
...[Ibukota Kerajaan Salvation, Reinard, telah hancur!]...
...[Sebuah Sihir Skala Besar telah digunakan!]...
...[Jumlah korban dari sihir skala besar itu terlampau banyak!]...
...[Lebih dari 50.000 Player, dan lebih dari 200.000 NPC telah mati setelah menerima serangan sihir skala besar itu!]...
...[Apa tindakan yang akan diambil oleh Raja Salvation, Chris, dalam menghadapi krisis ini?!]...
...[Pelaku sihir skala besar masih belum diketahui! Tapi banyak spekulasi mengarah ke sisa prajurit dari Kerajaan Farna adalah pelakunya!]...
"Apakah kau serius dengan itu, Elin?" Tanya Eric yang masih menikmati steak sapi di hadapannya.
"Sangat yakin." Balas Elin meneguk sebuah cairan berwarna merah di gelas kaca itu.
Mereka berdua saat ini sedang makan di rumah mereka sebelum melakukan aktivitas harian mereka. Sambil menikmati makanan, Eric dan Elin membicarakan mengenai apa yang baru saja terjadi dalam permainan Elin.
"Jadi kau bilang, Evan sialan itu sekarang memihak Chris, yang mana dia membuat sebuah ramuan yang sangat berbahaya?" Tanya Eric sekali lagi untuk memastikannya.
"Ya, lebih tepatnya ramuan yang mampu mengubah Chris yang bahkan tak pernah lengser dari 5 pemain terkuat di dalam leaderboard itu menjadi jauh lebih kuat lagi. Dia bahkan bisa menyaingi kecepatanku dalam mode Buff petir! Bisakah kau mempercayai itu?!" Teriak Elin sambil memukul meja makan.
"Oioi.... Tenangkan dirimu. Aku sangat menyukai meja ini kau tahu?" Balas Eric menahan pukulan kedua Elin.
"Ma-maaf...."
Percakapan antara mereka berdua pun terus berlanjut hingga jadwal memaksa mereka untuk berpisah.
'Tak ku sangka Evan mampu melakukan itu.... Jika dia bisa memproduksinya dengan massal....' Pikir Eric dalam hatinya sambil berjalan ke lantai bawah.
"Eric, aku tahu kau sedang kesulitan di dunia iblis. Tapi usahakan untuk segera kembali ke dunia manusia. Aku memiliki firasat yang sangat buruk tentang Evan." Jelas Elin sebelum berpisah dengan Eric.
Sebagai seorang Ibu, Elin kini memilih untuk mengambil cuti. Tujuannya ada dua, yaitu untuk merawat putrinya, Silvia, dan bermain Re:Life ketika sempat.
Bagaimanapun, Re:Life adalah salah satu sumber pendapatan terbesar keluarga Eric. Dan Elin memutuskan untuk segera membantu dengan mengembalikan kejayaan mereka di dunia manusia.
...***...
'Cekrik! Cekrek!!'
Lampu flash dari ratusan kamera itu terus menerus menerangi aula yang besar ini.
Terget mereka adalah seorang Pria dengan tubuh yang cukup besar dan kekar dengan rambut pirang yang rapi.
__ADS_1
Pria itu mengenakan setelan jas berwarna biru yang elegan.
"Tuan Chris! Bagaimana pendapat Anda mengenai kejadian ini?!"
"Seberapa besar kerugian yang diderita oleh Kerajaan Salvation?!"
"Apakah Anda akan bertanggung jawab atas bencana yang menimpa Kota Reinard ini?!"
"Bagaimana nasib para Player yang telah mendirikan kantor dagang, tempat tinggal, dan toko di Kota Reinard?!"
"Siapakah dalang dari bencana ini?!"
Rentetan pertanyaan para wartawan pun terus menerus dilontarkan ke arah Chris yang saat ini sedang berjalan ke arah podium dengan puluhan Mic itu.
Chris nampak melakukan pengecekan suara sesaat sebelum mulai berbicara.
"Harap tenang."
Itulah kalimat pertama yang dikeluarkan oleh Chris setelah berdiri dengan tegap di depan podium itu.
Seketika, seluruh wartawan pun mulai diam. Menyisakan hanya kilauan lampu kamera yang terus menerus berlanjut.
"Aku akan menjawab semua pertanyaan kalian, satu persatu. Sekarang akan aku mulai dari Anda, pemuda dengan baju kotak-kotak." Ucap Chris sambil menunjuk salah satu wartawan.
Nampak sedikit gugup, wartawan itu pun mempersiapkan dirinya untuk melontarkan pertanyaan yang paling panas saat ini.
Chris nampak mengambil nafas sesaat sebelum mulai menjawab.
"Caraku bertanggung jawab? Sederhana saja, aku akan memberikan kejayaan bagi siapapun yang mau mengikutiku, dan membantuku menghapuskan seluruh keberadaan musuh Kerajaan Salvation." Jawab Chris dengan tenang.
Chris pun segera menunjuk orang lain untuk mengajukan pertanyaannya. Kali ini adalah seorang wanita dengan rambut yang cukup panjang.
"Terimakasih atas kesempatannya. Pertanyaan kami adalah, apakah Anda mengetahui secara kasar, siapa pelakunya?" Tanya wanita itu dengan tenang.
"Aku tahu identitas mereka." Jawab Chris singkat.
Keheningan pun mulai menyelimuti ruangan ini selama beberapa saat. Semua orang nampak menanti kelanjutan dari perkataan Chris.
Tapi, meski dinanti berapa lama sekalipun, Chris sama sekali tak melanjutkan perkataannya. Melainkan, Ia menunjuk orang yang lain untuk bertanya.
Kehebohan pun mulai mengisi ruangan ini kembali.
"Tunggu! Kau tahu siapa pelakunya?!"
__ADS_1
"Bisakah Anda segera menyebutkan identitas pelakunya?!"
Tapi bukan mereka yang dipilih oleh Chris, melainkan seorang pemuda yang merupakan seorang mahasiswa itu.
Semua orang pun kembali terdiam setelah Chris membuat gestur untuk diam kepada semua orang.
"A-aku?! Ba-baiklah. Terimakasih banyak atas kesempatan Anda, Tuan Chris. Untuk pertanyaanku, mungkin akan mewakili semua orang yang ada disini. Jadi.... Siapakah sosok yang sebenarnya dari pelaku yang menghancurkan Kota Reinard?" Tanya Pemuda itu.
Chris nampak membenahi setelan jasnya itu sebelum menjawab.
"Pelakunya, adalah mantan Raja dari Kerajaan Farna, Arlond. Dan pendukungnya adalah mantan salah satu penguasa monster yang pernah dikecam dan dimusuhi oleh seluruh dunia, Elin." Jawab Chris dengan cukup detail.
Seluruh wartawan pun menjadi heboh. Mereka sama sekali tak menyangka bahwa nama pelaku, yang merugikan lebih dari 50.000 pemain itu, akan disebutkan secara langsung oleh Chris di tempat umum. Membuat seluruh dunia yang melihat Live acara ini pun mengetahuinya.
Pada akhirnya, jumpa pers itu menjadi semakin ramai dan ricuh. Chris pun nampak dengan senang hati menjawab semua pertanyaan mereka.
Waktu terus berlalu, hingga tak terasa, jumpa pers ini telah mencapai batas waktu yang telah Chris dan panitianya buat yaitu 3 jam.
Tapi pada saat acara hampir ditutup oleh panitia dan juga satuan keamanan, salah seorang wartawan berteriak ke arah Chris.
"Tuan Chris! Kumohon! Jawablah pertanyaanku! Aku mohon!" Teriak wartawan itu sambil berusaha melawan para petugas keamanan.
Chris yang menyadari hal itu pun segera membalik badan dan kembali ke arah podium.
"Baiklah. Satu pertanyaan lagi untukmu. Silakan."
Dengan kalimat itu, petugas keamanan pun segera melepaskan Wartawan itu dan memberikannya akses ke sebuah mic.
"Terimakasih banyak. Aku telah berusaha untuk menanyakan hal ini sejak awal tapi selalu gagal. Jadi seperti yang telah Anda katakan sebelumnya, bahwa Anda akan bertanggung jawab dengan memberikan kejayaan. Jadi kejayaan apa yang Anda maksud?" Tanya Wartawan itu.
Chris nampak tersenyum tipis mendengar pertanyaan yang telah lama Ia nantikan itu. Sebuah pertanyaan yang akan menggeser keseimbangan seluruh pemain di dunia manusia.
"Ramuan Beastification. Sebuah ramuan yang dapat mengubah karakter seorang pemain atau NPC menjadi hewan buas selama beberapa menit, meningkatkan seluruh status kalian setidaknya 3 kali lipat bahkan lebih.
Siapapun yang mau mengikutiku, akan memiliki kualifikasi untuk memperoleh ramuan itu."
Mendengar pernyataan itu, membuat semua orang baik yang hadir maupun yang sedang menonton acara itu meneguk ludahnya.
Mereka seakan tak mampu mempercayainya karena terdengar terlalu bagus.
Tapi bagi Chris yang merupakan salah satu tokoh besar di Amerika Serikat, untuk berbohong di depan publik, hampir mustahil untuk terjadi.
Oleh karena itu....
__ADS_1
Mereka semua dengan segera mulai berpihak ke dalam kubu Chris.
Sebuah Kubu, yang juga berambisi untuk menaklukkan seluruh Benua Tengah ini....