TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 383 - 2 Tahun Perdamaian


__ADS_3

Kedamaian yang dirasakan oleh Eric berlangsung cukup lama. Sangat bertentangan dengan apa yang di takutkannya.


Nampaknya, perhatian seluruh dunia iblis saat ini hanya terfokus pada kehancuran yang disebabkan oleh Avacor. Mereka semua saling bahu-membahu untuk membangun ulang peradaban itu.


Tentunya itu adalah berita yang sangat bagus bagi Eric dan juga Wilayah Selatan.


Selama hampir 2 tahun di dunia Virtual ini, Eric tak tanggung-tanggung dalam melakukan ekspansi.


Fokus utamanya adalah dengan membangun sektor pertanian yang sangat besar. Sebuah hal yang seharusnya mustahil dilakukan siapapun itu, menjadi hal yang sangat mudah baginya karena memiliki kekuatan [Dungeon].


Seberapa mustahil?


Eric saat ini telah berhasil mengubah sebagian daratan yang tandus itu menjadi tanah yang subur. Bahkan hutan yang lebat juga bisa tumbuh di daratan ini. Memberikannya suplai produksi kayu dalam jumlah yang sangat besar.


Tak hanya itu. Di manapun mata memandang, pasti akan terlihat lahan pertanian yang seakan tiada ujung. Kecuali pada kota-kota yang sedang dalam pembangunan.


Dengan modal itulah, Eric berhasil meningkatkan populasi monster yang ada di bawah pimpinan ya secara drastis.


Orc, Goblin, Vampire, kobold, Harpy dan masih banyak ras yang lainnya itu hidup secara berdampingan di atas permukaan tanah.


Selain perkembangan yang begitu pesat di bidang pertanian, infrastruktur di seluruh Wilayah Eric ini juga tak kalah saing.


Jalanan yang menghubungkan antar Kota telah dibangun dengan baik menggunakan batu olahan. Membuat sarana transportasi menjadi sangat lancar.


Bagian militer pun juga mengalami peningkatan yang drastis. Tak hanya jumlah prajurit yang ada meningkat dengan pesat, tapi kekuatan mereka juga bertambah besar.


Kini Eric yang ada di dalam kastil itu....


"Fuuh.... Mari kita lihat seberapa jauh perkembangan kita setelah semua ini...." Ucap Eric pada dirinya sendiri sambil menekan beberapa tombol di jendela menu itu.


...[Kompleks Dungeon Raksasa]...


...[Dungeon Selatan]...


Jumlah Dungeon Besar : 16


Jumlah Dungeon Sedang : 85


Jumlah Dungeon kecil : 482


Jumlah Penduduk : 18.528.952 Jiwa (21% Desert Orc, 20% Goblin, 14% Kobold, 12% Vampire, 10% Draconic, 8% Harpy, 6% Wooden Elf, 5% Fairy, 4% Ras lain)


Tingkat Kebahagiaan : 97%


Jumlah Prajurit :


Tingkat Prajurit - 750.000


Tingkat Ksatria - 50.000

__ADS_1


Tingkat Bangsawan - 800


Jendral : 16


Kekayaan Wilayah : 241.521.905 koin emas.


Kondisi : Zaman Keemasan


Melihat informasi itu, Eric tersenyum sangat puas atas hasil kerja kerasnya selama ini.


Meskipun, nilai kekayaan bukanlah uang yang ada secara langsung. Tapi merupakan nilai tiap-tiap bangunan, perlengkapan dan juga fasilitas yang ada. Termasuk dengan uang yang beredar.


Semua itu secara otomatis dikonversi oleh superkomputer Genesis dan ditampilkan sebagai kekayaan wilayah.


Berkat kekuatan tambahan yang diperoleh dari Obelisk, Eric memperoleh kemampuan untuk menggabungkan beberapa Dungeon menjadi suatu kesatuan yang disebut sebagai Kompleks Dungeon.


Dan kali ini, Eric merangkai seluruh Dungeon yang ada di wilayah Selatan ini. Mulai dari Dungeon kecil yang hanya berfungsi sebagai bagian dari jaringan lingkaran sihir Teleportasi, Dungeon sedang yang berperan sebagai tempat latihan dan berburu hingga Dungeon Besar yang merupakan Kota itu sendiri.


Penggabungan seluruh Dungeon itu juga memungkinkan Eric untuk memberikan suatu Buff yang melingkupi seluruh Dungeon itu.


Sedangkan Buff yang dipilih oleh Eric adalah Buff yang memberikan kemakmuran pada seluruh penduduknya.


Bagaimanapun, Eric adalah seorang Raja Iblis dengan gelar Greed. Mengumpulkan harta dan kekayaan akan membuatnya semakin kuat seiring berjalannya waktu.


"Jika diingat kembali, apa syarat yang diperlukan untuk memperkuat kekuatan [Greed] milikku?" Tanya Eric pada dirinya sendiri sambil menekan beberapa tombol di jendela menu yang ada.


...[Greed]...


...Kekayaan yang digunakan untuk memperoleh 1 Transcendence Point akan hilang selamanya...


...[Transcendence Point]...


...Sebuah Point yang dapat dialokasikan untuk meningkatkan Status Point tanpa terikat dengan level maupun Growth....


...1 Transcendence Point dapat digunakan untuk meningkatkan 1.000 Atribut Status yang diinginkan....


...5 Transcendence Point dapat digunakan untuk membuka satu [Legendary Skill]....


...20 Transcendence Point dapat digunakan untuk membuka satu [Mythical Skill]....


...100 Transcendence Point dapat digunakan untuk merubah gelar menjadi seorang [Emperor] atau [Kaisar] dengan tingkat Mythical. Memperoleh satu [Apocalypse Skill]....


Eric memperhatikan kembali informasi itu dengan seksama.


Pada awalnya, Ia sedikit kesal dengan dirinya sendiri karena mengabaikan seluruh informasi ini hingga sekarang. Tapi setelah membacanya kembali....


"Hmm. Pilihan yang bijak untuk mengabaikannya karena mengumpulkan poin-poin sialan ini sangat tidak masuk akal! Dasar Developer sialan!!!" Teriak Eric kesal sambil menghadap ke luar jendela.


...***...

__ADS_1


...Dunia Manusia...


Kedamaian selama kurang lebih dari 2 tahun ini juga membuat perubahan yang cukup besar di dunia manusia.


Pertama, Kerajaan Salvation pada akhirnya mampu memperkuat pijakan mereka dalam tatanan geopolitik di Benua Tengah. Mereka berhasil membangun aliansi yang kuat dengan beberapa kerajaan tetangga, termasuk Kerajaan Suci Celestine.


Kemudian, peristiwa besar yang terjadi lainnya adalah sebuah berita yang selalu menghebohkan semua orang.


...[Pemanah Legendaris telah Terlahir di Dunia ini!]...


Berita itu muncul sekitar beberapa bulan yang lalu di dunia virtual ini. Membuat siapapun yang mengenal Re:Life segera heboh.


Bahkan sosok Pendekar Pedang Legendaris yang sebelumnya muncul sekalipun belum diketahui siapa sosok yang sebenarnya. Tapi kini ada sosok misterius yang lain?


Tentu saja seluruh netizen mulai heboh dan membuat beragam teori konspirasi yang aneh.


Tapi peristiwa terbesar yang terjadi dalam 2 tahun ini di dunia manusia adalah terbukanya menara kebijaksanaan bagi seluruh dunia.


"Kami, para penjaga dan pelindung dari dunia ini, akan menyambut siapapun yang ingin bekerjasama demi menjaga kedamaian dunia ini atas ancaman apapun." Ucap Valiant sang Guardian Manusia itu dengan tegas.


Sebuah kejadian yang direkam dan disiarkan secara langsung di berbagai situs ini merupakan Event yang telah diatur Developer.


Tentu saja, agar para pemain mampu bertarung dan menginjakkan kaki mereka di dunia Iblis, mereka membutuhkan kekuatan yang besar. Itulah kenapa Event terbukanya menara kebijaksanaan ini sudah diatur bahkan sejak awal pembuatan game.


Dengan kata lain, terbukanya menara ini untuk umum telah menunjukkan bahwa End Game atau fase terakhir dunia permainan ini sudah dekat.


Sebuah fase dimana invasi dari iblis, bangkitnya kekuatan-kekuatan besar dari dunia manusia, hingga bersatunya seluruh bangsa manusia untuk melawan iblis sudah dekat.


Meskipun....


Para Iblis yang seharusnya melakukan invasi itu telah hancur oleh tindakan seseorang.


Keberadaan Eric bagaikan domino kecil yang jatuh dan membuat rentetan masalah yang ada menjadi jauh lebih besar.


Sebagai contoh, kehadiran Avacor sebagai raja iblis yang baru sama sekali tak diperhitungkan oleh pihak pengembang. Termasuk juga tindakannya yang memporak-porandakan seluruh dunia iblis.


Oleh karena itu....


"Profesor. Nampaknya kita memang harus meminta Eric untuk bertanggungjawab atas semua ini." Ucap seorang wanita dengan rambut kecoklatan yang mengenakan kacamata itu.


Di hadapannya adalah seorang Pria tua yang sudah cukup botak dengan sisa rambut yang mulai berwarna putih.


"Eric ya.... Jika dipikir-pikir kembali semua ini terjadi memang karena tindakannya. Sebagai dunia yang menjunjung tinggi kebebasan, aku sama sekali tak masalah dengan hal itu. Bahkan aku cukup senang dengan semua kejadian ini.


Meski begitu, masih ada beberapa Raja Iblis yang tersisa. Kita tak bisa mengambil keputusan secara terburu-buru." Jelas Profesor itu.


Mendengar hal itu, wanita yang sebelumnya mengeluhkan mengenai kejadian ini pun terlihat cukup kesal.


"Apakah Profesor tak memperhatikan permainan Eric? Dengan pola permainannya saat ini, Ia benar-benar akan menaklukkan seluruh benua itu sendirian! Lalu ji...."

__ADS_1


"Justru itulah yang membuat dunia virtual ini sangat menarik." Balas Profesor itu memotong perkataannya.


__ADS_2