
"Maaf tapi apakah aku salah dengar? Aku mendengar kalian memintaku menjadi sesuatu yang sangat aneh dan...."
"Ya, kami memintamu untuk menjadi Boss Terakhir dalam game ini." Jelas Genesis menyela perkataan Eric.
'Sialan, orang-orang ini serius. Tapi apa maksudnya dengan semua ini? Lagipula, apa untungnya ba....'
"Tenang saja soal itu. Kami akan memberikan hadiah yang layak untukmu." Jawab Genesis seakan mengetahui apa yang dipikirkan oleh Eric.
Mendengar bahwa ada suatu hadiah, Eric dengan penuh semangat menerima tawaran itu. Meski tak mengetahui detailnya, hatinya telah tergerak karena tawaran hadiah itu.
Segera setelah itu, Genesis dan juga empat orang yang lainnya mulai menjelaskan situasinya kepada Eric yang masih kebingungan.
Pada intinya, mereka berlima meminta agar Eric memainkan peran seperti seorang Last Boss dengan tipe NPC lalu menyerang dunia manusia pada waktu yang telah ditentukan.
Waktu penyerangan Dunia Manusia itu diperkirakan oleh Genesis sekitar 10 tahun kedepan dalam dunia virtual ini. Atau sekitar 1 tahun dunia nyata.
Setidaknya, waktu itu sudah cukup untuk memberikan para pemain di dunia manusia untuk mempersiapkan diri mereka. Termasuk juga para pemain baru untuk memperoleh perang dalam perang besar itu.
Sebagai tambahan, pihak Developer Re:Life akan mulai menebar informasi mengenai kebangkitan raja iblis yang telah lama hilang. Memberikan petunjuk kepada para pemain mengenai serbuan Iblis.
Hasil akhir dari perang itu sendiri ditentukan berdasarkan kerja keras dari dua belah pihak.
Jika para pemain dan NPC yang ada di dunia manusia menanggapi petunjuk-petunjuk kecil yang disebar para Developer dengan baik, lalu mempersiapkan diri... mungkin dunia manusia akan menjadi pemenangnya.
Sebaliknya, Jika Eric berhasil mempersiapkan dirinya dengan baik untuk perang itu... maka dia yang akan jadi pemenangnya.
Tentu saja, tak peduli bagaimana kondisi Eric di dunia Iblis ini, pihak developer akan tetap menjadikannya sebagai Raja Iblis. Pengecualian khusus hanya jika Eric mati. Maka pihak Developer akan melakukan perubahan rencana.
"Bagaimana dengan hadiah untuk pemenang perang itu?" Tanya Eric penasaran.
"Rahasia." Balas Genesis dengan sedikit memiringkan kepalanya.
Meskipun hanya siluet hitam yang dapat dilihat oleh Eric, tapi Ia merasakan bahwa Genesis tersenyum pada saat mengatakan hal itu.
"Lalu.... Apakah aku memperoleh suatu bantuan? Kalian tahu kan, aku hanya seorang player melawan jutaan player diluar sana...." Ucap Eric sambil berharap untuk memperoleh suatu bantuan.
Tanpa disangka....
"Tentu saja. Kami akan memberikanmu bantuan yang sangat besar. Sebuah bantuan yang akan mengubah perang besar itu." Jawab Genesis sambil menggerakkan tangan kanannya.
Seketika, sebuah papan ketik dengan wujud seperti cahaya muncul di hadapan Genesis. Begitu juga jendela menu dengan warna keemasan.
__ADS_1
"Hahaha.... Kau benar-benar akan melakukannya, Genesis?" Tanya kakek-kakek itu.
"Tentu saja." Jawab Genesis singkat.
Mengetahui bahwa dirinya akan memperoleh bantuan secara langsung dari pihak Developer, Eric mengharapkan sesuatu yang besar.
Tentu saja. Eric akan melawan jutaan Player lain sendirian. Bagaimana bisa Ia tak memperoleh suatu keunggulan dari Player yang lain?
'Kekuatan apa yang akan ku peroleh? Keabadian? 7 nyawa? Kekuatan penghancur?' Pikir Eric dalam hatinya dengan senyuman yang lebar. Bahkan air liurnya nampak mulai menhalir.
"Jangan terlalu banyak berharap, Eric." Ucap salah satu siluet hitam yang nampak seperti seorang Pria berkacamata.
Tapi sayangnya, Eric yang telah dibutakan dengan harapannya sama sekali tak mendengar hal itu. Hingga akhirnya....
"Selesai." Ucap Genesis sambil menyingkirkan semua perangkatnya.
"Terimakasih banyak! Aku pasti akan menang dengan kekuatan ini!" Teriak Eric sambil membungkukkan badannya.
Sementara itu, kakek-kakek tua yang ada di sebelah Genesis terus menerus tertawa tanpa henti.
Merasa penasaran, Eric akhirnya menanyakannya.
"Maaf, Genesis. Tapi kekuatan apa yang kau berikan padaku? Kau bilang kekuatan itu bisa merubah pertempuran besar itu kan?"
'Jika diingat-ingat kembali, nasibku akhir-akhir ini sangat baik. Jangan katakan.... Keberuntunganku akan habis disini kan?' Pikir Eric dalam hatinya. Wajahnya terlihat mulai kesulitan mempertahankan senyumannya.
"Kekuatan untuk menghapus nama hitam di atas kepalamu. Dengan begitu, takkan ada satu orang pun yang mengetahui sosokmu. Bahkan bisa jadi mereka menganggapmu sebagai seorang NPC.
Tapi tenang saja, efek penghapusan karakter masih ada. Jadi berhati-hatilah dengan nyawamu." Balas Genesis sambil sedikit memiringkan kepalanya.
"Buahahaha!!"
Semua orang kecuali Genesis mulai tertawa terbahak-bahak setelah melihat ekspresi wajah Eric. Sebuah ekspresi yang hanya bisa terbentuk ketika seseorang berharap setinggi langit tapi secara tiba-tiba dijatuhkan hingga ke dasar bumi.
"Eh.... Kau bercanda kan? Apa gunanya itu?! Bukankah itu sama sekali tak membantuku?! Oi Developer sialan! Jika kalian tidak...."
"Selamat tinggal, Eric. Berjuanglah sebaik mungkin." Ucap Genesis sambil melambaikan tangannya.
Kubus berwarna putih itu kembali muncul di sekeliling tubuh Eric. Meski mencobanya sekuat tenaga, Eric sama sekali tak mampu menerobos kubus itu.
Dan seketika....
__ADS_1
'Swuooossh!'
Pandangan terakhirnya adalah kelima Developer yang berdiri di hadapannya. Lengkap dengan tawa puas mereka melihat kesengsaraan dirinya. Semua kecuali Genesis.
Dan kini, Eric telah kembali ke tempat asalnya. Laboratorium bawah tanah di Kota Orc.
"Wanita sialan itu.... Dia pasti sudah tertawa keras saat ini!" Teriak Eric dengan penuh rasa kesal.
"Tuan Eric? Kau telah kembali?" Tanya Cathy dengan suara yang gemetar.
Tanpa Eric sadari, sekelilingnya telah dipenuhi oleh Ksatria dan juga penyihir yang berusaha untuk mencaritahu keberadaan Eric yang menghilang secara tiba-tiba.
"Ah, ya.... Begitulah."
Pada saat itu, Eric mulai kesulitan untuk menjelaskan mengenai apa yang baru saja terjadi.
...***...
...Dunia Manusia...
...Wilayah Kerajaan Salvation...
Di dalam sebuah goa yang cukup gelap, terlihat kerumuman monster yang bergerak kesana kemari. Cahaya yang ada di sepanjang lorong ini adalah obor.
'Tap! Tap! Tap!'
Suara langkah kaki yang cukup ringan sekalipun mampu menggema di dalam lorong goa ini. Sosok orang yang sedang berjalan itu tak lain adalah Elin.
Segera setelah Ia sampai di depan sebuah pintu kayu yang cukup lapuk, salah satu Goblin yang bertugas menjaga tempat ini pun membukakan pintu untuk Elin.
"Selamat datang kembali, Nyonya Elin." Ucap Goblin itu.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Elin singkat.
"Dengan kemajuan ini, kemungkinan kita akan mampu membuka lokasi baru untuk mendirikan kota bawah tanah." Jelas Orc yang ada di belakang Elin.
"Kerja bagus. Terus suplai barang buatan kita ke dunia luar melalui jaringan prajurit bayaran yang ada di hutan Elf. Setidaknya, kita harus mempersiapkan diri untuk menyambut kembali kedatangan Eric nantinya." Jelas Elin kepada beberapa monster yang ada di belakangnya.
"Kami pasti akan mempersiapkan sambutan yang luarbiasa untuk Tuan Eric." Balas mereka semua sambil mulai menundukkan kepalanya.
Elin segera melangkah masuk ke dalam goa itu. Kembali menyusun rencana yang berikutnya.
__ADS_1
'Tak seperti dirimu yang dulu, kini posisiku sungguh buruk karena tak memiliki aliansi dengan Kerajaan Manusia. Terlebih lagi, aku tak bisa membangun Dungeon yang memberikan efek besar sepertimu.
Tapi setidaknya.... Aku berharap bisa meringankan sedikit bebanmu disini, Eric.' Pikir Elin dalam hatinya sambil memperhatikan kota monster yang besar di hadapannya.