TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 328 - Informan


__ADS_3

...[BERITA TERPANAS!]...


...[AAMORI YANG TELAH LAMA MENGHILANG KINI KEMBALI!]...


...[APAKAH IA BENAR-BENAR MENJADI DEWA PENEMPA?!]...


Seluruh saluran berita mulai mengalihkan perhatian mereka ke Aamori.


Hal yang wajar mengingat berita mengenai betapa kejam dan jahatnya Eric karena menjadi Raja Iblis telah lama basi. Terlebih lagi, Eric di dunia nyata masih merupakan orang yang baik. Membuat nilai berita itu menurun dengan beberapa kalimat sederhana oleh Eric.


"Tenanglah. Itu hanya sebuah game. Jika ada yang merasa dirugikan karena permainan peranku, silakan menghubungi Grandia Group sambil menyertakan bukti untuk meminta ganti rugi."


Perkataan Eric itu membuat seluruh dunia yang sebelumnya membenci Eric menjadi berpikir dua kali.


Tapi saat ini, ada hal yang jauh lebih besar daripada itu.


Yaitu sebuah kenyataan bahwa Aamori telah menjadi seorang Dewa Penempaan.


Puisi yang dibuat secar spontan oleh dunia dengan mendasarkan perjalanan permainan Aamori itu menjadi viral. Baik di dunia nyata maupun di dunia virtual.


Seluruh wartawan di dunia berbondong-bondong untuk mewawancarai Aamori. Mereka semua yang berasal dari berbagai belahan dunia segera menuju ke Afrika Tengah tanpa ragu.


Meskipun, disana mereka ditolak oleh ketiga saudara Aamori. Menyatakan bahwa kakaknya yaitu Aamori sedang sangat sibuk.


Sementara itu di Indonesia....


"Bagaimana menurutmu?" Ucap seorang Pria yang tak lain adalah Eric itu sambil menyodorkan berkas kepada Pria yang ada di hadapannya.


Menerima tumpukan berkas itu, Pria yang telah berpindah kebangsaan menjadi Warga Negara Indonesia itu nampak tersenyum.


"Bukan perolehan yang besar jika dibandingkan denganmu, Eric." Balas Pria yang tak lain adalah Nico. Seorang MeTuber legendaris yang telah lama menghilang dari peradaban dunia.


"Jangan bicara seperti itu. Aku hanya membunuh satu dari sekian banyak Boss saja."


Pembicaraan mereka berdua terus berlanjut dengan banyak candaan. Hingga akhirnya, mereka berdua pun masuk ke topik bahasan utama.


"Jadi bagaimana? Apakah kau siap kembali ke Party Origin yang sudah hancur ini?" Tanya Eric dengan wajah yang cukup serius.


Sebelum menjawab pertanyaan itu, Nico memberikan beberapa lembar kertas yang sedari tadi disimpan di dalam tas selempangnya.

__ADS_1


Kebingungan dengan tindakan Nico, Eric pun bertanya.


"Apa ini?"


"Daftar seluruh pemain yang memiliki potensi yang sama denganmu. Aku telah menyelidiki mereka semua baik di dunia nyata maupun di dunia virtual."


Eric segera melihat beberapa lembar kertas itu.


Aamori, Chris, Evalina, Angie, Luna, Evan, William, Zhang Liu, Kuro, dan Vincent.


Dari seluruh nama yang ada di berkas itu, termasuk informasi mengenai biodata mereka, Eric telah mengenali lebih dari setengahnya. Tapi ada beberapa nama yang mengganjal Eric.


"William, apa yang dia lakukan hingga kau menyebut mampu menyaingi ku? Zhang Liu masih wajar karena Ia memiliki seluruh negaranya sebagai pendukungnya. Lalu siapa sebenarnya Kuro dan Vincent ini? Aku tak pernah mendengarnya." Balas Eric dengan segera.


Nico pun menjelaskannya dengan sangat rinci.


William adalah seorang pemain berkebangsaan Eropa. Basis utamanya adalah di Federasi Pedaganga. Ia memiliki banyak pasukan dan juga pedagang di bawah kepemimpinannya yang membuatnya menjadi salah satu player yang paling kaya di dunia Re:Life.


Tapi semenjak pertemuannya dengan Eric yang cukup sial, William memahami bahwa kekuatan ekonomi saja tidaklah cukup.


Ditambah dengan runtuhnya Kerajaan Farna, Federasi Pedagang yang dipimpin oleh William telah tumbuh menjadi salah satu kekuatan yang sangat besar di benua tengah.


Kemudian Zhang Liu seperti yang dikatakan oleh Eric, adalah seorang pemain unggulan yang didukung oleh Cina sepenuhnya.


"Kuro adalah seorang pemain dari Jepang. Latar belakangnya adalah seorang mahasiswa pada jurusan fisika. Kemampuannya dalam bertarung mulai disoroti akhir-akhir ini saat Ia bahkan bisa mengalahkan 20 lebih pemain yang memiliki level jauh di atasnya." Jelas Nico dengan rinci.


"Tidak terlalu menarik bagiku. Bagaimana dia bisa...."


Sebelum selesai mengutarakan seluruh perkataannya, Nico segera menyela dengan kalimat sederhana.


"Ia hanya baru saja bermain game 1 Minggu yang lalu."


Mendengar jawaban itu, Eric tersadar.


'Apakah Ia memiliki bakat yang jauh lebih besar daripada Angie?' Pikir Eric dalam hatinya.


Eric belum sempat menjawab ketika Nico melanjutkannya dengan perkataan yang jauh lebih mengerikan.


"Tapi monster yang sebenarnya adalah Vincent." Ucap Nico dengan tatapan yang tajam.

__ADS_1


"Apa maksudmu dengan itu? Dia Unofficial Ranker dengan level yang sangat tinggi?" Tanya Eric penasaran.


Tapi Nico hanya menggelengkan kepalanya dengan perlahan.


"Keberadaannya saat ini tidak diketahui di dunia Virtual. Yang membuatku curiga adalah ketika melihat daftar pemain, dia adalah satu dari dua orang yang memiliki status [???]. Kau tahu siapa satu orang yang lainnya kan?" Jelas Nico.


Mendengar hal itu, Eric hanya menelan ludahnya sambil membuka matanya lebar-lebar karena merasa merinding.


"Itu benar. Orang itu adalah kau, Eric. Statusmu di dunia manusia saat ini adalah [???] karena kau masih berada di dunia iblis."


Eric pun merasa aneh. Bagaimana mungkin hal sebesar ini bisa meleset dari radar informasinya. Tapi Ia segera menyadarinya. Sebuah hal yang sangat sederhana yang membuatnya sendiri lupa.


Yaitu kenyataan bahwa nama Vincent itu sendiri sama sekali tak pernah didengar. Penyebabnya tak lain adalah banyaknya player yang berprestasi besar lainnya. Membuat spekulasi orang-orang mengenai status [???] terkubur jauh di bawah tanah.


Terlebih lagi saat ini dimana hampir semua orang masih sibuk membicarakan mengenai Aamori.


"Apakah.... Statusnya itu sudah ada sejak lama?" Tanya Eric kepada Nico.


Tanpa menjawab, Nico hanya mengangguk ringan sambil menyodorkan dua jarinya.


"Dua tahun yang lalu, Eric. Statusnya masih seperti itu sejak dua tahun yang lalu. Membuat orang berpikir mungkin saja Ia terjebak di suatu tempat atau memutuskan untuk meninggalkan game. Tapi sayang sekali. Setelah aku menelusuri latar belakangnya...."


Nico sekali lagi mengeluarkan beberapa lembar kertas yang berisi berbagai macam berita. Semua berita itu nampak sudah cukup tua. Dengan umur berita setidaknya 4 tahun yang lalu.


Mata Eric langsung tertuju di headline beberapa berita itu.


...[Vincent, Sang Penakluk! Mengalahkan empat pemain sekaligus dalam lomba Real Time Strategi terbesar Age of War : Medieval!]...


...[Strategis terbaik dalam sejarah! Sang Penakluk kembali memenangkan juara pertama meski bermain sendirian melawan lima orang pemain!]...


...[Seperti yang diharapkan dari Sang Penakluk! Salah satu Grandmaster Catur tunduk di hadapannya dengan skor 3 - 0]...


...[Vincent Sang Penakluk mengatakan bahwa Ia sedikit tertarik dengan Permainan VRMMORPG - Re:Life! Apakah Ia juga akan menaklukkan dunia itu?]...


Prestasi yang bisa dianggap besar itu terkubur di tengah euphoria seluruh manusia terhadap permainan Re:Life. Termasuk juga para Top Player yang ada di dalamnya seperti Angie dan bahkan Eric itu sendiri.


Di tengah pikiran Eric yang cukup tegang itu, Nico kembali memecahkan suasana.


"Tentu saja, ini masih spekulasi ku saja. Pasalnya Vincent masih rutin mengunggah video permainan komputernya. Terutama permainan Grand Strategi. Oleh karena itu...."

__ADS_1


Mereka berdua pun ditinggalkan dengan pikiran yang penuh spekulasi. Tanpa mengetahui kebenarannya mengenai sosok yang disebut Vincent itu.


Tapi satu hal yang pasti, adalah Ia memiliki status [???] yang sama dengan Eric.


__ADS_2