TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 413 - World Quest 2


__ADS_3

"Menarik." Ucap Eric setelah melihat efek dari pedang milik Evalina.


Pedang itu menghapuskan segala efek sihir yang mengenainya. Tapi apakah benar dapat menghapuskan segala jenis sihir?


Untuk memastikan hal itu, Eric mencoba menembakkan beberapa sihir ke arah Evalina.


'Blaaarrr!!!'


Sebuah sihir sederhana Magic Bullet itu melesat tepat ke arah Evalina. Menerima serangan itu, Evalina tak menghindar, Ia justru menerima serangan itu dan menahannya dengan pedangnya.


"Kau bercanda? Sihir selemah ini?" Tanya Evalina dengan wajah kesal.


Sedangkan Eric sendiri hanya mengamati efek dimana ledakan itu sedikit mengenai badan Evalina.


'Tak menetralkan sihir tingkat rendah? Atau.... Itu semacam skill aktif yang harus diaktifkan secara manual?' Tanya Eric dalam hatinya.


Pemikirannya sangat tepat.


Jika pedang itu memiliki efek anti-sihir yang pasif, maka ledakan Magic Bullet barusan seharusnya segera dihilangkan saat kontak dengan pedang itu.


Tapi pada kenyataannya, ledakan itu tetap mengenai tubuh Evalina.


'Pertanyaannya, jika itu memang skill aktif, berapa lama cooldownnya?'


Eric segera melompat mundur menjauhi Evalina. Bersembunyi di balik puluhan ribu pasukannya yang terus menerjang ke arah para pasukan ksatria suci itu.


"Tunggu! Kau mau kabur?!" Teriak Evalina.


Eric tak membalas teriakan dari Evalina itu. Membiarkannya begitu saja.


Setelah beberapa saat berlari, secara tiba-tiba Eric berbalik dan menembakkan kembali sihirnya. Tapi kali ini, bukan sihir tingkat rendah. Melainkan [Magic Barrage] yang menembakkan 100 peluru sihir tepat ke arah Evalina secara bersamaan.


'Blaarrr! Blaarrr! Blaaaarrr!'


Rentetan peluru sihir itu memborbardir area yang sangat luas. Sehingga hampir mustahil untuk dihindari oleh Evalina.


Pada saat itu lah, Eric memperhatikan apapun yang terjadi secara seksama.


"Sialan! Jangan bermain-main denganku dan bertarung lah secara serius!" Teriak Evalina kesal sambil menahan semua rentetan peluru sihir itu dengan pedangnya.


Kali ini, berbeda dengan sebelumnya.


Pedang Evalina nampak sedikit memancarkan cahaya yang menghapuskan segala sihir yang berada di dekatnya.


Dari seratus peluru sihir itu, tak ada satu pun yang mengenai dirinya karena segera terhapuskan saat mendekati pedangnya.


Tak berhenti di sana, Eric segera menggunakan sihir lain [Incineration] ke arah Evalina. Sebuah sihir api yang terus melontarkan kobaran api merah yang panas ke arah targetnya.


Tak ada durasi dalam penggunaan sihir itu. Tapi setiap detik berlalu, penggunaan Mananya akan meningkat sebanyak 1.5x lipat dan pada akhirnya akan memaksa pengguna dengan Mana yang rendah untuk membatalkan sihir itu.


Tapi bagi Eric dengan jumlah Mana yang mencapai jutaan lebih....


Ia bisa menahan sihir itu hingga beberapa puluh menit sebelum kehabisan Mana miliknya.

__ADS_1


"Kau pikir aku akan peduli dengan...." Teriak Evalina sambil bersiap untuk maju menerjang ke arah Eric. Melewati kobaran api yang sangat panas itu.


Akan tetapi, pemikiran singkatnya itu segera terbukti salah.


Hanya dalam sesaat Evalina menurunkan perlindungan Nullify Magic dari pedangnya, Ia menerima damage yang sangat tak masuk akal.


[Anda telah menerima 27.139 damage!]


[Anda telah menerima 24.862 damage!]


Notifikasi damage itu muncul dalam kurang dari satu detik Evalina terkena oleh serangan api milik Eric.


'Ini.... Sihir tingkat rendah bukan? Tapi kenapa damagenya.... Ini buruk....' Pikir Evalina dalam hatinya setelah melihat damage itu.


"Bagaimana? Kau bisa duduk di sana selama yang kau mau, Evalina. Ini adalah pertarungan ketahanan. Antara aku yang kehabisan Mana terlebih dahulu, atau durasi skill Nullify Magic milikmu yang habis lebih dulu." Teriak Eric dari belakang.


Melihat keunggulan pada pertarungan ini, Eric sama sekali tak berniat untuk memberikan kesempatan bagi Evalina untuk selamat.


Lagipula, Ia bukan orang yang senaif itu untuk memberikan belas kasihan kepada lawannya.


Terlebih lagi mengingat hadiah besar yang dijanjikan oleh pihak ReLife padanya jika berhasil menang.


Dengan pemikiran itu, Eric mulai terbang ke udara dengan sayapnya. Menyerang Evalina dari udara dengan kondisi yang sangat aman.


Di kejauhan, Eric dapat melihat para ksatria suci dan juga Inquisitor yang berusaha untuk menyelamatkan Evalina. Tapi semuanya tertahan oleh serangan kuat dari para monster bawahan Eric.


Kembali pada pertarungan Eric dengan Evalina.


Evalina yang terjebak dalam kobaran api dengan radius yang sangat besar ini kesulitan untuk kabur.


Bukan lagi seorang penyihir yang dapat dikalahkan dalam pertarungan satu lawan satu.


Dan dengan itu....


'Tap! Tap! Tap!'


Evalina bermaksud untuk kabur. Ia berlari dengan cepat keluar dari area serangan Incinerator milik Eric sambil menggunakan pedangnya sebagai perisai anti-sihir.


Tak lagi memperdulikan harga diri atau semacamnya, Evalina segera membuat kontak dengan Alice di kejauhan untuk menyelamatkannya.


"Alice! Jemput aku pada koodinat ini!" Teriak Evalina dalam panggilan melalui fitur pertemanan itu.


"Dimengerti." Balas Alice singkat.


Di kejauhan, Eric yang masih terbang di langit terus menerus mengikuti arah Evalina berlari.


"Kau pikir bisa kabur dariku?" Teriak Eric.


Tapi setelah beberapa detik kemudian....


Notifikasi dimana serangan milik Eric telah dihapuskan oleh efek Nullify mulai menghilang. Melihat hal itu, Eric menghentikan sihir apinya untuk melihat apa yang terjadi di bawah sana.


Dan benar saja, Evalina telah menghilang. Tanpa adanya notifikasi bahwa Evalina telah terbunuh atau di kalahkan.

__ADS_1


"Aaah, benar juga. Aku melupakannya ya?" Ucap Eric sambil melihat ke arah kejauhan.


Eric teringat, bahwa Alice juga ikut serta dalam pertempuran ini. Dan kemampuannya sebagai teleporter telah berkembang jauh melampaui apa yang diketahuinya dulu.


......***......


...- Barisan Belakang -...


Sebuah pilar cahaya yang kecil nampak muncul di hadapan seorang penyihir dengan pakaian serba putih itu. Termasuk lapisan zirah besi yang tipis pada jubah sihirnya.


Dari balik cahaya kebiruan yang indah itu, sosok seorang wanita berambut perak nampak tersungkur di tanah. Dengan banyak luka di sekujur tubuhnya.


"Full Heal." Ucap penyihir yang tak lain adalah Alice itu sambil mengarahkan tangan kanannya pada sosok Evalina di hadapannya itu.


Seketika, semua luka Evalina segera sembuh. Membuatnya mampu berdiri dengan tegak sekali lagi.


"Terimakasih, Alice." Balas Evalina.


"Lain kali jangan gegabah. Ingat, dia bukan lagi penyihir yang sama yang kalah secara memalukan pada kompetisi internasional itu." Ucap Alice dengan wajah yang datar.


"Aku mengerti." Balas Evalina.


Pertempuran kali ini, pasukan dari Kerajaan Suci Celestine mulai terpukul mundur.


Serangan dari pasukan monster milik Eric serasa tak ada habisnya. Mereka terus menerus bermunculan dari balik retakan dunia itu.


Setiap para Inquisitor dan Ksatria Suci membunuh para monster itu....


Ribuan monster yang baru akan datang menggantikan mereka.


Melihat kondisi yang sangat buruk ini, Alice mengusulkan sesuatu kepada Evalina sebagai pemimpin utama dalam pertempuran ini.


"Aku rasa perang di gerbang utama musuh sangat mustahil dimenangkan. Lebih baik kita mundur dan menata ulang kembali pasukan." Jelas Alice.


"Hah?! Kau bilang meninggalkan bos dari semua ini untuk kabur?"


"Tidak. Ku bilang selamatkan pasukan kita agar bisa bertarung di kemudian hari. Serangan dari monster itu tak hanya terjadi di sini, tapi juga di seluruh belahan dunia. Termasuk ibukota Kerajaan Suci Celestine." Balas Alice tegas.


Terpaksa untuk menelan pahitnya kenyataan, Evalina pun akhirnya menerima saran dari Alice.


Dan segera setelah itu, ribuan pilar sihir muncul di medan pertempuran ini.


Membawa kembali seluruh pasukan Ksatria Suci dan juga Inquisitor untuk mundur ke benteng utama mereka.


...___________________________...


...TDM 2 ini akan update setiap hari Senin, satu episode sekali setiap satu minggunya. ...


...Saya sedang fokus pada novel baru saya dengan genre urban fantasi apokalipse berjudul [Liberator]. Genre : Fantasi, Aksi, Petualangan. Bisa di cek bagi yang suka dengan genre itu. ...



...Jangan buat saya ulangi terus alasan kenapa saya harus memperlambat update TDM 2 ini. Lupa, silakan baca lagi bab sebelumnya. Ga peduli dengan alasan saya? Ya ga masalah. Tapi kalau terus-terusan paksa saya untuk buru-buru update TDM 2, mungkin saya akan makin malas untuk updatenya. ...

__ADS_1


...Mohon dimengerti, saya juga manusia biasa. Nulis 1 bab butuh 3 sampe 4 jam mikir. Ga asal pencet terus jadi. ...


...Terimakasih. Sampai jumpa Minggu depan. ...


__ADS_2