
8 tahun Dunia Virtual....
Atau lebih tepatnya adalah sekitar 9 bulan lebih di dunia nyata.
Itu adalah waktu yang diperlukan oleh Eric untuk memulai perang di dunia virtual Re:Life. Sebuah perang yang mungkin akan mengakhiri keberadaan dari dunia itu sendiri.
Sedangkan bagi orang lain, itu adalah waktu yang tersisa bagi mereka untuk bersiap-siap. Menghadapi ancaman terbesar dari dunia itu, yaitu satu-satunya penguasa mutlak di dunia Iblis, Eric.
Meski begitu, tak ada satupun pemain selain Eric dan juga Istrinya Elin yang mengetahui mengenai hal ini.
Tak ada satupun....
Kecuali mereka yang cukup jeli terhadap petunjuk yang mulai disebarkan oleh Developer dari Game ini.
Sama seperti salah seorang Player yang berasal dari Eropa, Brian.
Selama ini, Ia hanyalah pemain biasa yang sangat senang untuk melakukan penjelajahan dan eksplorasi. Tentu saja untuk itu, Ia membutuhkan level yang cukup untuk melindungi dirinya sendiri. Termasuk perlengkapan yang memadai.
Itulah mengapa Ia menghabiskan hampir seperempat penghasilannya di dunia nyata untuk 'meningkatkan' kekuatan dari karakternya di dunia virtual.
Semua berlangsung seperti hari-hari biasanya, dimana Brian menjelajah sambil membuat rekaman untuk MeTube miliknya.
Hingga pada suatu hari, semua itu pun berubah.
...- Reruntuhan Kuno -...
...- Wilayah Bekas Kerajaan Farna -...
"Oke, jadi kali ini aku akan menjelajahi reruntuhan yang terlihat di tengah pegunungan ini. Mungkin banyak orang telah meliputnya, tapi aku sendiri belum pernah. Jadi tanpa ragu, mari kita semua periksa." Ucap Brian sambil mengatur kamera virtualnya untuk selalu mengikutinya dari belakang.
Membuat video yang dibuatnya seolah-olah berada dalam posisi 3rd Point of View.
Di dalam sebuah kuil yang telah lama hancur itu, Brian terus menerus menjelajah. Memperhatikan setiap detail yang ada di sepanjang perjalanannya.
Termasuk juga berbagai petunjuk yang ada di sekitar reruntuhan itu.
Petunjuk yang diberikan sangatlah minim dan sangat sulit untuk ditemukan. Kecuali bagi mereka yang teliti dan terbiasa untuk melakukan eksplorasi reruntuhan.
"Hmm.... Gambar apa ini? Tidak, simbol apa ini?" Ucap Brian pada dirinya sendiri. Setelah memikirkannya sejenak, Ia memperlihatkan apa yang dilihatnya dengan jelas pada kamera. .
"Apakah dari kalian ada yang bisa memahaminya?" Tanya Brian ke arah Live Streaming itu.
Kolom chat pun dibanjiri oleh para penonton mengenai spekulasi yang ada. Tentu saja mereka semua hanya bisa menonton Live Stream ini ketika Log In di dalam dunia virtual ini karena perbedaan percepatan waktu.
Setelah Brian memperhatikan beberapa masukan dan pendapat oleh para penontonnya....
"Apa? Kau melihat simbol yang sama di pintu masuk?" Tanya Brian secara langsung.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, Brian pun segera berlari kembali ke arah pintu masuk.
Cahaya matahari yang cukup terik di tengah hari ini membuat penglihatan Brian sedikit terganggu karena telah menghabiskan cukup banyak waktu di dalam kegelapan.
Tapi Ia segera menemukan simbol yang dimaksud oleh seseorang di kolom komentar.
Simbol itu memiliki sebuah bentuk 4 lingkaran dengan panah yang terlihat begitu acak. Tapi bagi penjelajah seperti Brian, pola panah yang ada itu sama sekali tak acak. Terdapat semacam pola tertentu yang dimaksud oleh simbol itu.
Hanya saja....
"Dimana tempat yang memiliki 4 buah lingkaran itu?" Tanya Brian pada dirinya sendiri.
Ia pun segera melanjutkan penjelajahannya bersama dengan para penonton setianya yang hanya berjumlah sekitar 60 orang itu.
Langkah demi langkah, secara perlahan Brian terus menerus menjelajahi reruntuhan ini.
Bersamaan dengan bantuan para penontonnya yang memperlihatkan beberapa petunjuk yang dilewatkan olehnya....
Akhirnya Brian telah tiba.
Di hadapan sebuah altar dengan bentuk sebuah lingkaran. Di sekeliling altar tersebut terdapat 4 buah pilar dan lambang lingkaran yang sama seperti yang di temukannya.
"Kita berhasil! Kita telah menemukannya!" Teriak Brian dengan sangat antusias sambil melompat-lompat.
Ia pun mengambil pecahan petunjuk yang ditemukannya di pintu masuk lalu segera berusaha menerjemahkan apa yang dimaksud oleh petunjuk itu.
Tapi ada dua hal yang pasti. Yaitu semua gambar saat ini mengarah kepada pilar tersebut. Dan satu lagi adalah sebuah kenyataan dimana pilar tersebut dapat diputar.
"Sekarang.... Bagaimana urutannya ya? Apakah mungkin maksudnya membuat gambar ini mengarah sesuai dengan panahnya?" Tanya Brian pada dirinya sendiri.
Penonton yang semula hanya 60 orang, kini telah bertambah menjadi 280 orang lebih. Semua orang terlihat antusias terhadap reruntuhan yang sedang dijelajahinya. Karena mungkin saja mereka akan melihat sesuatu yang luarbiasa secara langsung.
'Greeeekkk!'
Brian memutar arah patung tersebut sesuai dengan apa yang ada di dalam petunjuk. Mengarah mengikuti panah yang ada.
Tapi setelah mencoba berbagai urutan yang ada, termasuk mencoba pendapat para penonton, tak ada hal apapun yang terjadi.
Brian pun merasa sedikit kesal dengan situasi ini karena tak mampu memecahkan misterinya.
Tidak hingga Ia menemukan sesuatu yang terlewatkan. Yaitu sebuah kenyataan, bahwa pilar yang bisa diputar itu hanyalah pengecoh.
Salah satu penonton yang menemukan mengenai kejanggalan ini.
Yaitu ketika Brian tak sengaja meletakkan kamera virtualnya itu ke tanah, seorang penonton dengan nama pengguna TryHard melihat bahwa susunan lantai di sisi luar pilar itu tak sejajar.
Beberapa ubin batu itu terlihat lebih tinggi daripada yang lain. Tapi hanya sedikit, sangat sedikit hingga tak mudah untuk dilihat.
__ADS_1
Brian yang kembali memperoleh semangatnya pun segera mencoba berbagai macam kombinasi yang mungkin ada.
Mungkin saja....
Panah itu menunjukkan langkah yang harus diambil ketika menginjak ubin yang sedikit timbul itu.
15 menit....
30 menit....
Waktu terus berlalu dengan berbagai percobaan.
Penonton yang ada pun semakin meningkat karena misteri dari reruntuhan ini akan segera terungkap. Bahkan jumlahnya kini telah mencapai angka lebih dari 870 orang.
Hingga akhirnya....
'Klik!'
Brian berhasil menginjak urutan yang tepat. Sehingga menimbulkan suatu bunyi yang aneh itu. Sebuah bunyi yang seakan menandakan bahwa apa yang dilakukannya adalah hal yang benar.
Seketika....
Altar itu mulai memunculkan cahaya biru yang indah. Brian yang telah terbiasa dengan jebakan pun segera menarik pisau kecilnya. Bersiap untuk pertarungan apapun yang mungkin muncul dari cahaya di altar itu.
Tapi perkiraannya, dan sebagian penonton yang ada salah besar.
Itu karena apa yang muncul dari altar tersebut, adalah sebuah pecahan pengetahuan yang telah hilang.
Bukan dalam bentuk tulisan, melainkan dalam bentuk Cutscene yang bisa dilihat oleh pemain.
Karena Brian sedang dalam keadaan merekam, maka siapapun yang sedang melihatnya siarannya juga bisa ikut melihat Cutscene ini.
Pandangannya segera berubah menjadi gelap gulita. Tubuhnya seakan terseret oleh sesuatu yang kuat. Memaksanya melihat apapun yang diinginkan oleh altar itu.
Apa yang ditampilkan adalah jajaran 12 zodiak yang ada di dunia ini. Segera setelah itu, tubuhnya terseret ke luar angkasa. Waktu berjalan dengan sangat cepat dimana dunia mengelilingi matahari sebanyak 10 kali.
2 diantaranya terlihat bahwa matahari yang seharusnya berwarna kuning itu, justru sangat redup dan berwarna merah tua.
Segera setelah itu, tubuhnya kembali terseret ke tempat lain. Sebuah tempat yang dipenuhi dengan api dan barisan monster yang mengerikan. Lengkap dengan persenjataan mereka.
Kemudian yang terakhir, tubuhnya tiba di dunia manusia, tepatnya di benua tengah ini. Sebuah tempat yang menjadi area bermain para Player di seluruh dunia.
Setelah itu, pandangannya segera kembali ke tempat asalnya.
Menyisakan altar itu tetap menyala bagi siapapun yang ingin melihatnya setelah ini.
Tanpa Ia sadari, Brian telah mengungkap sebagian besar bocoran informasi dari para Developer mengenai invasi Raja Iblis ke dunia manusia.
__ADS_1