TDM II : Rise Of The Demon Emperor

TDM II : Rise Of The Demon Emperor
Chapter 301 - Keputusan


__ADS_3

...Dunia Iblis...


"Apa-apaan itu barusan?" Ucap Eric sambil terus bersiaga terhadap tebasan yang entah datang darimana itu. Akan tetapi, tebasan itu kini telah berhenti.


Eric dan juga Deus sama sekali tak menyadari bahwa tebasan itu berasal dari sebuah skill [Dimensional Blade] yang mampu menembus ruang. Terlebih lagi sebuah kenyataan bahwa pelakunya sama sekali tak menggunakan senjata.


Hanya sebuah tebasan dari tangan kosong....


Meski begitu, mereka tak bisa berlama-lama berdiam diri di sana.


"Hector.... Akan buruk jika dia kabur!"


Eric, Lucien dan juga Deus pun kembali ke arah istana milik Hector.


Tapi sesampainya di sana, Ia dikejutkan dengan sosok Hector yang telah kembali duduk dengan tenang di atas singgasananya.


"Selamat datang kembali, wahai para pembela kebenaran, penentang dari kekejaman." Ucap Hector dengan wajah malasnya.


Sebelum seorangpun dapat bereaksi terhadap perkataan Hector, Ia telah melanjutkannya.


"Membosankan sekali untuk berbasa basi mengingat kekuatanmu yang berada di atasku itu. Terlebih lagi ada seorang Iblis yang sangat mengerikan di pihakmu.


Oleh karena itu. Bunuh saja aku. Aku sama sekali tak ada niat untuk tunduk kepada kalian. Tapi lakukanlah dengan cepat. Aku tak suka untuk menunggu." Ucap Hector dengan tenang dengan wajah yang seakan telah menyerah untuk hidup itu.


Eric pun dengan cekatan menangkap maksud dari Hector san segera memanfaatkannya.


"Apakah.... Tak ada yang bisa kita rundingkan? Kerjasama misalnya?" Tanya Eric sambil melangkah secara perlahan mendekati ke arah singgasana Hector.


"Kerjasama ya.... Aku penasaran kerjasama seperti apa itu." Balas Hector tetap dengan wajah malasnya.


"Apa yang kau inginkan dalam dunia ini?"


"Penyiksaan dan pembunuhan sesuka hatiku. Hanya itu saja."


"Apakah harus dari orang-orang yang berada di pihakmu?" Tanya Eric.


Sesuai harapan Eric, jawaban Hector memberikan secercah harapan untuk memanfaa.... Maksudnya bekerjasama dengannya.


"Kalau begitu.... Bagaimana jika aku memberikanmu pasokan tahanan untukmu? Tentu saja mereka berasal dari musuhku. Sebutkan saja jumlah yang kau butuhkan dan kau bebas melakukan apapun pada mereka." Balas Eric dengan senyuman yang sangat licik, seakan telah menanti kesempatan untuk mengatakan hal itu.


Sorot mata Hector seketika berubah. Termasuk juga keseluruhan ekspresi wajahnya. Ia nampak begitu terkejut mendengar perkataan Eric akan hal itu.


'Glek!'


Setelah menelan ludahnya, Hector memberanikan dirinya untuk menanyakan hal itu kepada Eric.


"Ka-kau serius soal itu? Untuk jumlahnya.... Aku akan serahkan padamu. Tapi setidaknya sekitar 10 orang per minggu. Lalu.... Apa yang kau inginkan dariku?" Tanya Hector dengan sedikit gugup.

__ADS_1


Akhirnya, Eric pun membuat senyuman yang sangat lebar. Membuat gigi taringnya terlihat begitu menyeramkan dan juga mendominasi.


"Fufufu.... Soal itu mudah saja. Untuk saat ini cukup dengan tidak mengganggu satu sama lain. Selebihnya.... Sebarkan rumor bahwa Kota Venice hanyalah kota hantu yang hanya memberikan mimpi palsu kepada semua orang. Mengingat kondisiku, saat ini aku tak ingin banyak orang menyadari keberadaanku." Jelas Eric dengan rinci.


Hector pun mengangguk seakan memahami semua itu hingga akhirnya....


"Hanya itu saja?" Tanya Hector.


"Hanya itu saja. Jadi sepakat?" Tanya Eric sambil mengulurkan tangan kanannya ke arah Hector.


Tanpa ragu, Hector pun menjabat tangan kanan Eric dan berkata.


"Tentu saja. Lagipula melawan kalian hanya membuatku berdiri tepat di hadapan kematian. Jika aku bisa tetap hidup dan bahkan menikmati hidup ini, tak ada alasan bagiku untuk menolaknya."


Akhirnya, perjanjian persahabatan antara dua raja iblis baru itu pun terbentuk atas dasar perbedaan kekuatan yang begitu mutlak.


Meski begitu, ada satu orang yang masih tak memahami semua ini.


"Eric, kenapa memberikan permintaan seperti itu? Kita bisa saja memerasnya dengan lebih baik! Lagipula, tidak ada jaminan dia akan menepati janjinya! Bahkan mungkin saja dia akan menjual kita ke raja atau ratu iblis yang lain!" Teriak Deus setelah kembali ke Dungeon Venice itu.


Seluruh penduduk dan juga penjaga, termasuk para pengungsi, telah dievakuasi secara darurat atas perintah Eric. Mereka semua diminta untuk bersembunyi dan mulai tinggal di dalam kota bawah tanah yang sedang dibangun itu.


Alasan dibalik tindakan Eric sangatlah sederhana.


Serangan tebasan yang tak terlihat sebelumnya menunjukkan bahwa dirinya sedang diincar.


Eric membutuhkan cukup banyak waktu untuk menjelaskan dan juga meyakinkan Deus agar tetap tenang.


Meskipun....


Hal yang membuatnya tenang bukanlah perkataan Eric. Melainkan laporan dari Catherine mengenai kondisi di luar Dungeon.


Puluhan naga terbang yang memiliki ukuran setidaknya sepanjang 8 meter dengan lebar tubuh 3 meter itu nampal terbang kesana kemari di udara.


Terlebih lagi, mereka semua memiliki tubuh yang hampir seluruhnya berwarna hitam pekat.


"Sierra...." Ucap Deus sambil membuka matanya cukup lebar.


Eric yang mendengar nama itu kembali membuatnya terpaksa untuk memojokkan Deus menjelaskan semuanya.


Tapi seperti yang dikatakan oleh Deus, Ia sama sekali tak banyak mengetahui sosok Sierra. Kecuali dari rumor yang menyatakan bahwa dia adalah satu-satunya sosok Iblis yang berani mendeklarasikan tak berada di pihak siapapun.


Keberanian itu tentunya didasari atas kekuatannya yang dapat dikatakan tak masuk akal. Bahkan kabarnya Sierra pernah memukul mundur Behemoth sendirian hanya dengan sebuah telapak tangan.


"Apakah.... Tidak. Kau tidak mungkin kalah darinya kan, Deus?" Tanya Eric sedikit ketakutan setelah mendengar penjelasan Deus mengenai sosok Sierra.


Tapi bahkan Iblis yang sangat angkuh dan juga keji itu, hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil membalas.

__ADS_1


"Aku tak tahu.... Itulah kenapa aku tak ingin berurusan dengannya."


...***...


...Wilayah Ratu Iblis, Sierra...


...Istana...


Di tengah sebuah ruangan yang begitu megah dengan banyak sekali perhiasan itu, terlihat sosok ribuan Draconic dengan tubuh yang agak gelap dan sisik yang berwarna hitam itu berbaris dengan sangat rapi.


Semuanya membawa dua jenis senjata. Yaitu enam buah tombak lempar dan juga sebuah panji yang mengibarkan sebuah bendera berwarna hitam dengan lambang naga dengan warna emas di tengahnya. Dengan sigap dan juga gagah, semua prajurit itu mengangkat panji itu.


Di ujung ruangan itu, terlihat sosok seorang wanita. tepatnya Sierra, yang sedang mengenakan zirah tempurnya yang berwarna hitam pekat dengan corak emas yang begitu indah.


Zirah itu menutupi seluruh tubuh Sierra, termasuk kepalanya dengan helm yang juga berwarna hitam pekat. Semua itu dipasangkan oleh empat orang pelayannya dengan rapi.


Segera setelah pemasangan zirah itu selesai, salah seorang pelayan membawakan sebuah senjata yang berupa sarung tangan besi tambahan yang sangat runcing dan juga tajam.


Pelayan itu memasangkan keduanya di tangan kanan dan kiri Sierra.


Setelah semuanya siap, Sierra pun mulai menuruni tangga, berjalan ke arah ribuan prajurit. Mereka dengan segera memiringkan panji yang mereka angkat, seakan memberikan jalan yang diteduhi oleh bendera kerajaan iblis itu sendiri.


'Tap!'


Setiap langkah kaki Sierra sangatlah mantap hingga menimbulkan suara yang cukup menggema di dalam ruangan yang besar ini.


Pada setiap langkahnya, prajurit yang ada di belakangnya akan segera mengikuti langkah kaki Sierra.


Hingga akhirnya, keseluruhan prajurit dengan jumlah setidaknya 2.500 prajurit itu pun berbaris dengan rapi di belakang Sierra sambil terus mengangkat benderanya setinggi mungkin.


Puluhan ribu penduduk kota itu nampak memeriahkan keberangkatan mereka semua.


"Berjuanglah, Yang Mulia!"


"Habisi semua musuh kita!"


"Aku ingin menjadi Ksatria pembawa bendera keluarga Yang Mulia!"


"Bawakan kemenangan kepada kami semua!"


Dengan sebuah senyuman yang tipis di balik helmnya itu, Sierra mengangkat tangan kanannya, membuat semua orang semakin menggila terhadap barisan pasukan yang berangkat berperang ini.


Pada saat itulah, pasukan paling Elit di Kerajaan Sierra, Banner Wielder, telah berangkat.


Tujuan mereka?


Tentu saja....

__ADS_1


Memburu Eric dan juga komplotannya.


__ADS_2