TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 325 - Behemoth


__ADS_3

Menyadari bahwa ruangan yang seharusnya menjadi kastil dan pertahanannya itu kini berbalik menyerang dirinya, Behemoth memutuskan untuk menghancurkan kastil itu dengan seluruh kekuatannya.


Eric pun secara terpaksa harus keluar dari kastil yang kini seakan telah menjadi miliknya. Termasuk juga harus menerima kenyataan bahwa kekuatan Behemoth benar-benar mengerikan.


'Aku tahu bahwa dia kuat tapi sekuat ini....' Pikir Eric dalam hatinya sambil melihat jurang besar yang terbentuk akibat tebasan Behemoth.


Eric pun memutuskan untuk terbang dengan skill [Fly] dan memperhatikan kondisi secara menyeluruh.


"Mungkin sudah saatnya...." Ucap Eric sambil mengepalkan tangan kanannya.


Di puncak gunung Vesuvius itu, terlihat sosok Behemoth yang masih mengamuk dan menyerang ke segala arah.


Setelah mengangkat tangan kanannya menghadap ke langit, Eric melepaskan sihir ledakan yang cukup kuat hingga menerangi langit malam ini.


'Blaaaarr!'


Ledakan yang terjadi tidaklah begitu besar. Tapi cahaya yang tercipta dapat dilihat hingga puluhan kilometer dari pusat ledakan.


"Apa yang kau lakukan, Summoner? Memutuskan untuk kabur? Jangan berpikir bahwa kau...."


'Jlleeebbb!!!'


Sebuah panah raksasa secara tiba-tiba menembus tubuh Behemoth tepat di bagian perutnya.


'Apa?! Bukankah aku sudah menghancurkan seluruh jebakan yang ada di dalam....'


Tapi Behemoth segera menyadarinya.


Di sekeliling Gunung Vesuvius ini, telah berbaris dengan rapi ratusan ribu monster dari berbagai ras.


Mereka semua membawa banyak peralatan berat yang telah dipasangi jebakan Eric sebelumnya.


Target mereka?


Tentu saja Behemoth.


Sebuah target yang sangat teramat besar dan mudah dilihat karena berada di puncak gunung.


Dan ledakan api milik Eric yang menerangi langit malam itu hanya mempermudah penyerangan.


"Kau?!" Teriak Behemoth kini dipenuhi dengan amarah.


Ia menyadari bahwa dalam situasi ini, Behemoth tak mungkin bisa lolos tanpa menderita cukup banyak luka.


"Ada apa, Behemoth? Takut terhadap pasukan ku? Jangan lupa bahwa aku adalah seorang Summoner." Ucap Eric sambil memandang ke bawah dari atas langit. Tangan kanannya nampak bersiap mengeluarkan sihir ledakan yang lainnya.


"Tembak." Ucap Eric sambil melontarkan sihir ledakan lainnya yang kembali menerangi langit malam ini.


Seluruh monster yang merupakan pasukan baru Eric pun segera mengarahkan alat berat yang membawa jebakan Eric itu ke arah Behemoth.

__ADS_1


Sedangkan jebakan yang ada pun merespon terhadap perintah Eric. Melesatkan ratusan hingga ribuan panah raksasa yang telah digabungkan dengan berbagai jenis perangkap itu.


Mengetahui bahwa dirinya tak mungkin lagi untuk kabur ataupun menghindar, Behemoth justru melindungi tubuhnya dan kepalanya dengan kedua tangannya. Melemparkan kedua senjatanya ke tanah.


Dengan suara yang cukup lirih, Behemoth berbicara pada dirinya sendiri.


"Aku mengakuimu... Summoner.... Kau benar-benar kuat hingga mampu menyudutkan ku disini.... Oleh karena itu...."


Health Point milik Behemoth menurun dengan sangat drastis dari yang sebelumnya 89% kini mendekati 61% dengan sangat cepat berkat bantuan seluruh pasukan Eric.


Tepat pada saat Health Point Behemoth mencapai 60%, hal yang tak diduga oleh Eric pun terjadi.


Di balik rentetan ledakan yang terus menghujani tubuh Behemoth, terlihat sedikit semburat cahaya merah tua.


Cahaya itu nampak membentuk tubuh raksasa Behemoth.


Segera setelah rentetan seluruh serangan Eric berakhir, terlihat sosok Behemoth yang seakan terbungkus oleh batuan yang sangat panas. Memancarkan cahaya merah tua dan dialiri magma di sekelilingnya.


'Gawat, fase kedua?!' Teriak Eric dalam hatinya.


Ia menyadari bahwa senyata apapun dunia virtual ini, pada akhirnya tetap merupakan sebuah game yang bertujuan untuk menghibur para pemainnya.


Atau lebih tepatnya lagi adalah sebuah game RPG dimana sudah rahasia umum, bahwa Boss yang kuat biasanya memiliki beberapa fase di setiap titik Health Pointnya.


Dan itulah yang sedang terjadi saat ini.


Behemoth yang telah mencapai HP 60%, melakukan perubahan.


"Summoner.... Kau akan membayar semua ini." Ucap Behemoth dengan suara yang begitu keras dari balik batu itu.


'Kreettaakk!! Kraaakk! Kreetakk!!'


Batu raksasa itu mulai retak dan runtuh. Secara perlahan memperlihatkan sosok baru Behemoth.


Eric yang sejak sebelumnya terus menumpuk lingkaran sihir amplifikasi telah mempersiapkan serangan terkuatnya. Sebuah skill elemen cahaya yaitu [Extermination Ray] tepat ke arah jantung Behemoth.


'SRRUUAASSSHH!!!'


Cahaya yang keluar dari ujung Oracle Staff milik Eric itu berhasil menembus tubuh Behemoth.


Tapi sungguh disayangkan....


"Hanya segini saja kah, wahai Raja Iblis baru?!" Teriak Behemoth dengan wujud barunya. Lubang yang terbentuk di dadanya pun segera teregenerasi dan menutup kembali.


Sosok baru Behemoth benar-benar mengerikan.


Ia memikiki ukuran tubuh setidaknya 1.2x lipat lebih besar. Warna kulit yang sebelumnya cukup gelap kini menjadi hitam dan memiliki alur merah seperti aliran magma di sekujur tubuhnya.


Jumlah tangannya pun meningkat. Kini, Behemoth bertarung dengan empat tangan yang jauh lebih besar dan kuat daripada yang sebelumnya.

__ADS_1


Secar perlahan tapi pasti, Health Point milik Behemoth juga mulai beregenerasi.


Diperhatikan dari kecepatan regenerasinya, Behemoth mampu memulihkan 1% Health Pointnya setiap 10 detik.


Sebuah kecepatan regenerasi yang luarbiasa mengerikan mengingat betapa besarnya HP nya dimiliki oleh Behemoth.


"Sekarang.... Mari bertarung dengan sekuat tenaga, wahai Raja Iblis yang baru!" Teriak Behemoth sambil menatap Eric dengan tajam.


Pertarungan antara dua raja iblis ini pun berlanjut.


Dan kini, Behemoth benar-benar serius dan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menghadapi Eric bersama dengan ratusan ribu pasukannya.


Blaaaarrrr!!!


Gempa bumi seakan terjadi pada saat Behemoth melangkahkan kakinya.


Tangan kanannya masuk ke dalam kawah yang berisi penuh dengan magma dan lahar yang sangat panas itu.


Ia terlihat menggenggam sebanyak mungkin yang dirinya mampu dengan tangan raksasanya itu.


Segera setelah itu....


'SPRAAAAASSSSHHH!!!'


Behemoth melemparkan seluruh magma panas itu ke segala arah.


Tangan kirinya beserta dua tangannya yang lain juga ikut melakukan hal yang sama. Tapi perbedaannya, ketiganya melemparkan batuan besar yang telah dimasukkan ke kawah gunung berapi itu.


Serangan yang dilancarkan oleh Behemoth itu nampak seperti hujan meteor. Menerangi langit malam yang dihiasi oleh bintang-bintang ini.


'Blaaaarrr! Blaaarrr! Swuuuoossshh!'


Ratusan batu besar yang melayang ke segala arah itu menghancurkan barisan pasukan monster Eric tanpa memandang bulu.


Baik yang muda maupun yang tua. Pria maupun wanita.


Jika mereka cukup sial berada di dalam lintasan batu panas dan juga magma itu, maka kematian telah ditentukan bagi mereka.


Teriakan yang dipenuhi dengan perasaan panik itu terdengar cukup keras bahkan hingga ke puncak gunung Vesuvius, tempat Eric berada.


"Yang benar saja?! Ini.... Game sialan ini...." Teriak Eric kesal sambil memandangi sosok Behemoth.


Kini, Behemoth memiliki sosok dan penampilan yang sangat sesuai dengan namanya.


Iblis raksasa yang bersenjatakan tak lain adalah alam itu sendiri.


Sorotan matanya yang merah menyala, dan tubuhnya yang diselimuti magma panas itu mampu mengintimidasi siapapun.


Sosok salah satu Boss terkuat yang didesain oleh game Re:Life itu sendiri.

__ADS_1


Behemoth.


__ADS_2