TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 320 - Pertempuran di Dunia Manusia


__ADS_3

...Dunia Manusia...


...Kerajaan Farna...


Di seluruh perbatasan Kerajaan Farna, telah berdiri dengan tegap ratusan ribu lebih prajurit yang siap mati.


Termasuk juga 1 juta lebih pasukan yang berasal dari golongan pemain. Mereka semua bersembunyi di tempat yang strategis, menanti saat yang tepat untuk menusuk.


Sementara itu, pasukan gabungan dari seluruh dunia telah bergerak tepat ke arah Kerajaan Farna.


Termasuk juga sang raksasa yang hingga saat ini masih dianggap tertidur, Kekaisaran Avertia.


"Bagaimana menurut kalian?" Tanya seorang pria muda dengan rambut keemasan. Nampak mahkota yang cukup besar menghiasi kepalanya.


"Pembantaian sepihak, Yang Mulia." Balas Pria tua dengan kumis dan jenggot yang tebal. Ia adalah panglima perang dari Kekaisaran Avertia.


"Kurasa mengeluarkan sepersepuluh kekuatan dari Kekaisaran adalah hal yang berlebihan untuk ini. Apalagi Yang Mulia sendiri harus hadir ke tempat ini." Ucap wanita yang nampak cukup berumur dan bertubuh cukup kekar itu. Ia adalah jendral perang tertinggi dalam Kekaisaran Avertia.


Mendengar hal itu, sang pemuda berambut emas itu nampak mengangguk secara perlahan lalu mulai berbicara.


"Wasiat dari mendiang Ayahku adalah untuk tidak pernah meremehkan lawan. Oleh karena itu kurasa kita sudah melakukan hal yang tepat saat ini. Terlebih lagi dengan bantuan dari kerajaan lain."


"Sungguh, Anda begitu bijaksana, Yang Mulia. Kekaisaran sungguh diberkati dengan kenaikan Anda sebagai Kaisar." Ucap sang Panglima Perang sambil membungkukkan badannya, menghormati sang Kaisar.


"Cukup dengan formalitasnya. Perintahkan seluruh pasukan untuk maju." Ucap sang Kaisar sambil memacu kudanya untuk maju.


Ratusan ribu Ksatria Kekaisaran pun maju secara perlahan tapi pasti. Langkah kaki mereka yang begitu serempak menimbulkan suara yang cukup keras, seakan sedang terjadi rentetan gemuruh.


Mereka semua datang dari arah Selatan. Tepatnya keluar dari Pelabuhan Tortuga, setelah menaklukannya dalam waktu bahkan kurang dari satu jam.


Sebesar itulah kekuatan dari Kekaisaran Avertia yang telah bangkit pada kepemimpinan Kaisar yang baru.


Pemikirannya yang tidak hanya cerdas, tapi mampu memandang jauh kedepan, membuat sosoknya saja setara dengan salah satu Guardian di dunia ini. Akan tetapi perbedaannya adalah karena umurnya yang masih cukup muda membuat levelnya tidak setinggi para Guardian.


Berkat reformasinya yang begitu akurat, efisien dan juga efektif, membuat kekuatan kekaisaran Avertia yang sebelumnya sudah seperti monster, kini menjadi semakin mengerikan.


Sementara itu, dari perbatasan terluar di wilayah Utara Kerajaan Farna, pasukan dari Kerajaan Rafador telah berbaris dengan rapi. Mereka memiliki penampilan yang unik karena perlengkapan mereka lebih menyerupai prajurit dari Bumi di wilayah Timur pada jaman dahulu.


Kerajaan Rafador yang saat ini sebenarnya telah dikuasai oleh para pemain dari Cina. Persatuan mereka sebagai suatu negara di dunia virtual ini sangatlah kuat bahkan sejak dimulainya permainan ini.


Dari wilayah Timur, pasukan dari Kerajaan Salvation, bersama dengan pasukan dari Kerajaan Suci telah berbaris dengan rapi.


Pasukan Salvation memang tidak terlalu besar, tapi kekuatan mereka telah meningkat drastis semenjak bekerjasama dengan seorang alkemis yang sangat ahli, Evan.


"Kau benar-benar yakin untuk mengkhianati mantan temanmu itu?" Tanya Evan dengan senyuman yang dipenuhi dengan kelicikan dan juga kejahatan.


"Mantan teman? Bukankah bagimu juga seperti itu? Bagiku, Eric adalah rubah licik yang memiliki puluhan wajah untuk menipuku. Membalas perbuatannya tentu adalah hal yang wajar." Balas Chris dengan tenang dan tatapan yang tajam.


Di kejauhan, terlihat sosok Inquisitor tertinggi, Evalina telah mengangkat bendera perang. Menandakan bahwa seluruh pasukan diperintahkan untuk segera maju.

__ADS_1


Di sampingnya, terlihat sosok Alice yang kini menjadi seorang Inquisitor tingkat tinggi. Kemampuannya dalam melakukan teleportasi pun telah meningkat dengan drastis.


"Alice...." Ucap Chris sambil memandangi sosok mantan bawahannya itu.


Hingga saat ini, Ia masih merasa kehilangan semenjak keputusan Alice untuk meninggalkan Salvation. Kemampuannya sebagai penyihir strategis mampu menggeser keseimbangan pertempuran dalam sekejap.


"Sekarang.... Mari hancurkan seluruh kekuasaan Eric! Hingga dia muncul dari persembunyiannya!" Teriak Chris sambil memimpin pasukannya untuk menyerbu.


...***...


...Dunia Nyata...


...Kediaman Eric...


Di hadapan sebuah layar kaca yang sedang menampilkan peperangan yang besar itu, terlihat sosok Eric sedang duduk dengan santai di sofa yang besar dan empuk itu.


Di sebelahnya terlihat sosok Elin yang juga sedang melihat video peperangan itu.


Akan tetapi, terdapat satu orang lagi yang sedang berdiri dengan sikap yang tegang.


"Kenapa kau bisa diam dan tenang disini, Eric? Kau tahu bahwa peperangan ini sedang terjadi karena dirimu kan?!" Teriak wanita berambut pirang yang berdiri di belakang sofa Eric, yaitu Angi.


"Kau sendiri, apakah tidak memiliki pekerjaan lain selain bersantai di rumahku? Lagipula, tidak seperti aku bisa melakukan apapun untuk hal ini. Kau tahu aku sedang terjebak di dunia iblis kan?" Balas Eric dengan nada yang cukup sinis.


"Biarkan saja dia, Eric. Dia hanya sedang kebingungan dengan profesi barunya sebagai seorang pengangguran. Bukankah benar begitu, Nona restriksi 30 hari?" Sambung Elin dengan nada yang mengejek.


Mendengar perkataan mereka berdua, Angie justru menjadi semakin kesal dan termakan provokasi.


Pada akhirnya, mereka bertiga pun menonton video peperangan terbesar yang pernah ada di dunia Re:Life.


...***...


...Kerajaan Farna...


...Sisi Utara...


...Benteng Pertahanan...


"Komandan telah mati! Balaskan dendam koma...."


'Jleebbbb!!'


Sebuah panah telah menancap di kepalanya, membunuhnya secara seketika.


Tak hanya dirinya, tapi hujan panah telah menutupi matahari. Membuat tempat ini seakan menjadi malam hari sesaat.


Puluhan ribu anak panah yang melesat secara bersamaan dan dalam waktu yang beruntun itu telah membantai sangat banyak prajurit pertahanan yang ada di benteng itu.


Seorang Pria tua dengan umur yang terlihat lebih dari 60 tahun itu nampak berjalan secara perlahan. Ia adalah tetua yang menjadi pemimpin dari asosiasi berbagai Guild yang berasal dari Cina.

__ADS_1


"Kukuku.... Nampaknya Kerajaan kita akan menjadi lebih luas dengan segera. Zhao, perintahkan semua pasukan untuk menjaga struktur bangunan yang ada." Ucap Pria tua itu.


"Dengan segera, Tetua."


Pembantaian yang terjadi secara sepihak ini pun terus berlanjut.


Korban jiwa dari Kerajaan Farna di benteng ini mencapai angka 200.000 lebih. Jumlah itu sudah termasuk warga sipil dan juga prajurit.


Sedangkan korban dari pihak Kerajaan Rafador....


Hanya mencapai angka 15.000 orang saja.


*


Sisi Timur Kerajaan Farna


Di sisi ini, pembantaian secara sepihak juga terjadi.


Kekuatan mutlak dari pasukan Kerajaan Suci Celestine yang digabungkan dengan teleportasi milik Alice, membuat Kerajaan Farna sama sekali tak bisa berkutik.


Setiap kali Kerajaan Farna melakukan penyerangan, pasukan dari Kerajaan Suci Celestine akan secara tiba-tiba menghilang dan berpindah tempat.


Pada akhirnya, tiga kota runtuh hanya dalam beberapa saat saja.


...***...


...Sisi Selatan Kerajaan Farna...


"Yang Mulia.... Tidak sepantasnya Anda bersusah-susah untuk hadir dalam pertempuran yang tak berguna ini." Ucap sang Panglima perang kepada Kaisar.


"Kenapa? Ini adalah pengalaman perang pertamaku. Sudah sepantasnya untuk memahami seluk beluk dari apa yang disebut dengan pertempuran." Jawab sang Kaisar sambil menghunuskan pedangnya ke jantung prajurit yang sedari tadi diinjak olehnya.


Mendengar jawaban sang Kaisar, Panglima Perang itu pun kembali bertanya.


"Lalu.... Apa yang telah Anda dapatkan dari pertempuran ini?"


Sang kaisar pun terdiam sesaat sebelum menjawab.


"Peperangan.... Sungguh hal yang sangat tidak berguna."


Meski berkata seperti itu, sang Kaisar telah berdiri tepat di tengah kumpulan cahaya putih yang cukup terang.


Sebuah Kota telah berhasil ditaklukkan oleh Kekaisaran Avertia.


Tidak....


Lebih tepatnya telah ditaklukkan oleh Kaisar Vincentius sendiri.


Hanya dengan modal sebilah pedang yang Ia ambil dari Prajurit Kerajaan Farna, Ia berhasil menghabisi lebih dari 50.000 prajurit dan 300.000 warga sipil sendirian.

__ADS_1


Peperangan yang sangat berat sepihak ini pun berlanjut.


__ADS_2