
Yang pada ga sabar nunggu, gausah nunggu.
Ibarat air susu di balas dengan air kobokan. Kalian udah pada lupa waktu saya up sehari sampe 5x? Kalian sudah pada lupa pas itu?
Giliran saya sudah jelaskan, saya butuh fokus di novel lain karna keperluan dan juga bayaran, kalian ga mau paham?
Saya kasih tahu, saya nulis TDM 2 ini ga ada dapat 50 ribu rupiah.
__ADS_1
Walaupun begitu saya tetap lanjut nulis sebagai bentuk tanggung jawab. Saya cuma minta kalian sabar. Kalau mau plot endingnya saya kasih tahu sekarang.
Sejujurnya TDM ini rencana sampai 800 chapter. Tapi kalian yg pada ga sabar nunggu bikin saya terpaksa buat nge-rush ceritanya ke ending. Giliran di rush nanti komen lagi "yang ini kok belum di bahas, yang itu, yang ini."
Pret lah.
Kalian pikir nulis cerita ibarat hirup nafas gtu? Satu detik jadi?
__ADS_1
Terlebih lagi kalian-kalian pecinta fantasi timur yang selalu ngehujat dan ngata-ngatain saya di TDM 1. Selamat. Anda berhasil bikin saya benci dengan cerita ini. Sudah cukup bahagia?
Kalau pembaca disini merasa ga melakukannya, salahkan saja mereka.
Atau setidaknya, diam saja kalau emang ga suka ceritanya. Dan segera pergi dari cerita saya.
Daripada ngata-ngatain saya berbagai nama hewan kayak ga ada usahanya sama sekali dalam menulis.
__ADS_1
Sekian.