TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 384 - Kekuatan Slime


__ADS_3

...Dunia Iblis...


...Wilayah Selatan...


...Kota Orc 1...


Di dalam sebuah ruangan yang sangat besar dengan ratusan pekerja ini, terlihat banyak sekali tabung kaca raksasa yang berisi cairan aneh berwarna hijau.


'Tap! Tap! Tap!'


Eric melangkah ke dalam ruangan itu dengan tenang.


"Ah, Tuan Eric. Selamat datang." Ucap Cathy yang nampak sibuk mengerjakan sesuatu itu.


"Sesuai dengan panggilanmu. Kau bilang ingin memperlihatkan sesuatu padaku?" Tanya Eric sambil berjalan mendekati Cathy.


"Ikut denganku."


Eric dengan segera berjalan mengikuti langkah kaki Cathy. Melewati seluruh fasilitas laboratorium yang dipenuhi dengan slime ini.


Sesekali, Eric memperhatikan sekelilingnya. Meskipun....


'Braakkk!!!'


"Sialan apa itu?!" Teriak Eric terkejut ketika salah satu sampel Slime yang ada melompat dan berusaha memecahkan tabung kaca itu.


"Produk gagal." Balas Cathy singkat tanpa sedikitpun perubahan pada ekspresinya.


Setelah beberapa kali menuruni tangga, mereka berdua akhirnya telah tiba di sebuah ruangan yang cukup besar.


Ruangan ini dijaga oleh 10 Vampir tingkat tinggi serta puluhan Desert Orc lain di sepanjang lorong tempat ini.


"Selamat datang. Tuan Eric, Nona Catherine." Ucap para penjaga itu sambil membungkukkan badan mereka.


"Kerja bagus. Lanjutkan." Balas Eric singkat sebagai bentuk apresiasinya.


Setelah beberapa langkah memasuki ruangan itu....


"Inilah yang ingin ku bicarakan denganmu, Tuan Eric." Ucap Cathy sambil menunjukkan sebuah tabung kaca yang cukup kecil.


Di dalam tabung kaca itu berisi cairan berwarna hijau muda dengan sebuah jeli yang mengambang di tengahnya. Meskipun, menyebutnya jeli kurang begitu tepat karena benda itu memiliki suatu inti yang terlihat cukup keras.


"Apa ini? Apakah ini Slime yang selalu kau bicarakan itu?" Tanya Eric kebingungan.


"Kurang tepat. Jawaban yang benar adalah benda ini merupakan sebagian kecil kekuatan dari Primordial Slime yang telah di ekstrak." Jelas Cathy sambil mengelilingi tabung kaca itu.


"Sebagian kekuatan? Kupikir kau sudah mampu menyelesaikan semuanya?"


"Primordial Slime adalah makhluk yang mengerikan. Mampu mengambil sebagian kekuatannya sudah patut bahagia. Lagipula, sebagian yang kumaksud bukanlah kekuatan yang lemah. Jika tak percaya, lihat saja sendiri." Jelas Cathy sambil segera duduk di sebuah kursi dan memasang wajah kemenangan.


"Yah, aku tak tahu apa yang kau maksud dengan semua ini tapi.... Jika benda ini tak berguna bahkan setelah 2 tahun, maka kau akan menerima hukuman." Balas Eric dengan kesal.


Ia dengan segera mendekati benda itu dan menekan beberapa tombol di jendela menunya untuk melakukan inspeksi item.


Tapi apa yang dilihatnya adalah suatu hal yang bahkan berada diluar imajinasinya sendiri.


...[Primordial Slime Power Fragment - Regeneration Core]...


...[Rarity : Mythical]...


...[Tipe : Consumable Item]...


...[Efek]...


...Memberikan sebagian kecil atribut khusus Primordial Slime kepada pengguna item ini....


...Meningkatkan kecepatan Regenerasi Stamina Point sebesar 1.000%...


...Meningkatkan kecepatan Regenerasi Mana Point sebesar 1.250%...


...Meningkatkan kecepatan Regenerasi Health Point sebesar 8.000%...


...Memungkinkan pengguna Item untuk melakukan regenerasi bagian tubuh yang hilang...


...[Efek Khusus]...


...[Undying Core]...


...Pengguna Item ini memperoleh inti Slime yang kuat. Memungkinkan bangkit dari kematian dengan 100% Health Point sebanyak 1 kali setiap minggunya....


...Jika pengguna mati 2 kali berturut-turut dalam waktu kurang dari 1 minggu, maka pengguna masih bisa hidup kembali dengan 20% Health Point. Tapi setelah itu, inti Slime akan rusak dan efek ini akan hilang sepenuhnya....


...[Fountain of Life]...


...Pengguna item ini akan memiliki kekuatan kehidupan yang sangat besar. Meningkatkan Health Point sebesar 1.000%...


"Ya-yang benar saja?!" Teriak Eric dengan penuh rasa terkejut.


Bagaiman tidak, item yang ada di hadapannya ini memiliki tingkat Mythical dan juga kekuatan yang luarbiasa besar.


Parahnya lagi, item ini tidak membutuhkan Equipment Slot karena merupakan item yang dikonsumsi. Dan efek gilanya itu permanen? Tentu saja siapapun pasti akan terkena serangan jantung setelah membaca deskripsi item itu.


"Item yang luarbiasa bukan?" Tanya Cathy sambil memasang wajah sombong itu.


"Tentu saja! Ini adalah item yang gila! Tapi.... Apakah benar tak apa aku yang menggunakannya?" Tanya Eric ragu.

__ADS_1


Ia merasa bahwa item sehebat ini tak layak untuk digunakan olehnya. Dalam pikirannya, banyak orang yang berpotensi lebih baik menggunakan item ini. Sebagai contohnya adalah Lucien.


Tapi sayangnya, saat ini Lucien telah tiada. Eric bahkan belum menemukan petunjuk mengenai cara menggunakan [Ressurection] untuk membangkitkan mereka yang mati.


"Apa yang kau katakan, Tuan Eric? Tentu saja item ini susah payah ku kerjakan untuk kau gunakan. Hanya kau, bukan yang lain." Ucap Cathy menyela pikiran Eric.


Setelah perdebatan yang ringan, Eric akhirnya setuju untuk menggunakan item itu pada dirinya sendiri. Terlebih lagi, kekuatan perlindungan dari item itu sangat Ia butuhkan mengingat Ia telah memiliki nama hitam.


'Jika aku mati, maka aku akan menerima banned permanen. Tapi dengan item ini.... Mungkin aku bisa selamat satu atau dua kali dari maut....' Pikir Eric dalam hatinya sambil memegang jeli yang kini mulai mengeras itu.


Jeli itu mulai mengeras dan membentuk seperti sebuah bola dengan warna ungu kehitaman yang cukup bening. Sedangkan di balik lapisan itu, terdapat inti Slime yang berwarna hijau cerah.


Setelah mempersiapkan dirinya, Eric menekan tombol [Gunakan] pada jendela menunya. Membuat karakter Eric secara otomatis menggunakan item itu dengan cara yang benar.


Tangan kanan Eric mulai bergerak mengarahkan bola Slime itu ke arah dadanya. Secara perlahan, bola itu seakan terserap masuk ke dalam dirinya.


Cahaya kehijauan yang indah nampak mulai bersinar dari bola itu. Secara perlahan mulai menyelimuti seluruh tubuh Eric.


Rentetan notifikasi dari sistem terus menerus menghujaninya dengan berbagai informasi.


Beberapa memiliki warna jendela keemasan yang indah.


...[Anda telah memperoleh sebagian kekuatan Slime pada diri Anda!]...


...[Peningkatan status secara ekstrim telah terjadi!]...


...[Kini, tubuh Anda mampu melakukan regenerasi dengan kecepatan yang jauh melampaui batasan ras lain!]...


...[Anda telah memperoleh efek khusus yang ada dengan baik! Melakukan pengukuran ulang parameter!]...


Pada saat itu juga, pandangan Eric terpaku pada status Bar HP, MP dan juga SPnya.


Bar Health Point Eric yang semula dalam kondisi penuh, secara tiba-tiba berkurang dengan drastis dan kini hanya tersisa 10%nya saja.


Tapi menyebutnya berkurang sangatlah tidak tepat. Apa yang sebenarnya terjadi adalah maksimum Health Point yang dimiliki oleh Eric telah meningkat sebanyak 1.000% atau 10x lipat.


Segera setelah itu, Bar Health Point milik Eric mulai terisi kembali dengan sangat cepat.


12% ....


14% ....


16% ....


18% ....


20% ....


'Yang benar saja?! Aku meregenerasi seluruh Health Pointku yang sebelumnya hanya dalam waktu 10 detik?!' Teriak Eric dalam hatinya.


Tapi lebih dari semua itu, Eric mampu meregenerasi 1 juta Health Point per detik. Sebuah angka yang seharusnya sangat gila untuk para Top Player sekalipun ini mampu dikembalikan hanya dalam satu detik.


'Glek!'


Eric menelan ludahnya sekuat tenaga, berusaha untuk tetap sadar dalam kondisi kegilaan ini.


Pada saat melirik ke arah Cathy, vampir dengan penampilan menawan yang dihiasi oleh rambut perak itu terlihat tersenyum dengan sombongnya.


"Bagaimana, Tuan Eric? Kau menyukai kekuatan itu kan? Perlu ku tekankan bahwa itu hanyalah sebagian kecil potensi dari kekuatan Slime ini. Meskipun....


Aku membutuhkan banyak sekali waktu dan usaha untuk melakukannya. Tapi melihat hasilnya saat ini, aku turut berbahagia atas dirimu, Tuanku." Ucap Cathy, tapi kini sambil memberikan senyuman yang manis.


"Cathy.... Aku tak tahu bagaimana caranya untuk berterimakasih padamu.... Benda ini bahkan jauh lebih berharga daripada semua Item yang pernah ku miliki hingga saat ini. Aku...."


Cathy dengan segera bergerak untuk menutup bibir Eric dengan jari telunjuknya.


Pergerakannya yang begitu cepat namun begitu lembut itu bahkan tak disadari oleh Eric. Hembusan udara yang ringan dari gerakannya membuat sebagian jubah Eric bergerak.


"Tuanku, jika kau ingin berterimakasih, katakanlah dengan benar kepada semua orang. Termasuk Lucien, Verara, Tharkas, Rilette, dan semua orang yang telah tiada hingga hari ini.


Tentu saja, dari mereka semua, yang paling berjuang keras adalah Yang Mulia Asmodeus. Kumohon jangan lupakan itu. Sampai kau bisa berterimakasih secara langsung kepada mereka, aku takkan menerima ucapan itu darimu." Balas Cathy sambil segera berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.


'Tap! Tap! Tap!'


Suara langkah kakinya menggema di seluruh ruangan ini.


Tapi Eric masih terdiam di tempatnya. Wajahnya menatap ke tanah dengan raut wajah yang cukup menyedihkan.


'Aku tahu itu.... Aku yang paling tahu mengenai hal itu, tapi....' Pikir Eric dalam hatinya.


Ia merasa bahwa semakin lama dirinya bermain, semakin banyak orang-orang yang berharga baginya mulai menghilang.


Dengan pemikiran itu, Ia melihat langkah anggun dari Cathy.


'Apakah.... Suatu hari dia juga akan meninggalkanku?' Pikir Eric dalam hatinya.


Cathy yang sedari tadi berjalan tanpa memperhatikan apapun secara tiba-tiba berhenti melangkah dan membalikkan badannya.


Ia melihat sosok Tuannya yang kini terlihat cukup menyedihkan.


Setelah beberapa saat memikirkan apa yang mungkin ada di dalam pikirannya, Cathy segera berkata.


"Tenang saja. Tak seperti mereka semua, aku tak begitu pandai bertarung. Jadi aku takkan pernah berada di barisan terdepan dan mati disana." Ucap Cathy dengan nada yang seakan bercanda.


"Terimakasih...." Balas Eric.

__ADS_1


Kini dirinya telah merasa sedikit baikan.


Tapi, dunia sungguh kejam. Dunia seakan tak ingin Eric menikmati kedamaian ini lebih lama lagi.


Sebuah jendela notifikasi dengan warna merah darah muncul menutupi seluruh pandangan Eric.


Hingga saat ini, Ia telah melihat banyak sekali notifikasi berwarna merah. Tapi baru kali ini Eric melihat sesuatu yang seperti ini.


...[PERHATIAN!]...


...[Sistem telah mendeteksi bahwa Anda menggunakan Item terlarang!]...


...[Sistem mendeteksi keganjilan ini! Membuat laporan kepada pendiri Re:Life!]...


"Hah? Item terlarang? Pendiri? Apa maksudnya dengan itu?" Tanya Eric yang mulai kembali kebingungan.


Tapi kebingungan itu tak berlangsung lama


Hanya dalam waktu kurang dari 30 detik, jendela notifikasi berwarna merah darah itu kembali muncul. Kini, berbentuk seperti sebuah pertanyaan.


...[Para Pendiri Re:Life telah meminta Anda untuk menemuinya!]...


...[Apakah Anda akan menerima panggilan ini?]...


...[Ya] [Tidak]...


"Hahaha.... Lucu sekali. Apakah ini semacam ucapan selamat atas diriku yang memperoleh kekuatan ini?" Tanya Eric pada dirinya sendiri sambil segera menekan tombol [Ya] tanpa ragu.


"Tuan Eric? Ada apa?" Tanya Cathy kebingungan sambil melangkah untuk mendekati Eric.


"Boleh saja! Jika memang begitu, aku akan menerima ucapan selamat dari kalian semu...."


Tepat sebelum Eric tertawa lepas, notifikasi sistem baru segera muncul di hadapannya.


...[Terimakasih atas kerjasamanya]...


Bersamaan dengan notifikasi sistem itu. Sebuah persegi mulai muncul di tempat Eric berdiri. Persegi berwarna putih itu memiliki ukuran sekitar 3 x 3 meter.


Tak ada animasi atau efek khusus apapun. Tapi persegi itu segera membentuk kubus dan membawa apapun yang ada di dalamnya.


Termasuk Cathy yang saat itu telah berada di samping Eric.


Pandangan mereka berdua mulai kabur. Itu karena apa yang baru saja membawa mereka pergi bukanlah sebuah sihir ataupun skill. Melainkan otoritas langsung dari pendiri dunia virtual ini.


Sebuah otoritas untuk melakukan intervensi terhadap apapun di dunia virtual ini. Meski begitu, mereka sebenarnya tak pernah ingin menggunakannya.


Eric dan juga Cathy akhirnya memperoleh kembali kesadarannya.


Kini mereka berdua berada di sebuah ruangan yang dipenuhi dengan lautan bintang sebagai latarnya.


Bahkan lantai yang mereka pijak sekalipun hanya sebuah udara. Anehnya, mereka berdua sama sekali tak jatuh.


Eric yang memiliki sedikit prasangka mengenai tempat ini pun tak begitu terkejut. Berbeda dengan Cathy yang merupakan seorang NPC.


"Tuanku! Tempat apa ini?! Dimana Ki...."


Sebelum Cathy menjadi jauh lebih heboh lagi, kubus yang hanya terbentuk dari garis putih itu kembali muncul dan segera mengirim kembali Cathy ke tempat asalnya, yaitu di laboratorium penelitian itu.


"Hmm.... Bisakah kalian segera menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Eric sambil menoleh ke berbagai arah.


Segera setelah itu, sosok 5 orang dengan karakter yang hanya berupa siluet hitam itu muncul dan berjalan mendekati Eric.


"Yoo, Eric. Kau benar-benar merusaknya ya kali ini?" Tanya salah satu siluet hitam itu yang nampak menyerupai sosok seorang pemuda.


"Seperti harapanku, kau benar-benar menghiburku...." Ucap siluet yang lain dengan wujud seperti seorang kakek-kakek yang sudah tua.


Hingga akhirnya.... Salah satu siluet dengan penampilan seperti seorang wanita dengan rambut yang panjang muncul mendekati Eric.


Tanpa basa-basi sedikitpun....


"Eric. Namaku Genesis. Aku adalah perancang dan juga salah satu pendiri mesin ini. Maksud kami memanggilmu hanya satu, yaitu kau terlalu merusak keseimbangan dunia permainan ini." Jelas wanita itu.


"Apa maksudmu dengan itu? Lagipula, Genesis? Jadi kau adalah manusia?" Tanya Eric kebingungan. Ia terus menoleh kesana kemari untuk memperhatikan sosok 5 orang itu.


"Ya. Aku manusia. Pada intinya, kami membiarkanmu selama ini karena kami menjunjung tinggi kebebasan dalam dunia ini. Tapi tepat setelah kau menggunakan item itu barusan, keseimbangan antar pemain telah runtuh sepenuhnya pada titik dimana perbaikan tak lagi mungkin dilakukan." Jelas wanita dengan siluet hitam itu.


Seakan memahami apa yang dimaksud oleh wanita itu, Eric pun ingin memastikan suatu hal.


"Jangan katakan padaku, bahwa kau ingin menghapus karakterku?" Tanya Eric dengan wajah yang sangat serius.


Akan tetapi....


"Buahahaha!!!"


Siluet dengan wujud kakek tua itu terlihat tertawa lepas. Begitu pula ketiga orang yang lainnya. Semua kecuali wanita yang mengaku bernama Genesis itu.


"Tidak. Kami takkan pernah menginginkan hal seperti itu. Hanya saja, kami ingin memintamu melakukan suatu hal. Apakah kau mau melakukannya? Anggap saja sebagai hubungan timbal balik antara pengembang dan juga pemain." Jelas Genesis.


"Melakukan suatu hal? Apa itu?" Tanya Eric dengan wajah yang tegang.


Ia sudah siap dengan berbagai kemungkinan buruk dari perkataan wanita misterius itu.


Tapi jawaban yang diperoleh, justru melenceng jauh dari harapannya.


"Sederhana saja. Kami ingin kau menjadi boss terakhir dalam permainan ini."

__ADS_1


"Eh?"


__ADS_2