
...[Sarang Naga]...
...[Lantai B1]...
Di dalam reruntuhan yang cukup gelap ini, ruang gerak menjadi sangat terbatasi. Bukan karena Eric dan pengikutnya tak bisa melihat. Tapi karena tempatnya yang cukup sempit.
Setelah beberapa langkah di dalam reruntuhan itu....
...[Seluruh Status Anda telah meningkat sebesar 50% karena berada di dalam Dungeon!]...
Itu adalah efek dari Legendary Skill [Master of the Dungeons] milik Eric yang Ia peroleh sejak dahulu kala. Memberikannya keunggulan yang luarbiasa besar ketika berada di dalam Dungeon.
"Verara, aku yakin bahwa kau akan sangat kesulitan bertarung di tempat sempit seperti ini. Berdirilah di barisan paling belakang untuk menjaga Rilette." Ucap Eric sambil memperhatikan sekeliling.
Kemampuan Harpy Queen Verara sangatlah luarbiasa ketika berada di tempat terbuka. Tapi sebaliknya, Ia akan menjadi sangat lemah ketika berada di tempat yang sempit.
"Siap, Tuanku."
Perjalanan yang sunyi ini terus berlanjut. Hingga akhirnya, monster pertama yang ada di dalam Dungeon ini pun terlihat.
"Yang benar saja...." Ucap Eric sambil tersenyum lebar.
Di dalam pikirannya hanya ada satu.
'Developer sialan.... Jadi maksud kalian aku bisa menjinakkan hewan ini dan menjadikannya monster panggilanku?!' Pikir Eric sambil tersenyum dengan sangat lebar.
Di hadapan Eric dan timnya, terlihat sebuah goa yang cukup besar. Dan di dalam ruangan itu....
...[Wyvern]...
...[Level : 620]...
"Kalian semua, berjuanglah sebaik mungkin untuk menyakiti monster itu tanpa membunuhnya. Jika berhasil, kita akan memperoleh kawan baru!" Ucap Eric sambil segera berlari ke arah Wyvern yang sedang berjalan kesana kemari itu.
Keempat bawahan Eric pun dengan segera memahami maksudnya dan langsung beraksi.
Tharkas segera mengambil posisi terdepan dan mengarahkan perisai besarnya itu tepat di hadapan Wyvern.
"Roooaaaaaarrrr!!!" Teriak Tharkas dengan sangat keras. Itu adalah sebuah skill tingkat Rare, [Taunt] yang memungkinkan pengguna memaksa target berada dalam Debuff [Taunted]. Membuat target terpaku dan hanya menyerang pengguna skill.
'Klaaangg!'
Wyvern itu mengibaskan ekornya dengan sangat kuat ke arah Tharkas. Tapi berkat Buff yang telah diberikan oleh Rilette dari barisan belakang, Tharkas hanya terdorong beberapa sentimeter saja.
Sementara itu, Verara segera terbang ke udara dan bersiap menyerang dengan cakarnya yang tajam. Meskipun terbilang cukup sempit, Verara masih mampu untuk terbang dengan lincah di udara.
__ADS_1
Ia mampu menyerang dengan sangat baik dan cepat kepada Wyvern itu. Meskipun semua serangannya mengenai targetnya dengan cepat, tapi sayangnya kekuatan Verara tidak mencukupi untuk memberikan damage yang berarti.
Kemudian di sisi lain....
"Fufufu.... Akan kuperlihatkan caranya menjinakkan hewan buas seperti ini." Ucap Lucien sambil tertawa ringan. Ia terlihat melepas cakar Harpy Empress yang selalu Ia gunakan.
Dan kini, Lucien hanya menggunakan tangan kosong untuk menghadapi Wyvern yang memiliki ukuran tubuh cukup besar itu.
"Bergembiralah, hewan buas. Karena setelah ini, kau akan berada di bawah pimpinan Kaisar Kegelapan yang Agung." Lanjut Lucien sambil berjalan secara perlahan ke arah Wyvern yang mulai mengamuk itu.
Sesaat setelah itu, efek Taunted telah hilang. Membuat Wyvern itu bisa bergerak bebas sesuai dengan keinginannya.
Dan keinginan terbesarnya saat ini, adalah membunuh lawan yang paling tidak berdaya baginya. Lucien.
Wyvern itu mengangkat lengan kanannya cukup tinggi ke udara. Bersamaan dengan itu, melempar Tharkas cukup jauh dengan pukulan ekornya.
"Tuan Lucien, awas!" Teriak Tharkas sambil berlari ke arah Lucien.
'Zraaaassshhh!!! Klaaangg!!!'
Cakar tajam yang dimiliki oleh lengan panjang Wyvern itu terhenti seketika sebelum mengoyak tubuh Lucien. Seakan-akan cakar itu menabrak sesuatu yang keras.
Tapi kenyataannya....
"Fufufu.... Begini sajakah? Kau bahkan tak bisa memotong kuku yang rapuh ini." Ucap Lucien sambil menahan cakar besar Wyvern itu dengan kukunya.
'Sraaaaassh!!! Bruukk!'
Hasilnya, ujung lengan kanan Wyvern itu terpotong seketika oleh serangan Lucien.
"Inilah bagaimana caranya menggunakan cakar."
Melihat sosok Lucien yang terlihat seakan tak berdaya, tapi sebenarnya jauh lebih kuat itu berhasil membuat Wyvern terintimidasi secara alami.
Satu... dua....
Wyvern itu nampak mundur ketakutan. Ia terlihat akan terbang ke udara, menerobos goa yang rapuh ini untuk kabur dari kematiannya.
Tapi ada satu orang yang dilupakan.
"Flame Arrow." Ucap Eric dengan tenang sambil mengarahkan tongkat sihirnya kepada Wyvern itu.
Dari ujung tongkat sihirnya, muncul enam buah lingkaran sihir berukuran sedang. Dari tiap lingkaran sihir itu, muncul panah api yang sangat panas.
Keenam panah api itu melesat dengan cepat dan mengenai tepat sayap Wyvern itu. Melubangi dan membakar sayapnya.
__ADS_1
Terjatuh ke tanah, Eric menyerahkan kembali proses intimidasi kepada keempat bawahannya.
Beberapa menit berlalu dimana keempat bawahan Eric itu terus menerus menyerang tanpa henti. Lalu ketika Wyvern itu mulai sekarat, Rilette akan menyembuhkannya dan ketiga orang lain akan kembali menyerang.
Setelah beberapa kali siklus keputusaan itu berlangsung, Wyvern itu mulai tidak melawan. Mengetahui bahwa nyawanya berada di tangan mereka berlima.
Pada saat itulah....
'Tap! Tap! Tap!'
Eric berjalan secara perlahan ke arah Wyvern itu. Keempat bawahannya pun memberikan jalan.
Mengarahkan tongkat sihirnya ke tubuh Wyvern itu, Eric kembali mengucapkan mantra sihir.
"Astral Bind."
Empat buah rantai besar dengan warna perak keemasan itu muncul dari bawah tanah. Mengikat Wyvern itu dengan sangat kuat.
Terlihat sama sekali tidak ada perlawanan dari Wyvern itu. Ia hanya terdiam seakan telah siap untuk menanti kematiannya.
Pada saat itulah, Eric memberikan penawaran dengan menggunakan skill [Contractor] miliknya.
"Berita bagus untukmu, Wyvern. Jika kau bersumpah setia kepadaku, maka aku tak hanya akan menghentikan rasa sakit yang kau rasakan. Tapi aku juga akan memberikanmu dan seluruh bangsamu kejayaan yang besar. Apakah kau akan menerimanya?" Tanya Eric sambil menggunakan skillnya.
Seketika, jendela notifikasi muncul di hadapan Eric. Menunjukkan bahwa Wyvern itu telah merespon.
...[Wyvern telah menyetujui kontrak ini!]...
Eric pun tersenyum tipis melihat notifikasi itu. Akhirnya, Ia memiliki monster yang sangat kuat dan memiliki mobilitas tinggi. Terlebih lagi, potensi pemanfaatan Wyvern ini sangatlah besar.
Ia telah membayangkan dirinya membentuk pasukan penunggang Wyvern yang mampu melakukan pertempuran di udara. Lebih dari itu, pasukan penunggang Wyvern ini juga bisa memberikan kehancuran yang besar tanpa menerima banyak kerugian karena sebagian besar monster berada di atas tanah.
"Bagus. Pilihan yang bijak. Dengan begitu, aku akan melepaskan belenggu ini." Lanjut Eric sambil membatalkan skill [Astral Bind] yang Ia gunakan.
Keempat bawahannya pun ikut senang karena Eric memperoleh kekuatan baru.
Tapi diluar dugaan Eric, terjadi suatu hal yang sama sekali belum pernah dialami olehnya.
Pada saat Eric kembali menoleh untuk melihat Wyvern itu, tatapan mata Wyvern yang tajam itu membuat Eric seakan mendengar sesuatu yang seharusnya tak didengarnya.
'Aku akan menagih kontrak itu, Summoner....'
Itulah sebuah kalimat yang terdengar oleh Eric. Pertama kali baginya mendengar hal seperti itu dari monster yang dikontrak olehnya.
Dalam hatinya, Eric mulai berpikir.
__ADS_1
'Apakah karena Event kemunculan Obelisk itu, kemampuan skill ini meningkat hingga menjadi seperti ini?'