TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 337 - Ancaman Baru


__ADS_3

"Kalau begitu, aku akan segera kembali." Ucap Eric sambil berdiri setelah memulihkan staminanya dengan sebotol Stamina Potion.


Lucien nampak membantu Eric untuk berdiri, sedangkan Cathy yang telah dikeluarkan dari skill Asimilasi milik Eric nampak melihat sekeliling tempat ini.


"Jika memang itu maumu maka cepatlah pergi dari sini sebelum aku berubah pikiran." Ucap Sierra sambil segera melangkah pergi. Ia mengepakkan sayapnya dan bersiap untuk terbang.


Tapi nampaknya....


Dunia tak sebaik itu untuk membiarkan mereka semua hidup tenang.


Cathy yang sedari tadi hanya memperhatikan sekelilingnya, nampak membuka kedua matanya lebar-lebar sambil berteriak dengan sangat keras.


"Lari!!!"


Mengikuti suara itu dan instingnya, Eric, Lucien dan juga Sierra segera terbang ke udara. Termasuk Cathy.


Dan teriakan itu juga yang berhasil menyelamatkan mereka semua.


Suara gemuruh yang begitu keras mulai terdengar dari dasar lubang raksasa itu.


Hingga akhirnya, pada saat suara itu menjadi semakin keras dan semakin dekat....


...'BLAAAAAAAAARRRR!!!'...


Sepasang tangan serangga raksasa yang menyerupai capit belalang itu muncul dari dasar lubang.


Tak hanya diam, capit raksasa itu segera memanjang dan menyapu bersih seluruh sisa Legiun Abomination yang masih berlarian.


"Yang benar saja?! Jaraknya lebih dari ratusan meter!" Teriak Eric dengan penuh terror.


Keempat orang itu terus menerus terbang tanpa henti untuk mencapai tempat yang jauh lebih tinggi, jauh lebih aman.


Sesekali, mereka menoleh ke tanah untuk melihat pembantaian yang terjadi.


Tak hanya memotong seluruh Legiun Abomination, tapi capit raksasa itu nampak mampu memakannya secara langsung.


Dan puncak dari terror itu adalah kemunculan monster dari campuran berbagai jenis makhluk. Ukurannya yang begitu besar saja telah membuat siapapun yang melihatnya merasa ketakutan.


Jika ditambah dengan wujudnya?


Makhluk itu memiliki 4 pasang kaki seperti kaki laba-laba, tubuhnya memiliki kulit yang sangat keras, memiliki 3 pasang sayap raksasa di punggungnya, dan puluhan mata dengan berbagai bentuk di kepalanya.


"Oh.... Bahkan Raja Iblis sekalipun lari dari diriku? Hahaha!" Teriak monster itu dengan mulut yang dipenuhi dengan taring itu.


Berbeda dengan Beelzebub, makhluk ini hanya memiliki sebuah mulut yang berada di kepalanya. Meski begitu, Ia masih mampu memangsa apapun dengan menyerap tubuh lawannya secara langsung melalui anggota badannya.

__ADS_1


"Avacor...." Ucap Sierra dengan mata yang dipenuhi dengan terror.


"Jadi dia adalah penasehat Beelzebub itu? Aku sudah merasa ada yang salah karena tak naik level, tapi mengetahui ini penyebabnya...." Balas Eric sambil memegang erat tongkat sihirnya.


Meski tak mengatakannya, mereka berempat setuju atas satu hal.


Yaitu kenyataan bahwa monster yang ada di hadapannya ini, jauh lebih berbahaya daripada Beelzebub yang sebelumnya.


"Sebagai ucapan terimakasih karena telah melemahkan Beelzebub, maka aku akan mengampuni kalian berempat.


Selama kita tak bertemu lagi, aku menjamin tidak akan membunuh kalian. Oleh karena itu... berjuanglah agar aku tidak menemukan kalian lagi." Ucap Monster yang tak lain adalah Avacor.


Segera setelah mengatakan itu, Ia menyantap habis seluruh Legiun Abomination yang tersisa dan merayap kembali ke dasar lubang raksasa itu. Meninggalkan Eric, Lucien, Cathy dan juga Sierra dalam perasaan penuh ketakutan.


...***...


...Bekas Kastil Behemoth...


...Gunung Vesuvius...


"Jadi apakah kau bisa menjelaskan apa yang baru saja terjadi, Nona Penjaga Dunia Bawah?" Tanya Eric dengan nada seakan mengejek kepada Sierra.


Sierra yang sedang terduduk lemas di lantai hanya bisa menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Tapi aku tak pernah menyangka bahwa penyerangan yang Ia rencanakan kali ini hanyalah untuk memangsa Beelzebub." Jelas Sierra dengan suara yang gemetar.


Keheningan pun mulai menyelimuti kastil raksasa ini, meninggalkan mereka berempat dalam pikirannya sendiri.


Satu hal yang pasti, bahwa Avacor yang telah menelan kekuatan dari Beelzebub itu memiliki kekuatan yang jauh di atas para Raja Iblis di dunia ini.


...***...


...Kastil Belphegor...


'Tap! Tap! Tap!'


Langkah kaki yang elegan terdengar di dalam perpustakaan yang begitu megah ini.


Sumber suara itu berasal dari seorang wanita, yang tepatnya adalah Succubus berambut perak. Ia nampak membawa sebuah tumpukan kertas dan melangkah perlahan melewati rak-rak buku yang begitu besar ini.


Tujuannya hanya satu, yaitu memberikan informasi yang terdapat di dalamnya kepada Tuannya, Belphegor.


Di tengah perpustakaan yang begitu besar itu, terdapat sebuah meja emas yang cukup kecil dan juga sebuah kursi emas.


Seseorang nampak sedang membaca sebuah buku tebal di atas meja itu.

__ADS_1


Seseorang dengan penampilan yang sangat elegan. Dua buah tanduk hitam yang melengkung di kepalanya hanya mempertegas sosok itu.


"Yang Mulia, kami ingin menyampaikan sesuatu yang sangat serius." Ucap Succubus itu.


"Tak perlu terlalu kaku, kau tahu aku malas menghadapi formalitas kan? Katakanlah segera, Viria." Ucap Iblis yang sedang membaca buku itu.


Setelah mengangguk sesaat, Succubus bernama Viria itu pun segera melanjutkan perkataannya.


"Tuan Belphegor. Baru saja, jantung Beelzebub telah dimakan oleh monster serangga. Membuatnya mewarisi kekuatan Beelzebub yang keempat dan menjadikannya Raja Iblis Gluttony yang kelima." Jelas Viria.


Mendengar hal itu, wajah Belphegor masih nampak begitu tenang. Atau lebih tepatnya jika menyebut Belphegor nampak tak tertarik sama sekali.


"Oh, jadi begitu. Kekuatannya?" Balas Belphegor sambil membalik halaman di bukunya.


"Berdasarkan pengamatan dari para pengintai, setidaknya Gluttony yang kali ini memiliki kekuatan setara dengan dua kepala Hydra." Jelas Viria.


'Tap!'


Mendengar hal itu, Belphegor segera menutup bukunya dengan wajah yang nampak sedikit kesal.


"Dua kepala dari Hydra? Apakah aku tidak salah dengar?" Tanya Belphegor dengan tatapan yang cukup mengerikan.


'Glek!'


Viria menelan ludahnya karena dirinya mulai merasakan hawa dingin dari Tuannya. Setelah memberanikan diri, Viria segera menjawab.


"Itu benar, dua kepala Hydra, Tuanku."


Tapi reaksi yang diberikan oleh Belphegor sangat jauh dari bayangannya.


"Hah.... Setelah selama ini, hanya mampu menyamai dua dari enam kepala Hydra ya? Benar-benar tidak berguna."


Setelah mengatakan hal itu, Belphegor nampak melangkah pergi dari perpustakaan itu. Tapi sesaat, Ia menghentikan langkah kakinya setelah Viria berteriak.


"Tuanku! Apakah Anda akan membiarkan monster itu berkeliaran begitu saja?! Bukankah itu akan membahayakan dunia ini?!


Memang benar bahwa kekuatannya hanya setara dengan dua kepala Hydra, tapi itu saja sudah mampu untuk membinasakan sebagian dari dunia ini!"


Terdiam sejenak, Belphegor nampak seakan butuh waktu untuk menjawab pertanyaan Viria.


"Aku hanya malas untuk melakukannya. Selama Ia bahkan tidak mampu menyamai kekuatan dari satu World Eater, aku tidak akan pernah turun tangan untuk mengotori pakaianku."


'Aku tahu bahwa makhluk kuno seperti Hydra sangatlah kuat, terlebih lagi makhluk pembawa malapetaka seperti World Eater.... Tapi.... Kemampuan dari Gluttony itu sendiri....'


Dengan balasan itu, Belphegor pun segera pergi dari perpustakaan itu. Meninggalkan Viria dan seluruh dunia sendirian menghadapi makhluk itu.

__ADS_1


__ADS_2