TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 327 - Hasil Akhir


__ADS_3

Berkat kehadiran Lucien di tengah pertempuran, keseimbangan kekuatan pun bergeser secara langsung.


Behemoth yang pada awalnya sangat mendominasi, kini berlutut takluk di hadapan Lucien. Eric sendiri memang berharap banyak pada Lucien. Tapi Ia sama sekali tak menyangka bahwa hal yang sebenarnya akan jauh melampaui perkiraannya.


Pada saat Eric mengintip sedikit informasi mengenai Lucien....


[Nama : Lucien]


[Ras : Vampire]


[Gelar : Vampire Prince]


[Rarity : Legendary]


[Level : 893]


"Gila?!" Teriak Eric setelah melihat informasi itu. Eric pun memikirkan bagaimana caranya seorang Lucien yang harus menaikkan level hanya berdua dengan Cathy bisa jauh lebih cepat dibandingkan dengan dirinya yang memborbardir segalanya. Baik dengan sihir maupun dengan monster panggilannya.


Tapi Eric segera mengenyampingkan hal tersebut dan fokus untuk memberi dukungan kepada Lucien.


"Cathy!" Teriak Eric dengan keras sambil mengaktifkan skill [Telepathy] miliknya.


Seakan memahami maksud Eric, Cathy segera membalasnya dan terbang ke arah Eric.


"Dengan segera, Tuan Eric."


Eric dengan segera menggunakan skill [Assimilation] untuk bergabung dengan Cathy. Membuat Eric turut memiliki kekuatan mata milik Cathy yang mampu mengidentifikasi segalanya.


Hanya dalam sesaat....


"Lucien. Hancurkan terus seluruh anggota geraknya. Meski beregenerasi, tapi itu adalah bagian yang terlemahnya." Jelas Eric melalui skill [Telepathy] sambil terus memberikan berbagai macam Buff kepada Lucien.


Mendengar penjelasan itu, Lucien hanya tersenyum dan mempersiapkan cakar Harpy yang sangat tajam dan panjang di tangan kanannya.


"Dimengerti, Tuanku."


Dengan segera, Lucien kembali melesat ke arah Behemoth yang masih terjatuh di tanah dan kembali menyayat secara bertubi-tubi tanpa ampun.


Eric sendiri kembali memerintahkan seluruh pasukannya untuk menyerang dengan jebakannya.


Keuntungan terbesar bagi Eric adalah kekuatan serang jebakannya sama sekali tidak bergantung pada level Eric. Sehingga jika Eric jatuh ke level 1 sekalipun....


'BLAAAAAARR!!! DUAAARRR!!!'


Kekuatan jebakannya akan masih tetap sama.


"Astral Bind." Ucap Eric sambil mengarahkan tongkat sihirnya yang memiliki 3 buah lingkaran sihir amplifikasi ke arah Behemoth.


16 buah rantai raksasa yang mulai muncul dari bawah tanah. Mengikat Behemoth secara paksa.


Rantai raksasa yang memiliki warna putih keemasan yang indah serta memancarkan cahaya yang cukup terang itu berhasil menundukkan Behemoth ke tanah.


Tak berhenti di sana, ratusan vampir dan juga Goblin dengan tipe penyihir dari pasukan Eric pada akhirnya telah sampai di puncak Gunung Vesuvius ini.


Mereka semua turut melakukan hal yang sama yaitu menggunakan skill tingkat tinggi [Astral Bind]. Meski mereka hanya bisa memanggil sebuah rantai yang tak terlalu besar, tapi jumlahnya saja sudah cukup untuk mengikat tubuh Behemoth.


'ZRAAAATTT! ZRAAASSSHH!!'

__ADS_1


Lucien terus menerus memotong keempat tangan dan dua kaki Behemoth setiap kali tumbuh kembali. Menguras HP Behemoth dengan sangat cepat.


Behemoth berusaha sekuat tenaga untuk mencoba melepaskan diri dari rantai yang mengikatnya. Tapi jumlahnya yang terlalu banyak dan juga 16 rantai utama milik Eric membuat Behemoth tak mampu melepaskan diri.


Hingga pada akhirnya, Behemoth hanya bisa terdiam. Menanti kematiannya yang sudah pasti di hadapannya.


Dengan kemarahannya yang meluap-luap, Behemoth mengutuk Eric untuk terakhir kalinya.


"SUMMONER! KAU AKAN MENERIMA BALASAN DARI PERBUATANMU INI!! KAU PASTI AKAN MEMBAYARNYA!!!" Teriak Behemoth dengan sangat keras ke arah Eric.


Tapi Eric hanya tersenyum tipis sambil menyiapkan pedang kematiannya. Sebelum bersiap untuk menebas dan memenggal kepala Behemoth dengan pedang itu, Eric membalas perkataan Behemoth.


"Tenang saja. Aku sudah membayarnya di muka."


'ZRAAAAASSSSHHHH!!!'


Eric pun memenggal kepala Behemoth dengan pedang yang telah diimbuhi sihirnya. Membuat serangan itu menjadi sangat mematikan bagi Behemoth yang bahkan tak memiliki sisa kekuatan untuk mempertahankan dirinya sendiri.


Dan dengan itu juga, salah satu Raja Iblis Kuno yang dipandang memiliki kekuatan fisik terkuat di dunia Iblis itu pun terbunuh.


Sebuah pencapaian yang bahkan mustahil diimpikan oleh pemain manapun.


Meski pencapaiannya begitu luarbiasa, tak ada satu orang pemain pun yang mengetahuinya.


"Dengan ini, aku menyatakan kematian Behemoth!" Teriak Eric dengan sangat keras sambil mengangkat kepala Behemoth yang besar itu dengan terbang di udara.


"Hidup Tuan Eric!"


"Raja Iblis, Eric!"


Di barisan terdepan, terlihat sosok Lucien yang tersenyum lebar memandangi sosok Tuannya yang sedang membawa kepala Behemoth itu.


"Fufufu.... Seperti yang diharapkan dari Kaisar Kegelapan. Sebuah kehormatan yang sangat besar untuk bisa melayanimu, Tuan Eric."


Eric dan seluruh pasukannya pun segera menjarah Kastil Behemoth dan bersiap untuk pertempuran berikutnya. Membangun kekuatan yang lebih besar daripada yang sebelumnya pernah ada.


...***...


...Dunia Manusia...


...Kuil Naga Kuno, Arroth...


...Pada saat yang sama...


Di tengah kuil yang penuh dengan Fire Draconic ini, terdapat seorang manusia yang berdiri tegap sambil terus menempa sebilah pedang. Sebuah pedang yang nampak hampir selesai.


'Tttrraaangg!!! Trraang!!'


Pukulan Seorang Pria yang bernama Aamori itu terus berlanjut tanpa henti.


Ia telah menempa sebilah pedang ini selama lebih dari satu tahun di dunia virtual ini. Sebuah waktu yang sangat teramat lama karena Aamori melakukan penempaan secara manual, tanpa sedikitpun bantuan dari sistem.


Bagi pemain biasa, menempa sebilah pedang hanya membutuhkan waktu satu hingga dua jam dengan bantuan sistem.


Tapi tentu saja. Hasilnya juga akan ditentukan oleh sistem.


Dan bagi Aamori yang saat ini sedang menjalani misi tingkat tinggi untuk menempa pedang yang setara dengan tempaan Arroth, menempa secara manual dan meluangkan sebanyak mungkin tenaga.

__ADS_1


'Trraang!!!'


Beberapa saat sebelum pukulan terakhir....


Cahaya biru muda yang begitu indah mulai menyelimuti tubuh Aamori. Begitu juga pada ujung palunya.


Semua orang yang melihat sosok Aamori saat ini, secara naluri telah menyadarinya.


Yang pertama menyadari apa yang sebenarnya terjadi adalah Fire Draconic yang menjadi penjaga Aamori itu sendiri.


Ia secara tak sadar segera berlutut dan menundukkan kepalanya kepada Aamori yang masih terus menempa pedang itu.


Segera, beberapa orang lain mulai mengikuti dan akhirnya seluruh Fire Draconic telah berlutut menghadap ke arah Aamori.


Semuanya kecuali Arroth itu sendiri yang bahkan hingga saat ini masih tidak bisa mempercayai apa yang baru saja Ia saksikan.


'Hanya seorang manusia.... Manusia yang bahkan selemah Slime.... Tapi dia....' Pikir Arroth dalam hatinya.


Ia merasa merinding dan ketakutan atas apa yang ada di hadapannya.


Sebelumnya, Arroth sangat yakin bahwa sosok yang merupakan pandai besi legendaris bernama Aamori itu adalah calon murid yang sangat sempurna untuk meneruskan kuil ini. Membawa warisannya dan menjadikan Kuil Naga Api sebagai kekuatan terbesar di Benua Tengah ini.


Akan tetapi, semua keyakinan itu saat ini segera runtuh hingga tak bersisa.


Kini yang ada di dalam pikiran Arroth, hanya satu hal.


'Bisakah.... Tidak. Maukah Ia menjadikanku sebagai muridnya?'


Bersamaan dengan pukulan terakhir Aamori ke bilah pedang itu, sebuah kejadian yang sangat aneh terjadi di hadapan semua pemain di Benua Tengah ini.


Sebuah kejadian yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya.


Yaitu munculnya beberapa baris kalimat yang diiringi oleh suara dari sistem.


...[Ia mengangkat palu raksasa dengan tubuh yang dipenuhi rantai]...


...[Ia memukul logam itu dengan tubuh yang dipenuhi luka]...


...[Tanpa sedikitpun mengeluh, Ia terus mengayunkan palunya]...


...[Tanpa kenal lelah, Ia terus berusaha mencapai sebuah kemustahilan]...


...[Hingga akhirnya, Ia berhasil mengubah makna dari kata mustahil]...


...[Ia berhasil meraih sesuatu yang tak pernah seharusnya bisa diraih]...


...[Seluruh dunia pun menyadarinya]...


...[Seluruh dunia pun mengaguminya]...


...[Dan seluruh dunia pun tunduk padanya]...


...[Di tengah bara api yang sangat panas itu, semua orang menyembahnya]...


...[Sebagai sosok yang akan selamanya dikenal sebagai Dewa]...


...[Dewa Penempaan, Aamori]...

__ADS_1


__ADS_2