TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 406 - Pertarungan


__ADS_3

'Klaangg! Kraangg! Ctaangg!'


Tubrukan antara besi terus menerus terdengar menggema memenuhi ruangan ini.


Di satu sisi, Angie berdiri sendirian dengan segala kemampuan dan pengalamannya yang telah diasah selama ini.


Sementara itu di sisi lain, terdapat 3 orang NPC tingkat tinggi yang memang telah diprogram untuk memiliki kekuatan yang besar.


Tak hanya itu, mereka juga dilengkapi dengan kecerdasan yang tinggi. Memungkinkan pemilihan gerakan, penggunaan skill, dan pemanfaatan situasi yang jauh lebih mumpuni.


Bahkan jauh lebih baik daripada sebagian besar Ranker yang ada.


Meski begitu....


"Thilmir! Tahan dengan benar!" Teriak Cylene dengan wajah yang terlihat begitu kesal.


"Bodoh! Kau pikir serangannya itu selemah apa?!" Balas Thilmir yang juga terlihat begitu kesal.


Sementara itu, Valiant berusaha sekuat tenaga untuk menemukan celah dari pertahanan yang dibuat oleh Angie.


'Zraaatt! Klaaangg!!'


Tebasan yang sangat kuat dan cepat dari Valiant berhasil di tahan dengan sebuah perisai besar yang tiba-tiba muncul di tangan kanan Angie.


Sebuah teknik Quick Swapping yang telah diasah hingga tingkat tertinggi yang mungkin dilakukan oleh seorang pemain.


"Cih!"


Tak ada satupun serangan yang mampu mengenai Angie dengan telak. Antara serangan itu dihindari atau ditahan dengan mudah.


Hal yang membuat para Guardian itu kebingungan hanya satu.


Kenapa Angie, seorang manusia dan seorang pemain, bisa mampu menandingi status dan level Guardian yang begitu tinggi itu.


Jawabannya terlihat cukup sulit untuk ditemukan.


Tapi terkadang, jawaban yang benar adalah jawaban yang paling sederhana.


Hal itu terjadi karena Angie sendiri memiliki status yang jauh lebih tinggi daripada para Guardian itu sendiri. Semua itu karena Angie selalu berburu dan melakukan leveling jauh melampaui semua orang.


Di saat semua orang sibuk dengan peringkat pertama, atau puas karena telah menduduki peringkat pertama di Leaderboard, Angie dan Rebellion mengabaikan semua itu.


Sesaat setelah menahan serangan dari Valiant, perisai besar itu segera menghilang. Tergantikan oleh sebuah tombak Mithril yang panjang. Dan dengan cepat....


'Zraaaattt!'


Angie mengayunkannya tepat ke arah leher Valiant.


'Zraassshh!'


Valiant menghindarinya dengan cepat. Hanya saja, Ia terkena sedikit goresan dari serangan Angie.


[Anda telah memberikan 73.519 damage!]


Senyuman yang tipis terlihat di wajah Angie setelah melihat notifikasi itu. Ia menyadari bahwa kekuatan serangannya jauh melampaui pertahanan Guardian manusia itu.


Sekarang permasalahannya....


'Syuuutttt! Syyuuuttt! Syyuuuttt!!'


Puluhan anak panah melesat ke arah Angie. Tapi dengan memanfaatkan ski [Air Walk] miliknya, Ia mampu menghindar dengan mudah karena dapat melompat di udara.


Sebagai balasan, Angie melemparkan ratusan pisau kecil yang diambil dari Inventorynya secara langsung.

__ADS_1


'Braakk! Sraagg! Jlebb! Sraakk!'


Sebagian besar dari pisau itu tidak mengenai apapun selain tanah. Tapi bukan karena Angie meleset, melainkan sebagai sebuah jaminan bahwa lawannya takkan bergerak ke arah tersebut karena akan terkena serangan pisau.


Sedangkan sisanya, semuanya mengenai tepat di tubuh Cylene dan juga Thilmir.


Dengan kata lain....


Sebuah pengorbanan yang diperlukan untuk mencapai tujuannya.


"Cepat sekali...." Ucap Thilmir sambil menurunkan perisainya yang kini penuh dengan anak panah dan juga pisau itu.


Di sisi lain, tubuh Cylene yang hanya mengenakan pakaian biasa tanpa adanya zirah pelindung mengalami luka yang cukup parah.


Puluhan pisau menancap di sekujur tubuhnya. Terutama pada lengannya.


"Wahai roh angin.... Berikanlah diriku kekuatan." Ucap Cylene kini dengan tatapan yang mengerikan.


Seketika, tubuhnya diselimuti oleh angin yang sangat kencang dan kuat. Melepaskan seluruh pisau yang menancap di tubuhnya sekaligus menyembuhkannya.


Angie yang melihat hal itu hanya tersenyum sambil mengarahkan jari telunjuk tangan kirinya ke arah Cylene.


"Fireball." Ucap Angie.


Pada saat itu juga, sebuah bola api muncul di depan tangan kirinya dan melesat tepat ke arah Cylene.


Dengan tubuhnya yang telah diselimuti oleh angin, Cylene memiliki kecepatan gerakan yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Menghindari bola api kecil seperti itu tentu saja adalah hal yang mudah.


'Tapp! Blaaarrr!!!'


Dengan menghentakkan kakinya ke tanah, Cylene melesat ke udara tepat ke arah Angie berada.


Tangan kanannya membawa sebuah pedang pendek dengan bentuk melengkung yang unik. Sebuah pedang ciri khas dari ras Elf.


Dengan cepat....


'Zraaasssshhhh!!!'


Sebuah tebasan yang sangat kuat.


Valiant yang memperhatikan situasi emas itu pun ikut memberikan serangan dari arah belakang Angie.


Timingnya benar-benar sempurna.


Dua buah pedang itu seakan-akan siap untuk memenggal kepala Angie dari dua sisi sekaligus.


Meski begitu.... Ada satu pertanyaan yang tertinggal pada dua Guardian itu.


'Kenapa kau masih tersenyum?'


Tentu saja, padahal dua buah pedang telah berada tepat di depan lehernya. Tapi kenapa Ia masih sempat untuk tersenyum?


Hasilnya....


'Srruuuttt!!'


Sebuah gerakan yang sangat sederhana.


Mereka berdua lupa bagaimana cara Angie berada di udara ini. Yaitu dengan mengubah udara menjadi pijakannya. Dengan kata lain, jika pijakan itu dihilangkan....


'Swuuussshh!!!'


Dua buah pedang itu hanya melewati bagian atas kepala Angie. Memotong sebagian rambut pirangnya yang acak-acakan itu.

__ADS_1


Tanpa menyia-nyiakan sedikitpun kesempatan, Angie segera membuat pijakan dengan sudut yang sedikit miring, mengarah ke atas.


'Taappp!!!'


Dengan cepat, Angie melompat pada pijakan itu dan melesat tepat ke arah Cylene berada. Semua itu dengan kecepatan yang bahkan melampaui Cylene dalam kondisi Buff miliknya.


Sesaat setelah sampai di samping tubuh Cylene yang kini menoleh ke arah Angie dengan wajah terkejut itu....


Angie mengarahkan telapak tangan kirinya kepada Cylene. Atau tepatnya.... Kepada angin yang melindungi Cylene dengan sangat kuat itu.


"Incineration." Ucap Angie dengan cepat.


Seketika, semburan api yang kuat muncul dari telapak tangan kiri Angie.


Sesuai dengan hubungan antar elemen, angin selalu menguatkan api.


Hal yang sama juga terjadi pada saat ini. Sihir Angie memang kuat, tapi tak bisa dibandingkan dengan para penyihir yang sebenarnya. Terlebih lagi Eric.


Tapi dengan memanfaatkan hubungan antar elemen, sihir lemah itu berubah menjadi sihir yang sangat mematikan.


...'SWUUUOOOOSSSHHHHH!!!'...


Sebuah pusaran api yang sangat besar terlahir di dalam ruangan dasar menara ini. Menelan hampir segalanya yang ada di dalamnya.


Angie yang telah siap terhadap situasi itu segera merubah seluruh Armornya dengan perlengkapan yang tahan terhadap api. Begitu juga dengan sebuah perisai besar yang diarahkan ke depan.


Valiant dan juga Thilmir hanya bisa bersiap dengan kondisi ini.


Berkat kekuatan angin yang sangat kuat dari Cylene, api yang diberikan oleh Angie juga menjadi jauh lebih kuat daripada yang seharusnya.


Tapi Cylene dengan cepat melepaskan Buff miliknya sebelum semuanya terlambat.


Meskipun, Ia harus membayar harga yang mahal atas semua ini.


'Bruuukkk!'


Cylene yang sebelumnya berada di udara, kini segera terjatuh ke tanah. Tubuhnya terlihat penuh dengan luka bakar dan hanya tergeletak lemas.


Di hadapan Angie, notifikasi damage yang begitu besar terlihat memenuhi pandangannya.


"Bukankah Elf itu terlalu kuat untuk masih bisa bergerak setelah serangan barusan?" Ucap Angie sambil tersenyum lebar memperhatikan sosok Cylene yang kini menjadi jauh lebih lemah itu.


"Manusia.... Kau akan membayar semua ini." Balas Cylene yang terlihat cukup kesulitan untuk berdiri itu.


Beberapa cahaya kehijauan mulai mengelilingi dirinya, secara perlahan menyembuhkan semua luka dan Debuff yang dideritanya saat ini.


Dan begitulah, pertarungan antara Angie dengan ketiga Guardian berlanjut.


...____________________...


...[Author's Note]...


..."Kok ga up sih?"...


..."Seret Up-nya ya?"...


..."Iya Novelnya udah ditinggalin sama authornya, selingkuh sama novel baru."...


..."Owalah gtu toh, dasar author ga jelas."...


...Jawaban saya.......


..."Sabar ya, saya ga hilang kok."...

__ADS_1


__ADS_2