
"Sikap yang bagus untuk menuruti perkataanku dan datang kemari. Jika tidak, maka aku akan terpaksa untuk membunuh semua tema...."
"Sudahi basa-basinya dan katakan apa maumu." Ucap Aamori sambil memotong perkataan Chris.
Mendengar hal itu, Chris nampak mulai berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati Aamori.
"Hoo.... Jadi orang miskin dan bodoh waktu itu telah melupakan semua kebaikanku? Kau sendiri tahu betul kan bahwa aku yang membawamu keluar dari kesengsaraan?" Ucap Chris sambil berusaha memprovokasi Aamori.
Alih-alih terprovokasi, Aamori justru memprovokasi balik Chris.
"Kau sendiri, aku heran bagaimana bisa orang menjadi seserakah ini sehingga kedua matanya buta akan bahaya." Balas Aamori sambil tersenyum tipis.
Chris yang sedikit terprovokasi pun segera kembali ke tempat duduknya. Di sisi kanannya nampak seorang Pria berambut putih yang mengenakan jubah hitam.
'Jadi dia adalah penjahat legendaris bernama Evan itu? Tak heran Chris memiliki rasa percaya diri sebesar itu. Ternyata karena orang itu berada di pihaknya.' Pikir Aamori dalam hatinya.
Setelah duduk, Chris pun segera mengutarakan kemauannya.
"Aamori. Aku telah mendengar mengenai dirimu yang menjadi dewa penempa. Oleh karena itu, sebagai orang yang pernah menolongmu, aku memintamu untuk membuatkan ku set perlengkapan terbaik yang bisa kau buat." Jelas Chris.
Tapi di sisi lain, Aamori justru nampak berusaha sekuat tenaga untuk menahan tawanya yang pada akhirnya tak bisa tertahankan.
"Buahahaha! Apa kau bilang? Kau serius?!" Teriak Aamori sambil tertawa puas.
Evan yang melihat hal itu mulai merasa ada sesuatu yang salah.
'Orang itu adalah si Dewa Penempa yang dibicarakan? Aku memiliki perasaan yang buruk.'
Tanpa ragu, Evan segera melangkah keluar dari ruangan ini sambil berkata.
"Aku ingin melanjutkan eksperimenku."
Menyisakan hanya Aamori, Chris, dan puluhan Ksatria yang ada di tempat ini.
Chris pun segera mengeluarkan salah satu kartu andalannya.
"Jika kau tidak melakukannya, aku akan membunuh semua Penempa yang ada di Kota Forgia. Hanya dengan satu perintah, mereka semua akan mati." Ucap Chris sambil mengetikkan sesuatu di jendela menunya.
'Menggunakan fitur chat ya? Memang benar bahwa menghubungi Player lain di Forgia akan mampu mengirimkan informasi dengan sangat cepat. Tapi....' Pikir Aamori dalam hatinya.
"Memangnya kenapa? Aku adalah Dewa Penempa, bukan Dewa Pelindung. Jika mereka mati, maka biarlah begitu." Balas Aamori dengan tenang.
Merasa kesal, Chris pun dengan segera memerintahkan semua pasukannya yang ada di dalam ruangan ini untuk menyerang Aamori.
__ADS_1
"Seraaaaaang! Bunuh dia!"
Waktu seakan melambat bagi Aamori yang hanya berdiri dengan tenang di tengah ruangan ini.
Dari bibirnya yang sedikit gelap, Ia nampak mengucapkan sesuatu dengan suara yang lirih.
"Recollection...."
Sambil memutar badannya dengan cepat, Aamori memasang kuda-kuda dengan kedua tangan yang seakan sedang memegang sebuah pedang besar dua tangan.
Dari tangan yang kosong itu, secara tiba-tiba muncul cahaya putih kebiruan yang membentuk sebuah pedang besar. Dan benar saja, pedang besar itu dengan segera berada tepat di genggaman tangan Aamori.
Ditambah dengan gerakan badannya yang memutar....
'ZRAAAASSSHHH!!!'
Setidaknya tubuh dari 10 orang prajurit yang menyerang Aamori, kini telah terbelah menjadi dua dan berubah menjadi cahaya putih dengan segera.
Semua itu terjadi hanya dalam waktu kurang dari 2 detik dan dalam putaran yang pertamanya.
Pada putaran tubuhnya yang kedua, pedang besar Aamori tak mampu menggapai tubuh prajurit yang mengelilinginya. Itu karena mereka telah bergerak mundur setelah melihat kengerian tebasan pedang Aamori.
Di saat mereka telah merasa aman....
Dari ujung tebasan pedang besarnya, muncul tebasan angin yang tipis namun sangatlah tajam.
Sebuah tebasan angin yang terus muncul dari ujung ayunan pedang Aamori itu mendorong semua prajurit jauh ke belakang. Tapi kali ini, tak ada korban jiwa. Hanya terluka parah saja.
Hal yang wajar karena sebagian besar Status milik Aamori berada pada Dexterity, Strength, dan Stamina. Membuat serangan sihirnya tak begitu menyakitkan.
"Mundur!" Teriak salah seorang Ksatria yang memimpin pasukan itu.
'Klaangg!!!'
Melihat lawannya mundur, Aamori menancapkan pedang besarnya ke tanah sambil segera menyilangkan lengannya.
Tubuhnya yang dipenuhi dengan zirah tebal itu nampak begitu mengintimidasi.
"Apakah sudah cukup jelas?" Tanya Aamori dengan suara yang cukup lantang.
Chris yang melihat kejadian ini pun merasa sangat geram. Pasukan khusus yang Ia latih untuk melindungi istana ini, mati hanya dalam satu tebasan.
"Aamori sialan.... Kau benar-benar orang yang tak tahu berterimakasih.... Oleh karena itu, kau akan menerima akibatnya. Semuanya! Rencana B!" Teriak Chris sambil mengeluarkan sebuah botol kaca berisi cairan kuning keemasan.
__ADS_1
Puluhan prajurit lainnya pun segera mengikuti perintah dari Chris dan mengambil botol kaca yang sama.
Setelah beberapa saat mengangkatnya ke udara, mereka semua segera membuka tutupnya dan meneguk semua isi cairan kuning itu tanpa ragu sedikitpun.
Melihat kejadian itu, Aamori nampak sedikit kebingungan.
'Hmm? Apakah ramuan penguat?' Pikirnya dalam hati sambil kembali mengangkat pedang besarnya.
Tanpa menurunkan kewaspadaannya, Aamori terus mengamati gerak gerik Chris dan seluruh pasukannya.
Tapi apa yang terlihat di hadapannya, adalah sesuatu yang belum pernah Ia bayangkan sebelumnya.
"Ggrrrrr!!!"
Raungan hewan buas mulai memenuhi ruangan besar ini.
Tubuh seluruh Prajurit nampak membesar dengan drastis. Membuat seluruh pakaian dan zirah yang mereka kenakan mulai retak dan hancur.
Perlahan tapi pasti, kini wujud mereka yang sebenarnya mulai terlihat. Yaitu gabungan antara manusia dengan hewan buas yang berupa singa.
Dengan tubuh yang 2.5 kali lipat lebih besar daripada manusia itu, mereka nampak begitu mengintimidasi dengan otot yang besar serta cakar yang tajam.
Tapi diantara semua itu, sosok hewan buas milik Chris jauh berbeda daripada yang lainnya. Ia memiliki ukuran setidaknya 3 kali lipat lebih besar daripada manusia. Otot yang sangat besar dan kekar serta kuku yang sangat tajam. Terlebih lagi, warna tubuhnya sedikit lebih gelap.
..."Grrrrooaaarrr!!!"...
Secara bersamaan, mereka semua mengeluarkan raungan yang kuat ke arah Aamori.
"Kughh! Yang benar saja?!" Teriak Aamori sambil berusaha mempertahankan dirinya.
Semua yang dilalui oleh raungan maut itu mulai retak dan hancur. Termasuk lantai batu yang kuat ini, serta pilar yang menjulang tinggi.
'Blaaarrr!! Duaaarrr!'
Seisi ruang istana ini pun runtuh karena sebagian besar pilar yang menopangnya telah runtuh dan hancur lebur. Membuat istana yang sebelumnya indah ini menjadi rata dengan tanah.
Aamori yang tertimbun bebatuan itu nampak berusaha keluar dan berdiri tegak di atas semua reruntuhan ini. Dengan dibalut cahaya matahari yang masih cukup terang, Ia memperbaiki kuda-kudanya dan segera bersiap untuk bertarung.
Alih-alih mati karena reruntuhan, para hewan buas setengah manusia itu justru telah berdiri tegap menghadap ke arah Aamori.
"Groooarrr.... Aamori.... Kau akan merasakan akibatnya...." Ucap Chris dalam bentuk hewan buasnya.
Kini, pertarungan antara Aamori dengan pasukan hewan buas nya itu pun berlanjut.
__ADS_1