
...Dunia Iblis...
...Wilayah Kerajaan Origin...
...Gunung Vesuvius...
Di balik deretan pertahanan yang dibuat oleh Eric, semua monster nampak bersiaga. Bersiap terhadap apapun yang akan mendatangi mereka.
Sementara itu, pasukan Sierra yang sebagian besar merupakan pasukan yang bertarung di udara telah lama terbang. Mereka melesat dengan cepat ke arah Gunung Vesuvius ini. Tanpa sedikitpun melambat.
Barisan puluhan ribu Ksatria Naga yang terbang di udara saja sudah membuat siapapun merasa ngeri.
Jika dibandingkan, 1 Ksatria Naga biasa memiliki kekuatan setara dengan 1.000 Goblin di pasukan Eric. Sedangkan untuk Ksatria Naga Kerajaan, maka satu dari mereka setara dengan lebih dari 20 Vampir tingkat tinggi Eric.
Tentu saja, Eric mengetahui perbedaan kekuatan itu. Ia paham bahwa Goblin yang lemah itu takkan pernah mampu melawan Ksatria Naga. Kasus terkecuali yaitu Oliver atau Knox yang mungkin bisa bertahan dalam pertarungan 1 lawan 1, bahkan dengan Ksatria Naga Kerajaan sekalipun.
Tapi kini mereka telah tiada.
Tak bisa lagi mengharapkan mereka.
Sementara itu, Lucien hanya sendirian. Menangani monster sebanyak itu sekaligus, bahkan Lucien sekalipun takkan mungkin bisa.
Oleh karena itu....
"Tembak." Ucap Eric dengan menjaga wajahnya tetap datar. Ia terlihat seakan sama sekali tak peduli dengan situasi yang sangat mencekam ini.
Akan tetapi....
Puluhan ribu Goblin yang bekerjasama untuk membawa ratusan Balista Raksasa yang merupakan perangkap dari Eric itu berkata lain.
Mereka semua tersenyum lebar sembari mengarahkan Balista itu ke udara.
Bersamaan dengan perkataan Eric, Balista yang membawa panah raksasa itu pun melesatkan panahnya ke udara.
'Swuuoosshh! Swuuuoossshh!!!'
Ratusan panah raksasa melesat ke udara dengan sangat cepat.
Para Ksatria Naga Sierra yang tak siap dengan situasi ini hanya mampu terkejut.
Sebagian yang mampu menyadari tembakan panah raksasa itu, dan yang mampu mengetahui arah lintasan panah itu saja yang bisa bereaksi untuk menghindar.
Sedangkan yang lainnya....
'Jleeebb! Zraaaashh! Sraashh!!!'
Tubuh mereka terkoyak dan membentuk lubang yang besar, dimanapun panah itu mengenai mereka.
Mereka yang terkena panah raksasa itu mati seketika, tanpa sempat untuk berteriak sedikitpun.
__ADS_1
'Zraaassh!!!'
Salah satu panah raksasa itu juga melesat tepat ke arah Sierra. Ia mampu menyadarinya sehingga dapat menghindar dengan memutar tubuhnya. Tapi ketika Ia menoleh ke belakang, hanya neraka yang ada di pandangannya.
Tak hanya panah, tapi juga rentetan sihir telah memborbardir pasukan terbang milik Sierra. Menyisakan hanya kengerian di belakangnya.
Pelaku utama dari serangan sihir itu tak lain adalah para ras Vampir dan juga Desert Draconic yang dipanggil oleh Eric. Semuanya telah mencapai tingkat Epic berkat skill Summoner Eric. Membuat kekuatan mereka berada di tingkat yang mengerikan.
"Sialan...." Ucap Sierra dengan tatapan yang penuh dengan kebencian.
Pandangannya tertuju tepat pada satu orang, yaitu Eric yang saat ini masih memandangi medan pertempuran dengan wajah yang seakan tak tertarik.
Sierra pun segera melesat ke arah Eric. Mengabaikan apapun yang ada di hadapannya.
'Sraaasshh! Jleeebb!!!'
Ratusan tombak, ratusan pedang, ratusan anak panah....
Semuanya Ia lewati begitu saja tanpa sedikitpun berusaha menghindarnya. Hal itu Sierra lakukan atas dasar pikiran bahwa Ia harus segera membunuh dalang dari semua ini, Eric.
Meski jarak antara mereka berdua hanya tersisa beberapa ratus meter saja, tapi Eric masih memberikan pandangan yang sama.
Sebuah tatapan dan wajah yang seakan sama sekali tak tertarik atas apapun yang terjadi. Api hitam mulai menyelimuti ujung tombak Sierra. Semakin lama, api itu semakin pekat dan semakin gelap, menunjukkan bahwa semua kekuatannya terkumpul di ujung tombak itu.
Sierra memegang dengan sangat erat tombak itu dengan tangan kanannya.
"Matilah kau!!!" Teriak Sierra dengan sekuat tenaga sambil mengarahkan tombaknya tepat di jantung Eric.
'TTTRAAANGG!!!'
Ekspresi terkejut yang luarbiasa terlihat dengan jelas di wajah Sierra.
Tombak terkutuk yang merupakan salah satu artifak terkuat di dunia Iblis ini, mampu dihentikan dengan mudah....
Hanya dengan sebuah perisai seukuran jari kelingking.
Sebuah skill legendaris milik Eric, [Crystal Shield] yang mampu mengubah Mana Point beserta Magic Power untuk menjadi perisai. Yang membuat perisai sihir ini jauh lebih kuat daripada berbagai jenis perisai sihir yang lain, yaitu kekuatannya ditentukan berdasarkan ukuran.
Semakin kecil ukurannya, dengan jumlah Mana Point yang sama, maka kekuatannya akan semakin besar.
Sedangkan perisai sihir yang saat ini digunakan oleh Eric....
"Membosankan sekali, wahai Iblis Naga. Seluruh pergerakanmu sangat mudah dibaca." Ucap Eric sambil memandangi tombak Sierra yang tertahan oleh [Crystal Shield] miliknya.
Meski berbicara seperti itu, di dalam hatinya Eric sangatlah terkejut. Semua itu karena notifikasi yang muncul di hadapannya.
[Crystal Shield telah berhasil menahan 48.913.559 damage!]
'Yang benar saja.... Aku akan langsung mati hanya dengan satu tusukan tombak itu.' Pikir Eric dalam hatinya sambil terus menjaga agar wajahnya terlihat tenang.
__ADS_1
Dengan segera, Eric memutar tubuhnya dan melepaskan perisai sihir itu, membuat Sierra terjatuh.
Eric yang kini telah berada di belakang Sierra segera melepaskan sihir [Extermination Ray] mengarah ke udara.
...'SRAAAAAAAAASSSHH!!!'...
Cahaya putih yang begitu terang dan menyilaukan mata itu mengenai tepat tubuh Sierra. Tapi dengan pertahanan serta perlindungan zirah sisik hitamnya, Sierra mampu selamat tanpa menderita luka yang fatal. Hanya saja, Ia terlempar jauh di udara.
[Anda telah memberikan 142.852 damage!]
'Tidak buruk.... Mengingat lawanku adalah salah satu iblis terkuat, ini sama sekali tidaklah buruk....' Pikir Eric dalam hatinya dengan perasaan yang puas.
Tapi saat itu juga....
...'BLAAAARRRRR!!!'...
Sesuatu yang besar dengan wujud yang mengerikan itu menghantam tepat di lokasi Eric.
Ia hampir saja tak mampu menghindarinya jika bukan karena peringatan dari Cathy yang telah bergabung dengannya.
"Apa-apaan itu?!" Teriak Eric dengan penuh rasa terkejut.
Di hadapannya, terlihat sebuah tangan.... Tapi sama sekali tak tepat jika menyebutnya tangan. Karena benda itu memiliki jari yang sepenuhnya diselimuti oleh taring-taring yang tajam.
Setelah memperhatikan benda itu sejenak, Eric sadar bahwa benda... atau monster itu memiliki panjang hingga ratusan meter ke belakang.
"Tuanku! Ini sangat berbahaya! Aku menyarankan untuk segera kabur!" Teriak Cathy yang berada di dalam tubuh Eric itu.
"Apa maksudmu dengan itu?!"
"Tidak ada waktu! Cepat!" Balas Cathy dengan suara yang penuh ketakutan.
Dengan segera, Eric pun mengepakkan sayap kelelawarnya dan memutuskan untuk terbang ke udara. Memastikan makhluk apa yang mampu mengeluarkan tangan sebesar ini.
Di kejauhan, terlihat sebuah makhluk dengan wujud yang paling mengerikan yang pernah dilihat oleh Eric.
Makhluk itu memiliki wujud seperti gumpalan daging dengan banyak sekali mulut bergigi tajam di sekujur tubuhnya. Tak hanya itu, lidah besar yang menjulur keluar semakin menambah kengerian makhluk itu.
"Itu.... Beelzebub?!" Ucap Eric secara Refleks untuk menanyakannya kepada Cathy.
Dengan suara yang berat, Cathy pun segera menjawabnya.
"Benar.... Tapi aku tak pernah menyangka bahwa Ia bisa menjadi seperti ini...."
Bukannya menjadi takut terhadap Beelzebub, Eric justru menjadi penasaran terhadap apa yang dikatakan oleh Cathy.
'Bukankah ini seharusnya pertama kalinya bertemu dengan Beelzebub? Bagaimana bisa Ia tahu secara langsung? Terlebih lagi, seperti ini? Apakah Cathy pernah bertemu dengan makhluk ini sebelumnya?'
Eric sekali lagi merasakan perasaan yang aneh ini, sama seperti ketika mereka yang terpanggil dan memiliki ingatan, atau setidaknya memiliki nama.
__ADS_1
Menimbun kebingungannya jauh-jauh, Eric pun kembali fokus untuk menghadapi dua raja iblis yang menyerangnya.