
...[Sarang Naga]...
...[Lantai B10]...
Mengetahui bahwa satu-satunya jalan kabur tidak bisa digunakan, Eric pun membalik badannya dan berpikir sekuat tenaga.
'Apa yang harus kulakukan....' Pikir Eric dalam hatinya sambil terus memperhatikan naga itu.
Naga itu nampak beberapa kali mengayunkan serangan ke arah Tharkas. Tapi semuanya dapat ditahan dengan mudah. Terlebih lagi gerakannya yang cukup lambat itu membuat siapapun mudah mengantisipasi atau menghindari serangan yang dilancarkan.
Dengan kata lain....
'Monster ini hanya tebal dan berat, selain itu Ia tak terlalu berbahaya. Di satu sisi, Tharkas mampu mengimbangi daya serang yang dilancarkan oleh naga itu. Sebuah berita yang bagus.' Pikir Eric sambil tak henti-hentinya memperhatikan setiap detail yang diberikan oleh naga itu.
"Awas! Dia akan menyemburkan api!" Teriak Tharkas dengan keras.
Naga tua itu mengangkat kepalanya ke atas, memperlihatkan lehernya yang bersisik itu mulai menyala dengan warna merah. Membuat goa yang gelap ini memperoleh penerangan.
Segera setelah beberapa saat, Naga itu menurunkan kembali kepalanya dan menyemburkan api merah yang sangat besar.
...'SWUUUOOOSSSHHH!!!'...
Alih-alih mengenai targetnya, api itu justru menyebar ke samping seakan menabrak sesuatu.
Tharkas yang sudah mempersiapkan dirinya untuk menahan api itu pun terkejut. Bahwa tepat di hadapannya, terdapat sebuah perisai kristal dengan bentuk seperti prisma.
Perisai itu tak hanya menahan semburan api itu, tapi juga membelokkannya ke samping sehingga seluruh anggota tim ekspedisi ini tidak terkena.
Di bagian paling belakang, Eric terlihat sedang mengarahkan tongkat sihirnya ke depan dengan tatapan wajah yang sangat serius.
"Bisakah kau berhenti sejenak? Aku sedang berpikir." Ucap Eric sambil mengaktifkan [Crystal Shield] miliknya.
Di hadapannya, terlihat rentetan notifikasi yang menunjukkan damage yang diterimanya.
[Crystal Shield telah menerima 218.552 damage!]
[Crystal Shield telah menerima 185.927 damage!]
[Sisa HP Crystal Shield : 298.248.815]
[Crystal Shield telah .... ]
'Hmm.... Apakah aku membuat perisai ini terlalu kuat? Atau naga itu memang tak sekuat yang kupikirkan?'
Eric terus memperhatikan semua detail yang ada.
Memang benar, bahwa daya serang dari Naga ini jauh lebih rendah dari apa yang diperkirakan oleh Eric. Tapi permasalahannya, Defense yang dimilikinya bahkan jauh melampaui Behemoth sekalipun yang merupakan Raja Iblis Kuno.
Jika begitu, kenapa Naga ini tidak termasuk Raja Iblis? Bukankah kekuatannya bahkan bisa menyaingi Behemoth?
__ADS_1
Alasannya mungkin ada beberapa, tapi yang jelas....
'Dia pasti jauh lebih lemah dari Behemoth. Yang harus ku lakukan hanyalah mencari kelemahannya. Sialan! Di saat seperti ini Cathy tidak hadir. Kekuatannya menganalisa sangatlah sederhana, tapi mengetahui seluruh kelemahan lawannya itu sudah sangat curang!' Teriak kesal Eric dalam dirinya sendiri sambil terus menahan sihirnya.
Setelah hampir satu menit, akhirnya naga tua itu berhenti menghembuskan nafas apinya yang mengerikan itu.
Crystal Shield milik Eric sendiri hanya menerima kerusakan sebesar 10%. Memperjelas betapa lemahnya daya serang naga itu dibandingkan dengan pertahanan Eric.
"Terimakasih banyak, Tuanku. Kau telah menyelamatkan kami." Ucap Tharkas dengan sedikit menoleh ke arah Eric.
Rilletr dan juga Verara pun mengikuti dengan sedikit menundukkan kepala mereka.
"Bukan hal yang seberapa. Yang lebih penting lagi, teruslah buat naga itu sibuk. Aku ingin mengamatinya lebih lanjut." Ucap Eric sambil berjalan dengan santai mendekati naga itu.
Sementara itu Lucien....
"Maafkan aku telah gagal, Tuanku." Ucap Lucien sambil berlutut dihadapan Eric.
"Apa yang kau lakukan? Kita berada di tengah pertarungan." Balas Eric singkat.
Tapi Eric sadar, jika bahkan cakar Harpy Empress itu pun tak bisa melukai naga itu, maka hampir tak ada hal lain yang bisa melukainya.
Meskipun ada, mereka masih harus menembus Health Point naga itu yang jumlahnya terlampau gila.
Itulah kenapa....
"Buat dia sibuk, Lucien. Aku akan mencari kelemahannya."
Pada saat keempat orang itu sibuk, Eric terus menerus memperhatikan pola serangan, status, health Point, dan semuanya.
'Regenerasinya lambat, tapi cukup cepat jika memperhatikan defense gilanya. Kemudian....'
Beberapa menit berlalu dengan Eric yang hanya terdiam dan memberikan skill perisai sesekali untuk menutupi kesalahan bawahannya.
Pada saat itulah.... Ia melihatnya.
Sebuah bagian paling tipis dari tubuh Naga tua itu. Bagian itu nampak seperti sebuah selaput tipis yang hanya akan terlihat pada saat-saat tertentu.
Dan saat itu adalah....
"Awas! Dia akan kembali menyemburkan nafas api! Tuan Eric, tolong bantuannya!' Teriak Tharkas sambil mempersiapkan dirinya.
Ketiga orang yang lain pun segera bersembunyi di belakang tubuh besar Orc itu. Sedangkan Eric segera memasang perisai kristal dengan bentuk prisma tepat di hadapan mereka.
Akan tetapi....
'Tap! Tap! Tap!'
Segera setelah memasang perisai itu, Eric justru berlari keluar dari jangkauan perlindungan perisai. Membuat dirinya sendiri berada dalam bahaya.
__ADS_1
"Tuan Eric! Apa yang...."
"Kalian diam disana. Aku ingin memastikan sesuatu." Balas Eric singkat.
Setelah berlari mendekati naga tua itu, Eric pun memperhatikan bagian leher naga tua itu ketika akan menghembuskan nafas apinya.
Dan benar saja.
Pada saat naga itu mengangkat kepalanya untuk mempersiapkan semburan api, Eric menemukan selaput tipis di bagian lehernya. Sebuah selaput yang nampaknya berguna untuk mengeluarkan suhu berlebih dari api yang ada di dalam tubuhnya.
'Ketemu!' Teriak Eric dalam hatinya sambil segera mengarahkan tongkat sihirnya ke leher naga itu.
Di bagian depan tongkat sihir Eric, terlihat tiga buah lingkaran sihir berwarna merah tua. Lingkaran sihir itu mulai berputar dengan cepat setelah cahaya biru muncul di ujung tongkat itu.
Meski begitu, Eric sangat membahayakan dirinya sendiri. Ia berada tepat di hadapan naga tua yang sedang bersiap untuk menyembur.
Pertandingan kecepatan antara mereka berdua pun dimenangkan dengan mudah oleh Eric yang menggunakan sebuah sihir yang cukup sederhana, dan memiliki tingkat aktivasi yang sangat tinggi.
'Lightning Chain!' Teriak Eric dalam hatinya. Bersamaan dengan itu juga, cahaya biru yang sebelumnya telah muncul di ujung tongkat Eric, kini telah menjadi sangat jelas.
Sebuah sihir petir yang akan membelah dan menjadi semakin banyak ketika mengenai target.
Lalu apabila target itu adalah bagian dalam tubuh naga yang besar ini?
...'ZRAAAATTT!!! JDAAARRRR!!!'...
Kilatan biru itu jauh lebih cepat daripada api yang akan dihembuskan oleh sang naga.
Hanya dalam kedipan mata, petir itu telah menembus lapisan tipis di bagian leher naga itu. Melubanginya dan menyambar seluruh tubuh naga itu dari dalam.
Rentetan notifikasi yang hampir tak bisa lagi untuk dihitung itu mulai memenuhi pandangan Eric.
Bersamaan dengan itu, api yang terkumpul di dalam tubuh Naga itu meledak dengan kuat karena tak lagi terkendali.
...'BLAAAARRR!!!'...
Eric yang masih berdiri di hadapan naga itu hanya diam. Bukan karena tidak bisa bergerak atau merasa panik. Tapi justru sebaliknya.
Eric sangat yakin bahwa ledakan seperti itu bahkan tak akan melukainya lebih dari 10%.
Meski begitu....
'Tap! Klangg!!!'
Tharkas yang melihat kejadian itu segera berlari dan berdiri tepat di depan Eric. Meletakkan perisai besarnya ke tanah lalu menahan hampir semua ledakan yang terjadi.
"Terimakasih." Ucap Eric singkat sambil memperkuat pertahanannya dengan perisai kristal yang tipis tapi berukuran besar.
Bersamaan dengan ledakan itu, kelompok ekspedisi ini pun akhirnya mampu melihat secercah harapan.
__ADS_1
Ketika mereka melihat, bahwa Health Point naga itu telah berkurang sebesar 3%.