
...Dunia Nyata...
Satu hari telah berlalu di dunia nyata semenjak pertarungan akhir antara Rebellion dengan sang Uskup Agung.
Dan saat ini, berbagai macam saluran televisi dan juga channel MeTube hanya membahas satu hal yang sama.
...[Berita Terpanas!]...
...[Dua Kerajaan Besar di Dunia Re:Life ternyata memiliki hubungan kerjasama dengan Kerajaan Monster milik Eric!]...
...[Apa yang akan dilakukan oleh seluruh dunia?!]...
Pertanyaan itu pun menyulut kehebohan yang luarbiasa.
Dari seluruh pemain yang ada, lebih dari 95% telah memilih untuk melawan mereka. 3% memilih untuk bersikap netral dan tidak memihak baik itu dunia manusia ataupun Eric.
Sedangkan sisanya 2% memilih untuk tetap mendukung Eric apapun yang terjadi. Termasuk juga Kerajaan Farna dan juga Kerajaan Salvation.
Mereka menganggap bahwa keberadaan Eric sendiri telah memberikan mereka berkah yang besar. Salah satunya yaitu dengan keuntungan di dunia virtual yang bisa dijadikan uang di dunia nyata.
Tapi argumen tersebut segera dibantah bahwa keuntungan yang mereka peroleh disebabkan karena orang lain harus menderita karena ulah Eric dan bawahan monsternya.
Pada akhirnya, seluruh dunia pun mengeluarkan Ultimatum kepada dua Raja itu.
Tapi pada saat Ultimatum itu diberikan....
"Hubungan dengan Kerajaan Monster milik Eric? Hah! Maksudmu hubungan bahwa kerajaanmu hampir saja dikuasai olehnya?! Kami bertarung mati-matian melawan monster itu! Tanyakan saja kepada Kerajaan Suci Celestine!" Teriak Chris saat diwawancarai oleh media.
"Tapi Tuan! Bukankah ada portal yang menghubungkan antara kerajaanmu dengan kerajaan Monster Eric? Bisakah kau menjelaskan hal itu?!" Tanya salah seorang wartawan yang cukup bersemangat itu.
"Hah.... Kalian itu. Apakah ini semua karena sang Uskup Agung menyatakan bahwa kami memiliki hubungan dengan Kerajaan Monster milik Eric?" Tanya Chris dengan lantang kepada semua wartawan yang ada.
Mereka semua pun mengangguk hampir secara bersamaan.
"Kalau begitu sudahkah kalian membaca keseluruhan isi informasi itu?"
Sama seperti yang sebelumnya.
Mereka semua menggelengkan kepala mereka hampir secara bersamaan.
"Itulah kenapa kalian harus mengumpulkan informasi yang lengkap terlebih dahulu sebelum melakukan wawancara."
Dengan kalimat itu, semua wartawan yang hadir untuk memojokkan Chris mulai menundukkan kepalanya.
Mereka sadar bahwa mereka telah melakukan kesalahan dengan menuduh secara sepihak.
Segera setelah itu, Chris pun memperjelas situasinya.
__ADS_1
"Dengarkan baik-baik. Portal yang ada di bawah tanah itu, adalah portal yang dipasang oleh Eric untuk menyerang kerajaanku secara diam-diam. Itulah mengapa aku membangun benteng untuk menutupnya.
Termasuk juga menyiagakan banyak sekali prajurit disana untuk membantai monster apapun yang mungkin muncul." Jelas Chris dengan suara yang sangat lantang.
Mendengar hal itu, semua wartawan menjadi kebingungan.
"Jadi...."
Sebelum sempat menyelesaikan pertanyaannya, Chris menjawab wartawan itu seakan telah mengetahui apa yang akan ditanyakan.
"Benar! Aku, mewakili Kerajaan Salvation, menyatakan perang kepada Eric, Kerajaan Monster miliknya dan juga siapapun yang memihak kepadanya! Kau dengar itu, peliharaan Eric?! Kami akan membantai kerajaanmu dan membawa kepalamu, Arlond!"
'Klik!'
Secara tiba-tiba, televisi itu mati dan hanya menampilkan kaca dengan warna yang cukup gelap.
"Menjijikkan sekali. Jadi ini balasannya setelah semua yang ku lakukan?" Ucap Eric pada dirinya sendiri sambil merebahkan tubuhnya di sofa itu.
"Aku sudah mengatakannya padamu sejak awal. Kau tidak bisa mempercayai Chris. Tapi...." Ucap Elin sambil mengelus perutnya yang sudah membesar itu.
"Aku tahu. Tak ku sangka Arlond akan ketahuan. Kerajaan Suci Celestine benar-benar tak bisa diremehkan. Tapi yang lebih parah lagi...." Ucap Eric sambil melirik ke ujung ruang keluarga itu.
Di sudut ruangan, terlihat sosok wanita berambut pirang yang nampak begitu sedih. Ia menutupi wajahnya dengan kedua lengannya. Seakan tak ingin siapapun melihat sosoknya yang menyedihkan itu.
"Angie.... Kenapa kau menangis disini jika tak ingin siapapun melihatmu? Kau tahu bahwa aku dan Eric pasti ada disini kan?" Ucap Elin sambil melihat sosok wanita berambut pirang itu.
Tapi Angie sama sekali tak merespon perkataan Elin.
"Diam kau. Kenapa kau juga tidak menangisi kerajaanmu yang akan segera hancur itu?" Balas Angie dengan tatapan yang sinis meskipun matanya merah dan dialiri air mata.
"Menangisi? Kenapa? Aku hanya perlu membalas mereka nantinya." Balas Eric dengan sikap yang tenang dan senyuman yang mengerikan.
Tapi Angie justru semakin kesal dengan sikap tenang Eric.
"Huwaaaa! Elin! Bukankah Eric terlalu dingin sekarang?!" Teriak Angie sambil memeluk tubuh Elin.
Berbagai candaan pun menghiasi ruangan ini, jauh diluar ekspektasi siapapun di luar sana. Ekspektasi dimana Eric saat ini pasti sedang frustasi dengan keadaan ini.
Memang tak bisa dipungkiri bahwa Eric cukup kesal dengan kondisi di dunia nyata, dan kenyataan bahwa dirinya saat ini masih terjebak di dunia Iblis.
Akan tetapi Ia memiliki satu tujuan yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum kembali ke dunia manusia.
Dan tujuan itu....
Adalah untuk membantai semua iblis yang ada di dunia iblis.
...***...
__ADS_1
...Dunia Manusia...
...Kerajaan Farna...
...Istana Kerajaan, Kota Forgia...
Di tengah ruangan yang tak begitu megah ini, terlihat kerumunan orang di tengah meja bundar.
Mereka adalah para Menteri dan juga petinggi di Kerajaan Farna.
Termasuk juga sang Raja, Arlond.
"Situasi Kerajaan saat ini sangatlah buruk. Seluruh dunia telah menetapkan kita sebagai musuh. Kematian sudah ada di depan mata.
Bagi kalian yang takut untuk mati, aku telah menyiapkan jalan keluar yang aman dan tidak diketahui oleh lawan. Tak perlu merasa malu." Ucap Arlond dengan sangat tegas.
Akan tetapi....
"Yang Mulia. Jangan meremehkan kami. Semua Pria dan Wanita yang mampu untuk berperang akan mengangkat senjatanya hingga kematian menjemput kami.
Akan tetapi kami mohon, biarkanlah anak-anak dan juga yang sudah tua untuk meninggalkan Medan pertempuran ini. Selain itu, kami siap menyerahkan nyawa kami kapan saja."
Arlond nampak mengangguk dan tersenyum puas.
"Sungguh, aku bangga sekali dengan kalian semua. Kalau begitu...."
Arlond pun menarik pedang peraknya dan mengangkatnya ke atas.
"Mari kita sambut mereka semua! Dan berikan mereka kengerian perang yang sebenarnya!" Teriak Arlond dengan sangat keras.
"Wuuoooohhh! Hidup Raja Arlond! Hidup Raja Arlond!"
Bersamaan dengan itu, Kerajaan Farna mengangkat bendera api biru.
Ratusan ribu pasukan pun terbentuk secara seketika. Mereka mengambil seluruh persenjataan dan perlengkapan dari berbagai pandai besi yang ada.
Seluruh pemain dari Indonesia, yaitu dari Guild Merah Putih pun turut bersuka cita untuk berperang. Mereka telah menantikan momen ini untuk melawan semua musuh Eric.
Dengan dukungan dari berbagai Top Player yang berasal dari Indonesia, ditambah dengan jumlah pemain yang lebih dari 1 juta orang ini, akan menjadi kekuatan yang sangat besar bagi Kerajaan Farna.
Belum lagi dukungan secara finansial oleh Grandia Group, perusahaan milik Eric.
Fokus utama Kerajaan Farna untuk membangun industri pandai besi terbesar di benua ini. Dengan demikian, persiapan untuk perang hanya membutuhkan waktu sekejap.
Itu karena seluruh perlengkapan yang dibutuhkan telah tersedia.
Termasuk juga persenjataan kelas berat seperti pelontar batu dan balista.
__ADS_1
Dengan demikian, peperangan antara dunia manusia melawan sisa pendukung Eric pun dimulai.
Nasib Benua Tengah dari Dunia Manusia ini pun dipertaruhkan pada pertempuran ini.