TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 357 - Kembali ke Dunia Virtual


__ADS_3

...Dunia Iblis...


...Dungeon Persembunyian Eric...


Sekumpulan cahaya putih yang muncul di tengah goa yang gelap ini secara perlahan mulai membentuk sosok seorang manusia.


Lebih tepatnya True Vampire, Eric.


'Hah.... Pada akhirnya dia benar-benar datang ke rumahku. Tapi syukurlah keluargaku menyambut Andra dengan baik. Terutama adikku. Sekarang....' Pikir Eric dalam hatinya.


"Tuanku! Syukurlah kau sudah kembali. Nona Catherine mencari Anda!" Ucap salah seorang Vampir yang dengan segera berlutut di hadapan Eric.


"Hmm? Cathy? Kenapa?" Tanya Eric kebingungan.


Tapi jawabannya segera muncul.


"Primordial Slime. Nona Catherine meminta Anda untuk membantu tim ekspedisi untuk memperoleh sampel bagian tubuh Primordial Slime."


Eric pun segera teringat oleh perkataan Deus dahulu kala. Bahwa ada sebuah Slime yang mampu memojokkannya dan memaksa Deus sekalipun untuk mundur.


'Apakah Slime ini....'


"Segera jelaskan detailnya!" Teriak Eric sambil segera berlari mengikuti langkah sang pembawa pesan itu.


Sesampainya di dalam tempat penelitian Slime milik Cathy, Eric segera memperoleh semua penjelasan. Termasuk Lucien yang juga akan bergabung dalam ekspedisi ini sebagai salah satu ujung tombak terkuat dari Origin.


"Fufufu.... Memburu Slime? Itu sangatlah mudah bagi...."


"Dimana lokasinya?" Tanya Eric memotong omong kosong yang biasa dilontarkan oleh Lucien.


Cathy segera membuka lembaran peta dunia iblis, yang memiliki bentu sama seperti dunia manusia, tapi terbalik.


'Tap!'


"Disini." Ucap Cathy sambil mengarahkan jari telunjuknya di sebuah reruntuhan di wilayah Utara.


"Bagaimana dengan kondisi geopolitik disana? Apakah ada kerajaan iblis atau semacamnya?" Tanya Eric sekali lagi untuk memastikan.


Tapi Cathy hanya menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada. Wilayah itu sudah menjadi reruntuhan bahkan sejak ingatanku yang paling awal. Tak ada yang berani mendekati tempat itu karena Slime itu." Jelas Cathy lebih lanjut.


"Kalau begitu, kami akan bersiap." Ucap Eric dengan senyuman yang lebar.


'Akhirnya! Ekspedisi! Akhirnya aku merasakan kembali petualangan! Deus pasti hanya melebih-lebihkan saja! Dengan kekuatanku saat ini, mungkin aku bisa....'


"Ah, sebelum itu.... Aku ingin mengatakan bahwa melawan tubuh utama Slime itu adalah tindakan bunuh diri. Tim ekspedisi yang sebelumnya dikirim sebelumnya telah memastikan kengerian dari Primordial Slime.


Sebuah potongan tubuhnya saja yang berukuran sekitar 5 cm memiliki kekuatan yang setara dengan puluhan Vampir sekaligus. Sedangkan di luar reruntuhan itu, terdapat ratusan potongan tubuhnya. Itulah mengapa Tim ekspedisi yang sebelumnya binasa."

__ADS_1


Senyuman penuh kebahagiaan Eric pun seketika sirna.


Kini berubah total menjadi wajah yang sangat datar. Meski begitu, sebuah emosi jelas terlihat dibalik raut datarnya.


"Yang benar saja? Dengan kata lain kau memintaku untuk mati?" Tanya Eric tanpa perubahan ekspresi atau nada sedikitpun kepada Cathy.


"Tentu saja, aku berharap yang terbaik untuk Tuan Eric. Berjuanglah." Balas Cathy sambil tersenyum manis.


Sementara itu....


"Fufufu.... Kemudian aku akan menancapkan cakar tajam ku, mencabik-cabik tubuh Slime rendahan itu. Lalu memanaskannya dengan sihir api dan.... Fufufu, kemudian...."


Terdapat seseorang yang masih terus berbicara pada dirinya sendiri. Membayangkan dirinya yang sedang bertarung dengan Primordial Slime yang bahkan belum pernah Ia jumpai sebelumnya.


...***...


Persiapan tim ekspedisi untuk memperoleh sampel Primordial Slime telah selesai.


Total anggota tim ekspedisi ini hanya 5 orang saja. Mereka adalah....


...[Eric, Sang Raja Iblis dan Penguasa Dungeon]...


...Level : 653...


Memiliki peran utama sebagai pemimpin sekaligus pembangun jalan keluar. Dengan kemampuan Dungeon yang dimilikinya, Eric mampu membuat portal yang menyambungkan antara satu Dungeon ke Dungeon yang lain.


...[Lucien, The Vampire Prince]...


...Level : 702...


Kemampuan tempurnya dalam melawan pasukan yang berjumlah banyak memang sedikit tertinggal jika dibandingkan dengan Eric. Semua itu dikarenakan batas stamina dan mentalnya yang tak sekuat Eric.


Tapi jika dalam pertarungan satu lawan satu, Lucien adalah Assassin terbaik yang pernah dimiliki oleh Eric. Daya hancurnya yang begitu kuat untuk Single Target membuatnya menjadi senjata terkuat milik Eric.


...[Tharkas, Orc Lord]...


...Level : 521...


Monster yang baru-baru ini diangkat oleh Eric karena memiliki bakat fisik yang sangat besar. Dengan dipersenjatai zirah dan perisai yang besar dan tebal, serta senjata utama yang berupa kapak, menjadikan sosok Orc yang memiliki tinggi sekitar dua setengah meter ini menjadi Tanker yang sempurna.


Keberadaannya sendiri adalah untuk menahan serangan apapun yang dilancarkan oleh lawannya. Dengan badannya yang besar dan kuat itu, diharapkan Tharkas mampu menahan serangan hingga penyembuhan diberikan kepadanya, atau berhasil mengalahkan lawannya.


...[Verara, Harpy Queen]...


...Level : 538...


Monster yang berupa manusia setengah burung dengan sayap yang besar ini baru saja diangkat oleh Eric karena kecepatannya yang luarbiasa tinggi.


Status Growthnya di bagian Agility yang sangat gila membuat Eric tertarik untuk menjadikannya sebagai pengintai, sekaligus sebagai penyerang cepat. Meskipun kekuatan alaminya tak begitu besar, dengan senjata dan waktu yang tepat, Verara dapat menjadi sangat mematikan dan mampu mengubah momentum pertarungan.

__ADS_1


...[Rilette, Fairy Queen]...


...Level : 482...


Monster dengan penampilan yang begitu menawan dan indah bak peri ini adalah inti pendukung dari tim ekspedisi yang disusun oleh Eric.


Dengan sayap kupu-kupunya yang indah, Rilette diharapkan dapat bergerak bebas dalam pertempuran di udara. Membuatnya terhindar dari banyak serangan sekaligus memungkinkannya untuk memantau kondisi pertarungan.


Sedangkan tugas utamanya, adalah dengan memberikan Buff beserta sihir penyembuhan kepada anggota tim yang lainnya.


Meskipun Eric sendiri bisa melakukan pemberian Buff dan Healing, membawa Supporter tambahan akan mengurangi beban pikiran Eric. Membuatnya mampu fokus dalam mode menyerang.


Kini, setelah anggota tim ekspedisi lengkap, mereka berlima pun segera berangkat ke Utara.


Perpisahan yang dilakukan antara mereka berlima dengan penghuni Dungeon hanya berlangsung sesaat. Meski begitu, nasib yang menanti mereka benar-benar tak bisa diduga.


Dengan tugas yang besar dan membawa harapan untuk mampu melawan Belphegor, Eric dan timnya pun melangkah menuju tempat yang selalu dijauhi oleh iblis lainnya.


Sebuah tempat terkutuk....


Yang menjadi sarang dari Primordial Slime.


...***...


...Wilayah Kerajaan Belphegor...


Di dalam istana yang indah ini, terlihat sosok seorang Iblis dengan dua buah tanduk di kepalanya. Ia terlihat sedang menikmati minumannya sambil memandang langit malam.


Di tengah kesunyian itu, terdengar langkah kaki seseorang yang nampak cukup terburu-buru.


'Dok! Dok! Dok!'


"Masuk." Balas Belphegor singkat sambil membalik badannya. Tangannya tiada berhenti untuk menggoyangkan gelasnya yang berisi cairan berwarna merah itu.


"Yang Mulia, maafkan kelancangan kami. Tapi ada laporan mendesak yang harus segera kami berikan kepada Yang Mulia." Ucap salah seorang Prajurit Iblis itu.


"Hoo.... Segera katakan." Balas Belphegor.


"Salah satu tim pengintai yang mengawasi sebagian besar wilayah Kerajaan kita telah menemukan suatu hal yang sangat mengerikan. Yaitu sebuah kenyataan bahwa Raja Iblis Avacor, telah memangsa Hydra berkepala enam. Bahkan hingga saat ini, kekuatannya terus berkembang pesat!"


Setelah menyelesaikan penjelasannya, sang pembawa pesan itu pun hanya bisa menatap lantai. Terus menunduk, tanpa sedikitpun keberanian mengangkat wajahnya.


'Kletak!'


Di kejauhan, terdengar suara retakan kaca yang diikuti dengan tetesan cairan ke karpet yang indah itu.


Pada saat salah seorang pembawa pesan itu mengangkat wajahnya, terlihat wajah mengerikan dari Belphegor yang sangat jarang diperlihatkan.


"Menarik sekali. Kemampuan penyerapannya jauh melebihi Beelzebub yang sebelumnya ya? Kurasa, aku bisa sedikit menghilangkan rasa bosan ini!" Ucap Belphegor sambil tersenyum lebar, memamerkan taringnya yang tajam itu.

__ADS_1


__ADS_2