
...Dunia Manusia...
...Di Sebuah Kota, Wilayah Kerajaan Salvation...
Terlihat barisan pasukan yang rapi untuk menyambut kedatangan sang Raja dan tangan kanannya, Evan.
Mereka melakukan pengungsian setelah hancurnya Kota Reinard di tangan sisa pasukan Farna.
Tak hanya prajurit NPC, tapi ribuan pemain yang menyaksikan sesi jumpa pers Chris juga telah hadir di upacara penyambutan ini.
"Aku akan mendukungmu sampai kapanpun, Chris!"
"Ayo habisi semua sisa peninggalan Eric!"
"Kapan aku bisa bergabung dalam pasukan?!"
Teriakan banyak pemain itu pun turut memeriahkan kedatangan sang Raja. Tentu saja, Chris hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya ke berbagai arah di atas kuda putih itu.
Penampilannya memang sangat layak untuk disebut sebagai Raja. Pendukungnya pun meningkat dengan sangat pesat.
Meski begitu, Chris sendiri paham dengan baik. Bahwa alasan kedatangan mereka kemari adalah untuk ramuan Beastification itu.
Itulah sifat dasar dari manusia.
Oleh karena itu, Chris justru akan memanfaatkannya.
"Siang nanti, tepat ketika matahari berada di posisi tertingginya, aku akan mendemonstrasikan kekuatan ramuan ini dengan melawan salah satu iblis bawahan Eric di lapangan barak pasukan!
Bagi yang berminat datanglah kesana! Mungkin saja kalian akan terpilih untuk mendapatkan ramuan ini!" Teriak Chris dengan lantang.
Semua orang pun bersemangat untuk menyaksikan hal itu, dan jauh lebih bersemangat lagi untuk memperoleh ramuan itu.
"Apakah ini sudah cukup?" Tanya Chris kepada Evan.
Dengan senyuman yang tipis, Evan pun dengan segera menjawab.
"Lebih dari cukup. Mereka akan menjadi subjek penelitian yang sempurna. Pastikan sebagian besar yang menerima ramuan ini adalah NPC. Dengan begitu, mereka takkan mampu mengadukannya setelah mati."
Rencana Chris untuk menguasai Benua ini dengan kekuatan hewan buas, serta rencana licik Evan untuk terus mengembangkan ramuannya nampak sejalan.
Itulah mengapa Evan mampu bertahan selama ini berpura-pura seakan melayani orang lain.
Tujuan akhirnya?
Tentu saja, menciptakan sebuah ramuan Beastification yang sempurna dengan menggabungkan banyak karakteristik dari hewan buas yang unggul. Termasuk Naga.
Meski begitu....
Tak semua orang sepakat untuk mendukung Chris.
Salah satunya adalah seorang kepala dagang di salah satu distrik Kota Reinard.
__ADS_1
Penyebabnya adalah kerugian yang Ia derita mencapai angka lebih dari 50.000 koin emas, yang bernilai sekitar 500.000$ atau 5 Milyar Rupiah.
Semua itu dikarenakan tokonya yang ada di pusat Kota, yang kini telah menjadi sangat terkenal, hancur berkeping-keping tak bersisa.
"Yang benar saja! Kau berteriak akan bertanggung jawab, tapi bagaimana dengan tokoku?! Apa yang akan kau la...."
'Jlebb! Sruuugggg!!'
Secara tiba-tiba, beberapa orang dengan jubah yang menutupi hampir sebagian besar tubuhnya segera menusuk jantung pedagang itu. Tak hanya disitu, orang yang lain nampak membungkam mulut pedagang itu hingga Ia berubah menjadi cahaya putih.
Tak ada seorangpun di tengah keramaian ini yang melihat. Hal itu dikarenakan pergerakan para pembunuh itu begitu cepat, tak membiarkan siapapun menyadarinya.
Lebih dari itu, pembunuhan yang terjadi bukan hanya pada satu tempat. Tapi ratusan lebih.
Inilah metode penekanan yang dilakukan oleh Chris untuk menjaga image dirinya tetap baik dengan mencegah siapapun untuk berbicara.
Sedangkan untuk di dunia nyata?
Bawahan Chris telah bersiaga untuk menghapus postingan negatif apapun yang muncul di sosial media. Hal yang mudah bagi seorang pemain yang didukung secara langsung oleh Amerika Serikat.
Lalu bagi yang diwawancarai atau meng-upload video? Jika mereka tak mampu menghapusnya, sebagian besar komentator bayaran akan mengatakan 'hoax!' atau 'sekalinya pembenci akan selalu membenci, meski seberapa banyaknya kebaikan yang dilakukan Chris!'.
Tirani di bawah kepemimpinan Chris pun dimulai, tanpa dirinya sendiri menyadari bahwa Chris hanyalah boneka yang sempurna bagi Evan.
...***...
...Dunia Iblis...
"Tuanku...." Ucap Lucien dengan tubuh yang nampak begitu lemas.
"Air....Aku ingin air...." Ucap Cathy dengan tubuh yang tak kalah lemasnya.
"Bukankah aku sudah mengeluarkan sihir air barusan?" Jawab Eric dengan suara yang terengah-engah.
"Tapi air itu langsung menguap bahkan sebelum aku sempat meminumnya...." Balas Cathy sambil menjulurkan lidahnya.
Dari kejauhan nampak bahwa cairan apapun yang ada di lidah Cathy segera menguap dengan sangat cepat.
"Bodoh! Apa yang kau lakukan!" Teriak Lucien sambil segera menutup mulut Cathy.
Suasana pun kini menjadi sangat panas.
Situasi kelompok Eric yang sebelumnya tersesat di tengah Gurun dan kehilangan arah itu, kini mulai berubah menjadi situasi yang sangat mengerikan. Sebuah situasi pertaruhan antara hidup dan mati.
"Sialan.... Kenapa tak kunjung terlihat ujung dari gurun ini? Terlebih lagi, apa-apaan dengan suhu panas ini?" Pikir Eric kebingungan.
Eric telah berkali-kali mencoba untuk terbang dan melihat sekeliling. Bahkan mencoba untuk pergi dari gurun ini.
Tapi hasilnya nihil. Sepanjang apapun mata memandang, sejauh apapun kaki melangkah, setinggi apapun sayap mengepak, tak terlihat bahkan sedikitpun ujung dari gurun Hitam ini.
Bahkan, Eric juga mencoba untuk membangun Dungeon dan memasang lingkaran sihir teleportasi untuk pergi dari tempat terkutuk ini.
__ADS_1
Hasilnya?
...[Anda sedang berada dalam Quest! Tidak bisa meninggalkan tempat ini!]...
Bermodalkan notifikasi itu, Eric telah paham setidaknya satu hal.
"Bukankah Quest sialan ini rusak?! Developer! Aku ingin kalian bertanggung jawab!!!" Teriak Eric dengan sangat keras ke arah langit.
...***...
...Dunia Nyata...
...Jepang...
...Cabang Utama Perusahaan Re:Life...
Di dalam sebuah bangunan yang begitu besar dan memiliki bentuk yang sedikit unik ini, ribuan orang nampak berjalan kesana kemari dengan begitu sibuknya.
Rentetan mesin dan komputer raksasa nampak berjejer hampir di segala tempat. Tak lupa, pendingin ruangan dalam jumlah dan ukuran yang sangat besar selalu menyala untuk menahan suhu panas dari Mainframe Komputer ini.
Di dalam sebuah ruangan, terdapat 6 orang yang merupakan petinggi perusahaan Re:Life cabang Jepang ini.
Mereka semua tengah memperhatikan sebuah layar raksasa, dan puluhan layar yang lainnya.
Di samping kanan dari ruangan ini, terdapat sebuah layar yang menyala dengan tulisan merah serta bunyi alarm yang cukup keras.
'Teeettt!!! Teeeettt!!!'
...[Peringatan Sistem! Sebuah Event dengan nomor ID : D-Mid-X-1312-ZC telah tereksekusi!]...
...[Perwakilan Ketua Kantor Re:Life dari Amerika Serikat, Uni Eropa, Afrika Tengah, dan Indonesia telah sepakat untuk melakukan intervensi dan membatalkan Event secara paksa!]...
...[Perwakilan yang menolak : Rusia, Brazil, Argentina, Filipina, Cina, dan Uni Arabia!]...
...[Menunggu keputusan dari Perwakilan Cabang Jepang!]...
...[Sistem Genesis sangat merekomendasikan semua perwakilan untuk membatalkan secara paksa Event ini untuk mencegah permasalahan yang lebih besar!]...
...[Peluang besar permasalahan yang akan timbul : Hancurnya keseimbangan kekuatan di dalam game, mengetahui bahwa Event ID : H-Mid-G-1205-MY belum tereksekusi!]...
...[Segera berikan jawaban Anda sebelum partisipan Event menemukan kunci untuk memulai Event ini!]...
"Yang benar saja.... Sampai kapanpun kenapa orang itu selalu membuat masalah bagi kita?" Tanya salah seorang Profesor yang sudah tua dengan rambut yang mulai memutih.
"Profesor, aku, tidak. Kami menyarankan untuk menolak pengajuan dari sistem Genesis untuk menghentikan Event ini. Mengingat orang itu, kami yakin dia akan memberikan keuntungan yang besar untuk bangsa kita." Jelas seorang wanita yang mengenakan kacamata itu.
Setelah beberapa saat berpikir, pada akhirnya sang Profesor pun mulai melangkah mendekati layar itu. Tanpa sedikitpun keraguan, Ia dengan segera menekan tombol [Tolak] di layar itu.
Profesor itu, beserta semua petinggi di ruangan ini segera menoleh ke sebuah layar yang besar itu.
'Kami berharap keberuntungan akan menyertaimu.' Pikir mereka semua.
__ADS_1
Di layar itu, terlihat sosok tiga orang yang tengah berjalan di Padang pasir yang berwarna hitam dengan tubuh yang terlihat sangat kelelahan dan lemas.