
Eric meluapkan kekesalannya terhadap game yang tidak seimbang ini melalui berbagai macam kata-kata kasar dan juga hujatan.
Hal yang wajar mengingat Behemoth yang sebelumnya saja sudah sangat sulit untuk dikalahkan, kini telah menjadi hampir mustahil untuk dikalahkan.
Gabungan dari Tank, Damage Dealer dan juga Healer tergabung pada satu sosok bernama Behemoth. Sesulit itulah lawan yang saat ini dihadapi oleh Eric.
Akan tetapi di tengah kesulitan itu....
'Swuuuoossh!!!'
Eric melaju dengan kencang dari langit mengarah ke tubuh raksasa Behemoth. Ia memutuskan untuk melawan Behemoth dari udara.
"Install Trap. Timer." Ucap Eric sambil menyentuh udara dan mengaktifkan skill [Extermination Ray].
Timer adalah sebuah Trap sederhana, yaitu mengaktifkan suatu skill atau jebakan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Segera setelah itu, Eric terus menerus terbang ke berbagai arah untuk memasang Trap Timer dan skill sihir. Sekaligus juga menghindari seluruh lemparan magma dan batu ke arahnya.
"Hanya berani terbang di udara? Sungguh cocok bagi seorang Summoner yang pengecut." Ucap Behemoth sambil terus melempari Eric batu karena Ia tak bisa menjangkaunya.
Bagi Eric, lemparan batu dan magma itu masih cukup mudah dihindari. Meski begitu, Ia sesekali masih menerima serangan dan terkena damage yang cukup besar.
[00:00:12]
[00:00:11]
Di hadapan pandangan Eric, terlihat jendela menu dengan waktu yang terus menerus mundur.
Hingga akhirnya waktu itu menyentuh angka 0, total 10 buah sihir yang telah dipasang oleh Eric di udara segera aktif dan menyerang Behemoth secara bersamaan.
Tak berhenti sampai di situ, pasukan monster Eric yang telah merapikan kembali barisannya segera menata ulang seluruh alat beratnya.
Kini seluruh alat berat yang membawa perangkap Eric telah tersusun dan mengarah tepat ke tubuh Behemoth. Eric pun mengungkapkan satu kata kuncinya.
"Tembak."
Gabungan dari skill yang berasal dari udara, serta serangan panah raksasa yang berasal dari bawah, membuat Behemoth benar-benar tak memiliki jalan untuk mundur atau menyelamatkan diri.
Tapi sesaat sebelum seluruh serangan itu mengenai Behemoth....
'BLAAAAAAAARRRRRR!!!'
Gelombang angin yang sangat kuat, diikuti dengan serpihan dan pecahan batu menyebar ke seluruh arah.
Eric yang masih terbang di udara dari jarak yang cukup jauh sekalipun terseret tekanan angin yang sangat kuat itu. Membuatnya terbang cukup jauh diluar kehendaknya.
Tapi yang paling parah....
'Swuooosh!'
Anak panah yang sebelumnya mengarah pada Behemoth, kini berterbangan ke segala arah.
__ADS_1
Eric pun memberanikan dirinya untuk membuka mata dan melihat situasi yang sedang terjadi.
"Yang benar saja...."
Seluruh serangan yang berbentuk serangan fisik segera terpental jauh. Tak ada satupun panah raksasa yang menggores tubuh raksasa Behemoth.
Sedangkan serangan sihir dari Eric yang terpasang di udara berhasil ditahan oleh Behemoth dengan dua tangan kanannya.
Apa yang terjadi sebenarnya sangatlah sederhana.
Yaitu Behemoth menghentakkan kakinya ke tanah, menghancurkan apapun di sekitarnya dan menyebarkan tekanan angin yang sangat kuat akibat hentakan itu.
Eric yang menyadari hal itu menjadi paham.
"Sejauh ini kah perbedaan kekuatan antara kami berdua?" Ucap Eric sambil segera turun ke tanah untuk memperoleh tumpuan kuat dari tekanan angin itu.
Ia mulai berpikir keras mengenai bagaimana caranya melawan Behemoth yang kini nampak seakan tak terkalahkan itu.
Di saat Eric hampir putus asa dan hendak memilih opsi kabur dan mencobanya lagi lain waktu....
Senyuman mulai menghiasi wajahnya yang telah kelelahan itu secara tiba-tiba.
"Hahaha.... Kurasa jika itu kau, Dewa sekalipun bahkan kau kejar." Ucap Eric sambil memandangi langit berbintang yang seakan mulai bergerak.
Sebuah skill tingkat Unique yang bahkan setara dengan Legendary.
Pergerakan rasi bintang itu, kini seakan menyusun seperti wujud singa dengan bintang-bintang sebagai titiknya.
Eric tanpa menunggu lebih lama lagi segera mengejar orang itu dengan mengepakkan sayap kelelawarnya yang besar.
'Swwuuuoosssh!!'
Behemoth yang melihat Eric mengira bahwa lawannya akan kabur, kembali melemparinya dengan batu.
"Pengecut.... Yang bisa kau lakukan hanyalah kabur?!" Teriak Behemoth sambil berusaha memprovokasi Eric.
Tapi Eric mengabaikan perkataan Behemoth dan justru tersenyum lebar. Matanya berbinar seakan telah menjumpai sosok yang lama dirindukannya.
Segera setelah mendekati sosok itu....
'Tap!'
Eric menepuk pundak sosok yang memiliki rambut hitam dan juga memiliki sayap kelelawar yang mirip dengan Eric. Pakaian ala bangsawannya itu benar-benar nampak begitu cocok dengannya.
Segera setelah itu, Eric mengucapkan sesuatu.
"Lucien.... Saatnya bertukar peran. Ascension."
Cahaya emas yang sangat menyilaukan seketika menyelimuti tubuh sosok seorang Pria yang tak lain adalah Lucien itu.
Di balik cahaya emas yang sangat indah itu, dapat dilihat senyuman Lucien yang nampak begitu puas dan bahagia.
__ADS_1
"Serahkan saja padaku, Tuan Eric." Balas Lucien sesaat sebelum seluruh tubuhnya terbungkus oleh cahaya emas yang sangat tebal.
Eric pun segera menyingkir dari Lucien karena terdapat tekanan angin yang sangat kuat.
Tapi sebaliknya, Lucien justru nampak terjatuh dari langit.
Mengarah tepat ke tubuh raksasa Behemoth yang bersiap untuk melayangkan tinjunya.
"Aku percaya padamu, Lucien." Ucap Eric pada dirinya sendiri sambil melihat sosok Lucien terus menerus jatuh ke bawah dengan keadaan yang masih terbungkus cahaya emas.
Pergerakan bintang mulai melambat.
Wujud singa yang sempurna sudah mulai terlihat di langit dengan bintang sebagai penyusunnya.
Bersamaan dengan itu, Behemoth telah melayangkan tinjunya dengan tangan kanannya yang sangat besar itu tepat ke arah Lucien.
Tapi sesaat sebelum mengenainya....
'Sraaaassshh! Zraaaat! Zraaaatt!! Zraaaatttt!!!'
Lucien keluar dari balik cahaya emas itu dan segera terbang melesat mengelilingi tangan kanan Behemoth.
Semburan darah yang berwarna hitam pekat mulai bercucuran dengan sangat deras ke berbagai arah.
Tanpa sempat menyadarinya, Lucien telah berdiri di atas tanah.
Tak hanya tangan kanan Behemoth yang dengan segera tercincang-cincang. Tapi juga kaki kiri Behemoth.
'Brrruuuukkk!!!'
Sang raksasa itu terjatuh ke tanah dengan satu kaki sebagai tumpuannya. Hanya dalam waktu yang sangat singkat, sosok Behemoth yang seakan tak terkalahkan itu pun berlutut.
Di hadapannya, terlihat seorang Pria dengan kulit yang putih pucat dan mata merah yang sangat tajam.
Ia memiliki paras yang sangat menawan. Rambut hitamnya yang cukup panjang dan mengombak itu tersapu oleh angin yang tercipta karena jatuhnya Behemoth.
Pakaian ala bangsawannya dengan corak hitam dan emas yang begitu indah itu menjadi semakin mengintimidasi jika digabungkan dengan cakar raksasa di tangan kanannya. Sebuah item tingkat legendaris [Harpy Empress Claw] yang diperolehnya dulu.
Di punggungnya, terdapat sepasang sayap kelelawar yang cukup besar dan terlihat sangat kuat.
Pria yang tak lain adalah Lucien itu hanya berdiri dengan tenang sambil tersenyum puas melihat Behemoth jatuh ke tanah.
"Fufufu.... Bahkan Raja Iblis Kuno sekalipun bisa berlutut. Tentu saja, jika di hadapan Pangeran Kegelapan ini, siapapun pasti takluk akan kehebatannya." Ucap Lucien sambil tersenyum lebar.
Saat ini, Lucien telah berdiri sebagai sosok yang bahkan melampaui seorang Raja Iblis.
Semua itu tak lain karena Eric telah mengorbankan 600 levelnya untuk menggunakan skill [Ascension] kepada Lucien. Mempromosikan Lucien secara langsung dari seorang Vampire Earl menjadi seorang Vampire Prince.
Tingkatannya yang semula [Unique] dengan segera berubah menjadi [Legendary].
Begitu juga kekuatannya yang meningkat dengan sangat drastis.
__ADS_1
Sedangkan Behemoth, hanya bisa kebingungan mengenai sosok yang baru saja menghancurkan dua anggota geraknya dalam sekejap.