
"Cathy.... Kau harus memberikan sesuatu yang bagus karena memaksaku kemari." Ucap Eric dengan wajah yang terlihat begitu kelelahan.
Di dalam laboratorium raksasa ini, terdapat banyak sekali tabung kaca dengan cairan berwarna biru dan hijau di dalamnya.
Apa yang ada di dalam cairan itu adalah gumpalan seperti jeli dengan warna kehitaman. Yang tak lain adalah pecahan dari Primordial Slime itu sendiri.
Sedangkan benda yang saat ini ada di hadapan Cathy, adalah sebuah tabung kecil setinggi 30 cm dan lebar sekitar 15 cm.
Di dalamnya terdapat sebuah bola berwarna hitam dengan alur biru yang bercahaya.
"Tuan Eric, kurasa kau takkan menyesal melihat hal ini. Ini adalah Core kedua yang berhasil ku pulihkan dari Primordial Slime."
"Begitu kah? Semoga saja memang bagus."
Eric dengan segera berjalan ke hadapan tabung itu. Memperhatikan bola hitam kecil yang ada di depannya.
Seketika, jendela informasi dari sistem yang menjelaskan mengenai benda tersebut segera muncul.
...[Core of Replication]...
...Sebuah Inti yang berhasil dipulihkan dari Primordial Slime. Mengandung kekuatan misterius yang sangat besar di dalamnya....
...Tipe : Consumables...
...Jika dikonsumsi, maka akan memberikan penggunanya salah satu kekuatan misterius Primordial Slime : Replication....
...Memungkinkan pengguna Core ini untuk membuat Doppleganger dari dirinya sendiri yang memiliki status sebesar 70% dari dirinya sendiri. Memiliki seluruh skill dan Equipment yang saat itu sedang dikenakan oleh pengguna....
...Jumlah Doppleganger yang dapat dibuat yaitu sebanyak 1....
...Jika Doppleganger mati, maka pengguna akan kehilangan 70% Health Point, Mana Point dan juga Stamina Point pada saat kematian Doppleganger....
...Pengguna hanya dapat memanggil Doppleganger baru jika Doppleganger yang sebelumnya telah dihancurkan dan Core telah mengalami restorasi selama 1 hari....
Eric yang melihat informasi itu pun sangat terkejut. Bagaimana tidak. Sebuah barang konsumsi, dimana konsumennya akan memperoleh sebuah skill yang sangat luarbiasa kuat ada tepat di depan matanya.
"Membuat Doppleganger dari diriku sendiri? Dengan kata lain.... Aku bisa menjadi dua? Apakah Doppleganger ini memiliki kecerdasan yang tinggi? Terlebih lagi, 70% status milikku dan semua skill serta perlengkapan ku?! Bukankah itu terlalu gila?!"
Eric mulai berteriak dengan cukup histeris.
Di sisi lain, Cathy terlihat tersenyum puas dengan hasil ini.
"Bagaimana? Kekuatan yang menarik bukan?"
"Menarik?! Dengan kekuatan ini, kurasa aku bisa melakukan sesuatu yang lebih baik dari yang sekarang!" Balas Eric dengan senyuman yang lebar.
Tanpa ragu, Ia pun mengambil Core yang ada di dalam tabung kaca di depannya. Dan segera mengkonsumsinya.
Dengan itulah, Eric memperoleh kekuatan baru yang jauh melampaui harapannya. Sebuah kekuatan.... Yang mungkin akan merubah arah pertarungan di masa depan.
......***......
__ADS_1
...- Dunia Manusia -...
...- Menara Kebijaksanaan -...
Angie memasuki menara itu dengan sikap yang tenang. Tapi apa yang menantinya di balik menara itu adalah para Guardian dari berbagai ras.
Manusia, Dwarf dan Elf.
Ketiga ras utama itu menghadapi Angie secara langsung segera setelah Ia memasuki ruangan itu.
"Hmm.... Jadi kau adalah manusia terkuat di jaman ini?" Tanya Valiant sang Guardian manusia.
"Fisiknya terlihat lemah." Balas sang Dwarf.
"Tapi tubuhnya terlihat cukup lentur untuk membuat gerakan yang cepat." Balas Guardian Elf itu.
Angie yang mendengar perkataan ketiga orang itu hanya tersenyum tipis. Merasa bahwa dirinya sedang diremehkan....
"Kenapa tidak menilai secara langsung?"
Dengan kalimat itu, Angie menarik dua buah pisaunya dan segera menghilang dari pandangan mereka bertiga.
'Cepat sekali?!'
Itulah yang ada di dalam pikiran mereka bertiga sesaat setelah mengetahui bahwa Angie telah menghilang.
Dan secara tiba-tiba, dua buah pisau itu telah berada tepat di depan bagian belakang leher Valiant.
Angie bisa saja menghunuskan nya. Tapi Ia tak melakukannya dan hanya membuat gerakan seakan mengancam.
"Hoo.... Sangat menarik." Ucap sang Guardian Elf dengan senyuman yang lebar.
Sementara itu, Guardian Dwarf hanya melempar kapaknya ke tanah.
"Bah! Melawan kecepatan seperti itu aku takkan bisa melakukan apapun. Yah, meskipun kau juga takkan mampu melukaiku."
"Jangan pikir bahwa kau sudah jauh lebih hebat dari kami. Kami bahkan belum...." Ucap Valiant setelah menerima penghinaan itu.
"Menggunakan kekuatan sepenuhnya? Tenang saja. Aku barusan hanya berlari cukup cepat saja, belum menggunakan satu pun skill."
Kalimat Angie yang memotong perkataan Valiant itu pun seketika merubah ekspresi ketiga Guardian yang ada.
Sebuah perubahan dimana sebelumnya mereka terlihat begitu santai dan seakan masih jauh berada di atas wanita yang baru saja masuk itu. Akan tetapi, kini mereka tak lagi yakin. Mereka bahkan tak tahu seberapa kuat Angie sebenarnya.
"Kau.... Kau yakin kau adalah manusia?" Tanya sang Guardian Elf kebingungan. Ia sangat yakin bahwa takkan ada manusia yang memiliki umur cukup panjang untuk mencapai kekuatan setinggi itu.
Satu-satunya cara adalah dengan melalui Rebirth, yang itu sendiri seharusnya masih tak mampu untuk membawa mereka ke tingkat ini.
Akan tetapi....
"Jadi bagaimana? Mau mencobanya?" Ucap Angie seakan menantang mereka bertiga secara langsung.
__ADS_1
Guardian Dwarf segera mengangkat kapaknya kembali. Sedangkan sang Guardian Elf mengambil busurnya yang berwarna perak itu.
Sementara itu, Valiant mengangkat pedang satu tangannya tanpa perisai.
"Kali ini kami takkan menahan diri. Persiapkan dirimu untuk mati." Ucap Valiant dengan wajah yang terlihat cukup kesal.
Akan tetapi, provokasi rendahan seperti itu takkan berguna bagi Angie.
"Hahaha! Aku yang seharusnya mengatakan hal itu. Sekarang.... Kalian ingin aku menggunakan senjata apa?"
Bersamaan dengan kalimat itu, Angie segera melesat dengan sangat cepat ke arah Elf.
'Klaaaanggg!!!'
Kecepatannya sangat tinggi. Pada jarak yang sejauh 20 meter itu, Angie bisa mendekat dalam waktu kurang dari satu detik dan telah mengayunkan kedua pisaunya.
Untung saja, Cylene sang Guardian Elf itu mampu bereaksi dengan cukup cepat.
Sementara itu, Thilmir sang Guardian Dwarf bahkan tak mampu bereaksi terhadap gerakan yang baru saja Angie buat. Ia bahkan tak sempat menolehkan wajahnya.
'Kreeekk!!'
Dorongan antara dua buah pisau dan busur milik Angie dan Cylene terjadi dengan cukup sengit.
"Sebagai seorang pemanah, kau cukup kuat juga." Ucap Angie yang segera melompat ke udara.
Bukan karena Ia tak mampu untuk mendorong Cylene. Tapi Valiant telah bereaksi dan mengejarnya sambil mengayunkan pedangnya dengan cukup kuat.
"Cih!" Keluh Valiant karena Angie berhasil menghindar bahkan tanpa melihat ke belakang.
Angie yang saat ini ada di udara segera mengganti senjatanya dengan cepat. Dua tangannya yang sebelumnya memegang pisau kini berganti menjadi sebuah busur dan anak panah.
'Sreeettt!'
Angie menarik anak panah itu dengan cukup kuat. Secara perlahan, anak panah itu mulai bercahaya. Sebuah pertanda bahwa skill baru saja digunakan.
Dan skill itu adalah....
"Arrow Rain."
'Syuuttt! Syyuuuttt! Syyuutt!'
Sebuah anak panah yang baru saja dilesatkan itu berubah menjadi ratusan anak panah yang menghujani tempat ini dengan daya hancur yang begitu besar.
Tapi ketiga Guardian itu hanya mendekat ke arah Thilmir yang menghentakkan kakinya ke tanah.
'BLAAARRR!!!'
Hentakan kaki itu sangat kuat hingga meretakkan sebagian besar lantai dan dinding menara ini. Tak hanya itu, tekanan angin yang sangat kuat mampu mendorong dan menghentikan anak panah yang mengarah kepadanya.
"Yang benar saja...." Ucap Angie yang kini mulai jatuh ke tanah.
__ADS_1
"Jangan terlalu remehkan kami, manusia."
Dengan itulah.... Pertarungan untuk saling mengenal satu sama lain segera dimulai.