
...Dunia Manusia...
...Kuil Naga Kuno Arroth...
Sesaat setelah pukulan terakhir Aamori....
Cahaya kebiruan yang sangat indah mulai membungkus tubuh Aamori.
Sementara itu, seluruh Fire Draconic mulai berlutut seakan sangat menghormati, bahkan bisa disebut menyembah Aamori. Termasuk juga pemimpin mereka yaitu Arroth.
Di hadapan Aamori, notifikasi sistem dengan jendela berwarna biru langit yang indah muncul memenuhi pandangannya.
...[SELAMAT!]...
...[ANDA TELAH MELAMPAUI KALKULASI SISTEM!]...
...[Kemampuan dan Kesungguhan Anda dalam menempa sebuah pedang bahkan telah meruntuhkan makna yang sebenarnya dari status Point!]...
...[Anda telah menyelesaikan Tempaan Anda!]...
...[Sword of Miracle]...
...[Rarity : Mythical]...
...[Ego Level : 1]...
...[Atribut]...
...Attack Power : 168.500...
...Attack Power : + 100%...
...Attack Speed : + 80%...
...Defense Penetration : 70%...
...Defense : 28.000...
...Defense : + 50%...
...Health Point : 3.000.000...
...Mana Point : 1.250.000...
...Stamina Point : 500.000...
...All Stats : + 77%...
...[Efek Khusus]...
...[Proof of Miracle]...
...Pedang ini membuktikan bahwa manusia terlemah sekalipun bisa menciptakan keajaiban selama Ia berusaha. Memberikan Mythical Skill [Proof of Miracle] kepada Aamori jika pedang ini dalam status digunakan....
...Mythical Skill...
...Proof of Miracle...
...Tipe : Passive Skill...
...Cost : 0...
...Cooldown : 24 jam...
...Pengguna akan bangkit kembali dengan total Health Point sebanyak 100% ditambah 50% Attack Power dan Magic Power sebagai Extra Health Point jika mati atau terkena damage fatal....
__ADS_1
...Seluruh Status pengguna skill akan meningkat sebesar 111% selama 7 menit setelah skill ini diaktifkan....
...[Forged with Perfection]...
...Pedang ini ditempa oleh Aamori dengan mengejar kesempurnaan tanpa memperdulikan seberapa sulit dan lama prosesnya. Membuat pedang ini berhasil mencapai kesempurnaan....
...Pedang ini tidak akan pernah hancur (Durabilitas menjadi tidak terbatas)....
...[Ego Weapon]...
...Pedang ini akan menjadi semakin tajam jika semakin sering digunakan. Membuka fitur [Ego Weapon] dimana senjata akan memperoleh kesadaran setelah mencapai tingkat tertentu dan bisa menaikkan levelnya....
Setelah notifikasi yang sangat panjang mengenai kekuatan senjata yang baru saja ditempa oleh Aamori itu, notifikasi dengan warna biru langit kembali muncul sekali lagi.
...[Seluruh dunia telah mengakui kehebatan Anda!]...
...[Oleh karena itu, Dunia akan menganugerahi Anda tingkat Mythical!]...
...[Seluruh Fitur Pemain telah dibuka kembali!]...
...[Kini Anda dapat mengakses menu Mythical!]...
...[Membuka menu Pengikut! Anda dapat membuka ajaran baru kepada Pengikut Anda!]...
"A-apa maksudnya ini?!" Teriak Aamori terkejut setelah melihat rentetan notifikasi itu.
Terlebih lagi, Ia melihat seluruh Fire Draconics termasuk Arroth telah berlutut kepadanya.
"Aamori. Pada awalnya, aku berencana membuatmu gagal dalam percobaan penempaan ini sehingga akan mau menjadi guru dan penerusku. Tapi yang terjadi justru sebaliknya.
Aamori, terimalah aku sebagai muridmu. Aku dengan setulus hati berharap kau bisa menerimaku dan seluruh pengikutku."
Perkataan Arroth menyadarkan Aamori.
Setelah berhasil mencerna semua yang terjadi, Aamori pun kini dijadikan sebagai sosok Dewa yang akan memimpin Kuil Naga Kuno ini.
Dan langkah pertama yang Ia lakukan, adalah mengubah nama kuil itu menjadi Kuil Penempa. Melatih semua Fire Draconics termasuk Arroth untuk menempa.
Kini dengan levelnya yang telah kembali dan statusnya yang meningkat ratusan kali lipat berkat level itu, membuat Aamori mampu menempa perlengkapan yang jauh melampaui dirinya yang sebelumnya.
...***...
...Dunia Manusia...
...Kerajaan Salvation...
'Braaakkk!!!'
"Aamori sialan.... Jadi dia tahu bahwa dirinya akan segera mencapai ranah para dewa dan memutuskan untuk pergi dari Salvation?!" Teriak Chris dengan perasaan penuh kesal.
"Aku merasa begitu. Ia hanya tak ingin membagikan kekuatannya dengan orang lain. Kau tahu sendiri kan bagaimana kuatnya senjata legendaris? Lalu bagaimana dengan tingkat Mythical? Kekuatannya saja sudah bisa meratakan sebuah kota." Balas Evan dengan wajah yang sangat serius.
Meski begitu, sesekali terlihat dirinya yang tak sanggup menahan senyuman liciknya ketika berbicara.
"Evan.... Apakah kau juga bisa mencapai tingkat Mythical?" Tanya Chris sambil melirik ke arah Evan.
"Tentu saja. Yang kubutuhkan hanyalah bahan-bahan untuk terus memproduksi ramuan sehingga mampu menembus tingkat legendaris." Jelas Evan.
Saat ini, meskipun Evan telah kehilangan sebagian besar kekuatannya, Ia masih merupakan seorang Alkemis legendaris. Kemampuannya dalam meracik ramuan memang tak lagi ada tandingannya.
Terlebih lagi, Ia bisa menciptakan salah satu ramuan termahal yaitu [Elixir]. Sebuah ramuan yang mampu meningkatkan status Point secara permanen tanpa harus melakukan Rebirth.
Meski begitu, dalam hatinya Ia sadar.
'Bagaimana aku tahu cara menjadi Mythical. Aku bahkan baru tahu bahwa seorang Player bisa mencapai tingkat itu. Tapi tak masalah, dengan ini aku bisa terus memeras mereka semua hingga status Pointku cukup untuk melawan seluruh dunia ini sendirian....' Pikir Evan dalam hatinya.
__ADS_1
Ia sama sekali tak pernah berminat untuk bekerjasama dengan siapapun. Yang Ia inginkan hanyalah untuk terus selamat dari bahaya dan menguasai dunia virtual ini sepenuhnya.
Salah satunya adalah dengan memeras Kerajaan Salvation untuk terus memberikan bahan-bahan mahal yang dibutuhkan untuk membuat Elixir.
Evan kemudian akan menyerahkan 4 Elixir dimana Ia meminta ijin untuk mengambil 1 kepada Chris. Tentu saja Chris sangat senang karena Elixir itu sendiri bisa dijual dengan sangat mahal.
Tapi ada satu hal yang tidak diketahui oleh Chris.
Yaitu sebuah kenyataan bahwa Evan sebenarnya mampu membuat 10 buah Elixir dengan bahan yang diberikan oleh Chris. Mengonsumsi semua sisanya sendiri.
Meski sebelumnya telah gagal dan harus bergantung pada Eric, Evan masih memegang teguh ambisinya untuk menjadi penguasa yang sebenarnya di dunia virtual ini.
Walaupun harus mengkhianati semua orang di dunia ini....
...***...
...Dunia Iblis...
...Gunung Vesuvius...
Di tengah kastil raksasa yang telah runtuh itu, terlihat sosok Raja Iblis dengan paras vampir yang sangat mengintimidasi sedang duduk di lantai. Ia tak lain adalah Eric.
Hal yang wajar karena seluruh furnitur yang ada di kastil ini didesain untuk ras raksasa.
Di samping kanannya, terlihat sosok seorang Vampir yang telah mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah permainan ini selain Primordial Vampire Asmodeus. Ia adalah Lucien yang berhasil mencapai tingkat Legendary dengan gelar [Prince of Vampire].
Sementara itu di samping kirinya, terlihat juga seorang wanita vampir dengan rambut perak yang indah dengan mata emas. Saat ini Ia telah mencapai tingkat Unique berkat bantuan skill [Ascension] milik Tuannya.
Di hadapan mereka bertiga, terlihat barisan puluhan ribu monster dari berbagai ras. Barisan mereka sangat rapi seakan membukakan jalan kepada sesuatu untuk bisa lewat dengan nyaman dan menghadap kepada Eric secara langsung.
'Blaaarr!! Blaaarr!!'
Terdengar suara gemuruh yang cukup keras di dalam kastil ini. Lambat laun, suara itu semakin keras dan seakan bertambah menjadi semakin banyak.
Salah seorang bawahan yang berasal dari ras Goblin itu pun segera menyampaikan pesan kepada Eric.
"Tuanku, mereka telah tiba."
"Kerja yang bagus. Kembali lah pada barisanmu." Jawab Eric dengan wajah yang tenang namun cukup serius.
"Dengan segera, Tuanku."
Pada akhirnya, sosok sang tamu mulai terlihat.
Mereka adalah barisan para ras raksasa. Lebih tepatnya bila disebut sebagai perwakilan para raksasa.
"Onag dari Klan One Eye telah hadir."
"Zrugor dari klan Red Skin telah hadir."
Mereka semua mulai berbaris dan berlutut di hadapan Eric sambil memperkenalkan diri mereka.
Jumlah totalnya yaitu 24 klan. Setiap klan diwakilkan oleh kepala dari klan itu. Dan semuanya telah hadir menjawab panggilan Eric.
Segera setelah barisan rapi dan suasana sudah cukup tenang, Eric pun mulai berbicara.
"Singkat saja. Jika kalian mau bersumpah setia untuk selamanya menjadi bawahanku, maka aku akan memberikan kejayaan dan kekayaan pada kalian semua.
Sebaliknya jika kalian menolak, maka aku akan memberikan kematian saat itu juga. Termasuk seluruh anggota klan yang menolak tawaranku. Pikirkanlah dengan bijak."
Negosiasi sepihak pun akhirnya dimulai.
Eric berusaha untuk mengisi kekosongan kekuasaan di wilayah Behemoth dan mengendalikan seluruh ras raksasa yang ada.
Dalam pikirannya sangatlah sederhana. Sumberdaya sebesar itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dan jika Ia berhasil melakukannya, maka Ia akan selangkah lebih dekat dengan tujuannya.
__ADS_1