TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 367 - Pijakan Pertama


__ADS_3

...Dunia Iblis...


...Wilayah Selatan...


Tiga hari berlalu dengan sangat cepat di Kota ini. Sebuah Kota yang dibangun oleh Eric dengan mengeksploitasi menu [Dungeon] miliknya.


Seluruh permasalahan di kota itu telah diselesaikan. Bahkan Eric telah membuat birokrasi yang efektif dan efisien untuk Kota ini.


Membuatnya tak hanya memiliki ketahanan pangan dari sektor pertanian baru yang dirancang oleh Eric. Tapi juga dari perburuan Dungeon yang dilakukan oleh para prajurit terlatih.


Hingga akhirnya....


"Kalau begitu, sesuai dengan perjanjian. Aku telah memakmurkan desa ini. Sisanya, aku serahkan pada kalian." Ucap Eric sambil segera keluar dari ruang rapat itu.


Sebuah desa yang bahkan 3 hari yang lalu kesulitan untuk makan, kini sanggup bermewah-mewahan dengan mengadakan rapat di bangunan yang cukup bagus.


Melihat hal itu saja sudah cukup untuk membuat Eric tak sengaja melepaskan ekspresinya yang sesungguhnya. Sebuah senyuman yang sangat teramat licik tergambar dengan jelas di wajahnya.


Tepat sebelum Eric membuka pintu itu....


"Tunggu dulu! Tuan Eric! Kenapa terburu-buru? Anda bisa tinggal dan...." Ucap Kepala Desa itu.


"Itu benar! Tuan Eric, kami mohon! Masih banyak permasalahan yang perlu kita selesaikan. Kami tak bisa melakukannya tanpa bantuan Anda!"


"Tidak! Sejak awal kita butuh persetujuan dari Tuan Eric! Karena apapun yang dilakukannya terbukti selalu membuahkan hasil yang baik!"


Keributan ringan terjadi diantara para petinggi di tempat ini.


Eric yang sedang berjuang keras untuk menyembunyikan niat dan juga wajahnya yang sebenarnya segera membalikkan badan.


"Aku? Kenapa? Bukankah aku hanya pengelana 3 hari yang lalu? Bahkan kalian menodongkan senjatanya kepadaku. Oleh karena itu, aku takkan berlama-lama lagi disini." Ucap Eric sebelum meninggalkan tempat itu.


Apa yang dinantikannya bukanlah ucapan terimakasih ataupun selamat tinggal.


Tapi sebuah ucapan yang jauh lebih bermakna dan berarti bagi Eric.


Ucapan itu adalah....


"Tuan Eric! Kami mohon! Tinggal lah di sini sebentar lagi! Kami akan melakukan apapun!"


"Kami mohon! Hanya Anda yang bisa membimbing kami semua!"


Saat Eric membalikkan badannya, Ia melihat puluhan petinggi Desert Orc yang bersujud memohon kepada Eric.

__ADS_1


'Hal yang wajar. Aku telah memperlihatkan surga kepada mereka yang selama ini hidup di neraka.' Pikir Eric dalam hatinya sebelum tersenyum tipis.


"Baiklah. Sebagai gantinya, kalian akan menuruti beberapa permintaan kecil dariku. Setuju?"


"Dengan senang hati!"


"Sebuah kehormatan untuk memenuhi permintaanmu, Tuan Eric!"


Rencana kecil Eric untuk menjadikan sebuah Desa di antah berantah ini menjadi pusat seluruh kegiatannya di masa depan telah berhasil.


Bagaimanapun, Eric yang saat ini hanya memiliki kekuatan penghancur saja. Ia sama sekali tak memiliki nilai lain yang membuatnya layak untuk memimpin para iblis yang lain di dunia ini.


Hal yang serupa juga terjadi ketika Ia baru saja menaklukkan wilayah Behemoth. Dimana hampir seluruh raksasa memberontak kepada Eric dan melakukan perlawanan. Tapi tentu saja, Eric membekuk mereka semua dengan kekuatannya.


Akan tetapi....


Apakah hanya itu saja yang bisa Ia lakukan?


Jika saja dirinya memiliki seseorang, atau sekelompok ras yang dengan senang hati mendukungnya, dan membantunya menyebarkan reputasi yang baik. Maka....


'Penaklukan dunia iblis ini akan jauh lebih mudah. Terimakasih kalian wahai Orc yang hidup di tengah tanah tandus ini. Akan kujamin kalian semua memperoleh keuntungan kedepannya. Tapi sekarang....' Pikir Eric dalam hatinya sambil berjalan mengikuti para petinggi Desert Orc itu.


Mereka meminta Eric untuk membantu Kota itu menjadi jauh lebih stabil dan lebih kuat lagi untuk menghadapi bencana apapun.


Dan juga....


"Serangan iblis lain?" Tanya Eric terkejut ketika sedang berada di kawasan Barak pasukan itu.


"Itu benar.... Kami semua sebenarnya adalah pasukan yang lari dari salah satu Kota Orc. Peperangan untuk memperebutkan wilayah sangatlah wajar terjadi." Jelas petinggi militer itu.


"Memangnya siapa yang akan memburu kalian di tempat tandus ini?" Tanya Eric kebingungan. Sebelum akhirnya menyadarinya sendiri setelah melihat sekeliling.


Tempat ini bukanlah tanah tandus lagi.


Air yang mengalir dengan cukup deras mampu membasahi tanah kering ini. Membuat tanaman mampu tumbuh dengan subur.


Tak hanya itu, para regu pemburu berhasil menjinakkan beberapa hewan buas di sekitar Kota ini. Membuat peluang membuka peternakan terbuka lebar.


Lebih dari itu, kegiatan penambangan untuk mengumpulkan sumberdaya berlangsung dengan sangat lancar. Penambangan itu guna mengganti semua bahan yang digunakan oleh Eric ketika membangun Kota ini dengan menu [Dungeon].


"Kota yang ramai.... Tanah yang subur.... Penambangan yang kaya.... Hahaha. Kau benar. Aku melupakan hal yang sederhana seperti itu." Ucap Eric pada dirinya sendiri.


"Itu benar, Tuanku. Akan banyak sekali yang menginginkan tanah ini sekarang." Balas petinggi Orc itu.

__ADS_1


"Kalau begitu, masih banyak sekali masalah yang harus kita selesaikan bukan?" Jawab Eric sambil memandangi langit yang cukup cerah.


...***...


...Wilayah Kerajaan Sierra...


...Kastil Kerajaan...


"Yang Mulia!" Teriak salah seorang Ksatria Naga yang berlari dengan terburu-buru itu.


Sierra yang terlihat masih duduk di singgasananya nampak memasang wajah yang cukup serius.


"Ada apa?" Tanya Sierra singkat.


"Izin melaporkan! Pergerakan dari Avacor semakin berbahaya! Belphegor memberikan surat secara langsung untuk menjelaskan detailnya sekaligus meminta kita memburunya!" Jelas Ksatria itu.


Sierra segera mengambil surat itu dan membaca keseluruhan isinya sebelum segera merobek-robek kertas itu.


Dengan wajah yang dipenuhi kemarahan, Sierra pun segera berteriak.


"Semuanya! Persiapkan pasukan penunggang naga! Kita akan memburu Avacor!"


Mendengar teriakan itu, semua ksatria segera bergerak untuk mengumpulkan para penunggang.


Tapi Sierra sendiri masih sangat kesal.


"Membuatku harus mengeluarkan penunggang naga.... Kau akan membayar semua ini, Avacor.... Terlebih lagi.... Belphegor, bukankah kau terlalu semena-mena?" Ucap Sierra pada dirinya sendiri memandangi kertas yang telah Ia robek sebelumnya.


Apa yang tertulis di dalamnya adalah sebuah kenyataan dimana Avacor, atau penerus dari Gluttony telah menjadi semakin kuat. Akan tetapi, penyebabnya sangatlah menjijikkan hingga Sierra sendiri langsung naik pitam mengetahuinya.


Avacor dikabarkan telah memangsa sebuah kota sendirian. Tak hanya penduduk dan juga hewan, tapi monster itu juga memangsa seluruh bangunan hingga tanah yang ada. Menyisakan sebuah lubang yang besar di tempat Kota itu pernah berada.


Pergerakannya pun semakin cepat dan targetnya juga semakin jelas. Yaitu kota-kota lain yang ada di sekitarnya.


Semakin banyak Avacor mengkonsumsi makhluk hidup atau benda apapun, kekuatannya akan terus meningkat.


Bahkan mengetahui bahwa Avacor seharusnya sudah memasuki tingkat bencana dunia, Belphegor masih tetap diam tak mau bergerak. Hal itulah yang membuat Sierra menjadi sangat kesal.


'Belphegor.... Apa yang sebenarnya kau inginkan? Apakah kau ingin menghancurkan dunia itu? Tidak.... Jika itu kau, mungkin kau hanya ingin melihat dan mengamati bagaimana seluruh dunia ini berjuang untuk bertahan dari kehancuran bukan?'


Permasalahan yang sangat besar pun terjadi di bagian tengah Benua iblis ini.


Dan tentu saja....

__ADS_1


Eric sama sekali tak mengetahui sedikitpun tentang hal ini. Bahkan Ia saat ini sedang pesta barbeque dengan bawahan dan juga para petinggi Desert Orc.


__ADS_2