
...Kastil Belphegor...
Di dalam kastil yang begitu megah ini, terlihat sosok Belphegor yang sedang menatap keluar jendela. Tepatnya ke arah Kota Venice yang kini sedang dihancurkan oleh sosok [World Eater] yang dipanggil oleh Asmodeus.
"Ya-Yang Mulia.... Bu-bukankah akan lebih bijak jika Anda membantu?" Tanya salah seorang Bangsawan di dalam kastil itu.
Mendengar perkataan itu, Belphegor menutup buku yang sedang Ia baca dan membalik badannya.
"Untuk apa? Sierra sendiri yang menyulut api pertempuran dengan Asmodeus. Maka dari itu Ia sendiri yang harus menyelesaikannya. Meski begitu, aku tak menyangka bahwa hasilnya akan seperti ini." Ucap Belphegor sambil kembali melirik ke arah Kota Venice.
Bersamaan dengan kalimat terakhirnya, Belphegor dengan cepat melompat keluar jendela dan terbang ke arah Kota Venice.
...***...
...Suatu wilayah di sekitar Kota Venice...
Di tengah daratan yang mulai hancur dan runtuh karena serangan dari World Eater itu, Sierra dan juga para Ksatria Naganya masih berjuang keras untuk melumpuhkan monster raksasa itu.
'Sraaaasssshhh! Blaaaarrrr!!!'
Lemparan tombak terkutuk Sierra berhasil menembus dan menghancurkan sebagian tubuh dari World Eater. Akan tetapi....
Tubuhnya dengan segera beregenerasi dengan kecepatan yang jauh diluar nalar.
'Sialan! Apa-apaan dengan regenerasi ini?!' Teriak Sierra dalam hatinya saat melihat monster itu menumbuhkan kembali daging pada tubuhnya yang sudah hancur dengan sangat cepat.
...'GROOOOOOAAAAAARRRRR!!!'...
World Eater yang baru saja menerima serangan itu, dengan segera merubah arah geraknya dan kini kembali mengarah ke dalam tanah.
Kecepatan gerakannya sungguh luar biasa mengingat ukuran tubuhnya yang begitu besar. Setiap kali monster itu bergerak, seluruh tanah yang ada di atasnya segera runtuh dan hancur. Termasuk juga beberapa Kota di dunia Iblis ini yang telah menjadi korban kengerian World Eater.
"Kalian semua! Berikan serangan terkuat kalian pada makhluk itu!" Teriak Sierra dengan panik setelah mengetahui bahkan tombak terkutuknya tak mampu untuk memberikan luka kepada monster itu.
Seluruh Ksatria Naga pun segera turun ke permukaan tanah dan menyemburkan api hitam ke arah World Eater yang masih terus bergerak itu.
Meski memberi luka yang sangat besar, regenerasi World Eater jauh lebih cepat daripada luka yang Ia terima.
Pada saat mereka semua masih sibuk berusaha untuk melukai monster itu....
Secara tiba-tiba World Eater segera muncul ke permukaan tanah dan mengarahkan mulutnya yang berisi ribuan taring tajam itu ke arah barisan Ksatria Naga.
__ADS_1
...'GRROOOOOAAAARRRRR!!!'...
Suara keras yang dikeluarkan oleh World Eater dengan segera melumpuhkan semua yang ada di sekitar tempat itu. Termasuk juga ratusan Ksatria Naga beserta Sierra yang kini masih berusaha dengan sangat keras untuk menutupi telinga mereka.
Tapi apa yang terjadi berikutnya, hanyalah awal dari keputusasaan yang telah tiba di dunia iblis ini.
World Eater dengan sangat cepat memangsa ratusan Ksatria Naga beserta dengan puing-puing bangunan, tanah dan bebatuan yang ada.
Sierra yang melihat pemandangan itu hanya bisa merasa ngeri dan ketakutan.
"Jadi ini.... Kekuatan dari Asmodeus? Mampu memanggil makhluk seperti ini.... Tunggu! Apakah itu berarti dia belum mati?! Jika begitu membunuhnya mungkin saja akan...."
Di saat Sierra masih kebingungan dengan apa yang sebaiknya Ia lakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi saat ini, tiba-tiba seseorang menepuk ringan pundaknya.
"Apa kabarmu, pengawas?" Ucap seorang Pria dengan sepasang tanduk hitam pekat di kepalanya. Ia memiliki penampilan yang sangat mempesona. Meski begitu, ekspresi wajahnya nampak begitu bosan.
Menyadari sosok yang ada di belakangnya, Sierra secara refleks menjauh.
"Ka-kau.... Belphegor?! Apa yang kau lakukan disini?!" Teriak Sierra kebingungan.
"Kejam sekali. Padahal aku datang kemari untuk menolongmu membasmi monster itu." Balas Belphegor tetap dengan wajah bosannya.
Sebelum Sierra sempat membalas perkataan itu, Belphegor kembali melanjutkan perkataannya.
Setelah itu, Belphegor dengan cepat melesat ke arah World Eater yang sedang mengamuk di atas permukaan tanah itu.
"Tu-tunggu! Kita bisa melawannya bersama dan...." Teriak Sierra sambil berusaha mengejar sosok Belphegor itu.
'Cepat sekali.... Apakah dia memang selalu seperti ini?' Pikir Sierra melihat sosok Belphegor yang mulai menjauh dari pandangannya dengan begitu cepat.
'Blaaaaarrr!!!'
Belphegor menghantam tanah dengan sangat kuat dengan kedua kakinya. Menyebabkan keretakan tanah yang cukup besar di sekitar pijakannya.
Sedangkan apa yang ada di hadapannya, adalah sosok World Eater yang menerjang tepat ke arahnya.
"Sayang sekali bukan Aurus yang terpanggil ke dunia ini. Dengan begitu, setidaknya pertarungan ini akan sedikit lebih menarik." Ucap Belphegor dengan tenang sambil mengarahkan telapak tangannya kedepan, tepat ke arah World Eater yang semakin dekat dengannya.
Di sisi lain, Sierra masih berada di udara dan berusaha secepat mungkin untuk menyusul Belphegor demi memberikan bantuan.
'Apa dia berencana untuk bunuh diri?!' Pikir Sierra dalam hatinya ketika melihat sosok Belphegor yang hanya berdiri dengan tenang menanti datangnya World Eater.
__ADS_1
...'GRROOOAAAAAAAARRR!!!'...
World Eater sekali lagi mengeluarkan suara yang sangat teramat keras. Membuat bahkan Sierra sekalipun terpaksa menghentikan apapun yang sedang Ia lakukan demi menutup telinganya.
World Eater membuka mulutnya lebar-lebar, memperlihatkan ribuan taring yang ada di dalamnya.
Meski begitu, ada satu orang yang masih nampak begitu tenang.
Ia masih berdiri dengan tegap sambil mempertahankan tangan kanannya yang mengarah ke World Eater.
Pada saat itulah, ekspresi wajahnya yang sebelumnya selalu terlihat bosan mulai berubah. Ia memperlihatkan tatapan mata yang tajam serta hawa membunuh yang sangat kuat.
Tepat pada saat World Eater berada di depan telapak tangan Belphegor....
"Hancurlah." Ucap Belphegor dengan lirih.
Sungguh disayangkan, bahwa apa yang terjadi berikutnya hanya ada satu orang saksi. Yaitu Sierra sendiri.
Tekanan angin yang sangat kuat dan jauh lebih tajam daripada pedang manapun itu, nampak muncul dari telapak tangan kanan Belphegor.
Tak hanya itu, ukurannya pun jauh di luar nalar. Ribuan tebasan bilah angin itu memiliki ukuran setidaknya 50 meter lebih dan memiliki kecepatan yang sangat tinggi.
Hanya dalam sekejap, seluruh tubuh World Eater yang ada di atas permukaan tanah pun tercincang-cincang hingga tak mampu lagi diidentifikasi.
Meski begitu, World Eater yang memiliki kecepatan regenerasi yang sangat tinggi berusaha sekuat tenaga untuk memulihkan seluruh tubuhnya yang sudah hancur.
Belphegor yang sangat memahami hal itu tak memberikan kesempatan sedikitpun dan segera melesat ke arah sisa tubuh World Eater yang masih berada di dalam tanah.
Dengan suara yang lirih, Ia kembali berkata sambil mengarahkan tangan kanannya ke tubuh World Eater itu.
"Hanguslah."
...'SWUUUUOOOOSSHHH!!!'...
Api berwarna biru yang begitu indah namun sangat panas itu, terlihat menyebar dengan sangat cepat ke segala penjuru arah di dalam tanah itu. Api itu mengikuti seluruh lubang yang terbentuk oleh pergerakan World Eater.
Sesekali, terlihat api biru itu dimuntahkan dari dalam tanah ke permukaan karena lubang yang terbentuk ketika World Eater menuju ke permukaan tanah.
Hingga akhirnya, seluruh wilayah dengan luas mencapai 5 kilometer lebih itu, dihiasi dengan api biru yang indah. Baik yang menyala dari balik tebalnya tanah, maupun yang menyembur keluar dari lubang yang ada di daratan itu.
Sedangkan Sierra....
__ADS_1
Hanya mampu untuk takjub dan menikmati seluruh keindahan itu dari udara.