TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 394 - Pertarungan Akhir


__ADS_3

"Huwaaah! Wujudmu benar-benar menjijikkan sekali ya?" Ucap Eric pada dirinya sendiri sambil merasa merinding ketakutan.


Lawan yang seharusnya sudah mati di hadapannya, kini telah bangkit kembali dengan tubuh yang jauh lebih kuat. Hanya saja....


'Tak memiliki Mana Point ya? Dengan kata lain dia hanya monster dengan kekuatan fisik yang besar saja kan?' Pikir Eric sambil sedikit tersenyum. Semua itu terjadi setelah mengintip status lawannya dengan Oracle Staff.


Status Strength, Agility, Vitality dan juga Stamina dari Belphegor telah meningkat setidaknya 20 kali lipat. Tapi sebagai gantinya, Intelligence darinya kini menjadi bernilai 0.


Membuatnya hanya menjadi monster yang hebat dalam menggunakan kekuatan fisiknya.


Tapi karena itulah....


'Bruk! Bruk! Bruk! Blaaarrr!!'


Makhluk dengan wujud mengerikan itu bergerak dengan sangat cepat menabrak apapun yang dilaluinya. Semuanya hancur lebur tak bersisa.


Semua prajurit yang ada di hadapannya pun mati dengan sangat cepat. Hanya saja, Eric yang kini berada di udara bisa terbang dengan tenang.


Bagaimana tidak?


"Kau.... Jangan katakan kau tak bisa terbang?" Ucap Eric dengan senyuman yang lambat laun makin melebar.


Eric pun mencoba melontarinya dengan sihir Fireball untuk memastikan.


'Blaaarrr!'


Bola api dengan ukuran sebesar 5 meter itu menghantam tubuh Belphegor itu. Notifikasi damage yang tak begitu mengenakkan pun muncul. Hanya saja....


...[Anda telah memberikan 2.853 damage!]...


Damage yang sangat kecil. Tapi sebaliknya, Belphegor hanya bisa menatap Eric dengan tatapan penuh dengan kebencian tanpa bisa melakukan apapun.


8 tangannya nampak berusaha sekuat tenaga untuk meraihnya. Tapi hasilnya nihil. Tangan yang tak lagi memiliki kekuatan sihir itu tak mampu melakukan apapun kepada Eric yang berada di udara setidaknya setinggi 50 meter lebih.


Saat itulah, sebuah senyuman yang terlihat begitu licik dan juga begitu mengerikan tergambar dengan sangat jelas di wajah Eric.


"Fufufu.... Jadi tak bisa ya? Aah, aku mengerti sekarang. Kau yang seharusnya menjadi Boss terakhir di dunia manusia, tentunya harus bisa dikalahkan bukan.


Dan tujuan dari keberadaanmu adalah untuk menghancurkan sebanyak mungkin dengan kemampuan fisikmu itu. Fufufu.... Sayang sekali, kau memilih lawan yang salah." Ucap Eric dengan panjang lebar sambil terus tersenyum lebar.

__ADS_1


Belphegor yang tak begitu mendengarnya hanya bisa terus menerus menggerutu. Kesal karena tak mampu meraih Eric yang ada di udara, Ia pun mulai menghancurkan seluruh peradaban di dalam dunia Manifestasi ini.


Sedangkan Eric? Ia telah memastikan bahwa kemenangan ada di depan matanya.


Yang dibutuhkan hanyalah waktu untuk meraih kemenangan itu.


......***......


Pertempuran yang terjadi di luar dunia Manifestasi masih berlangsung dengan sangat sengit. Hanya saja, pasukan Eric memiliki keunggulan terhadap pasukan Belphegor.


"Seraaaang!" Teriak sang Komandan dengan suara yang begitu lantang. Bersamaan dengan itu, ribuan tombak dihunuskan ke arah depan. Membunuh ribuan prajurit lawannya dengan mudah.


Pada barisan belakang, pemanah dan juga pengguna alat berat mampu menyerang dengan sangat mudah ke barisan pasukan lawan.


Sedikit demi sedikit, mulai mengikis jumlah mereka.


Tapi pasukan yang berkontribusi paling besar dalam perang ini tak lain adalah Ksatria Penunggang Naga milik Sierra yang terus bergerak kesana kemari sambil membakar medan pertempuran ini.


"Huwaaaaa! Kita akan kalah!"


"Komandan! Lakukan sesuatu!"


Merasa bahwa mereka telah mulai kalah, dan juga tanpa adanya kehadiran Tuan mereka yaitu Belphegor.


Dengan berbagai faktor itulah, pasukan dari Belphegor mulai terpecah.


Pada awalnya hanya ada ratusan dari mereka yang melarikan diri dari pertempuran ini. Tapi setelah itu, mereka yang melihat prajurit yang kabur pun juga ikut melarikan diri.


Hingga akhirnya, puluhan dari mereka mulai melarikan diri dan meninggalkan barisan formasi pasukan. Membuat celah yang lebar bagi pasukan Eric untuk memburu mereka semua.


Pada akhirnya, setelah pengejaran yang berlangsung lebih dari dua jam, pasukan Eric telah berhasil menyapu bersih semua lawannya. Tanpa ada satu pun yang tersisa.


"Jika mereka tetap pada barisannya dan bertarung, mungkin mereka bisa memberikan perlawanan yang lebih baik." Ucap Jendral Orc itu sambil memperhatikan medan pertempuran ini.


Semua yang tersisa adalah bawahannya.


Meski telah memenangkan pertempuran ini, tak ada satu orang pun yang meneriakkan kemenangan. Penyebabnya hanya ada satu.


"Tuan Eric belum kembali. Semuanya! Kelilingi lokasi kubus hitam itu dan bersiap untuk kembali bertempur! Bisa jadi Belphegor dapat melarikan diri bahkan dari sihir agung milik Tuan Eric!" Teriak Jendral pasukan itu kepada seluruh pasukannya.

__ADS_1


Dengan segera, mereka semua membuat formasi melingkar dengan dinding perisai dan tombak di bagian terdepan dan pemanah serta penyihir di bagian belakang.


Pengguna alat berat yang ada pun harus kembali ke lokasi alat berat itu berada. Hal yang wajar karena peralatan itu begitu besar dan berat sehingga tak mampu untuk bergerak. Hanya bisa digunakan di tempat dimana mereka dibangun.


Kesunyian menyelimuti barisan pasukan ini. Tak ada satu orang pun yang berbicara.


Mereka semua menanti kubus hitam itu terbuka. Baik maupun buruk. Mereka telah mempersiapkan diri mereka sebaik mungkin. Bahkan jika harus mati sekalipun, mereka akan dengan senang hati untuk menyerahkan nyawa mereka.


Sebagai langkah pencegahan, mereka juga mengirimkan 5 Ksatria Penunggang Naga untuk kembali ke Wilayah Barat. Memberikan seluruh informasi hingga detik ini kepada Sierra.


Semua itu dengan harapan jika Eric sekalipun gagal dalam mengalahkan Belphegor, tentunya Tuan dari para monster ini bisa memberikan luka yang besar kepada lawannya. Menyisakan Belphegor yang telah melemah untuk dihabisi para Iblis yang lain.


Hanya sedikit....


'Kreetaakk!'


Kubus hitam itu mulai retak secara perlahan. Sebuah retakan yang mulai membuka kubus hitam itu.


"Persiapkan diri kalian! Sesuatu akan muncul dari kubus itu!" Teriak sang Jendral Orc dengan keras.


Semua prajurit pun mulai bersiap.


Para Ksatria mulai mengangkat perisai mereka, mengangkat tombak mereka, dan menguatkan pijakan kaki mereka.


Sedangkan para pemanah mulai menarik busur mereka dengan anak panah yang tajam itu.


Ribuan lingkaran sihir pun mulai terlihat di sekeliling medan pertempuran ini. Berbagai jenis sihir penguat atau Buff, serta berbagai jenis sihir penyerang dan pelindung.


Semuanya telah disiapkan untuk menyambut apapun yang akan muncul dari balik kubus hitam itu.


Hingga akhirnya....


'Pyaaaaarrr!!!'


Kubus hitam itu pecah dan memperlihatkan sosok seorang Pria dengan rambut hitam. Sepasang sayap kelelawar tumbuh di punggungnya. Matanya yang berwarna merah darah itu mampu memberikan aura intimidasi yang sangat kuat kepada siapapun.


Pada tangan kanannya terlihat sebuah tongkat sihir berwarna perak yang indah. Sedangkan tangan kirinya terdapat sebuah buku hitam yang terbuka lebar.


Dengan senyuman yang terbuka lebar....

__ADS_1


"Yoo, kalian semua. Maaf aku terlambat, tapi aku butuh waktu untuk mencoba berbagai sihir yang ditawarkan di dalam buku ini. Terlebih lagi, aku menemukan samsak yang sempurna." Ucap Pria itu yang tak lain adalah Eric.


__ADS_2