
Setelah melihat kengerian wujud dari Beelzebub, Eric memantapkan hatinya.
'Ini hanyalah sebuah game.... Meski begitu, apa-apaan dengan wujud dan bau busuk ini?!' Teriaknya dalam hari saat terbang ke arah Beelzebub.
Game Re:Life yang selalu mengiklankan realitas dunianya ini memang terkenal bukan hanya bagi kalangan pro gamer, tapi juga orang biasa.
Menikmati berbagai jenis hidangan tanpa harus khawatir untuk gemuk serta menikmati suasana abad pertengahan yang nyaman adalah salah satu poin keunggulan dari permainan ini.
Tapi sayangnya, semua itu juga berlaku sebaliknya.
Eric yang kini menghadapi definisi dari monster itu sendiri mulai merasa kesal terhadap realitas game ini.
"Oii Raja Iblis sialan! Pernahkah kau berpikir untuk mandi?! Jika tidak, aku akan membantumu!" Teriak Eric kesal sambil mengarahkan Oracle Staff miliknya tepat ke tubuh Beelzebub.
Semburan air yang sangat besar dan kuat itu menghantam tubuh Beelzebub. Membuat banjir di sekitar tempat berdirinya Raja Iblis itu dan pasukannya.
Tapi kenyataan sungguh pahit.
[Anda telah memberikan 846.562 damage!]
[Target telah menyembuhkan 2.583.992 Health Point!]
Eric seakan tak mampu mempercayai apa yang ada di hadapannya.
Beelzebub yang seharusnya tergenang semburan air yang sangat kuat itu, justru menikmatinya dengan meminum hampir semuanya.
Seluruh tubuh Beelzebub seakan melebar dan membuka banyak sekali mulut dengan ratusan gigi yang tajam itu. Semuanya meneguk air semburan itu dan mengubah serangan Eric menjadi penyembuhan.
"Sudah ku katakan padamu, Tuan Eric! Makhluk itu jauh di atas kemampuan kita! Lebih baik mundur da...."
Sebelum Cathy sempat menyelesaikan perkataannya, lemparan tombak yang secepat kilat telah mengarah tepat di kepala Eric.
Bahkan dengan refleks yang digabungkan dengan Status Point yang sangat tinggi dari Eric sekalipun, responnya masih sedikit terlambat hingga membuatnya harus menerima goresan di wajahnya.
'Zraaaasshh!!!'
[Anda telah menerima 1.172.804 damage!]
'Hanya dari goresan ini?!'
...'BLAAAAAAAARRRRRR!!!'...
Tombak hitam milik Sierra yang menghantam tanah itu pun membuat ledakan api hitam yang sangat besar. Melontarkan apapun yang ada di sekitarnya. Termasuk juga Legiun Abomination milik Beelzebub.
"Yang Mulia.... Kurasa Sierra telah mengkhianati kita. Kumohon lakukan sesuatu untuk itu. Ini adalah harapan dari rakyatmu yang lemah." Ucap Avacor, sang penasehat tertinggi Beelzebub dengan wajah yang panik.
Dengan ratusan mulut yang terbuka lebar, Beelzebub segera bertanya dengan suara yang begitu besar.
"SIERRA, LEZAT?"
Dengan senyuman yang sangat lebar terlukis di wajah Avacor. Tentu saja, semua itu tersembunyi di balik tubuh serangganya.
"Soal itu, Sierra termasuk salah satu makanan terlezat di dunia ini." Balas Avacor.
__ADS_1
Tanpa jeda, tubuh Beelzebub segera berubah dengan memanjangkan sebuah lengan menuju ke arah Eric.
Tidak....
Lebih tepatnya ke arah tombak hitam terkutuk milik Sierra.
'Zraaaaattt!!!'
Gerakan tangannya luarbiasa cepat. Eric yang berada di hadapannya segera menghindar dengan mengepakkan sayap kelelawarnya dan kembali terbang ke udara.
Seluruh semburan air yang Ia lancarkan barusan telah hilang. Sebagian besar termakan oleh Beelzebub. Sedangkan sebagian lagi terhempas atau masuk ke celah yang terbentuk oleh lemparan tombak Sierra.
Dan saat ini tombak hitam yang sedang berusaha untuk kembali terbang ke tangan Sierra....
'Tap!!!'
"MAKANAN!!!" Teriak Beelzebub dengan ratusan mulutnya secara bersamaan. Menghasilkan suara yang begitu mengerikan.
Tangan besarnya yang memanjang itu segera menangkap tombak hitam Sierra. Tak berhenti di sana, tangan itu nampak menumbuhkan puluhan tangan baru yang semuanya terlihat memperkuat genggaman pada tombak hitam itu.
Melihat hal ini, Sierra nampak terkejut dan bertanya-tanya.
"Beelzebub! Apa yang kau lakukan?! Lepaskan tombakku!" Teriak Sierra sambil membuat gestur seperti sedang menarik tombaknya dari udara.
Tapi apapun yang dilakukannya tak membuahkan hasil.
Merasakan kekuatan tarikan yang besar dari Sierra, Beelzebub menumbuhkan puluhan tangan baru dari tubuhnya dan mencengkeram tanah untuk mempertahankan posisinya.
"Tuanku...."
Ucap Lucien yang sekujur tubuhnya nampak dipenuhi dengan darah hitam. Ia telah memburu banyak sekali lawan baik itu Ksatria Naga maupun pasukan Abomination.
Tapi sayangnya....
"Musuh terlalu banyak. Pasukan kita tak mampu menahannya." Lanjut Lucien sambil menoleh ke bawah.
Terlihat dari satu sisi, Ksatria Naga Sierra telah mendominasi pertempuran dengan manuvernya yang sangat cepat di udara. Membuat pemanah dan juga pemegang alat berat kesulitan untuk membidik.
Sementara itu di sisi lain, Legiun Abomination telah menginjak-injak seluruh prajurit Eric dengan begitu mudahnya.
Ukuran dan bentuk tubuh yang berbeda-beda membuat pasukan Abomination sangat sulit untuk diatasi. Mengabaikan formasi barisan justru menjadi senjata terkuat dari Legiun monster itu.
"Yang benar saja...." Ucap Eric dengan perasaan yang kesal.
Tapi sesaat sebelum kekesalannya memuncak, terjadi suatu hal yang berada di luar dugaannya.
Sierra terlihat melesat tepat ke arah Beelzebub. Tangan kanannya dipenuhi dengan api hitam yang sangat mengerikan.
Sasarannya sangat jelas, yaitu jantung dari Beelzebub.
Tapi lawan yang dihadapinya bukannya takut terhadap hal itu. Beelzebub justru tertawa puas sambil membuka mulutnya lebar-lebar
"MAKANANKU!!!"
__ADS_1
Sesaat sebelum tangan Sierra mengenai tubuh Beelzebub, Ia menumbuhkan mulut baru tepat di bagian yang diincar oleh Sierra. Mulut yang tak begitu besar, tapi sudah cukup besar untuk menyelesaikan tugasnya.
Yaitu melahap tangan kanan Sierra.
'SRAAAAAAAAASSSHH!!!'
Percikan darah berwarna hitam pekat menyebar ke segala penjuru arah.
Bersamaan dengan hal itu, terdapat dua buah ekspresi yang berbeda dari dua raja iblis itu.
Di satu sisi, Beelzebub nampak begitu bahagia. Senyuman di ratusan mulutnya nampak begitu lebar setelah memakan tangan kanan Sierra.
Sementara itu, Sierra sendiri menunjukkan ekspresi yang belum pernah Ia perlihatkan seumur hidupnya.
"Monster sialan.... Aku akan memastikan untuk membunuhmu dengan tanganku sendiri." Ucap Sierra dengan nada datar serta tatapan dengan hawa membunuh yang sangat kuat.
Meski melihat ekspresi mengerikan dari Sierra, Beelzebub hanya tertawa keras.
"ENAAAAK!!! ENAK SEKALI!!! BERIKAN LAGI KEPADAKU!!!"
Tanpa di sangka, seseorang nampak menarik Sierra menjauh dari tempat itu. Tepat sebelum tangan monster Beelzebub kembali menyambar Sierra.
"Perdamaian sesaat. Bekerjasamalah denganku untuk membunuh makhluk itu." Ucap sang penyelamat yang memiliki rambut hitam dan bermata emas. Sepasang sayap kelelawar yang hitam pekat dengan tulang yang terlihat kokoh itu terus menerus dikepakkan.
Tapi Sierra hanya memberikan tatapan yang sinis. Atau lebih tepatnya, wajah yang kesal setelah mengenali sosok sang penyelamat.
"Dari semua orang yang ada disini, kenapa aku harus menuruti perkataan mu, wahai buronan?" Tanya Sierra dengan tangan kiri yang mulai diselimuti dengan api hitam.
Tapi penyelamat yang tak lain adalah Eric itu, hanya memberikan senyuman tipis.
Dengan segera, sosok vampir berambut hitam mengombak dengan pakaian ala bangsawan itu muncul di belakang tubuh Sierra yang masih dipegang erat oleh Eric itu.
Vampir dengan nama Lucien itu nampak memberikan senyuman yang lebar sambil memamerkan cakar Harpy raksasanya
"Itu karena.... Hanya kami yang bisa membantumu mengatasi masalah ini. Dan kami juga yang bisa membunuhmu kapan saja, mengingat kondisimu yang saat ini."
Dengan perkataan itu pun, Eric menyudahi perundingan sepihak ini.
Perdamaian sesaat untuk menghentikan amukan Beelzebub pun segera terbentuk.
...----------------------------------...
...[Author's Note]...
...Maaf saya sangat sibuk. Bukan liburan atau senang2, tapi kerja keras bagai kuda di laboratorium....
...Mungkin sudah bosan denger permintaan maaf, jadi singkat saja....
...Mulai JANUARI 2022 saya, terutama TDM II akan rilis 2 chapter per hari! Dan SEMUA novel saya kedepannya akan selalu ada di NOVELTOON alias GRATISSSS!...
...Setidaknya itulah yang bisa saya lakukan untuk menebus semua waktu yang terlewat....
...Terimakasih!...
__ADS_1