TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 392 - Belphegor


__ADS_3

...Dunia Manifestasi...


...Dungeon Raksasa, Wilayah Selatan...


Segera setelah memanggil Dungeon raksasa ini, Eric meninggalkan Belphegor secepat mungkin untuk menjaga jarak. Ia sama sekali tak mengetahui kemampuan seperti apa yang dimiliki Belphegor.


Itulah mengapa Eric berusaha untuk mempelajarinya dengan menggunakan seluruh kekuatan yang ada di dalam Dungeon ini.


"Sudah cukup jauh kan?" Ucap Eric sambil melihat ke belakang. Sosok Belphegor masih terlihat terdiam di tempat. Hanya terus mengepakkan sayapnya.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Eric pergi ke arah salah satu Kota dan membentuk garis pertahanan.


Ia mengatur agar semua yang bisa memanah dan juga berbagai alat berat diarahkan ke langit. Bersiap untuk menyambut kedatangan Belphegor.


Sedangkan Eric sendiri sedang berlari sekuat tenaga untuk pergi ke lingkaran sihir Teleportasi. Bermaksud untuk mempersiapkan Kota lainnya secepat mungkin.


Akan tetapi....


Tak ada satu orang pun yang menduganya.


...'BLAAAAAAAAARRRR!!!'...


Tekanan angin yang sangat kuat, bersama dengan pusaran angin yang terbentuk secara horizontal segera menerpa seluruh kota ini. Membuatnya hancur seketika sambil meninggalkan bekas yang cukup dalam.


Sebuah bekas dimana tanah hancur lebur hingga sedalam 10 meter lebih. Ujung dari kedua hancurnya tanah itu bahkan tak mampu terlihat lagi.


"A-apa ini?! Apa-apaan ini?!" Teriak Eric yang kini telah kehilangan separuh bagian tubuhnya. Health Pointnya pun telah menurun drastis hingga hanya tersisa 10%.


Tapi semua itu hanya berlangsung sesaat. Berkat kekuatan dari Inti Slime itu, Eric mampu meregenerasi tubuhnya dengan sangat cepat. Termasuk menumbuhkan ulang bagian tubuhnya yang telah hilang.


Pada saat ini, Eric sangat yakin.


Bahwa lawan yang dihadapinya saat ini adalah lawan terburuk yang pernah ada.


Di kejauhan....


"Hoo, masih bisa hidup ya? Terlebih lagi kekuatan Regenerasi itu, Slime?" Ucap Belphegor pada dirinya sendiri sambil memandang di kejauhan. Pemandangan yang ada adalah sebuah kehancuran dalam garis lurus yang tak berujung.


'Tap! Tap! Tap!'


Belphegor mulai berjalan secara perlahan ke arah dimana Eric berada. Meskipun terkejut, Ia sama sekali tak merasa bahwa dirinya akan kalah dalam pertempuran ini.


"Meski begitu, menggunakan sihir sebesar ini.... Seberapa banyak kekuatan sihir yang dimilikinya?"


Dengan pertanyaan itu, Belphegor mulai menunjukkan sebuah senyuman yang tipis. Sebuah senyuman dimana Ia akhirnya telah menemukan mangsa yang sempurna.

__ADS_1


Kembali ke sisi Eric....


"Hah... hah... hah...."


Eric terlihat bernafas dengan sangat cepat. Detak jantungnya pun juga demikian. Bahkan di hadapannya kini muncul sebuah jendela notifikasi berwarna merah.


...[Detak Jantung Anda terlalu cepat!]...


...[Sistem akan melakukan Log Out secara paksa jika Anda masih tak bisa menenangkan diri!]...


'Tidak boleh, jika aku Log Out saat ini juga, maka aku mungkin akan kehilangan segalanya. Mengingat kekuatan dari Belphegor barusan, Ia pasti akan menghancurkan seluruh wilayah Selatan.


Terlebih lagi jika aku log out, kemungkinan besar Dungeon Manifestasi ini juga akan segera menghilang. Membuatku tak lagi bisa menggunakannya....' Pikir Eric dalam hatinya.


Ia pun mulai mengatur nafasnya dan mulai menenangkan dirinya.


"Fuuuuuh.... Hah...."


Eric terus menerus menarik nafas yang dalam lalu mengeluarkannya. Secara perlahan, angka detak jantung yang muncul di jendela sistem di hadapannya mulai menurun.


Warna dari jendela menu itu pun secara perlahan berubah dari merah menjadi kuning. Hingga akhirnya, jendela itu benar-benar hilang.


Eric yang masih bersembunyi di tengah reruntuhan dan kehancuran itu, kini mulai bernafas lega.


Tepat di saat Eric telah bernafas dengan lega....


"Yo, sudah selesai mengatur nafasmu?" Tanya Belphegor yang telah berdiri di belakang batu yang digunakan oleh Eric untuk bersembunyi itu.


'Sreeett!!'


Eric dengan segera berlari dan bersiap untuk terbang. Tak memperdulikan apapun yang mungkin dipikirkan oleh lawannya, tapi Ia harus segera menyusun formasi pertahanan dan memperoleh posisi yang lebih baik.


"Hoo.... Jadi kali ini kita akan bermain kejar-kejaran? Sayang sekali aku tak suka permainan itu. Runtuhlah." Ucap Belphegor sambil mengayunkan tangan kanannya kebawah dengan cukup cepat.


Pada saat itu juga, Eric dan apapun yang ada di sekitar Belphegor mulai merasakan tekanan yang sangat teramat kuat. Bahkan Eric yang telah terbang setinggi 20 meter lebih pun segera terhantam ke tanah.


'Braaakkkk!'


Tekanan gravitasi yang sangat kuat di sekitar tempat Belphegor berdiri membuat semuanya memiliki beban puluhan, atau mungkin ratusan kali lebih berat. Meruntuhkan segalanya ke tanah, termasuk Eric.


"Kuuugghh! Ini?!" Teriak Eric yang kini telah kesulitan untuk berdiri. Tangannya terlihat berusaha sekuat tenaga untuk bergerak. Tapi hanya sedikit gerakan yang bisa dilakukannya di bawah tekanan yang sangat kuat ini.


"Hahahaha! Bahkan Hydra sekalipun akan runtuh dengan ini. Apalagi Raja Iblis baru seper...."


'Duaaarr! Blaaarr! Braaakkk! Duaaarr!!!'

__ADS_1


Sebelum Belphegor menyelesaikan perkataannya, ribuan panah raksasa dan juga batu besar yang terbakar itu mulai menghantam tepat di sekitar lokasi Belphegor.


Kebanyakan meleset, tapi yang mengenai Belphegor sudah lebih dari cukup. Cukup untuk membuat sihir gravitasi yang digunakan oleh


"Baguslah kau banyak bicara!" Teriak Eric yang segera terbang dan menjauh dari tempat itu.


Sekali lagi, kedua tangannya bergerak seakan sedang melakukan sesuatu. Yang pada kenyataannya adalah Eric menembakkan sebagian besar perangkap yang ada di dunia Manifestasi ini dan mengarahkannya ke Belphegor.


Sebuah taruhan yang sangat besar. Jika Belphegor bergerak jauh diluar perkiraan Eric, atau Eric sendiri melupakan lokasi tembakan itu, kemungkinan akan terjadi hal buruk.


Tapi satu keberuntungan sudah cukup.


Cukup untuk membawa Eric pergi jauh dari bahaya ini.


'Krettakk!'


Belphegor nampak keluar dari tumpukan ratusan batu dan panah besar itu dengan tubuh yang menerima cukup banyak luka.


Kekesalan terlihat dengan sangat jelas di wajahnya. Itu karena Belphegor tahu. Segera setelah kejadian barusan, Eric akan sangat menjaga jaraknya dalam pertarungan ini.


Sedangkan Eric sendiri mampu untuk melakukan serangan jarak jauh yang tak memiliki energi sihir sedikitpun. Membuatnya cukup sulit dideteksi. Tak hanya itu, jumlahnya benar-benar mengerikan.


"Eric.... Kau memiliki persenjataan ya...."


'Blaaaaaarrrrr!!!'


Serangan kali ini benar-benar diluar dugaan Belphegor yang mulai mewaspadai serangan fisik. Yaitu sebuah sinar berwarna putih yang cukup besar.


Karena sifatnya sebagai cahaya, serangan itu hampir tak memerlukan waktu untuk mengenai targetnya dan akan tiba seketika.


Sebuah serangan favorit Eric, Extermination Ray, yang juga ditambahkan dengan 3 buah lingkaran sihir Amplification.


Serangan itu berhasil mengenai tepat di tubuh Belphegor. Sekali lagi memotong perkataan nya dengan serangan yang cukup mematikan.


Tapi di hadapan pandangan Eric, muncul sebuah notifikasi mengenai serangannya.


[Anda telah memberikan 1.842.469 damage!]


Sebuah jumlah yang cukup besar.


Tapi sayangnya, itu sekalipun bahkan belum menggores 1% Health Point milik Belphegor.


"Kurasa pertarungan kali ini akan berlangsung cukup lama ya?"


Dengan begitu, Eric segera pergi ke arah salah satu Kota terdekat untuk mempersiapkan dirinya menghadapi Belphegor.

__ADS_1


__ADS_2