
...Kerajaan Salvation...
...Kota Reinard...
Saat ini, Istana Kota Reinard sedang dalam kondisi yang sangat buruk.
Petinggi Kerajaan, Ksatria, pembawa pesan, semuanya berlarian kesana kemari karena memang kondisi Kerajaan sedang dalam Kekacauan.
Tentu saja hal itu membuat Chris yang saat ini menjadi temperamental semakin menjadi-jadi.
"Yang benar saja.... Sebuah panah mampu membunuh ribuan prajurit sekaligus?! Apa-apaan itu?!" Teriak Chris dengan penuh perasaan kesal.
Tapi di saat semua itu sedang terjadi, seseorang secara tiba-tiba membuka paksa pintu istana itu.
'Duaaarrr!!!'
Di balik pintu itu, terlihat sosok seorang Pria dengan jubah kecoklatan. Tapi di balik jubahnya itu, terlihat zirah berwarna perak yang indah dengan kalung berbentuk api di lehernya.
Tatapan matanya sedikit tertutupi oleh tudung jubahnya. Membuat sosok Pria ini menjadi semakin misterius.
"Siapa kau?! Orang asing dilarang memasuki tempat ini!" Teriak salah seorang Ksatria yang menjaga tempat ini.
Tak menghiraukan Ksatria itu, sang Pria misterius terus menerus berjalan ke arah singgasana, tempat Chris masih duduk dengan angkuhnya.
Setelah berada tepat di depan singgasana emas itu, Pria misterius itu pun membuka tudungnya, memperlihatkan sosoknya yang sebenarnya.
Pria itu memiliki rambut kecoklatan yang indah dengan paras yang cukup tampan. Senyumannya begitu ramah meski berada di wilayah musuh terbesarnya.
"Yoo Chris. Bagaimana Kota Forgia menurutmu? Sangat luarbiasa bukan?" Ucap Pria misterius itu yang tak lain adalah Arlond.
Raja dari Kerajaan Farna yang menghilang semenjak kekalahannya melawan aliansi seluruh Kerajaan itu.
Dengan segera, Chris pun berdiri dari duduknya dengan perasaan marah.
"Arlond!!!" Teriak Chris sambil mengeluarkan pedang besarnya dari dalam Inventorynya.
Begitu juga dengan seluruh Ksatria dan bangsawan yang berada di dalam istana ini. Semuanya segera mengangkat senjata mereka ke arah Arlond.
Pada saat itu juga, waktu seakan berjalan dengan sangat lambat.
Tidak....
Lebih tepatnya, ada satu orang yang jauh lebih cepat daripada yang lain. Sehingga membuat seluruh kejadian di dalam istana ini nampak begitu lambat.
Kehadiran orang itu diiringi dengan kilatan petir berwarna merah menyala. Setiap langkah kakinya, setiap gerakannya, selalu meninggalkan jejak petir.
'Zraaat! Zraaattt! Zraaaatttt!!!'
Hanya dalam waktu kurang dari tiga detik, sosok orang yang tak lain adalah Elin itu telah berhasil membunuh semua Ksatria dan juga Bangsawan sekaligus.
Tapi tebasan terakhirnya terhenti tanpa Elin sangka.
__ADS_1
"Elin, ya? Maaf tapi aku takkan mengalah." Ucap Chris sambil menahan belati Elin dengan menggunakan pedang besarnya.
"Cih...."
Elin mendecakkan lidahnya sambil segera melompat mundur ke arah Arlond.
"Kerja yang bagus, Nona Elin. Sesuai dengan rencana." Ucap Arlond dengan tenang sambil mengeluarkan pedangnya dari sarungnya.
Arlond yang masih mengenakan jubah kecoklatannya itu membuat zirah tebal yang ada dibaliknya tersembunyi dengan baik. Menyulitkan lawannya mengetahui lokasi yang tidak terlindungi oleh zirah.
"Dia jauh lebih kuat daripada yang ku bayangkan. Arlond, mari kita bekerjasama untu...."
Mata Elin terbuka lebar seakan tak mampu mempercayai apa yang ada di hadapannya. Membuatnya tak mampu menyelesaikan kalimatnya.
"Kau?!" Teriak Elin dengan segera.
Dari sebuah pintu di sebelah singgasana emas milik Chris, muncul seorang Pria yang telah tak asing lagi bagi Arlond dan Elin.
"Kukuku.... Kalian masih hidup, sampah-sampah sialan?" Ucap Pria berambut putih dengan jubah hitam. Di atas rambut putihnya itu nampak sebuah tulisan berwarna hitam pekat, Evan.
Di tangan kanannya, nampak dua buah tabung kaca yang memiliki warna kuning keemasan.
Melihat sosok Evan, Chris nampak begitu tenang sambil tetap bersiaga.
"Apakah sudah berhasil, Evan?" Tanya Chris dengan tenang.
"Tentu saja. Tapi saat ini, aku hanya menggunakan satu jenis hewan. Aku bisa meningkatkannya lagi setelah membereskan masalah ini." Jawab Evan sambil memainkan dua buah tabung kaca itu.
Sementara itu, Evan telah melemparkan salah satu tabung kaca yang berisi cairan keemasan itu ke arah Chris.
Pertarungan waktu antara Elin dan Chris pun terjadi.
Sebisa mungkin, Elin harus segera menghentikan cairan apapun yang berada di dalam tabung kaca itu.
Tapi diluar dugaan Elin, Evan telah memprediksi pergerakannya dan segera melemparkan tabung kaca ketiga yang berisi cairan berwarna hijau kehitaman.
Dengan kecepatan yang setinggi itu, Elin sama sekali tak mampu untuk berhenti ataupun menghindar tepat waktu. Membuat Elin harus menabrak tabung kaca itu.
'Pyaaaarr!!!'
[Anda telah menerima racun yang sangat mematikan!]
[Anda akan menerima 50.000 damage per detik!]
'Yang benar saja?!' Teriak Elin dalam hatinya dengan perasaan yang sangat kesal.
Health Point yang dimiliki oleh Elin saat ini hanya sebesar 320.000 saja. Sedangkan tipe damage berupa Poison akan mengabaikan defense apapun.
Terlebih lagi jenis racun tingkat tinggi seperti ini hampir mustahil untuk disembuhkan dengan Antidote biasa.
Dengan sisa waktu 6 detik saja, Elin memantapkan niatnya.
__ADS_1
"Arlond! Bunuh Evan!" Teriak Elin dengan keras sambil segera mengubah arah larinya tepat ke arah Evan.
'Zraaatt! Zraaattt! Zraaattt!!'
Lebih dari 30 tebasan belati milik Elin berhasil diayunkan tepat ke tubuh Evan hanya dalam waktu satu detik.
Tapi ternyata, Evan masih mampu tersenyum dengan wajah yang begitu mengerikan.
Apa yang ada di hadapan Elin adalah jubah hitam Evan yang terkoyak oleh tebasan belati milik Elin. Dan di balik jubah itu, adalah zirah logam yang sangat tebal.
"Bukankah Zirah sangat luarbiasa?" Ucap Evan sambil tertawa seperti orang gila.
Tepat pada saat Elin segera memutar tubuhnya untuk menendang kepala Evan lalu menebasnya setelah itu....
Sebuah pukulan yang begitu kuat telah melayang tepat ke bagian samping tubuhnya.
'Braaakk! Sruuugggg!!!'
Elin terlempar begitu jauh ke sisi samping ruangan istana ini.
[Anda telah menerima serangan yang sangat kuat!]
[Anda telah menerima damage yang sangat besar!]
[Anda telah menerima 183.229 damage!]
"Sialan kau.... Chri...."
Elin pun kehabisan Health Pointnya dengan segera.
Sementara itu, Arlond yang sebelumnya maju segera menghentikan langkah kakinya.
Secara perlahan, Ia mengambil langkah mundur.
"Apa maksudnya dengan ini?" Tanya Arlond kepada dua orang yang ada dihadapannya.
Keheranannya bukan tanpa alasan.
Tapi Chris yang sejak awal memang sudah memiliki badan yang besar, kini berubah menjadi jauh lebih besar.
Zirahnya nampak hancur dan segera berubah menjadi cahaya putih. Menyisakan hanya zirah kulit saja.
Tubuhnya nampak dipenuhi dengan rambut kuning keemasan, terutama bagian leher dan kepalanya.
"Singa ya? Menarik sekali!" Ucap Chris yang kini telah menjadi Halfling manusia dan singa. Memberikannya karakteristik rambut singa yang lebat.
Seluruh statusnya telah meningkat dengan drastis. Membuatnya menjadi beberapa kali lebih kuat daripada yang sebelumnya, bahkan tanpa perlengkapan sekalipun.
"Ramuannya telah berhasil dengan sangat baik. Jika itu kau, aku yakin kau dapat menjaga bentuk tubuh ini selama 5 menit. Sebelum tubuhmu kembali seperti semula, habisi lah orang itu." Jelas Evan sambil tersenyum dengan wajah gilanya yang khas.
Kini, Arlond harus menghadapi dua monster berbahaya itu sendirian.
__ADS_1
"Nona Elin.... Kurasa ini sudah sangat melenceng dari rencana...." Bisik Arlond pada dirinya sendiri sambil memasang senyuman pahit.