
...Wilayah Selatan...
...Kota Orc 1...
Sebuah rapat besar sedang diadakan di dalam kastil ini.
'Brak!'
Eric memukul meja yang ada di hadapannya dengan cukup keras. Mengagetkan hampir semua orang yang ada di dalam ruangan ini.
"Tu-tuan Eric? Apa ada masalah?"
"Ada! Masalah yang sangat besar!" Balas Eric dengan wajah yang sangat serius.
"Bisakah kami tahu masalah seperti apa itu?" Tanya salah satu petinggi Desert Orc yang ada di dalam ruangan ini.
Setelah berdiam sejenak untuk membuat pose yang keren, Eric akhirnya menjawab pertanyaan itu dengan tangan kanan yang menutupi mata kirinya.
"Setelah semua kedamaian dan pembangunan ini, akhirnya aku sadar. Bahwa wilayah selatan saja terlalu kecil untuk diriku yang agung ini. Bukankah kalian juga memikirkan hal yang sama?"
Perkataan Eric itu sontak membuat semua orang terkejut bukan main. Sosok pemimpin yang selama ini mereka layani, akhirnya menunjukkan ambisi yang begitu besar. Sebuah ambisi yang telah mereka nantikan selama ini.
"Jadi waktunya telah tiba untuk menaklukkan dunia ini.... Apakah itu maksud Anda, Tuanku?" Tanya petinggi Orc itu sambil membuat senyuman yang lebar.
"Kau benar! Ini sudah waktunya. Langkah pertama kita adalah mengamankan Wilayah Selatan. Habisi semua penguasa-penguasa kecil yang ada.
Jika ada penduduk lokal, beri mereka pilihan untuk bergabung atau binasa. Setidaknya aku sudah cukup baik untuk memberikan tawaran itu kepada mereka, benar begitu bukan?" Tanya Eric masih dengan pose yang lebih aneh lagi.
"Sungguh, sosok Raja Iblis yang sebenarnya. Keagungan Anda telah terlihat dengan jelas disini, Tuanku."
Semua petinggi mulai memuji Eric dan sekali lagi mempersembahkan kesetiaan mereka. Membuat Eric menjadi semakin percaya diri dengan misi terakhirnya dalam game ini.
***
Beberapa bulan telah berlalu di dunia virtual ini.
Eric memimpin Legiun pasukannya yang begitu besar dan kuat untuk memulai penaklukan seluruh wilayah Selatan ini. Memperkuat posisinya sebagai Raja Iblis.
Legiun itu dibagi menjadi 4. Setiap Legiun memiliki setidaknya 100.000 prajurit dengan beberapa komandan di dalamnya.
Legiun pertama adalah mereka yang bergerak ke arah selatan. Melewati gurun yang begitu luas dan seakan tak ada kehidupan.
__ADS_1
Tugas dari regu ini adalah untuk mengamankan lokasi demi ekspansi berikutnya. Tapi karena kesulitan medan yang begitu tinggi, mereka membawa suplai makanan dan minuman yang paling besar dari seluruh regu.
Kemudian regu kedua bergerak ke arah Timur. Regu ini bertugas untuk meratakan seluruh iblis pribumi yang ada, yang bahkan belum dijumpai oleh Eric sekalipun.
Mereka membawa surat perintah resmi dari Eric. Sebuah surat yang berisi ultimatum kepada semua penduduk pribumi yang ada. Antara bekerjasama dengan Raja Iblis Eric, atau hancur dalam kekuatan Legiun yang terus bergerak itu.
Kemudian regu ketiga adalah mereka yang bergerak ke arah Barat. Tepatnya mendekati ke arah laut. Sebuah wilayah yang belum terjangkau oleh Kerajaan Eric karena permasalahan militer.
Itu benar, di dasar dan di tepi laut itu merupakan wilayah kekuasaan Ras Iblis yang tak memiliki Raja. Mereka hidup secara berdampingan tanpa memikirkan hal yang sulit seperti penguasa.
Sebagian besar dari mereka adalah Siren dan juga Mermaid. Beberapa bahkan terlihat ras Iblis yang lain dengan keunggulan utama di perairan. Meskipun, terdapat ras Iblis lain yang juga tergabung di tempat itu.
Peperangan takkan bisa terelakkan. Tapi tanah yang luas serta subur itu juga takkan bergerak ke tangan Eric dengan sendirinya.
Oleh karena itu, misi penaklukan tempat itu dibebankan pada regu ketiga ini.
Sedangkan regu terakhir yaitu regu keempat, akan bergerak ke arah Utara. Sebuah regu yang dipimpin oleh Eric secara langsung. Semua itu karena setelah melewati perbatasan wilayah Selatan ini, mereka akan berhadapan langsung dengan peradaban Iblis.
Termasuk wilayah Sierra yang ada di Barat, dan juga wilayah Belphegor yang ada di Timur.
Persiapan penaklukan seluruh dunia iblis ini pun dimulai....
...***...
...Kerajaan Sierra...
Setelah 2 tahun berlalu, Sierra bersama dengan beberapa Raja Iblis lainnya yang tersisa di wilayah Barat membuat suatu persetujuan.
Persetujuan itu berisi sebuah kontrak dimana mereka semua akan saling bahu membahu membangun ulang tanah mereka yang sudah hancur ini.
Termasuk juga untuk membantu gerbang antar dunia yang berada di menara kematian di pusat wilayah Sierra. Sebuah menara yang didalamnya terdapat portal yang memisahkan antara dunia manusia dengan dunia iblis.
Di saat Sierra baru saja bernafas lega karena telah berhasil melewati masa-masa kritis setelah pertarungannya dengan Avacor....
"Yang Mulia! Berita buruk!" Teriak salah seorang Ksatria Naga yang secara tiba-tiba memasuki ruangan ini.
"Segera katakan. Jangan membuatku menunggu lama." Balas Sierra singkat sambil menggenggam erat tombak terkutuknya.
Setelah mempersiapkan dirinya, Ksatria Naga itu pun akhirnya menjelaskan apa yang telah Ia lihat.
"Pasukan dengan jumlah yang luarbiasa besar telah bergerak dari Selatan! Jumlahnya diperkirakan lebih dari 200.000 prajurit." Jelas Ksatria Naga itu.
__ADS_1
Sierra yang mendengarkannya segera membuka matanya lebar-lebar seakan tak mampu mempercayai apa yang baru saja diucapkan Ksatria itu.
"Bukankah Wilayah Selatan adalah tanah tandus yang sejak lama ditinggalkan? Mengapa bisa ada pasukan sebesar itu? Lalu.... Apakah kau tahu pemimpinnya?" Tanya Sierra dengan sikap yang mulai gelisah.
Hal yang wajar karena untuk menghadapi kekuatan pasukan sebesar itu, kekuatan wilayah Barat yang saat ini masih belum mampu. Terlebih lagi karena hampir seluruh prajurit yang terlatih telah gugur ketika melawan Avacor.
"Tentang itu.... Kami juga tak tahu...." Balas Ksatria itu.
Kini, pikiran Sierra dipenuhi oleh prasangka buruk. Ia merasa bahwa sesuatu yang sangat besar akan terjadi dan mampu mengubah tatanan di dunia Iblis ini.
'Sekarang.... Apa yang harus ku lakukan?' Tanya Sierra pada dirinya sendiri.
Sementara itu....
...***...
...Wilayah Timur...
...Kerajaan Belphegor...
Seorang bangsawan nampak memasuki ruangan yang cukup megah itu setelah mengetuk pintu itu beberapa kali.
"Yang Mulia...."
"Kabar buruk kan? Aku sudah tahu akan hal itu." Balas Belphegor dengan santai sambil menikmati minumannya.
Bangsawan itu nampak kebingungan ketika ingin menyampaikan sesuatu. Hal yang wajar karena Ia sangat sayang pada nyawanya sendiri.
Jika saja dirinya menyinggung Belphegor bahkan sedikitpun, nyawanya tentu akan segera terancam.
Meski begitu....
"Apa yang akan kita lakukan kali ini? Bukankah jika dibiarkan, Kita akan kehilangan mangsa lagi?" Tanya Bangsawan itu dengan wajah yang terus menatap tanah.
'Tap! Tap! Tap!'
Belphegor melangkah secara perlahan ke arah bangsawan itu. Ketika Ia melewati meja kayu kecil yang indah, Belphegor berhenti sesaat untuk meletakkan gelas kacanya.
"Nampaknya kau salah paham akan beberapa hal. Yang pertama, lawan kita kali ini bukanlah mangsa mudah yang bisa dimakan setiap saat.
Kemudian yang kedua.... Aku akan bergerak secara langsung untuk menghadapinya. Hubungi pihak Sierra dan mintalah bantuan." Jelas Belphegor sambil segera meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
Bangsawan yang sebelumnya ketakutan bahwa dunia ini mungkin akan kembali jatuh dalam kegelapan... kini bisa sedikit bernafas lega.