TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 306 - Kedatangan


__ADS_3

...Dunia Nyata...


...Kediaman Eric...


'Bzzzztt....'


Pintu kapsul dengan lampu biru yang indah itu mulai terbuka secara perlahan. Mengeluarkan udara yang cukup sejuk dari dalamnya.


Dari balik pintu itu, terlihat sosok seorang Pria dengan rambut hitam yang cukup acak-acakan.


"Bukankah kau terlalu lama bermain hari ini?" Tanya seorang wanita dengan rambut hitam yang cukup panjang, Elin.


"Maaf. Permasalahan yang ada cukup membuatku pusing." Balas Eric dengan menggaruk-garuk kepalanya.


Elin pun menghela nafasnya sambil memejamkan matanya.


"Hah.... Tak masalah. Tapi sebaiknya kau lebih memperhatikan calon putrimu karena sebentar lagi kau akan menjadi seorang Ayah."


Tanpa Ia sadari, Elin telah mengandung selama 7 bulan lebih.


"Maaf. Aku akan memperbaiki sikapku." Balas Eric sambil memeluk Elin secara perlahan.


"Eric...."


Mereka berdua pun menghabiskan sisa malamnya dengan tenang.


...***...


...Dunia Iblis...


...Wilayah Kota Venice...


Seorang wanita dengan zirah serba hitam dengan model sisik itu nampak menyeret seorang Pria dengan tangan kirinya.


"Benar disini? Bukankah ini tempat terkutuk milik Ratu Iblis yang paling keji itu?" Tanya Wanita itu yang bernama Sierra.


"Aku berani bersumpah atas seluruh leluhurku dan juga diriku sendiri! Mereka ada di sini! Mereka benar-benar licik dan pandai bersembunyi!" Teriak Hector dengan merengek kepada Sierra, takut akan kehilangan nyawanya.


Sierra pun melirik ke arah Ksatria Naga dengan zirah hitam yang ada di sebelahnya.


"Periksa bersama dengan lima orang."


"Dengan senang hati, Yang Mulia." Balas Ksatria itu sambil menundukkan badannya.


.


Sementara itu, Sierra tak hanya diam. Ia dengan segera meminta puluhan Ksatria Naga yang lainnya untuk meletakkan katalis di seluruh wilayah Kota Venice ini.


Katalis yang digunakan adalah sebuah batu berbentuk kubus berwarna hitam yang telah dihaluskan dan memiliki alur merah yang aneh.


'Sreeettt....'

__ADS_1


Sierra terus menerus menarik kepala Hector dengan menggunakan tangan kirinya.


'Bruuuukk!!!'


"Ughh!! Bukankah kau bilang akan mengampuni nyawaku jika aku bekerjasama?" Tanya Hector dengan nada yang kesal.


Dengan tatapan yang dingin, Sierra menjawabnya secara perlahan.


"Aku akan melakukannya. Setelah aku membunuh targetku."


Pada saat itulah, ledakan yang besar terjadi dari bawah tanah.


...'BLAAAAAAAARRRRR!!!'...


Sierra dan seluruh Ksatrianya yang menyadari hal itu segera melompat ke udara dan menumbuhkan sayap Naganya untuk terbang.


Sementara itu, Hector ditinggal di tanah dan harus cukup bahagia karena Ia masih selamat meskipun menerima luka yang sangat parah dari ledakan itu.


Akan tetapi, Ia cukup sial karena harus berada di tangan orang lain kali ini.


Tangan kanan seorang wanita dengan rambut pirang yang anggun dengan gaun berwarna hitam dan merah itu mencekik leher Hector dengan kuat.


"Jadi kau berkhianat? Terimakasih banyak." Ucap Deus sambil memperkuat cekikannya pada leher Hector. Terlebih lagi, api merah mulai muncul dari tangan kanannya dan mulai membakar tubuh Hector.


Dari udara, Sierra memandang sosok wanita itu dengan tatapan yang sangat merendahkan.


"Bukan target utama, tapi masih tetaplah target. Jadi kau yang bernama Asmodeus? Kau memiliki kekuatan yang pantas untuk legendamu di dunia Iblis ini." Ucap Sierra.


Meski berkata seperti itu, Deus memberikan tatapan yang dipenuhi dengan kebencian ke arah Sierra.


Bukan karena Sierra pernah melakukan hal yang membuat Deus dendam. Akan tetapi karena Deus menyadari kekuatan yang sebenarnya dari Sierra.


'Jadi bukan hanya rumor? Kekuatannya setidaknya berada di atas diriku pada masa kejayaanku dulu. Bisakah aku menahannya dengan kekuatanku yang saat ini?' Pikir Deus dalam hatinya.


Deus dengan segera memanggil sembilan bangsawan vampirnya yang selama ini bersembunyi di dalam bayangannya.


Mereka semua berlutut menghadap kepada Deus di tengah tanah yang telah hancur lebur karena ledakan yang disebabkan oleh sihir Deus sebelumnya.


Lucien, Catherine, Elizabeth, Oliver, Knox dan juga Tasmith dengan segera menyusul ke arah Deus, bersamaan dengan puluhan ribu prajurit dari berbagai ras itu.


"Yang Mulia.... Berikan perintahmu." Ucap Elizabeth sambil berlutut ke arah Deus.


Setelah kesunyian menguasai tempat yang cukup berdebu ini selama beberapa saat, akhirnya Deus pun mulai memberikan perintahnya.


"Bawa pergi Lucien, Cathy, Oliver, Knox dan Tasmith dari sini. Lindungi mereka dengan cara apapun. Sedangkan untuk pasukan yang lain, bersiaplah untuk mati."


Tentu saja, kelima petinggi yang merupakan bawahan Eric secara langsung itu menolak dengan keras perintah dari Deus. Terutama Lucien.


"Tunggu! Aku bisa...." Teriak Lucien sambil mengangkat wajahnya menghadap ke Deus.


Tapi perkataannya dengan segera terhenti setelah melihat tatapan Deus.

__ADS_1


"Jika kau menolak perintah dariku, maka aku yang akan membunuhmu dengan tanganku sendiri. Mengerti?!" Balas Deus dengan tatapan yang sangat mengerikan.


Pada saat itulah, Cathy yang sudah dengan jelas memahami kekuatan yang sebenarnya dari Sierra hanya bisa menganga, seakan tak bisa mempercayai apa yang baru dia lihat dengan kekuatan matanya.


"Apa.... Apa-apaan itu?!"


Di hadapannya, nampak informasi yang merinci mengenai sosok Sierra.


[Sierra]


[Level : 1491]


[Gelar : Black Dragon's Priestess]


[Status]


....


Informasi yang membanjiri pandangan Cathy itu dengan segera membuatnya lemas. Tapi berbeda dengannya, Sierra sama sekali tak memandang sosok Cathy sebagai ancaman. Meskipun Ia bahkan bisa melihat kelemahannya.


Itu semua karena....


"Percuma saja, vampir bermata emas. Aku tak memiliki kelemahan."


Perkataan Sierra itu dengan segera mempertegas perbedaan kekuatan antara para petinggi Origin dan Sierra.


Dan hal itu juga, yang dengan segera membuat mereka berlima berubah pikiran.


"Kita akan mati sia-sia di sini! Setidaknya kita harus bertahan hidup untuk terus melayani Tuan Eric!" Teriak Oliver dengan keras sambil menyeret tubuh Cathy yang sudah lemas itu.


Sementara itu, Knox dan juga Tasmith berusaha dengan keras untuk menarik tubuh Lucien yang bahkan hingga saat ini menolak untuk kabur.


"Tidak! Lepaskan aku! Aku harus tetap bertarung di sisi Ratuku!" Teriak Lucien sambil meronta-ronta, berusaha untuk melepaskan diri dari pegangan Knox dan juga Tasmith yang begitu kuat.


"Diamlah bodoh. Apa jadinya jika Tuan Eric tahu bawahan favoritnya mati?" Ucap Knox dengan sinis sambil terus berlari mengikuti langkah kaki Liz.


Sementara itu, Deus dan Sierra masih saling memandang satu sama lain, berusaha untuk mengukur kekuatan lawannya.


'Setidaknya, Eric takkan masalah selama mereka berlima masih hidup.' Pikir Deus dalam hatinya.


Sedangkan dalam hati Sierra, ada satu hal yang mengganggunya bahkan hingga sekarang.


'Menurut legendanya, Asmodeus memiliki sebuah skill mahadahsyat yang seharusnya hanya bisa digunakan oleh Dewa dan Dewi. Apakah Ia masih memiliki kekuatan itu hingga sekarang?'


Hal yang dimaksudkan oleh Sierra, adalah sebuah skill tingkat Apocalypse yang berada di atas tingkat Mythical.


Skill itu adalah....


World Eater.


Kini yang menanti mereka berdua dan seluruh pengikutnya, hanyalah pertempuran yang akan menuliskan sejarah baru bagi dunia iblis.

__ADS_1


__ADS_2