluruh Health Point Belphegor dengan kombinasi skillnya yang tak masuk akal.
Hingga akhirnya, notifikasi yang membuatnya sangat bahagia muncul.
[Anda telah mengalahkan Belphegor!]
"Bagus!!! Ini baru bagus!!!"
Teriak Eric sambil membuat pose kemenangan.
Seluruh prajuritnya pun mulai bersorak atas kemenangan yang gemilang ini bagi Tuannya.
Akan tetapi....
Ada satu hal yang mengganjal Eric.
"Tunggu dulu, kenapa aku tak memperoleh Exp atau hadiah? Dan juga, mengalahkan? Apa-apaan maksudnya?" Tanya Eric pada dirinya sendiri dengan wajah yang kebingungan.
Tapi jawabannya telah ada tepat di depan matanya.
Lokasi dimana Belphegor telah hangus terbakar oleh Sambaran petir itu, terlihat tubuh Belphegor yang terbakar hingga hangus.
Secara perlahan....
Eric bisa melihat sesuatu bergerak dari tubuh Belphegor yang kini berwarna hitam pekat itu.
'Kreekk! Krettakk!'
Kulitnya secara perlahan mengelupas, hingga akhirnya dagingnya pun terbuka.
Menunjukkan tangan panjang dengan cakar yang sangat tajam.
Tangan itu lambat laun mulai membesar dan menumbuhkan daging baru. Tak hanya satu, tapi tangan kedua pun muncul dengan kondisi yang sama.
Jika digabungkan, ukuran dari kedua tangan itu saja sudah jauh lebih besar daripada tubuh Belphegor yang saat ini.
Meski begitu, dua.... Tiga.... Empat.... Tangan terus menerus bermunculan hingga akhirnya terlihat ada 8 tangan yang besar.
"Yang benar saja?! Bukankah itu terlalu menjijikkan?!" Ucap Eric pada dirinya sendiri setelah melihat hal itu dari atas dinding.
Pada akhirnya, Eric pun melihat wujud baru dari lawannya. Yaitu Iblis dengan tubuh berwarna hitam dengan 8 tangan di tubuhnya serta 4 buah kaki.
Tubuhnya saja bahkan memiliki tinggi lebih dari 5 meter. Jauh lebih besar daripada tubuh aslinya.
Dan dari kepalanya yang seakan tak memiliki mata itu, makhluk itu mulai berbicara.
"Eric.... Aku benar-benar akan membunuhmu.... Beraninya kau menghancurkan tubuhku...."
__ADS_1
Nampaknya, fase ke dua dari pertarungan boss ini telah dimulai.
Sebuah kejadian yang paling menyebalkan ketika bermain video game.