
Pertarungan antara tim ekspedisi Eric dan sang Naga Tua berlangsung dengan sangat sengit. Akan tetapi, pertarungan ini lebih mirip dengan adu tombak dan perisai.
Di pihak Eric sendiri, pertahanan mereka tak begitu kuat. Setiap kali Eric mengeluarkan Crystal Shield itu, Ia harus membayar harga yang sangat mahal dengan Mana Pointnya.
Oleh karena itu, tim Eric lebih fokus untuk menyerang titik kelemahan naga itu yang berada di lehernya. Terutama Eric sebagai seorang penyihir dan juga Lucien yang merupakan pemilik serangan terkuat di tim ini.
Akan tetapi, serangan dari tim ekspedisi Eric juga kesulitan untuk memberikan hasil yang memuaskan. Pertahanan dari naga tua itu benar-benar jauh diluar nalar mereka semua.
Meski begitu, sang naga tak memiliki banyak serangan yang kuat.
Tapi ketika tim Eric membuat kesalahan....
'Kretaakk!!!'
Salah satu kumpulan stalaktit di langit-langit goa ini runtuh akibat hempasan ekor naga tua itu. Menghujani tim Eric yang sedang bertarung. Lebih tepatnya Rilette yang ada di barisan belakang.
Dalam sesaat, formasi tim Eric runtuh karena pola pemberian Buff dan Debuff menjadi terganggu karena Rilette terkena efek Stun.
Memberikan kesempatan besar bagi sang naga tua untuk mendominasi aliran pertarungan sesaat.
Tapi perisai adalah perisai.
Naga tua itu hingga akhir pertarungan ini sama sekali tak mampu membuat tim Eric dalam kondisi yang kritis.
Dan akhirnya, tim Eric pun berhasil menghabisi naga itu setelah bertarung selama lebih dari 4 jam.
Notifikasi yang melegakan mereka semua pun muncul.
...[Old Dragon telah berhasil dikalahkan!]...
...[Selamat! Anda telah menyelesaikan Dungeon ini!]...
...[Melakukan kalkulasi untuk Kontribusi selama pertarungan....]...
...[Kalkulasi selesai!]...
...[Hadiah akan dibagikan sesuai dengan ranking dalam kontribusi!]...
...[Ranking Kontribusi]...
...1. Eric : 2.438.461.520 Damage ...
...2. Lucien : 1.192.206.355 Damage...
...3. Rilette : 821.974.931 Buff...
...4. Verara : 314.371.253 Damage...
__ADS_1
...5. Tharkas : 232.985.941 Damage...
...[Hadiah telah berhasil dibagikan!]...
Saat ini, Eric telah merasa cukup lega dengan hasilnya. Bagaimanapun, Eric tak bisa lagi mati karena nama hitamnya. Jika Ia mati sekali lagi.... Mungkin Ia takkan pernah kembali lagi ke dunia virtual ini.
'Total menghabiskan 231 Stamina Potion dan 122 Mana Potion.... Ini buruk. Di dunia iblis sialan ini aku tak tahu bahan mana yang bisa digunakan untuk membuat Potion. Jika ini terus berlanjut....'
Eric terus memikirkan hal itu sambil memperhatikan isi Inventorynya yang kian hari makin mengering. Bagaimanapun, Ia harus segera mencari keberadaan Sierra dan memintanya untuk setidaknya mengembalikan Eric ke dunia manusia.
Dengan mencamkan hal itu baik-baik ke dalam dirinya, Eric pun meninggalkan Dungeon Sarang Naga ini dengan perasaan yang cukup rumit.
...***...
...Dunia Manusia...
...Kota Mercenary...
Di sebuah Kota yang telah ditaklukkan oleh Elin itu, sedang terdapat suatu masalah yang bisa dibilang cukup serius.
Tepat di tengah alun-alun kota, terlihat seorang Pria dengan jubah yang menutupi hampir seluruh tubuhnya itu sedang mencekik seorang prajurit di kota ini.
"Katakan padaku.... Apakah kau tahu sesuatu mengenai pemanggil monster yang ada di Kota ini?" Tanya Pria berjubah itu dengan tatapan yang sangat dingin.
"Si-sialan! Aku sama sekali tak tahu soal itu! Lepaskan atau kau.... Kuugghh!!!" Teriak prajurit itu ketika dilempar ke tanah.
"Drake, amankan penduduk kota ini. Lainnya, bantu aku dari belakang jika terjadi sesuatu dengan pria itu." Ucap Elin dengan tegas sambil terus mempercepat langkah kakinya.
Hingga akhirnya, Elin berdiri tepat di samping Pria itu.
"Apa yang kau inginkan?!" Tanya Elin dengan tegas sambil menyilangkan kedua lengannya.
"Hmm? Siapa kau?" Tanya Pria berjubah itu sambil membuka tudung kepalanya. Memperlihatkan sosok seorang Pria dengan cukup banyak luka di wajahnya. Rambutnya yang berwarna pirang itu hanya menambah kengeriannya.
Di saat Elin melirik sedikit zirah yang ada di balik jubah itu, Ia pun paham dengan situasinya.
'Cih.... Inquisitor sialan itu benar-benar cepat.'
Semenjak kehadiran Alice di jajaran tentara Dewi Celestine, pergerakan mereka telah melampaui batasan yang wajar. Itu semua karena Alice bisa mengirim Inquisitor kemanapun dengan menggunakan kemampuan portalnya.
Segera menyadarkan kembali dirinya, Elin pun menjawab pertanyaan Pria itu.
"Aku adalah Elin. Penguasa tempat ini. Apakah kau ada masalah dengan itu?" Tanya Elin dengan tegas.
Tapi bukan kata-kata yang diperolehnya, melainkan sebuah tebasan yang sangat cepat dari sang Inquisitor.
'Sraaaangg!!!'
__ADS_1
Elin dengan refleks dan tubuhnya yang lentur segera menghindar dengan mengarahkan tubuhnya ke bawah.
Tak hanya itu, Elin juga memposisikan dirinya untuk menendang bagian dada Pria itu dari bawah.
'Braaakk!!!'
Tendangan yang ringan, tapi sudah cukup untuk menjauhkan Elin dari bahaya.
Dalam waktu yang singkat itu, para Prajurit di pihak Elin masih kebingungan dengan apa yang sebenarnya baru saja terjadi.
"Nyonya Elin! Kau tidak apa-apa?!" Tanya Drake yang segera berlari dari kejauhan untuk menghampiri Elin.
Elin yang masih melihat sosok Pria berjubah itu yang hanya terdorong sekitar 4 meter itu pun segera memberi perintah baru kepada Drake.
"Lupakan aku. Bawa semua orang yang ada disini untuk pergi. Dan jangan menolak!"
Drake yang merupakan salah satu petinggi Mercenary itu pun hanya bisa mengangguk dan segera melaksanakan perintah Elin.
Di sisi lain....
"Hoo.... Sesuai rumornya, kau benar-benar kuat untuk seorang gadis kecil, Elin. Atau lebih tepat jika ku sebut sebagai komplotan penjahat yang mendukung Iblis bernama Eric?" Jelas Inquisitor itu sambil memberikan tatapan yang tajam.
'Chris sialan. Jadi dia benar-benar membocorkan informasi tentangku.' Pikir Elin dalam hatinya.
"Begitu kah? Aku tersanjung dengan pujianmu, Tuan Inquisitor. Jika bisa aku ingin berdamai denganmu tapi.... Sepertinya mustahil ya?" Balas Elin sambil berusaha mengulur waktu untuk memberi kesempatan penduduk kota ini kabur.
"Buahaha! Berdamai ya? Dengan pengikut iblis sepertimu? Maafkan aku tapi itu tidak mungkin." Balas Inquisitor itu sambil tertawa lepas.
'Bagus. Jika hanya dia sendiri maka aku akan....'
Tepat pada saat Elin memikirkan hal itu, hal yang sangat dia harapkan untuk tidak terjadi, justru benar-benar terjadi di hadapannya.
Inquisitor itu menembakkan sihir cahaya yang sangat terang ke langit. Yang dengan segera mampu dilihat oleh berbagai anggota Inquisitor lainnya yang tersebar di wilayah ini.
Kemudian mereka yang merupakan pemain di jajaran Inquisitor ataupun Ksatria Suci segera menghubungi Alice. Meminta mereka menghubungi Alice di Katredal Suci.
Hanya dalam waktu kurang dari 10 detik....
Lingkaran sihir berwarna biru muda yang indah segera muncul tepat di hadapan Elin.
Dan di balik Kilauan cahaya itu, terlihat puluhan Inquisitor yang telah berbaris dengan rapi.
"Sekarang, bagaimana kau akan menghindar?!" Teriak Inquisitor berjubah itu.
'Sialan.... Dari semua peluang, ternyata ini yang terjadi? Jika seperti ini keadaannya....'
Elin yang berada di sisi yang sangat dirugikan itu pun segera berpikir dengan sangat keras. Mengenai cara untuk selamat dari maut ini.
__ADS_1