TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 336 - Lahirnya Pembawa Malapetaka


__ADS_3

...Dunia Iblis...


...Gunung Vesuvius...


Lebih dari 30 jam telah berlalu di lokasi pertempuran ini semenjak Eric dan Sierra memutuskan untuk bergabung.


Akan tetapi, kondisi dan keseimbangan pertarungan ini sama sekali tidak berubah. Bahkan justru semakin berat di sisi Beelzebub.


Hal yang wajar mengingat Legiun Abomination ini mampu menghasilkan monster baru dari jasad lawannya yang akan menuruti seluruh perintah tuannya. Termasuk Beelzebub dan Avacor.


"Hah... hah... hah...."


Sierra nampak mulai kehabisan nafasnya setelah pertarungan yang panjang ini.


Hampir seluruh pasukannya kini telah berubah menjadi monster dan melayani Beelzebub. Hal yang sama juga terjadi dengan pasukan Origin. Itulah mengapa Eric mengungsikan seluruh pasukannya yang tersisa ke dalam Dungeon.


"Tuanku, ini buruk. Jangankan mengurangi kekuatan mereka. Melawan mereka saja hanya akan menambah kekuatannya!" Ucap Lucien dengan keras sambil melihat ke arah Beelzebub.


Apa yang dikatakan Lucien memang benar adanya.


Semua itu didukung oleh kemampuan [Oracle Staff] Eric yang memberitahu informasi mengenai targetnya.


Level Beelzebub memang terus meningkat karena membantai banyak sekali pasukan musuhnya. Tapi yang lebih menyeramkan dari semua itu adalah sebuah kenyataan bahwa statusnya dapat meningkat bahkan tanpa naik level sekalipun.


Notifikasi itu terlihat di dalam pandangan Eric berkat kemampuan Oracle Staffnya.


[Strength telah meningkat sebesar 18 poin!]


[Vitality telah meningkat sebesar 11 poin!]


[Vitality telah meningkat sebesar 14 poin!]


Eric pun segera menyadarinya.


"Monster sialan itu terus bertambah kuat setelah memangsa targetnya. Dengan kata lain, melawannya dengan membawa banyak pasukan adalah ide yang buruk.


Tak hanya itu, Ia bisa menyembuhkan Health Point sesuai dengan target yang dimakannya. Benar-benar lawan yang buruk." Ucap Eric pada dirinya sendiri.


Meski begitu, pertempuran selama 30 jam lebih ini memberikan sedikit angin segar kepada Eric dan Sierra.


"Tenang saja, makhluk itu sudah kehabisan 9 dari 10 darahnya. Kita akan menghabisinya sekarang, Eric." Ucap Sierra sambil memperkuat pegangannya pada tombak hitam terkutuk itu.


Eric pun mengangguk dan mempersiapkan kembali [Amplification] miliknya. Kini di ujung tongkatnya, terlihat 3 buah lingkaran sihir merah yang akan memperkuat skill berikutnya dengan drastis.


Sementara itu, Sierra bekerjasama dengan Lucien untuk memberikan perlawanan jarak dekat.


"MAKANANKU! LAPARRRR!!!" Teriak Beelzebub dengan keras.


"Ya, aku sudah bosan dengan kalimatmu itu. Makanlah ini!"


Sierra melemparkan tombak hitam terkutuknya dari langit.


Tombak hitam yang diselimuti dengan api hitam yang sangat tebal, serta sedikit sambaran petir hitam itu melesat dengan sangat cepat ke arah Beelzebub.


...'ZRAAAASSSHHH!'...


Suara dari lesatan tombak itu jauh lebih keras daripada suara guntur. Suara dan kilatan warna hitam yang seakan membelah langit itu nampak begitu mengerikan.


Segera setelah tombak itu mengenai tubuh monster Beelzebub, ledakan api hitam pun segera terjadi. Sebuah ledakan yang melahap apapun di sekitarnya.

__ADS_1


Meski begitu, Beelzebub masih mampu bergerak dan melindungi tubuhnya sendiri dengan memanipulasi anggota tubuhnya untuk membentuk semacam perisai.


Lucien yang menyadari hal itu segera melesat ke arah Beelzebub dan menebas apapun yang ada di hadapannya dengan cakar raksasanya.


Tak ada sedikitpun senyuman di wajahnya. Sebuah fenomena yang jarang diperlihatkan oleh sosok gila seperti Lucien.


Sikap itu saja sudah menjadi bukti yang cukup bahwa lawannya kali ini sama sekali tak bisa diremehkan.


Sementara itu, tombak hitam terkutuk milik Sierra mulai terbang dan mengarah kembali kepada pemiliknya.


Pada saat semua orang nampak sedang bersemangat dalam menghabisi Beelzebub yang mulai melemah ini, sebuah teriakan yang keras terdengar dari atas langit.


"SEMUANYA! MENYINGKIR!!!"


Pada saat Lucien dan juga Sierra menoleh ke arah langit, cahaya merah tua yang cukup terang itu menyinari gelapnya langit di malam hari ini.


Keduanya membuka matanya lebar-lebar seakan tak mampu mempercayainya.


Itu semua karena Eric yang saat ini sedang berada di langit, nampak terjatuh tak terkendali.


Di ujung tongkatnya terlihat 4 buah lingkaran sihir berwarna merah berukuran sedang yang terus berputar dengan cepat. Sedangkan di bagian paling belakang, terlihat sebuah lingkaran sihir merah tua yang sangat besar.


Saking besarnya bahkan hingga mampu membuat seisi langit menjadi berwarna merah darah.


Dari semua amplifikasi itu, Eric melontarkan skill penghancur terkuatnya. [Extermination Ray].


Cahaya putih yang sangat terang mulai menggantikan nuansa merah darah di langit malam ini.


Sierra dan juga Lucien yang menyadarinya segera terbang menjauh dari tempat ini. Sama sekali tak memperhatikan bagian belakangnya, mereka berdua terbang sejauh mungkin yang mereka mampu.


Beelzebub yang tak mampu melakukan gerakan cepat pun hanya bisa terdiam di tempat.


Tepat di atasnya, sebuah cahaya putih yang hampir seterang sang mentari pun menyinari langit malam ini. Membuat seluruh penduduk di sekitar tempat ini berpikir bahwa pagi telah tiba.


'Sialan, aku hanya menambahkan satu lingkaran sihir saja, tapi ternyata lingkaran sihir ke lima jauh lebih berat daripada dugaanku!' Teriak Eric dalam hatinya.


Eric yang terjatuh dari langit karena tak mampu menahan beban berat dari lingkaran sihir amplifikasi ke 5 pertamanya itu pun mengirimkan cahaya putih yang sangat terang.


Sebuah cahaya yang meluluhlantakkan segala yang ada di hadapannya.


Termasuk Beelzebub.


'Bruuukk!'


Eric yang tak lagi memiliki tenaga untuk menahan badannya tetap terbang pun terjatuh ke tanah.


Di hadapannya, terdapat sebuah lubang raksasa yang sangat dalam. Sebuah lubang yang terbentuk karena sihir tingkat Unique [Extermination Ray] yang telah diperkuat dengan 5 lingkaran sihir amplifikasi.


Atau dengan kata lain, telah menjadi 32 kali lipat lebih kuat daripada yang seharusnya.


"A-apakah aku berhasil mengalahkannya?" Ucap Eric pada dirinya sendiri dengan tubuh yang sulit untuk digerakkan.


Hal yang wajar karena di hadapannya, terdapat sebuah notifikasi yang sangat mengerikan untuk dilihat di tengah Medan pertempuran.


[Anda telah kehabisan Stamina Point!]


[Anda telah menerima Extreme Fatigue, membuat Anda tak bisa bergerak selama 15 detik!]


[Seluruh status Anda telah berkurang sebanyak 66% karena Extreme Fatigue!]

__ADS_1


Tapi notifikasi yang dicarinya sama sekali tak dapat ditemukan.


'Beelzebub.... Apakah aku gagal membunuhnya?! Bahkan setelah semua ini?!'


Tepat di saat pemikirannya sedang kacau, notifikasi yang kembali mengguncang dunia iblis kembali muncul.


...[Raja Iblis Kuno, Beelzebub sang Rakus telah mati!]...


...[Seluruh dunia sangat berbahagia mendengar hal ini!]...


Seluruh pasukan Legiun Abomination pun berlarian setelah menyadari apa yang terjadi. Mereka kabur ketakutan tak hanya karena kekuatan Eric yang begitu mengerikan, tapi juga kematian Raja Iblis yang mereka layani.


"Hah.... Syukurlah...."


Eric pun melepaskan nafas leganya dan berbaring dengan santai di tanah.


Ia memandangi langit malam yang berhiaskan bintang-bintang yang indah, mengingat kembali pertarungan gila yang baru saja terjadi.


Tak lama, Lucien dan juga Sierra mendatangi Eric untuk memberikan bantuan.


"Tuanku! Kita berhasil!" Teriak Lucien dengan penuh rasa gembira dan puas setelah pertarungan sengit itu.


"Kau bertarung dengan baik untuk menghentikan makhluk gila itu. Sebagai terimakasih, aku akan memperpanjang gencatan senjata kita." Ucap Sierra dengan nada yang seakan meremehkan.


Eric sendiri sudah cukup senang dengan hasil ini.


Tapi ada suatu hal yang mengganjal pikirannya.


'Setelah membunuh boss sekuat itu, aku bahkan tak naik satu level pun? Apakah itu karna levelku sudah cukup tinggi?'


...***...


...Dasar lubang Extermination Ray...


...Beberapa saat sebelumnya.......


"Makanan...."


Beelzebub nampak telah hampir kehabisan seluruh darahnya. Mungkin hanya tersisa 1 atau 2% saja.


Dengan tubuh yang menjadi jauh lebih kecil dan lemah, Beelzebub bahkan tak mampu bergerak sedikitpun.


'Tap! Tap! Tap!'


"Menyedihkan sekali. Lihatlah dirimu itu, Beelzebub." Ucap seorang Iblis serangga yang tak lain adalah penasehat tertinggi Beelzebub, Avacor.


"Melihatmu hanya berteriak makan makan dan makan saja sudah membuatku ingin muntah. Tapi bahkan dengan semua kekuatan itu, kau sendiri tak mampu untuk memangsa lawanmu. Sungguh menjijikkan." Lanjut Avacor sambil terus mendekat ke arah Beelzebub yang tak lagi berdaya itu.


"Ka-kau...."


'Zraaasshh!'


Tangan kanan Avacor segera menembus tubuh Beelzebub, meraih jantungnya dengan sangat cepat.


Segera setelah itu, Beelzebub pun segera kehabisan Health Pointnya karena seluruh luka yang dideritanya.


"Tenangkan lah dirimu. Biarkan aku yang melanjutkan apa yang telah kau mulai." Ucap Avacor sambil menelan jantung Beelzebub.


Cahaya putih mulai membalut Avacor di dasar lubang ini.

__ADS_1


Sebuah cahaya, yang menandakan kematian Beelzebub....


Dan juga lahirnya kekuatan yang akan melampauinya.


__ADS_2