
"Ressurection." Ucap Eric sambil mengarahkan tangan kanannya kedepan.
Di hadapannya, muncul sebuah jendela menu yang memberikan daftar atas semua bawahannya yang telah mati. Jumlahnya bahkan mencapai ribuan.
Eric memperhatikan semuanya untuk memastikan bahwa apa yang dicarinya ada di dalamnya.
"Syukurlah.... Kalian semua ada di sini...." Ucap Eric pada dirinya sendiri dengan suara yang lirih.
Ia memang berencana untuk membangkitkan semuanya. Tapi setelah melihat jumlah Mana yang dibutuhkan, bahkan bagi dirinya yang telah memperoleh gelar Mythical sekalipun, masih menjadi beban besar baginya.
Oleh karena itu, untuk saat ini, Eric memutuskan untuk membangkitkan hanya mereka yang paling dekat dan paling berarti baginya.
Dan mereka adalah....
Setelah menekan semua nama yang Ia inginkan, Eric segera menekan tombol [Ressurect] atau bangkitkan di bagian pojok kanan bawah dari jendela menu itu.
Jujur saja, saat ini Eric sekalipun masih belum bisa sepenuhnya percaya atas apa yang dilihatnya. Tapi ini bukanlah saatnya untuk senang. Ia belum memastikan apakah mereka adalah orang yang sama, atau bahkan memiliki ingatan yang sama seperti dulu.
'Tenang lah diriku.... Lihat terlebih dahulu....' Pikir Eric dalam hatinya.
Beberapa pilar cahaya nampak bersinar terang di hadapannya. Dan semua prajurit yang sedang berbaris di dalam istana ini nampak terkesima atas apa yang terjadi.
Sebagian dari pilar itu nampak memberikan cahaya putih yang indah, beberapa yang lain nampak memberikan cahaya biru yang lembut, serta ada juga yang menampilkan cahaya yang cukup gelap dengan warna kehitaman.
Tapi dari semua itu, hanya ada dua pilar cahaya yang memunculkan cahaya keemasan yang terlihat begitu megah dan mempesona. Seakan-akan warna itu hanya diciptakan untuk mereka berdua.
'Swuuusssh!!!'
Suara dari pilar cahaya itu terdengar cukup keras di dalam istana ini. Dan setelah sekitar satu menit, akhirnya pilar cahaya dengan warna putih mulai memudar. Menunjukkan sosok yang ada di dalamnya.
Salah satu diantaranya memiliki kulit kehijauan dengan tubuh yang cukup besar dan kekar. Ia tak lain adalah Oliver.
"Tuan Eric? Apa yang telah terjadi?" Tanya Oliver kebingungan dalam keadaan itu.
Melihat itu, Eric hanya tersenyum puas dan membalas singkat.
"Aku akan menjelaskannya nanti. Tapi syukurlah kau telah kembali."
Pilar cahaya berwarna putih yang lain juga nampak mulai memudar dan menunjukkan sosok yang ada di dalamnya. Yaitu sosok seorang Pria dengan rambut perak yang cukup panjang dan badan yang terlihat begitu terlatih.
Pakaiannya tak lain adalah zirah kulit berwarna putih dan hitam. Jika diperhatikan lebih lanjut, Ia memiliki wujud seperti seorang manusia serigala.
"Tasmith, selamat datang kembali." Ucap Eric melihat sosok itu.
Ia sama sekali tak membalas. Melainkan hanya melihat sekeliling karena kebingungan. Tapi Oliver segera datang menghampirinya dan mengajaknya untuk sedikit mundur dari barisan pilar cahaya itu.
__ADS_1
Beberapa saat lagi berlalu, dan kini pilar cahaya berwarna biru yang indah mulai memudar. Menunjukkan sosok gadis dengan sayap kupu-kupu yang indah.
"Rianne, maaf aku bahkan meninggalkanmu disana." Ucap Eric singkat.
Sama seperti yang sebelumnya, Rianne nampak kebingungan dengan apa yang sebenarnya telah terjadi. Tapi bagaimana pun, kini Tuannya telah ada di sana. Jadi tak ada lagi masalah yang perlu dipikirkan lagi.
Tak berselang lama, pilar cahaya kemerahan mulai memudar dan menunjukkan sosok wanita yang anggun dengan rambut pirang yang begitu indah. Pakaian hitamnya yang memiliki gaya bangsawan itu terlihat begitu mempesona pada dirinya.
"Tuan Eric.... Ini...." Ucap wanita yang tak lain adalah Elizabeth itu sendiri.
"Selamat datang kembali, Liz." Balas Eric singkat.
Eric tak lagi mampu mengungkapkan betapa bahagianya Ia saat ini. Bagaimana tidak? Harapannya untuk menghidupkan kembali bawahannya segera terpenuhi. Bahkan mereka masih memiliki ingatan yang sama seperti sebelumnya.
Tapi Ia masih menanti atas 3 sosok berikutnya yang belum dihidupkan. Dimana pilar mereka jauh lebih besar dan terlihat jauh lebih mengintimidasi. Terutama dua pilar dengan cahaya emas itu.
Terutama salah satu dari dua cahaya emas itu terlihat jauh lebih besar.
'Siapa yang akan muncul dari pilar itu? Apakah itu kau?' Tanya Eric dalam hatinya sambil tersenyum tipis.
Hingga akhirnya....
Pilar cahaya hitam itu mulai memudar. Menunjukkan sosok seorang Pria dengan rambut hitam yang sedikit panjang dengan pakaian bangsawannya yang berwarna hitam dengan corak putih itu.
"Fufufu.... Nampaknya kau telah menjadi Kaisar Kegelapan yang sesungguhnya, Tuanku." Ucap Pria itu sambil membungkukkan badannya kedepan serta menyilangkan lengan kanannya di dadanya.
"Lucien.... Hahaha! Aku merindukan perkataanmu itu!" Teriak Eric dengan begitu bahagia.
Tanpa ragu, Lucien segera berjalan ke arah tahta tempat Eric sedang berdiri. Ia kemudian berdiri sedikit di belakang Eric, siap untuk melayani Tuannya sebagai pedang terbaiknya selama ini.
Keduanya pun terlihat mengobrol dengan santai, yang membuat banyak prajurit baru yang tak mengenal sosok itu kebingungan.
Tapi orang-orang lama dari Origin sudah tahu betapa dekatnya mereka berdua.
Hanya saja....
5 menit lebih telah berlalu.
Dan dua cahaya emas yang tersisa seakan belum menunjukkan tanda-tanda akan memudar.
Hal ini sedikit membuat Eric khawatir bahwa mungkin saja mereka berdua memang tak bisa dibangkitkan. Mengingat betapa besarnya pengaruh mereka di dunia virtual ini, beserta dengan kekuatannya.
Tapi di saat Eric sedang memikirkan hal itu, tiba-tiba saja salah satu dari cahaya keemasan itu memudar. Lebih tepatnya cahaya emas yang jauh lebih kecil daripada yang satunya.
Dari balik pilar cahaya itu, terlihat sosok wanita dengan rambut pirang yang indah serta pakaian bangsawan dengan warna hitam dan merah.
__ADS_1
Tatapannya terlihat cukup tajam meskipun Ia baru saja bangkit kembali.
Dan hal pertama yang dilakukannya....
"Aku sudah menduga kau akan bisa melakukan ini tapi.... Siapa dia?" Tanya wanita yang tak lain adalah Deus itu.
Eric sendiri cukup terkejut karena Deus nampak begitu tenang dengan situasi ini. Seakan berpikir bahwa Eric memang dapat melakukannya suatu hari nanti.
Terlebih lagi....
"Dia...." Ucap Eric kebingungan untuk membalas.
Jujur saja Eric sama sekali tak menyangkanya. Ia pikir bahwa Deus akan berada di pilar emas yang paling besar itu.
Mengingat bagaimana urutan dan warna, serta ukuran dari pilar itu menunjukkan besaran kekuatan mereka....
Eric hanya bisa menelan ludahnya sendiri saat ini. Ia sama sekali tak membayangkan bahwa ini adalah kenyataannya.
"Eric?" Tanya Deus sekali lagi penasaran karena Eric hanya terdia.
"Aaah.... Dia itu...."
Di saat Eric masih gugup dan cahaya keemasan itu masih berdiri dengan tegak, Deus nampak menyipitkan matanya. Menunggu jawaban yang sebenarnya dari semua ini.
"Yah, aku tak mempermasalahkannya. Hanya saja berhati-hati lah atas siapa yang kau bangkitkan. Aku tak ingin...."
"Tenang saja. Aku bukanlah musuh Eric."
Suara yang sedikit berat itu terdengar memotong perkataan Deus dari dalam pilar cahaya emas yang terakhir. Mengejutkan semua orang yang ada di istana ini.
Beberapa saat kemudian, pilar cahaya itu terlihat seakan memudar dengan sangat cepat. Seakan memang dipaksa oleh sesuatu untuk segera menghilang.
Di baliknya, terlihat sosok seorang Pria dengan rambut pirang yang rapi. Wajahnya terlihat sangat menawan. Di atas semua itu, seluruh tubuhnya terlihat dilindungi oleh zirah keemasan yang tak hanya terlihat begitu kuat, tapi juga begitu tebal.
Menyisakan hanya bagian di atas lehernya saja yang tak tertutupi oleh zirah keemasan itu.
"Yoo, Eric. Terimakasih telah memenuhi janjimu." Ucap Pria itu dengan senyuman yang cukup lebar.
Bersamaan dengan itu....
...[Misi Rahasia]...
...[Legacy of Obelisk, telah berhasil diselesaikan!]...
Sebuah jendela notifikasi dengan warna keemasan yang begitu indah, nampak memenuhi pandangan Eric.
__ADS_1