
...Dunia Iblis...
Di dalam sebuah ruangan yang gelap dengan dinding besi yang memiliki alur aneh itu, terdapat sosok dua orang Pria.
Salah satu dari mereka memiliki tinggi badan yang cukup rendah. Meski begitu, tubuhnya yang hanya ditutupi oleh kain coklat itu terlihat sangat kekar.
Sedangkan yang satunya lagi, nampak sedang berpose seakan memegang sebuah pedang walaupun tak ada senjata apapun di kedua tangannya.
'Swuuoosh!'
Meski begitu, Ia terus mengayunkan pedang imajinasi itu dengan sekuat tenaga.
"Valiant, bisakah kau berhenti melakukan itu? Cukup mengesalkan melihatmu melakukannya." Ucap Pria pendek bertubuh kekar itu. Ia adalah Thilmir, sang Guardian Dwarf.
"Aku harus segera membunuh Eric, apapun yang terjadi." Balas Valiant dengan wajah yang sangat serius dan dipenuhi oleh kemarahan.
Meski begitu, penampilannya sangatlah tidak sesuai dengan kondisi saat ini.
Itu karena mereka berdua, saat ini sedang berada dalam penjara bawah tanah paling kokoh di salah satu wilayah Ratu Iblis.
Semua ini terjadi sesaat setelah mereka pergi ke dunia Iblis melewati World Rift yang ada.
Dan mereka muncul tepat ruang yang hampir serupa dengan yang ada di bawah tanah Menara Kebijaksanaan. Yaitu sebuah ruangan penyegelan kekuatan.
Tapi perbedaannya adalah, mereka dengan segera ditangkap oleh iblis yang menjaga tempat itu.
Dan di sinilah mereka sekarang.
'Klaaaaaang!'
Terdengar suara pukulan antara logam dengan logam yang sangat nyaring. Suaranya menggema hingga ke seluruh penjara bawah tanah di tempat ini.
Termasuk ruangan yang dihuni oleh kedua Guardian itu.
Dari balik gelapnya lorong tahanan dan juga pintu baja itu, terlihat sosok seorang Pria yang berasal dari ras Draconic. Meskipun... tak ada yang tahu Draconic elemen apa mereka.
"Yang Mulia telah datang untuk mengunjungi kalian berdua. Berbahagialah untuk itu, karena aku akan membuka pintu ini. Tapi jangan memikirkan hal bodoh seperti mencoba kabur dari sini, karena tak hanya ruanganmu saja, seluruh penjara bawah tanah ini telah disegel dengan Rune [Weakening]." Jelas penjaga penjara itu panjang lebar.
Meskipun penjelasannya sepanjang itu, Valiant dan juga Thilmir hanya bisa fokus pada satu hal saja.
__ADS_1
Yaitu kenyataan bahwa penguasa tanah ini akan mendatangi mereka.
'Seperti apa sosok yang disebut sebagai Yang Mulia ini?' Pikir Valiant dalam hatinya sambil menurunkan tangan yang seakan sedang memegang pedang itu.
Tanpa menunggu lebih lama, sang penjaga itu pun membuka pintu baja itu. Membuat sosok pemimpin tempat ini terlihat dengan sangat jelas.
Wanita itu memiliki rambut hitam panjang yang begitu elegan dengan zirah berjenis 'Scale' atau sisik yang juga berwarna hitam. Zirah itu menutupi hampir seluruh tubuhnya dari leher hingga ujung kakinya. Membuat tak sedikitpun bagian tubuh selain wajahnya yang begitu menawan itu terlihat.
Telinga wanita itu cukup runcing dan panjang yang juga nampak dilindungi oleh Scale Armor yang tipis dan ringan. Sedangkan warna bola matanya yaitu hitam pekat.
"Katakan, apakah benar kalian Guardian yang menjaga dunia manusia?" Tanya Wanita yang disebut-sebut sebagai pemimpin wilayah ini.
Sebelum Thilmir sempat berteriak untuk menjawab, Valiant dengan sigap menghentikannya.
"Apa untungnya bagi kami untuk menjawab pertanyaan itu?" Tanya Valiant kembali karena merasa sosok yang ada di hadapannya itu sama sekali tak bisa dipercaya.
"Tak perlu terlalu waspada seperti itu. Untuk menjawab pertanyaanmu, jika kalian memang seorang Guardian, maka kami akan membiarkan kalian hidup. Tentunya dengan sebuah syarat." Jawab Wanita misterius itu.
"Membuat keputusan dengan iblis bukanlah... Guhh!!"
Valiant dengan cepat memukul dada Thilmir karena mengocehkan hal yang bisa saja membuat keduanya mati.
Itu semua karena Valiant telah melihatnya.
'Wanita ini.... Benar-benar berbahaya. Mungkin akan lebih baik untuk mengikuti kemauannya.'
"Baiklah. Katakan dulu apa syaratnya?" Tanya Valiant sekali lagi.
"Tentu saja. Jika kalian memang benar seorang Guardian, maka syaratnya sangatlah mudah bagi kalian. Yaitu untuk segera pergi dari dunia kami dan jangan pernah kembali. Bukankah kalian hanya bertugas untuk menjaga dunia manusia?" Ucap Wanita itu dengan wajah datar yang sama seperti sebelumnya.
Mendengar syarat itu, Valiant merasa sedikit keberatan. Bagaimana tidak, itu karena alasan utama dirinya dan juga Thilmir kemari adalah untuk membunuh Eric sesegera mungkin.
Tapi mengharuskan dirinya pergi dan meninggalkan targetnya untuk selamanya? Lalu menunggu kehancuran umat manusia?
"Maaf tapi kurasa syarat itu terlalu berat bagiku." Jawab Valiant dengan tatapan yang tegas.
Kali ini, Wanita misterius yang ada di hadapan mereka berdua merubah ekspresinya. Ia menyipitkan kedua matanya dan sedikit mengerutkan bibirnya yang berwarna merah muda itu.
"Berikan alasannya." Ucap Wanita itu sambil berusaha untuk tetap tenang.
__ADS_1
Saat itu juga, Valiant merasa kebingungan.
Haruskah dirinya menjawab bahwa mereka kemari untuk memburu seorang Raja Iblis yang baru saja terlahir?
Lagipula, apakah Wanita misterius yang kemungkinan besar adalah seorang Ratu Iblis di wilayah ini, akan menerima alasan Valiant dan membiarkannya membunuh Raja Iblis lainnya?
Di saat Ia masih kebingungan memikirkan apa yang sebaiknya Ia lakukan saat itu, Thilmir telah berteriak seenaknya sendiri. Membeberkan alasan yang sebenarnya mereka pergi ke dunia Iblis ini.
"Kami memburu Raja Iblis baru yang mengacaukan dunia manusia! Segera setelah kami membunuhnya, kami akan de...."
Valiant pun dengan segera membungkam mulut Thilmir yang mengocehkan kebenaran itu.
"Maaf, kawanku ini mengocehkan omong kosong yang...."
Tapi tanpa di sangka siapapun. Wanita misterius yang ada di hadapannya itu sama sekali tak menunjukkan perubahan ekspresi apapun. Ia bahkan mengendurkan wajah kesalnya yang sebelumnya itu.
"Kalau hanya masalah seperti itu, serahkan saja kepada kami. Dengan senang hati kami akan membantu kalian memburu penjahat yang membuat keonaran di dunia manusia itu." Ucap Wanita itu kembali dengan wajah datarnya.
Valiant dan juga Thilmir seakan tak bisa mempercayai apa yang baru saja mereka dengar.
"Ma-maaf.... Apakah kau serius dengan itu?" Tanya Valiant sekali lagi untuk memastikan.
Wanita itu pun mengangguk secara perlahan sambil menjawab pertanyaan Valiant.
"Tentu saja. Kami adalah pihak yang netral di dunia ini karena menjaga World Rift yang menghubungkan antar dua dunia. Dengan kata lain, kami sama sekali tak keberatan untuk membunuh pengacau yang berasal dari dunia manusia.
Begitu juga sebaliknya. Kami takkan segan-segan untuk membunuh siapapun yang berencana untuk mengacaukan dunia Iblis. Baik itu iblis, manusia, bahkan dewa sekalipun." Jelas Wanita itu dengan panjang lebar sambil mengulurkan tangan kanannya ke arah Valiant dan juga Thilmir.
"Jadi, apakah kalian mau meninggalkan tempat ini dengan damai dan membiarkan kami menyelesaikan masalahmu?" Tanya Wanita itu sekali lagi.
"Kau.... Baiklah. Aku akan menerima permintaanmu. Tapi berjanjilah pada kami, bahwa kau akan benar-benar memburunya."
Tanpa di sangka, wanita itu justru tersenyum tipis mendengarkan perkataan Valiant.
"Aku, Sierra, salah satu Ratu Iblis yang menguasai wilayah ini, bersumpah akan memburu target kalian. Sekarang.... Jelaskan lah ciri-ciri target kalian dengan baik."
Pada saat itulah....
Kejadian yang tak pernah diduga dan juga diinginkan baik oleh Eric maupun Deus telah terjadi.
__ADS_1
Sebuah kenyataan....
Bahwa mereka akan menjadi target perburuan yang nyata di dunia iblis yang seharusnya menjadi tempat pelarian mereka itu.